Hariati, Sri
Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Konflik Budaya Dalam Perkawinan Masyarakat Sasak Perantau Dengan Masyarakat Sumbawa Di Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa Hariati, Sri
Jatiswara Vol 32 No 1 (2017): Jatiswara
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jatiswara.v32i1.64

Abstract

The purpose of this study is to find out how the forms of cultural conflict marriage sasak community with the community Sumbawa alas kab. Sumbawa. Method This research is empirical research method with approach concept of law sociology. The result of this research is that the process indicates that there is a cultural conflict in the marriage of the Sasak tribe that brings culture or custom which influences the original culture of Sumbawa Alas so that the occurrence of cultural conflict is Sasak culture and Sumbawa culture especially in Alas Subdistrict causing the change In culture.
Aliran Feminisme Modern dan Aliran Feminisme Menurut Islam Hariati, Sri
Jurnal Jatiswara Vol 31 No 1 (2016): Jatiswara
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Feminism is the ideology developed by the Western Europe in order to fight for equality between the two types of people: men and women. Their goal was to demand justice and the liberation of women from the shackles of religion, culture, and other living structure. The term feminism or gender is often called, according to Dr. Mansour Fakih, no description is able to explain briefly and clearly. They want separation of gender and sex. That is, by nature do not matter but the nature of it that need attention. For them, the concept of gender that is an inherent nature of the opponent men and women who are socially and culturally constructed. For example, it is known a gentle woman, beautiful, emotional, or motherhood. While men are considered strong, rational, manly, powerful. As according to Oakley (1972) in Sex, Gender, and Society, gender differences are not biologically meaningful, and not the nature of God. Biological differences are differences in gender (sex) which is the nature of God, and therefore are permanently different. As gender is a difference in behavior (behavioral differences) between men and women, the differences are not natural or not the provisions of God, but was created by humans through social and cultural processes that long. Therefore, a gender change from time to time.
Kawin Kontrak Menurut Agama Islam, Hukum Dan Realita Dalam Masyarakat Hariati, Sri
Jurnal Jatiswara Vol 30 No 1 (2015): Jatiswara
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marriage is something that has become human nature, which aims to establish mahligai marriage a happy home and eternal well-being and spiritual birth according to which dreamed dreams. But the reality in the community is abusing the marriage are some women who do the marriage contract. Contract marriage is a marriage that is based on an agreement to live together as husband and wife in a certain time period, accompanied by exchange for one of the parties. The desire to gain economic advantage and meet the biological needs, is the purpose of the execution of contracts. The implementation process of the marriage contract is processed with the provisions of Islamic religious law with the help of a chaplain with the reason the process easier and faster. Although marriage processed according to Islamic law, but in building the household does not animate Islamic law because it is based on a contract / agreement that it is contrary to Islamic law itself.
Analisis Yuridis Terhadap Putusan Hakim Mengenai Perkara Perceraian Nomor 2537/Pdt.G/2009/PA.Sda Hariati, Sri; Berkah, Dian
MAQASID Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Skripsi yang berjudul “ANALISIS YURIDIS TERHADAP PUTUSAN HAKIM MENGENAI PERKARA PERCERAIAN NOMOR 2537/Pdt.G/2009/PA.Sda.” adalah hasil analisa mengenai putusan hakim mengenai perkara perceraian Nomor 2537/Pdt.G/2009/PA.Sda. yang bertujuan untuk memahami bagaimanakah pertimbangan-pertimbangan hakim dalam memutus perkara perceraian menurut ketentuan atau aturan-aturan yang berlaku dalam pranata kehidupan sosial masyarakat di Indonesia. Analisa tentang putusan hakim mengenai perkara perceraian Nomor 2537/Pdt.G/2009/PA.Sda. yaitu hasil analisa yang sumber data - datanya atau materialnya diambil dari sumber utamanya adalah perundang - undangan yang berlaku dalam ketentuan hukum. Dari analisa yuridis terhadap putusan hakim mengenai perkara perceraian Nomor 2537/pdt.g/2009/pa.sda. dapat diambil suatu the force project bahwa. suatu perceraian dapat diputuskan hanya dengan dalih bahwa sebuah rumah tangga yang diharapkan oleh Undang - Undang adalah untuk dapat membina rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah dan saling tolong menolong serta menghargai satu sama lain akan terputus dengan sendirinya manakala suami istri tidak hidup serumah / tidak bersama dalam kurun waktu tertentu serta dalam perkara perceraian dapat diputuskan tanpa melihat siapa dan mana salah dan benarnya, akan tetapi dapat dilihat dari apakah suami istri tersebut dapat dirujukkan kembali atau tidak. Kata Kunci : Perceraian, Hukum Keluarga Islam
Dinamika Transisi Komunitas Wetu Telu Dalam Keyakinan Pelaksanaan Syari’at Islam Hariati, Sri
Jatiswara Vol 34 No 2 (2019): Jatiswara
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jatiswara.v34i2.207

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai adalah Untuk mengetahui keberadaan komunitas Wetu Telu dan mengetahui bagaimana dinamika transisi komunitas Wetu Telu dalam pelaksanaan keyakinan syar’at Islam. Di Dusun sangiang Desa kumbang Kecamatan masbagik Lombok timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian empiris dengan subyek penelitian antara lain, tokoh adat Wetu Telu, tokoh agama Wetu Telu dan masyarakat Wetu Telu serta tokoh agama, tokoh masyarkat wetu lima dan aparatur desa seperti kadus, kepala desa. Komunitas Wetu Telu yang ada di Dusun Sangiang Desa Kumbang Masbagik saat ini masih dalam proses verifikasi kepelaksanaan syari’at Islam, keberadaan mereka sangat minoritas tapi sebagian mampu bertahan di atas masifnya proses verifikasi oleh para pendakwah. 
Tradisi Perang Topat Sebagai Akulturasi Agama dan Budaya ., Marjan; Hariati, Sri
Jatiswara Vol 33 No 1 (2018): Jatiswara
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jatiswara.v33i1.157

Abstract

Tradisi Perang Topat ini dilakukan oleh masyarakat Hindu dan Islam yang berdomisili di Desa Lingsar pada waktu dan tempat yang bersamaan, yaitu di Taman Lingsar (Pura Lingsar), Desa Lingsar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Di dalam Taman Lingsar ini terdapat dua jenis kegiatan ritual keagamaan dari dua kelompok masyarakat dengan latar belakang agama, budaya, dan keyakinan yang berbeda. Metode yang dipakai khususnya masalah Tradisi  pada masyarakat Lingsar, maka penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif. Pendekatan kualitatif sebagai suatu bentuk pendekatan yang dilakukan dalam penelitian dengan cara terjun langsung kelapangan, dengan berhadapan langsung dengan responden guna memperoleh data yang valid, prosedur penelitian yang menghasilkan data deskripsi berupa kata-kata, tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat di amati dari subyek itu sendiri, khususnya pada Perang Topat itu sendiri.Hasil yang diperoleh bahwa dalam Perang topat ini merupakan tradisi leluhur yang harus tetap di jaga dan jalankan, karena jika tidak demikian maka mereka meyakini akan mendapatkan sebentuk balak (bencana) dari tuhan karena tidak bersyukur atas apa yang telah dilimpahkan Tuhan Yang Maha Esa.