Zubaydah, Wa Ode Sitti
Pharmauho

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Antimicrobial activities of ethanol extract of Wualae (Etlingera elatior (JACK) R.M. Smith) Wahyuni, Wahyuni; Malik, Fadhliyah; Ningsih, Andryani; Zubaydah, Wa Ode Sitti; Sahidin, Sahidin
Jurnal Farmasi dan Ilmu Pengobatan Vol 3 No 1 (2018): JPMS
Publisher : STIFA Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.707 KB)

Abstract

Wualae (Etlingera elatior (Jack) R.M. Smith) adalah salah satu tumbuhan dari genus Zingeberaceae yang banyak tersebar di Sulawesi Tenggara yang secara empiris telah digunakan sebagai bahan pangan dan pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah E. elatior terhadap bakteri gram positif Staphylococcus aureus ATCC 25923, Bacillus subtilis FNCC 0060, dan bakteri gram negatif Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853, Salmonella enterica ATCC 14028 menggunakan metode Cup-plate technique dengan pengukuran diameter daya hambat (DDH). Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak lebih aktif pada bakteri gram positif dibandingkan gram negatif. Penghambatan tertinggi ditunjukkan oleh konsentrasi 20 mg/mL dengan nilai DDH 5 mm. sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah E. elatior memiliki aktivitas antibakteri dengan DDH kategori lemah.
Formulasi dan Optimasi Tablet Floating Salbutamol Sulfat menggunakan Factorial Design Zubaydah, Wa Ode Sitti; Fudholi, Achmad; Rohman, Abdul
Pharmauho Vol 1, No 2 (2015): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.377 KB)

Abstract

Salbutamol sulfat memiliki waktu paruh eliminasi yang relatif pendek (4 jam), dengan dosis per oral 2-4 mg, dan pemberian 3-4 kali sehari. Formulasi salbutamol sulfat dalam sediaan tablet lepas lambat diharapkan dapat mengurangi frekuensi pemakaian obat, menghasilkan konsentrasi salbutamol sulfat dalam darah yang lebih seragam dan kadar puncak yang tidak fluktuatif.  Sifat fisik tablet dan pelepasan obat dari tablet sistem floating dipengaruhi oleh sifat komponen penyusun matrik yaitu: etil selulosa (matriks hidrofobik), xanthan gum (free flowing, gelling agent), serta natrium bikarbonat yang akan bereaksi dengan cairan lambung membentuk CO2. Penelitian dilakukan dengan model factorial design dengan 3 komponen yaitu: etil selulosa (A), xanthan gum (B), dan natrium bikarbonat (C) sehingga didapatkan 8 rancangan formula. Keseragaman kandungan, floating lag time, nilai K orde 1, dan nilai DE360 salbutamol sulfat digunakan sebagai parameter optimasi. Berdasarkan model factorial design, didapatkan persamaan dan contour plot untuk masing–masing parameter tersebut sehingga formula optimum dapat ditentukan. Etil selulosa memberi pengaruh dominan terhadap keseragaman kandungan. Natrium bikarbonat merupakan faktor yang berpengaruh sangat dominan terhadap floating lag time. Komponen etil selulosa dan xanthan gum menurunkan nilai K orde 1, sedangkan natrium bikarbonat meningkatkan nilai K orde 1. Natrium bikarbonat paling berpengaruh dalam memperkecil nilai DE360. Berdasarkan pendekatan nilai desirability didapatkan formula optimum teoritis dengan komposisi etil selulosa 17,58 mg, xanthan gum 78,51 mg, dan natrium bikarbonat 30 mg.Kata kunci: salbutamol sulfat, tablet floating, etil selulosa, xanthan gum
Study of Physical Characteristic and Equivalence between Generic and Branded Name of Phenylbutazone Tablet Akib, Nur Illiyyin; Husnaeni, Husnaeni; Zubaydah, Wa Ode Sitti; Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng
Pharmauho Vol 3, No 2 (2017): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.497 KB)

Abstract

Physical characterization and equivalence testing of generic and branded names of phenylbutazone tablets have been done. The information about quality of generic drugs is expected to increase the use of generic drugs by health practitioners and public. Dissolution test carried out by in vitro had correlation with bioequivalence by in vivo test. Sample of dissolution testing were generic (G) and branded (A and B) names of 200 mg phenylbutazone tablets. Physical characteristic test performed by uniformity weight test, hardness and disintegration time. Dissolution test were conducted by using basket and spectrophotometry ultra violet method in 200-400 nm wavelength. The result of uniformity weight of generic drug and branded drug was 352,02 mg and 352,82 mg, the hardness of generic was 9,58 kgf and branded was 9,50 kgf, and disintegration test result of generic was 16,1 minutes and branded was 3 minutes. The result of dissolution testing were dissolution profile and dissolved concentration at 30 minutes that compared to qualify of USP XXXII. Relative bioavailability testing of generic to A brand was 101.580 and generic to B brand was 105.275. Based on statistical test, there was no significant different or pharmaceutical equivalent. The generic tablets were equivalent to A and B branded names tablets with similar factors 82.120 and 74.271.Keywords: Equivalence, Dissolution, Salbutamol tablet; generic name, branded name
Formulasi dan Uji Stabilitas Lotion dari Ekstrak Etanol Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Sebagai Antioksidan Mardikasari, Sandra Aulia; Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng; Zubaydah, Wa Ode Sitti; Juswita, Endeng
Pharmauho Vol 3, No 2 (2017): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.392 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengetahui stabilitas fisik lotion dari ekstrak etanol daun jambu biji (Psidium guajava L.) sebagai antioksidan. Daun jambu biji adalah salah satu tanaman di sulawesi tenggara yang berkhasiat sebagai antioksidan. Ekstrak etanol daun jambu biji diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 96% yang kemudian didelipidasi dengan pelarut non polar n-heksan. Konsentrasi ekstrak daun jambu biji yang digunakan dalam sediaan lotion adalah konsentrasi inbisi 50% ekstrak terhadap radikal bebas yaitu 10xIC50; 20xIC50;  dan  30xIC50. Evaluasi karakteristik fisik dan kestabilan lotion dilakukan sebelum dan sesudah cycling test. Metode cycling test merupakan metode yang digunakan untuk melihat kestabilan fisik dari lotion yang dilakukan selama 6 siklus. Evaluasi karakteristik fisik sediaan lotion meliputi pengamatan organoleptik, pengujian homogenitas, pengukuran pH, pengukuran viskositas, dan uji daya sebar. Evaluasi kestabilan sebelum cycling test menunjukkan bahwa keseluruhan formula lotion yang dibuat sebelum cycling test adalah stabil yaitu Konsistensi  kental dan homogen; pH berkisar antara 6,55-6,8 (sesuai dengan SNI untuk pH kulit); daya sebar sediaan berkisar antara 4,7-6,9; dan viskositas berkisar antara 2200-4000 (sesuai dengan SNI untuk viskositas sediaan lotion). Sedangkan setelah cycling test menunjukkan bahwa formula lotion tidak stabil secara fisik dengan konsistensi sediaan yang berubah menjadi cenderung lebih cair, viskositas sediaan mengalami penurunan, pH sediaan mengalami penurunan yang signifikan (p-value<0,05), serta daya sebar sediaan yang meningkat secara signifikan (p-value<0,05) setelah cycling test.Kata Kunci: jambu biji, lotion, stabilitas fisik, cycling test
Formulasi Minuman Effervescent Mix Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera) Zubaydah, Wa Ode Sitti; Fia, Wa; Adawia, Sitti; Novitasari, N; Rahmasari, R; Hasanuddin, Dhidi Dharmadi
Pharmauho Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sehat merupakan salah satu tujuan yang hendak dicapai oleh semua orang. Di Indonesia, terdapat tanaman yang mengandung banyak manfaat bagi kesehatan masyarakat dan mengandung zat gizi yang sangat tinggi mulai dari zat gizi makro hingga zat gizi mikro. Tanaman tersebut adalah Moringa oleifera atau yang lebih sering disebut pohon kelor oleh masyarakat Indonesia. Namun, tidak banyak orang mengetahui akan manfaat-manfaat pohon kelor sehingga pemanfaatannya masih sangat rendah di masyarakat. Salah satu manfaat yang dapat diambil dari pohon kelor terdapat pada daunnya. Daun kelor merupakan salah satu bagian dari tanaman kelor yang telah banyak diteliti kandungan gizi dan kegunaannya. Penelitian lain menyatakan bahwa menunjukkan bahwa daun kelor mengandung vitamin C setara vitamin C dalam 7 jeruk, vitamin A setara vitamin A pada 4 wortel, kalsium setara dengan kalsium dalam 4 gelas susu, potassium setara dengan yang terkandung dalam 3 pisang, dan protein setara dengan protein dalam 2 yoghurt. Daun kelor merupakan tanaman lokal yang mengandung zat gizi yang tinggi, namun pemanfaatannya sebagai bahan pangan masih sangat rendah. Agar zat gizi yang terkandung dalam daun kelor dapat dimanfaatkan tubuh, maka perlu diolah menjadi minuman yang digemari oleh masyarakat seperti minuman effervescent dengan sensasi rasa yang menyegarkan di mulut.Kata kunci: kelor, serbuk, nutrisi, effervescent
Anti-inflammatory Activity of Pharmaceutical Gel of Ethanolic Extract from Marine Sponge Xestospongia Sp Zubaydah, Wa Ode Sitti; Wahyuni, Wahyuni; Sahidin, Sahidin; Halik, Tian Amalia; Andriani, Rina; Indalifiany, Astrid; Fristiohady, Adryan
Borneo Journal of Pharmacy Vol 2 No 1 (2019): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : ?Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.664 KB)

Abstract

The aim of this study was to determine the characteristics of the gel formula based on it’s organoleptic properties, pH, viscosity, dispersion and homogenity by stability test carried out using the cycling test method and to determine the anti-inflammatory activity of the Xestospongia Sp. in male white mice (Mus musculus) by creating an artificial edema on the mice left foot induced by 1% λ-carrageenan. The gel formula from the ethanol extract of Xestospongia Sp. sponge was physically stable in terms of its organoleptic observation, homogenity, pH and viscosity test. However, the results that were obtained after dispersion test did not fulfill the requirements. In this study, the gel formula of the ethanol extract of Xestospongia Sp. sponge was administered on the mice left foot by using the variations in extract concentration of 0.02%, 0.03%, and 0.04%, and the gel without extract as a negative control and Galtaren®gel (1% Diclofenac Sodium) as a positive control. The evaluated data were in the form of mice leg edema volume measured based on its percent of inflammation and percent of inflammatory inhibition and observed for 360 minutes. The data were analyzed by using the Kruskal-Wallis test followed by the Mann-Whitney test with a confidence level of 95%. The results of this study showed that the gel formula of ethanol extract of Xestospongia Sp. sponge has an anti-inflammatory effect on each concentration and the formula that has a large anti-inflammatory effect was obtained at extract concentration of 0.04%.