Komalasari, Gantina
Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Published : 26 Documents
Articles

Found 26 Documents
Search

STUDI PERILAKU CYBERBULLYING SISWA SMAN DI DKI JAKARTA Komalasari, Gantina; Nabilah, Nabilah; Wahyuni, Eka
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 1 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.011.01

Abstract

Tingginya penggunaan Internet pada kelompok siswa juga turut mengembangkanperilaku bullying dari cara tradisional ke penggunan perangkat teknologi yang dikenal sebagaiperilaku cyberbullying, atas dasar itulah penelitian dilakukan dengan tujuan untukmemperoleh gambaran mengenai pelaku dan korban cyberbullying siswa di SMAN di wilayahDKI Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan menggunakanInstrumen cyberbullying ini dikembangkan oleh Smith, Mahdevi, Carvalho dan Tippet.Teknk analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukanbahwa 18%, n = 233 siswa di SMAN di DKI Jakarta menyatakan pernah melakukancyberbullying dan 28.4% siswa menyatakan mereka pernah menjadi korban cyberbullying.Kata kunci : cyberbullying
PEMBELAJARAN TERPADU MODEL WEBBED LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL DALAM PKN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PERILAKU ETIS SISWA Widya, Wiwi; Komalasari, Gantina; Justitia, Dewi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 1 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.011.06

Abstract

Penelitian ini berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bertujuan untuk meningkatkankompetensi perilaku etis siswa melalui model pembelajaran terpadu layanan bimbinganklasikal dalam pendidikan kewarganegaraan.. Model penelitian yang digunakan adalahmodel Kemmis dan Taggart dengan metode observasi yang dilakukan oleh kolaborator.Partisipan dalam penelitian ini adalah kelas III SD Islam Darussalam Bekasi yang berjumlah26 siswa.Penelitian dilaksanakan sejak bulan Februari sampai Mei 2012 terdiridari satu siklus selama 4 kali pertemuan.Model pembelajaran terpadu yang digunakandalam penelitian ini model Webbed (tematik), dengan tema lingkungan. Instrumen yangdigunakan adalah tes dan non tes.Uji validitas instrumen sebelum pelaksanaan dilakukandengan rumus product moment, sedangkan indeks reliabilitas dengan rumus KR-20didapat 0,889 yang berarti bahwa instrumen soal reliabel. Instrumen juga melalui tahaphitung uji kesukaran dengan penggunaan soal mudah-sedang dan uji daya beda soal denganhasil baik,sedang, dan sangat baik.Instrumen tes berupa tes pemahaman yang telahdivalidasi sebanyak 27 butir. Instrumen non tes yang digunakan adalah observasi, daftarcek, dan wawancara. Sebelum pelaksanaan tingkat pemahaman siswasebesar 60 % dansetelah tindakan sebesar 82 %. Untuk varibel tindakan pembelajaran terpadu melalui observasisebesar 93%, dan tanggapan siswa terhadap pelaksanaan tindakan sebesar 97%.Kata Kunci : pembelajaran terpadu model webbed,kompetensi perilaku etis
Faktor Penyebab Siswa Membolos (Survey pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 232 Jakarta) Yulianthi1, Hety; Komalasari, Gantina; Mamesah, Michiko
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 2 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.012.01

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memperoleh data empirik faktor penyebab membolos pada siswa kelas VIII SMP Negeri 232 Jakarta tahun ajaran 2011/2012. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dalam jenis survey. Teknik pengumpulan data berupa angket faktor penyebab siswa membolos pada siswa kelas VIII SMP Negeri 232 Jakarta tahun ajaran 2011/2012. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 165 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 74 siswa dengan menggunakan purposive sampling. Teknik analisis menggunakan analisis faktor dengan menggunakan program SPSS versi 16. Analisis ini di gunakan untuk mendapatkan sejumlah faktor yang memiliki sifat-sifat yang mampu menerangkan keragaman data. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa penyebab dominan siswa membolos adalah faktor pengaruh media dan fasilitas rekreasi dengan component matrix 808. Faktor penyebab kedua adalah tekanan kelompok teman sebaya dengan component matrix 750. faktor ketiga adalah diri sendiri dengan component matrix 612. Faktor keempat adalah sekolah dan lingkungan sekolah dengan component matrix 554. Terakhir adalah lingkungan dan hubungan keluarga dengan component matrix 387. Saran dalam penelitian ini hendaknya pihak sekolah menyediakan sarana media yang dapat menjadi media pembelajaran dan hiburan bagi siswa sehingga mendukung siswa untuk dapat menikmati fungsi media yang sebenarnya.
Pengaruh Jigsaw Terhadap Pemahaman Siswa XI IPA Mengenai Fakultas Teknik di SMA 36 Jakarta Purlina, Agustin Rachmawati; Komalasari, Gantina; Badrujaman, Aip
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 2 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.012.04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode jigsaw terhadap pema-haman siswa mengenai fakultas teknik pada siswa kelas XI IPA 1 di SMA negeri 36 Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eksperimen. Subyek penelitian ini terdiri atas 37 orang siswa kelas XI IPA 1 SMA negeri 36 Jakarta.Hasil uji normalitas untuk pre-test diperoleh X2 hitung = 7,90 lebih kecil dari X 2 tabel = 11,070 sedangkan untuk posttest X2 hitung = 3,98 lebih kecil daripada X2 tabel tabel = 11,070, maka data diperoleh dari sampel yang berasal dari populasi berdistribusi normal. Selain itu pengujian homogenitas juga dihitung dengan rumus Uji-F. Hasil penghitungan homogenitas menyatakan bahwa Fhitung < Ftabel atau 1,11 < 1,98, artinya kedua data tersebut homogen.Teknik analisis data yang digunaan adalah Uji-t menunjukkan bahwa rerata pemahaman fakultas teknik pada pre test adalah 13,37, sedang pada post test adalah 26,91. Pada uji hipotesis diperoleh hasil Thitung (7,439) < Ttabel (2,2028). Kesimpulannya ada pengaruh pemahaman fakultas teknik sebelum dan sesudah perlakuan dengan menggunakan metode jigsaw.
PROFIL CREATIVE-SELF OF WELLNESS MAHASISWA S1 FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Setiawan, Evan; Wahyuni, Eka; Komalasari, Gantina
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 2 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.042.05

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil creative-self pada mahasiswa S1 Fakultas Imu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Pendidikan angkatan 2011 s.d. 2014 sebanyak 3.291 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 317 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen creative-self yang dibuat berdasarkan teori the indivisible self dari Myers dan Sweeney, yang berisi 48 butir penyataan dengan lima pilihan jawaban yaitu selalu, sering, kadang-kadang, jarang, dan tidak pernah. Koefisien reliabilitas instrumen 0,923yang di intepretasikan sangat tinggi artinya instrumen reliable untuk digunakan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan kategorisasi yang dibagi menjadi lima yaitu, sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Hasil Peneliitian menunjukan bahwa pencapaian creative-self mahasiswa S1 FIP UNJ 17,61% pada kategori sangat tinggi, 64,47% pada kategori tinggi, 16,98% pada kategori sedang, dan 0,94% pada kategori rendah. Penemuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa S1 FIP UNJ memilik creative-self yang baikyang berarti mahasiswa memiliki kemampuan yang baik dalam berpikir secara aktif, terbuka, dan dapat berkreasi dalam pemecahan masalah, mampu menyadari perasaan dan berekspresi secara wajar, percaya pada kemampuan dirinya dan dapat menguasai dirinya, merasa nyaman dengan jurusan yang dipelajarinya, mampu mengatasi beban tugas yang ada serta mahasiswa mampu dengan baik mengunakan humor yang positif. Pencapaian creative-self yang tinggi berpengaruh positif terhadap keberhasilan akademik.Fakultas Ilmu Pendidikan diharapkan dapat memberikan sarana untuk mengembangkan creative-self mahasiswa dengan mengadakan kompetisi, diskusi terbuka, penelitian bersama antar jurusan, atau melalui kegiatan organisasi yang dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa FIP. Kata Kunci: Creative-Self, Mahasiswa
GAMBARAN PERMASALAHAN SOSIAL MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA (Survei terhadap mahasiswa Strata 1 Angkatan 2013-2015) Na’imah, Nahriyatun; Komalasari, Gantina; Wahyuni, Eka
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.051.09

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran permasalahan sosial mahasiswa strata 1 Universitas Negeri Jakarta angkatan 2013, 2014 dan 2015. Penelitian menggunakan metode survei terhadap 3 angkatan mahasiswa UNJ dengan populasi penelitian sebanyak 18.138 mahasiswa dan teknik pengambilan sampel yaitu teknik insidental sebanyak 376 responden. Kuesioner yang digunakan peneliti terdiri dari 68 butir pernyataan yang didapat dari 8 indikator permasalahan sosial yang merujuk pada teori Steinberg yang kemudian dikembangkan oleh peneliti. Skala yang digunakan pada penelitian ini ialah skala Model Guttman. Validitas dan reliabilitas dihitung menggunakan SPSS 20.0 dengan jumlah pernyataan final sebanyak 68 pernyataan dan reliabilitas sebesar 0,710 sehingga dinyatakan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tertinggi terdapat pada indikator kecemasan sosial dengan persentase sebesar 30,27%, diikuti dengan indikator diskriminasi gender dengan persentase sebesar 27,13%. Kecemasan sosial dan diskriminasi gender merupakan permasalahan yang berdampak negatif terhadap prestasi akademik dan performa mahasiswa sebagai generasi muda. Adanya diskriminasi bahwa sosok pemimpin lebih diutamakan pada laki-laki dibandingkan perempuan dan adanya kecemasan yang berlebihan saat tampil di muka umum akan menghambat mahasiswa untuk berkompetisi, seiring berkembangnya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Mahasiswa UNJ sebagai calon pendidik diharapkan terbebas dari permasalahan sosial yang dimiliki agar menjadi pendidik yang profesional dan menghasilkan peserta didik yang berkualitas. Kata Kunci: Permasalahan Sosial, Mahasiswa
EVALUASI PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL DI SMAN 46 JAKARTA SELATAN Mirasari, Ivani; Komalasari, Gantina; Filiani, Retty
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 1 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.011.11

Abstract

Penelitian ini bertujuan menilai keberadaan indikator dan kesesuaian kriteria pada komponen konteks dan input sebagai rancangan dalam penyusunan program layanan bimbingan klasikal di SMAN 46 Jakarta. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan jenis penelitian evaluasi. Sumber data penelitiannya adalah program bimbingan klasikal kelas X SMAN 46 Jakarta, dan guru BK SMAN 46 Jakarta. Instrumen yang digunakan, pedoman studi dokumentasi, pedoman wawancara dan pedoman observasi. Indikator pada komponen konteks, yaitu asesmen kebutuhan, tugas perkembangan dalam bimbingan klasikal, tujuan program dalam bimbingan klasikal, dan rancangan program bimbingan klasikal. Indikator pada komponen input, yaitu rasio guru BK, kualifikasi guru BK, sarana dan prasarana, materi, metode, media, serta anggaran. Teknik analisis data yang digunakan berupa teknik analisis kualitatif. Komponen konteks yang terdiri dari empat indikator yaitu asesmen kebutuhan, tugas perkembangan, tujuan program serta rancangan program dikatakan masih belum sesuai dengan kriteria, karena tidak berdasarkan asesmen kebutuhan. Pada komponen input, yang terdiri dari tujuh indikator yaitu rasio guru BK, kualifikasi guru BK, sarana dan prasarana, metode, materi, media dan anggaran masih ada yang belum sesuai dengan kriteria karena strategi yang dirancang belum dapat memenuhi kebutuhan siswa dan harapan lingkungan dalam mencapai tugas perkembangannya. Sedangkan yang sudah sesuai dengan kriteria hanya sarana dan prasarana serta media. Saran kepada guru BK, penyusunan program bimbingan klasikal harus sesuai dengan asesmen kebutuhan siswa.
PENYEBAB KONFLIK REMAJA-ORANG TUA (SURVEY PADA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 98 JAKARTA) Hilmiana, Tazkia Shafira; Komalasari, Gantina; Subagjo, Atiek Sismiati
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 1 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.011.15

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi mengenai penyebab dominan dari konflik remaja-orang tua pada siswa kelas X di SMA Negeri 98 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan sampel sebanyak 50 siswa yang ditentukan menggunakan teknik sampling sistematis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan dianalisis dengan menggunakan perbandingan rata-rata skor. Uji coba instrumen dilakukan kepada 37 siswa untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen. Perhitungan validitas menggunakan korelasi Product Moment diperoleh 65 butir yang valid dari 90 butir yang diujicobakan dan perhitungan reliabilitas menggunakan koefisien Alpha Cronbach diperoleh hasil 0,897 (reliabel). Hasil analisa menunjukkan bahwa area responsibility memiliki rata-rata skor sebesar 36 atau 25,50%. Area social life memiliki rata-rata skor sebesar 29 atau 20,46%. Area school memiliki rata- rata skor sebesar 28 atau 19,78%. Area social convention memiliki rata-rata skor sebesar 25 atau 17,59%. Terakhir, area family relationship memiliki rata-rata skor sebesar 24 atau 16,67%. Artinya, pada penelitian ini penyebab dominan dari konflik remaja-orang tua pada kelas X di SMA Negeri 98 Jakarta adalah area responsibility. Jika penyebab konflik remaja-orang tua tidak segera diselesaikan, cepat atau lambat dampaknya akan berpengaruh pada kesulitan remaja dalam mencapai tugas perkembangan kemandirian emosionalnya. Saran kepada guru BK, mengembangkan program-program BK yang tentunya terkait dengan konflik dan penyebabnya.
PENGARUH TEKNIK PENGELOLAAN DIRI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGELOLAAN WAKTU (Studi Eksperimen dalam Layanan Konseling Kelompok pada Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling Reguler Angkatan 2012) Widyaningtyas, Asri; Wahyuni, Eka; Komalasari, Gantina
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 2 No 1 (2013): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.021.04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan teknik pengelolaan diri (self-management) dengan layanan konseling kelompok terhadap peningkatan pengelolaan waktu. Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Reguler 2012, Universitas Negeri Jakarta pada bulan Juni-November 2012. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Weak Eksperimental Designs (desain tanpa kelompok kontrol) dengan kelompok One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah tujuh mahasiswa berdasarkan hasil pre-test pengelolaan waktu yang tergolong terendah. Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa Ho ditolak dengan nilai asymp. Sig sebesar 0,018 < taraf signifikansi 0.05 (2-tailed), yang berarti terdapat pengaruh pendekatan behavioral dengan teknik pengelolaan diri (self-management) pada layanan konseling kelompok terhadap peningkatan pengelolaan waktu mahasiswa Bimbingan dan Konseling reguler angkatan 2012. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test memperlihatkan peningkatan skor post-test pada mahasiswa yang memiliki keterampilan pengelolaan waktu positif.
GAMBARAN KEBUTUHAN ONLINE SELF-HELP PADA SISWA DI SMA NEGERI KECAMATAN TANGERANG KOTA TANGERANG Amriiani, Fiika; Wahyuni, Eka; Komalasari, Gantina
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 2 No 1 (2013): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.021.08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi dan mendeskripsikan data mengenai kebutuhan online self-help pada siswa di SMA Negeri Kecamatan Tangerang Kota Tangerang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif jenis survei. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa di tiga SMA Negeri di Kecamatan Tangerang yang berjumlah 2680 siswa dengan sampel penelitian sebesar 10% dari jumlah keseluruhan populasi siswa, yaitu berjumlah 279 siswa. Hasil perhitungan uji validitas butir dibandingkan dengan r tabel product moment dengan taraf signifikan 5%, yaitu 0,361, diperoleh butir pernyataan yang valid berjumlah 87 dan butir pernyataan yang drop berjumlah 41. Uji reliabilitas terhadap butir pernyataan yang valid memperoleh hasil sebesar 0,97 sehingga instrumen tersebut bersifat reliabel. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa siswa yang memiliki kebutuhan online self-help dengan kategori tinggi sebesar 89%, siswa yang memiliki kebutuhan online self-help dengan kategori sedang sebesar 11%, dan 0% siswa yang memiliki kebutuhan online self-help dengan kategori rendah. Implikasi penelitian ini adalah guru BK di tiga SMA Negeri Kecamatan Tangerang dapat membuat dan mengembangkan layanan online self-help yang sesuai dengan kebutuhan siswa, yaitu terkait dengan tugas perkembangan siswa mencakup aspek pribadi-sosial, aspek belajar, dan aspek karir, serta perlu meningkatkan keterampilan mengembangkan dan mengelola program dan layanan Bimbingan dan Konseling berbasis IT.