Mubarak, Ridho
Medan Area University

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

PERTANGGUNGJAWABAN PELAKU TINDAK PIDANA TANPA HAK DAN MELAWAN HUKUM MENGGUNAKAN NARKOTIKA GOLONGAN I BAGI DIRI SENDIRI (Studi Putusan Pengadilan Negeri Binjai No. 182/Pid.B/2011/PN.BJ) Mubarak, Ridho; Harahap, Dessy Agustina; Muin, Abdul
Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Desember
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1530.277 KB) | DOI: 10.31289/jiph.v1i2.1850

Abstract

Any person who commits an offense or act which is contrary to law No 35of 2009 means having commited a criminal offense which is a great danger ofnarcotics for the life of nation. Abuse of drugs by adults could not be classed asa natural naughtiness, drug abuse is concern because the consequences will befelt in the perpetrator’s family. Moral damage means the fragility of nation’snational security and national defense. Narcotics is a related disasters asvictims of narcotic addiction is largely part of efforts to protect an save thenation.
Kedudukan Korban dalam Kasus Tindak Pidana Korupsi Trisna, Wessy; Mubarak, Ridho
Jurnal Administrasi Publik : Public Administration Journal Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Administrasi Publik Desember
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.278 KB) | DOI: 10.31289/jap.v7i2.1333

Abstract

Korban merupakan seseorang secara individu ataupun bersama-sama menderita kerugian, termasuk luka fisik maupun mental, penderitaan emosional, kerugian ekonomi ataupun kerusakan hak-hak dasarnya, yang disebabkan karena perbuatan pihak lain yang melanggar hukum pidana pada suatu negara baik disengaja maupun karena kelalaian. Korban dalam perkara tindak pidana korupsi dibagi atas 2 (dua) yaitu: korban langsung (Negara) dan korban tidak langsung. Korban tidak langsung tersebut meliputi masyarakat dan rakyat serta dapat juga pihak ketiga, hal ini disebabkan karena kerugian keuangan negara atau perekonomian negara, secara tidak langsung akan merugikan kepentingan masyarakat dan kepentingan rakyat. Selama ini Dalam menangani kasus korupsi, yang selalu disoroti adalah oknum pelaku dan hukum, sedangkan korban jarang sekali untuk diperhatikan sehingga perlu diketahui kedudukan korban dalam kasus korupsi dan perlindungan korban terkait kasus tindak pidana korupsi.
Tinjauan Yuridis Pemutusan Hubungan Kerja Sepihak oleh Perusahaan Kepada Pekerja pada Putusan No.36/G/2014/PHI Medan Simanjuntak, Sari; Hasibuan, Abdul Lawali; Mubarak, Ridho
Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ILMIAH PENEGAKAN HUKUM JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.051 KB) | DOI: 10.31289/jiph.v4i1.2085

Abstract

Juridical Review of  Unilateral Termination of Employment by the Company to the Worker on Putusan No.36/G/2014/PHI MedanDisputes or misunderstandings that cause layoffs are generally triggered by a lack of communication between workers and employers. The workers are positioned as the party in need, therefore the position of workers is very weak and vulnerable to irregularities. The problems in this study are: 1) How are the Government and the Company's Efforts Against Employee Layoffs? 2) What is the legal consideration of the judge in deciding unilateral termination of disputes by the company Decision Number: 36/G/2014/PHI.Mdn? This type of research is normative research,. In this case the Industrial Court in the Medan District Court decided to grant the Plaintiff's claim in part, stating that the working relationship between the defendant and the plaintiffs had never been terminated or continued, sentencing the defendant to reinstate the plaintiffs and place them in the original workplace, punishing the defendant for pay for forced money (dwangsoom).
PERANAN KANTOR PENGAWASAN DAN PELAYANAN BEA DAN CUKAI TIPE MADYA PABEAN BELAWAN DALAM PENANGGULANGAN PENYELUNDUPAN EKSPOR SATWA LIAR YANG DILINDUNGI (Studi Pada KPPBC TMP Belawan) Prakoso, Bayu; Arifin, syamsul; Mubarak, Ridho
Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Desember
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.153 KB) | DOI: 10.31289/jiph.v3i2.1944

Abstract

The Government and the Directorate General of Customs and Excise have basically tried to eradicate the crime of smuggling, especially the smuggling of exports of wild animals that are protected through customs and excise legislation and customs and excise officials as acting or executing duties of customs and excise legislation, but the effort has not yet reaped maximum results because every year the crime of smuggling of protected wildlife exports is increasing. The results of the research and discussion explain how the implementation of customs regulations by the Customs and Excise Supervision and Service Office of Belawan Middle Customs Type in the prevention of smuggling of protected wildlife exports is carried out thoroughly against Law No.17 of 2006 concerning amendment of Law No.10 of 1995 concerning Customs and Director General Regulation Number: Per-32 / BC / 2014 concerning Customs Procedures in the Export Sector.
Tinjauan Yuridis terhadap Perjanjian Kerja Yang Dibuat Secara Lisan Sumardi, Fauzi; Mubarak, Ridho
Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ILMIAH PENEGAKAN HUKUM JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.182 KB) | DOI: 10.31289/jiph.v5i1.1957

Abstract

Juridical Review Of Work Agreements Made OrallyA verbal work agreement is a work relationship that is made without the signing of a work agreement, a verbal work agreement is sufficient with a statement that is mutually agreed upon by both parties and should be witnessed by at least two witnesses. The purpose of this study was to find out how the legal strength of work agreements made verbally and how legal protection for workers whose employment relationships are based on verbal work agreements. The research method used is the library research method, namely by conducting research on various written reading sources, and the Field Research method, which is a juridical review of workers whose work relations are based on verbal work agreements. The purpose of this study is to find out the answers to the problems discussed. The results of the study indicate that the legal strength of the work agreement made orally is not specifically regulated in the Civil Code or in other laws and regulations so that the arrangement of oral agreements only follows the arrangement of work agreements in general
DISPARITAS PEMIDANAAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN Mubarak, Ridho
Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Juni
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1274.979 KB) | DOI: 10.31289/jiph.v2i1.1864

Abstract

In public service activities and service development, developing countriesoften encounter resistance, and resistance was due to the limitations,capabilities and complexity of the bureaucratic apparatus. In overcomingthese problems, one of them is structural reform. The implementation ofstructural reforms is to realize the regional autonomy. The implications ofregional autonomy, local governments and/or city government must havethe entrepreneurship spirit which is able to provide the best possibleservice to the community. In this context, the city government and/orlocal governments should be able to reconcile the needs of the communitywith the products. Thus, in implementing the policy of regional autonomy will be success efficiently, more productively, simply, and timely.
Disparitas Pemidanaan Pelaku Tindak Pidana Kekerasan pada Perempuan mubarak, ridho
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 8, No 1 (2016): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v8i1.5114

Abstract

Kasus kekerasan terhadap perempuan yang terindentifikasi di masyarakat merupakan fenomena gunung es, karena besaran kasus tersebut belum menggambarkan jumlah seluruh kasus yang sebenarnya yang terjadi di masyarakat dan hanya merupakan sebagian kecil kasus kekerasan yang dilaporkan. Pada kenyataannya, sangatlah sulit untuk mengukur secara tepat lauasnya kekerasan terhadap perempuan, karena itu berarti harus memasuki wilayah peka kehidupan perempuan, yang mana perempuan itu sendiri yang enggan/tidak mau mengatakannya. Sistem peradilan pidana yang berorientasi kepada pelaku tindak pidana menimbulkan ketimpangan dalam perlindungan hukum kepada korban kejahatan, yang mengakibatkan korban (terutama kejahatan kekerasan dan seksual) enggan memberikan laporan kepada aparat penegak hokum dan menjadi saksi dalam peristiwa yang dialaminya. Kondisi ini menjadi penghambat bagi kelancaran proses penegakan hukum pidana yang akhirnya mempengaruhi keberhasilan upaya penanggulangan kejahatan secara menyeluruh.
Peranan Pengadilan Agama Kelas I Medan terhadap Pembatalan Perkawinan Mubarak, Ridho; Munawir, Zaini; Munthe, Riswan
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 8, No 2 (2016): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v8i2.5165

Abstract

Penelitian ini adalah mengenai pembatalan perkawinan merupakan kasus yang sering terjadi di wilayah hukum Pengadilan Agama Medan Kelas 1A, yang mana jumlah perkara pembatalan perkawinan semakin meningkat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan perkawinan dapat di batalkan menurut peraturan perundang-undangan dan untuk menganalisis peningkatan peranan Pengadilan Agama Medan terhadap pembatalan perkawinan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan cara menganalisa hukum yang tertulis dari bahan pustaka atau data sekunder dan meneliti langsung ke lapangan tempat objek yang diteliti. Hasil penelitian ini adalah faktor menyebabkan perkawinan dapat dibatalkan menurut peraturan perundang-undangan adalah pembatalan perkawinan karena pembatalan hubungan suami istri sesudah dilangsungkan perkawinan, karena adanya syarat-syarat yang tidak dipenuh menurut Pasal 22 s/d Pasal 27 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Pasal 70 dan Pasal 71. Peranan Pengadilan Agama terhadap pembatalan perkawinan adalah untuk memeriksa dan mengadili serta memutus perkara yang diajukan Pemohon, maka Pengadilan Agama memiliki kewenangan absolut yang diatur pada Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.