Articles

Found 4 Documents
Search

PROFIL ASAM LEMAK RANTAI CABANG CAIRAN RUMEN YANG DISUPLEMENTASI LEGUMINOSA DALAM RANSUM BERBASIS INDEKS SINKRONISASI PROTEIN-ENERGI Syamsi, Afduha Nurus; Waldi, Lastriana; Rahayu, Tri Puji
Journal of Livestock Science and Production Vol 2, No 1 (2018): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The experiment was aimed to assess the use of the legume and synchronization index of protein and energy (SPE) in the diet of dairy cattles on branch chain volatile fatty acids (BCVFA) profile. The research was applied in In vitro technique. The research was used a Completely Randomized Design (CRD), factorially pattern (2x3), the first factor was the two species of legume (Sesbania and Leucaena) and the second factor was the three levels of the SPE index (0.4, 0.5, and 0.6), there were 6 treatments combination and replicates 4 times each. The results showed interaction between legumes with SPE index was highly significant (P<0.01) upon iso butirat, but was nonsignificant (P>0,05) on iso valerat and valerat. Legume and SPE index respectively showed nonsignificant (P>0.05) on iso valerat and valerat. It can be concluded that Turi supplementation with high SPE index (0.6) gave the best effect on Branch Chain Volatile Fatty Acids (BCVFA) profile. Key words: Branch chain volatile fatty acids, Protein-energy synchronization index, LegumeThe experiment was aimed to assess the use of the legume and synchronization index of protein and energy (SPE) in the diet of dairy cattles on branch chain volatile fatty acids (BCVFA) profile. The research was applied in In vitro technique. The research was used a Completely Randomized Design (CRD), factorially pattern (2x3), the first factor was the two species of legume (Sesbania and Leucaena) and the second factor was the three levels of the SPE index (0.4, 0.5, and 0.6), there were 6 treatments combination and replicates 4 times each. The results showed interaction between legumes with SPE index was highly significant (P<0.01) upon iso butirat, but was nonsignificant (P>0,05) on iso valerat and valerat. Legume and SPE index respectively showed nonsignificant (P>0.05) on iso valerat and valerat. It can be concluded that Turi supplementation with high SPE index (0.6) gave the best effect on Branch Chain Volatile Fatty Acids (BCVFA) profile. Key words: Branch chain volatile fatty acids, Protein-energy synchronization index, Legume
KEEFEKTIFAN METODE STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISION BERBANTU KARTU PERTANYAAN TERHADAP KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR PADA PEMBELAJARAN AKUNTANSI DI SMK Rahayu, Tri Puji; -, Sudiyanto; Octoria, Dini
Tata Arta : Jurnal Pendidikan Akuntansi Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Akuntansi
Publisher : FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.981 KB)

Abstract

ABSTRACTThis research is intended to find (1) effectiveness of Student Teams-Achievement Division method with questioning card towards students’s activeness in accounting lesson; (2) effectiveness of Student Teams-Achievement Division method with questioning card towards students’s learning achievement in accounting lesson. This research is quasi experiment research. The result of research are: (1) there is difference of effectiveness of Student Teams-Achievement Division method with questioning card towards activeness in accounting lesson. This can be seen on the result of hypothesis test that shows that Sig (2-tailed)<α (0,00<0,025); (2) there is difference of effectiveness of Student Teams-Achievement Division method with questioning card towards learning achievement in accounting lesson. This can be seen on the result of hypothesis test that shows that Sig (2-tailed)<α (0,00<0,025). The conclusion of research are: (1) Student Teams-Achievement Division method with questioning card effective towards activeness in accounting lesson; (2) Student Teams-Achievement Division method with questioning card effective towards learning achievement in accounting lesson.Keywords: Student Teams-Achievement Division, questioning card, activeness, learning achievement ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) keefektifan metode Student Teams-Achivement Division berbantu kartu pertanyaan terhadap keaktifan siswa pada pembelajaran akuntansi; (2) keefektifan metode Student Teams-Achivement Division berbantu kartu pertanyaan terhadap prestasi belajar siswa pada pembelajaran akuntansi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) ada perbedaan keefektifan metode Student Teams–Achievement Division berbantu kartu pertanyaan terhadap keaktifan siswa pada pembelajaran Akuntansi. Hal ini dapat dilihat pada hasil pengujian hipotesis yang menunjukkan bahwa Sig (2-tailed)<α (0,00<0,025), (2) ada perbedaan keefektifan metode Student Teams–Achievement Division berbantu kartu pertanyaan terhadap prestasi belajar siswa pada pembelajaran Akuntansi. Hal ini dapat dilihat pada hasil pengujian hipotesis yang menunjukkan bahwa Sig (2-tailed)<α (0,004<0,025). Simpulan hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Metode Student Teams–Achievement Division berbantu kartu pertanyaan efektif terhadap keaktifan siswa pada pembelajaran akuntansi, (2) Metode Student Teams–Achievement Division berbantu kartu pertanyaan efektif terhadap prestasi belajar siswa SMK pada pembelajaran akuntansi.Kata Kunci: Student Teams–Achievement Division, Kartu Pertanyaan, Keaktifan, Prestasi Belajar
Potensi Daya Dukung Limbah Kulit Singkong hasil Olahan Pothil sebagai Pakan Sapi Potong di Kecamatan Dukun, Magelang Rahayu, Tri Puji; Noor Viana, Candarisma Danes; Luklukyah, Zahrotul; Irawan, Budi
Bulletin of Applied Animal Research Vol 1, No 2 (2019): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v1i2.264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji produksi bahan kering (BK) dan potensi kapasitas dukung sapi potong terhadap kulit singkong sebagai pakan. Penelitian dilakukan selama satu bulan, di Dusun Batur Ngisor, Desa Ngargomulyo dan Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Magelang. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan cara Purposive Sampling dengan pengambilan sampel sebanyak 9 responden produsen pothil di wilayah Kecamatan Dukun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi bahan kering kulit singkong dari olahan pothil di Kecamatan Dukun sebesar 506.795,02 ton/tahun.  Jika dihitung berdasarkan daya dukung kulit singkong dari olahan pothil tersebut, maka Kecamatan Dukun mampu menampung sekitar 6768 ST (satuan ternak) atau 6768 ekor sapi potong dewasa setiap tahunnya. Oleh karena itu, kulit singkong dari olahan pothil di Kecamatan Dukun mampu mencukupi kebutuhan pakan bagi sapi potong.Kata Kunci: kulit singkong, pothil, sapi potong, daya dukung. 
Kualitas Ransum Itik Magelang pada Pemeliharaan Intensif dan Semi Intensif terhadap Bobot Badan dan Produksi Telur Rahayu, Tri Puji; Waldi, Lastriana; Pradipta, Monica Sonia Indri; Syamsi, Afduha Nurus
Bulletin of Applied Animal Research Vol 1, No 1 (2019): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v1i1.164

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji dan mengevaluasi kualitas ransum Itik Magelang pada pemeliharaan intensif maupun semi intensif terhadap bobot badan dan produksi telur. Ternak yang digunakan berupa Itik Magelang sebanyak 40 ekor terdiri atas 20 ekor (intensif) dan 20 ekor (semi intensif). Metode penelitian secara experimental farm melalui survey lokasi peternakan, pemeliharaan Itik Magelang (intensif dan semi intensif), serta evaluasi produksi.  Parameter yang diukur yaitu kualitas ransum, bobot badan dan produksi telur Itik Magelang. Data dianalisis menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nyata, antara kualitas ransum pemeliharaan intensif dengan semi intensif terhadap bobot badan dan produksi telur Itik Magelang. Rataan bobot badan Itik Magelang pada pemeliharaan intensif lebih tinggi sebesar 1,90 kg dibandingkan semi intensif sebesar 1,72 kg.  Produksi telur itik Magelang pada pemeliharaan intensif lebih tinggi sebanyak 347 butir dibandingkan pemeliharaan semi intensif sebanyak 125 butir.  Dapat disimpulkan ransum Itik Magelang pada sistem pemeliharaan intensif memiliki kualitas lebih tinggi dari ransum pada sistem pemeliharaan semi intensif. Kualitas ransum pada sistem pemeliharaan intensif itik Magelang akan berdampak positif pada peningkatan bobot badan dan produksi telur yang dihasilkan jika dibandingkan dengan sistem pemeliharaan semi intensif.Kata Kunci: Itik Magelang, intensif, semi intensif, bobot badan, produksi telur.