Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Pola Makan Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Susanti, Susanti; Bistara, Difran Nobel
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 3, No 1 (2018): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.34080

Abstract

Latar Belakang: Pola makan merupakan asupan makanan yang memberikan berbagai macam jumlah, jadwal dan jenis makanan yang didapatkan seseorang. Pengaturan pola makan yang tidak tepat seperti yang dianjurkan 3J (Jadwal, Jumlah dan Jenis) dapat mengakibatkan peningkatan kadar gula darah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pola makan dengan kadar gula darah pada penderita Diabetes mellitus.Metode: Desain penelitian ini adalah korelasional. Variabel bebas yaitu pola makan dan variabel terikatnya yaitu kadar gula darah. Pengambilan sampel dilakukan di Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya dengan memakai teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Oktober sampai November 2017 dengan besar sampel 40 responden. Data yang diperoleh dengan menggunakan lembar kuesioner dan observasi. Skala pengumpulan data ordinal dengan uji statistik yang dipergunakan pada penelitian ini menggunakan korelasi Spearman Rank.Hasil: Hasil uji statistik Spearman Rho p=0,000 (α=0,05) menunjukkan bahwa H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara pola makan dengan kadar gula darah pada penderita Diabetes Mellitus di Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya. Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan yang kuat antara pola makan dengan kadar gula darah apabila pola makan yang tidak baik seperti yang dianjurkan prinsip 3J maka akan terjadi ketidakstabilan kadar gula darah.Kesimpulan: Pentingnya peran pengaturan pola makan pada penderita diabetes dalam pengendalian kadar gula darah sehingga kadar gula darah tetap terkontrol.
Hubungan Kebiasaan Mengkonsumsi Kopi dengan Tekanan Darah Pada Dewasa Muda Bistara, Difran Nobel; Kartini, Yanis
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 3, No 1 (2018): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.34079

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia, tetapi memiliki nilai konsumsi kopi per kapita yang masih relatif rendah yaitu sekitar 70.000 ton/tahun atau 0,5 kg/orang/tahun. Kopi sering dikaitkan dengan sejumlah faktor risiko penyakit jantung koroner, termasuk meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol darah karena kopi mempunyai kandungan kalium, polifenol, dan kafein. Kafein memiliki sifat meningkatkan tekanan darah, sedangkan kalium dan Polifenol memiliki sifat menurunkan tekanan darah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kebiasaan mengkonsumsi kopi dengan tekanan darah pada dewasa muda.Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kolerasional dengan desain penelitian cross sectional. Variabel independennya adalah kebiasaan mengkonsumsi kopi dan variabel dependennya adalah tekanan darah. Pengambilan sampel dilakukan di Demak Jaya kelurahan Tembok Dukuh kecamatan Bubutan, Surabaya pada bulan Agustus-September 2017. Besar sampel sejumlah 40 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dikumpulkan dengan menggunakan lembar kuesioner dan observasi. Klaifikasi skala pengumpulan data ordinal dengan uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasi Spearman Rank.Hasil: Hasil uji statistik Spearman Rho p=0.465 (α=0.05), menunjukkan bahwa H1 ditolak, sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan kebiasaan mengkonsumsi kopi dengan tekanan darah pada dewasa muda di Demak Jaya kelurahan Tembok Dukuh kecamatan Bubutan, surabaya.Kesimpulan: Peningkatan tekanan darah juga dapat disebabkan oleh faktor lain seperti stasus ekonomi, kegemukan, psikososial (stres), merokok, aktivitas fisik, konsumsi alkohol berlebih dan konsumsi garam.
TINGKAT STRES DENGAN PENINGKATAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS Bistara, Difran Nobel; Zahroh, Chilyatiz; Wardani, Erika Martining
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol 5 No 1 (2019): JIKep | Maret 2019
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v5i1.213

Abstract

P ABSTRAK Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit kronik yang memerlukan waktu perawatan lama, pembiayaan perawatan yang sangat mahal, selain itu prevalansi diabetes milletus juga meningkat. Keharusan penderita diabetes mellitus dalam mengubah pola hidupnya agar gula darah dalam tubuh tetap seimbang dapat mengakibatkan mereka rentan terhadap stress. Stress pada penderita diabetes mellitus dapat mengakibatkan gangguan pada pengontrolan kadar gula darah. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya hubungan tingkat stress dengan kadar gula darah pada penderita Diabetes Mellitus. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan sampel berjumlah 45 responden penderita Diabetes Melitus di wilayah RW 7 Kelurahan Simokerto Kecamatan Simkerto Surabaya yang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengukuran tingkat stress menggunakan kuesionar. Kadar gula darah diperoleh dari observasi menggunakan glucometer secara acak. Data dianalisis dengan menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil uji korelasi spearman rank didapatkan nilai p=0,00 dan r=0,909. Hal ini semakin tinggi tingkat stress yang dialami akan semakin tinggi pula nilai kadar gula darah. Saran untuk peniliti selanjutnya adalah dapat meniliti factor lain yang dapat mempengaruhi kadar gula darah, serta untuk melakukan observasi perilaku stress agar hasil lebih valid.
Pemeriksaan Kesehatan Tentang Gula Darah Dan Tekanan Darah Sebagai Peningkatan Kualitas Kesehatan Bistara, Difran Nobel; Hatmanti, Nety Mawarada
JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS Vol 2 No 1 (2018): August
Publisher : JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.27 KB)

Abstract

Pembangunan kesehatan Indonesia diarahkan guna mencapai pemecahan masalah kesehatan untukhidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Masalahkesehatan dapat dipengaruhi oleh pola hidup, pola makan, lingkunga kerja, olahraga dan stress. Perubahangaya hidup terutama di kota-kota besar menyebabkan meningkatnya prevalensi penyakit (Waspadji dkk,2015). Pada kondisi-kondisi tertentu pemeriksaan glukosa darah dan tekanan darah menjadi sangat pentinguntuk dilakukan dengan segera. Misalnya saja pada pasien dengan kondisi kritis, dimana gula darah dantekanan darah pasien dapat dengan cepat berubah akibat stress maupun medikasi. Pada pasien-pasientersebut dibutuhkan analisis glukosa yang cepat untuk mempertahankankan kontrol glikemik yang ketat(Holtzinger et al., 2013).Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Masjid Ahmad Yani Surabaya didapat data yang menyimpangterkait dengan pola makan dan pola hidup di masyarakat sekitar masjid. Hasil observasi dan wawancarapada jamaah masjid dan warga sekitar masjid menyatakan bahwa banyak warga dan jamaah masjid tidakmengetahui tanda-tanda gejala semisal kencing manis, kolesterol dan asam urat. Permasalah yang seringdiderita menurut wawancara adalah hipertensi, asam urat, parkinson, kanker payudara, asma dll.Berdasarkan analisis situasi yang didukung dalam hasil pengkajian dari salah satu pengurus MasjidAhmad Yani Surabaya bahwa di masjid tersebut belum pernah dilakukan pengontrolan dan pengecekangula darah, asam urat dll. Maka kami sebagai tim berencana untuk memberikan pengetahuan danmengajarkan Pola Hidup yang baik dan Sehat sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatanjamaah masjid dan warga sekitar masjid yang ada di Masjid Ahmad Yani Surabaya sehingga menurunkanterjadinya berbagai macam penyakit yang ada di masjid dan masyakarat sekitarnya.Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini berupa intervensi pendidikan kesehatanberupa pengecekan gula darah.
Pengaruh Range of Motion (ROM) terhadap Kekuatan Otot pada Pasien Stroke Susanti, Susanti; Susanti, Susanti; BIstara, Difran Nobel
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 2 (2019): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.41 KB) | DOI: 10.22146/jkesvo.44497

Abstract

Background: The weakness muscle is the biggest impact on patients with stroke, to the practice Range Of Motion with the aim is to maintain or preserve muscle strength, to maintain mobility joints and simulate circulation. With an increase in the incidence of stroke and disability, if the practice Range Of Motion is not implemented it will be a significant decrease in muscle strength, cause muscle kontraktur and a decubitus. Objective: The study aims to find his Range of Motion of muscle strength in patients with stroke in the Puskesmas Bulak Banteng Surabaya. Methods: This study uses Pra-eksperimental One Grup Pra-Post Test Design. Population in this study is a stroke patient who live in the Puskesmas Bulak Banteng Surabaya and sampels 32 of responden. The sample by using techniques simple random sampling. Variables independent in this study is Range Of Motion and the variables dependent is muscle strength. The instrument used in the collection of data is an observation to the strength of muscle and Range of Motion. Result: Wilcoxon test results show the significance level p value = 0.00 with α = 0.05 (p <α) on the right hand while in the left hand shows a significant level p value = 0.00 with α = 0.02 (p<α ).Conclusion:  H0 is rejected that there is influence between ROM exercises gripping the ball against the muscle tone in the right hand and left hand that suffered a stroke.Keywords: Range Of Motion, muscle strength.