Sayuti, Nutrisia A.
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Influence of Antidiabetic Herbal Medicine to a Decrease Blood Glucose Levels of Diabetes Mellitus Patients at The ‘Hortus Medicus’ Scientification of Jamu Clinic Tawangmangu, Karanganyar

Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Clinical Pharmacy

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.375 KB)

Abstract

Diabetes mellitus (DM) was an annual disease characterized by parennials of blood glucose levels exceeding normal and impaired metabolism of carbohydrates, fat and protein caused by defficiency of insulin hormone relative as well as absolute. Management of patients with DM can be done by some effort, among others was consume an antidiabetic drug or antidiabetics herbal medicine. Antidiabetic herbal medicine were consisting of bitter, brotowali, salam leaf, and AAI (analegtic, antiinflamation, and immunomodulator). The resesarch aimed to know the influence of antidiabetic herbal medicine to decrese blood glucose levels in patient with DM at The ‘Hortus Medicus’ Scientification of Jamu Clinic, Tawangmangu, Karanganyar. The method was quasi experimental with one group pre-post test. The samples were 37 people of the patients with DM diagnose with purposive sampling technique methode. The research report that among 37 respondents, 32 (86.5%) of respondent got a decreased blood glucose levels. The mean value of blood glucose level before consuming antidiabetic herbal medicine was 290.30 mg/dl and the mean value after consuming the herbal medicine was 241.78 mg/dl with difference of the mean value before and after consuming the herbal medicine was 48.52 mg/dl. There were influence of antidiabetic herbal medicine to decrease blood glucose levels of diabetes mellitus patients at the clinic with p-value=0.00 (p<0.05).Key words: Blood glucose, brotowali, diabetes mellitus, herbal medicine, salam leaf, sambilotoPengaruh Obat Herbal Antidiabetes untuk Menurunkan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Klinik Jamu Scientific “Hortus Medicus” Tawangmangu, KaranganyarDiabetes melitus (DM) adalah penyakit menahun yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah melebihi normal dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin secara relatif maupun mutlak. Manajemen pasien dengan DM dapat dilakukan dengan beberapa upaya, antara lain adalah mengonsumsi obat atau obat herbal antidiabetes (jamu). Jamu antidiabetes yang digunakan terdiri dari sambiloto, brotowali, daun salam, dan AAI (analgesik, antiinflamasi, dan imunomodulator). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jamu antidiabetes untuk menurunkan kadar glukosa darah pada pasien DM di klinik Saintifikasi Jamu ‘Hortus Medicus’, Tawangmangu, Karanganyar. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimental dengan one group pre-post test. Sampel yang digunakan adalah 37 orang pasien terdiagnosis DM dengan teknik pengambilan sampel purposive method sampling. Data penelitian  menunjukkan bahwa di antara 37 responden, 32 (86,5%) dari responden mengalami penurunan kadar glukosa darah. Kadar glukosa darah sebelum mengonsumsi jamu antidiabetes adalah 290,30 mg/dl dan nilai rata-rata setelah mengkonsumsi jamu antidiabetes adalah 241,78 mg/dl dengan perbedaan nilai rata-rata sebelum dan setelah mengkonsumsi jamu adalah 48,52 mg/dl. Terdapat pengaruh jamu antidiabetes terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM di klinik dengan p-value= 0.00 (p <0,05)Kata kunci: Brotowali, daun salam, diabetes mellitus, jamu, kadar glukosa, sambilot

Influence of Antidiabetic Herbal Medicine to a Decrease Blood Glucose Levels of Diabetes Mellitus Patients at The ‘Hortus Medicus’ Scientification of Jamu Clinic Tawangmangu, Karanganyar

Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) was an annual disease characterized by parennials of blood glucose levels exceeding normal and impaired metabolism of carbohydrates, fat and protein caused by defficiency of insulin hormone relative as well as absolute. Management of patients with DM can be done by some effort, among others was consume an antidiabetic drug or antidiabetics herbal medicine. Antidiabetic herbal medicine were consisting of bitter, brotowali, salam leaf, and AAI (analegtic, antiinflamation, and immunomodulator). The resesarch aimed to know the influence of antidiabetic herbal medicine to decrese blood glucose levels in patient with DM at The ‘Hortus Medicus’ Scientification of Jamu Clinic, Tawangmangu, Karanganyar. The method was quasi experimental with one group pre-post test. The samples were 37 people of the patients with DM diagnose with purposive sampling technique methode. The research report that among 37 respondents, 32 (86.5%) of respondent got a decreased blood glucose levels. The mean value of blood glucose level before consuming antidiabetic herbal medicine was 290.30 mg/dl and the mean value after consuming the herbal medicine was 241.78 mg/dl with difference of the mean value before and after consuming the herbal medicine was 48.52 mg/dl. There were influence of antidiabetic herbal medicine to decrease blood glucose levels of diabetes mellitus patients at the clinic with p-value=0.00 (p<0.05).Key words: Blood glucose, brotowali, diabetes mellitus, herbal medicine, salam leaf, sambilotoPengaruh Obat Herbal Antidiabetes untuk Menurunkan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Klinik Jamu Scientific “Hortus Medicus” Tawangmangu, KaranganyarDiabetes melitus (DM) adalah penyakit menahun yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah melebihi normal dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin secara relatif maupun mutlak. Manajemen pasien dengan DM dapat dilakukan dengan beberapa upaya, antara lain adalah mengonsumsi obat atau obat herbal antidiabetes (jamu). Jamu antidiabetes yang digunakan terdiri dari sambiloto, brotowali, daun salam, dan AAI (analgesik, antiinflamasi, dan imunomodulator). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jamu antidiabetes untuk menurunkan kadar glukosa darah pada pasien DM di klinik Saintifikasi Jamu ‘Hortus Medicus’, Tawangmangu, Karanganyar. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimental dengan one group pre-post test. Sampel yang digunakan adalah 37 orang pasien terdiagnosis DM dengan teknik pengambilan sampel purposive method sampling. Data penelitian  menunjukkan bahwa di antara 37 responden, 32 (86,5%) dari responden mengalami penurunan kadar glukosa darah. Kadar glukosa darah sebelum mengonsumsi jamu antidiabetes adalah 290,30 mg/dl dan nilai rata-rata setelah mengkonsumsi jamu antidiabetes adalah 241,78 mg/dl dengan perbedaan nilai rata-rata sebelum dan setelah mengkonsumsi jamu adalah 48,52 mg/dl. Terdapat pengaruh jamu antidiabetes terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM di klinik dengan p-value= 0.00 (p <0,05)Kata kunci: Brotowali, daun salam, diabetes mellitus, jamu, kadar glukosa, sambilot