Articles

Found 7 Documents
Search

Efek Antihiperglikemik Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata Linn.) dan Ekstrak Etanol Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi Linn.) serta Kombinasinya pada Mencit Jantan (Mus musculus) Wahyuni, Wahyuni; Kasmawati, Henny; Rahmayani, Nur
Pharmauho Vol 1, No 1 (2015): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.168 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antihiperglikemik ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.), ekstrak etanol buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) serta kombinasi dosis kecil dan kombinasi dosis besarnya dan pebandingan efektivitasnya terhadap akarbose. Uji antihiperglikemik dengan metode toleransi glukosa oral pada mencit jantan yang diberikan tiap kelompok sediaan uji yaitu dosis tunggal ekstrak etanol buah belimbing wuluh 0,105 g/KgBB, dosis tunggal ekstrak etanol daun sirsak 0,28 g/KgBB, kombinasi dosis kecil 0,05 g/KgBB ekstrak buah belimbing wuluh ditambah 0,14 g/KgBB ekstrak daun sirsak, kombinasi dosis besar 0,105 g/KgBB ekstrak buah belimbing wuluh ditambah 0,28 g/KgBB ekstrak daun sirsak, dan akarbose 6,5 mg/KgBB. Setelah 30 menit pemberian sediaan uji kemudian diberikan pembebanan sukrosa 3g/KgBB. Data diperoleh dari pemeriksaan kadar glukosa darah pada menit ke 60, 90, 120, 150 dan 180. Untuk melihat perbedaan penurunan kadar glukosa darah dilakukan dengan uji statistik ANOVA one-way dan dilanjutkan dengan uji LSD. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa keempat kelompok ekstrak uji dapat menurunkan kadar glukosa darah. Kelompok kombinasi dosis besar dan kombinasi dosis kecil memiliki efektivitas yang sama dengan akarbose dosis 6,5 mg/KgBB, maka dosis yang paling efektif menurunkan kadar glukosa darah adalah kelompok kombinasi dosis kecil 0,05 g/KgBB ekstrak buah belimbing wuluh ditambah 0,14 g/KgBB ekstrak daun sirsak.Kata Kunci : antihiperglikemik, akarbose, Averrhoa bilimbi, Annona muricata
Efek Antihiperglikemik Ekstrak Etanol Daun Lidah Buaya (Aloe vera Linn) dan Ekstrak Etanol Daun Sambiloto (Andrographis paniculata Nees) serta Kombinasinya pada Mencit Jantan (Mus musculus) Kasmawati, Henny; Suryani, Suryani; Mutmainna, Mutmainna
Pharmauho Vol 1, No 2 (2015): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.872 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antihiperglikemik ekstrak etanol daun lidah buaya (Aloe vera Linn) dan ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata Nees) serta kombinasi dosis kecil dan kombinasi dosis besarnya, dan perbandingan efektivitasnya terhadap akarbose. Uji antihiperglikemik dengan metode toleransi glukosa oral pada mencit jantan yang diberikan tiap kelompok sediaan uji yaitu dengan dosis ekstrak daun lidah buaya 0,035 g/KgBB, dosis ekstrak daun sambiloto 0,28 g/KgBB, kombinasi dosis kecil 0,0175 g/KgBB ekstrak daun lidah buaya ditambah 0,14g/KgBB ekstrak daun sambiloto, kombinasi dosis besar 0,035 g/KgBB ekstrak daun lidah buaya ditambah 0,28 g/KgBB ekstrak daun sambiloto, dan akarbose 6,5 mg/KgBB. Kadar glukosa darah diperoleh dari pemeriksaan kadar glukosa darah pada menit ke 60, 90, 120, 150, 180. Uji statistic one-way ANOVA untuk melihat perbedaan penurunan kadar glukosa darah dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian memperlihatkan keempat kelompok uji mengalami penurunan kadar glukosa darah. Kombinasi dosiskecil, kombinasi dosis besar serta dosis tunggal daunsambiloto memiliki efektifitas yang sama dengan akarbose, serta efek penurunannya lebih baik dibandingkan dengan dosis tunggal daun lidah buaya. Dosis yang paling efektif menurunkan kadar glukosa darah adalah dosis tunggal daun sambiloto.Kata kunci: anti hiperglikemik, toleransi glukosa, lidah buaya, daun sambiloto.
Studi Etnomedisin Obat Tradisional Lansau Khas Suku Muna Provinsi Sulawesi Tenggara Ihsan, Sunandar; Kasmawati, Henny; Suryani, Suryani
Pharmauho Vol 2, No 1 (2016): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.904 KB)

Abstract

Suku Muna di Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki ramuan obat tradisional tersendiri yang khas yaitu Lansau yang bahan bakunya tersebar di seluruh Pulau Muna dan makna dibalik Lansau diambil dari nilai falsafah hidup masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunan ramuan tradisional Lansau yang terdiri dari 44 macam jenis tanaman sebagai obat tradisional khas Suku Muna Provinsi Sulawesi Tenggara dari segi manfaat, jenis dan bagian tanaman yang digunakan, serta kandungan filosofis dibalik penggunaan jumlah dan macam tumbuhan obat. Metode penelitian bersifat survei eksploratif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan pengamatan langsung dilapangan, serta studi literatur. Untuk identifikasi tanaman Lansau dilakukan determinasi tanaman di Herbarium Bogoriense Bidang Botani Pusat Penelitian Biologi-LIPI Bogor. Penelitian ini dilakukan di Raha dan Desa Wabintingi Kabupaten Muna dari bulan Juli-November 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah dan macam tumbuhan obat yang digunakan terkait erat dengan nilai filosofis spiritual masyarakat Muna yang diambil dari tradisi tasawuf Islam. Sebagian besar bagian tumbuhan yang digunakan adalah daun. Bentuk sediaan Lansau adalah dekok dengan cara direbus di tungku. Pengambilan tanaman dilakukan pagi hari sebelum jam 9 pagi. Jenis tanaman sebanyak 44 macam dapat disubstitusikan dengan tanaman lain yang berkhasiat sejenis menurut pengetahuan tabib/Masyarakat Muna.Kata Kunci: Etnomedisin, Obat Tradisional, Lansau, Suku Muna
Evaluasi Ketersediaan Obat pada Era JKN-BPJS Kesehatan di RSUD Kota Kendari Tahun 2015 Kasmawati, Henny; Sabarudin, S; Jamil, Siti Amaliah
Pharmauho Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan obat merupakan komitmen pemerintah dalam melaksanakan pelayanan kesehatan. Ketersediaan obat di rumah sakit menentukan tercapainya pelayanan kesehatan yang optimal. Ketersediaan obat yang optimal adalah   ketersediaan   obat   yang   mencukupi kebutuhan bagi pasien. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi ketersediaan obat pada era JKN-BPJS Kesehatan di RSUD Kota Kendari Tahun 2015 dengan menggunakan indikator persentase nilai obat  kedaluwarsa, persentase stok mati, persentase stok obat kosong (stock out), nilai TOR, dan tingkat ketersediaan obat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif. Data diperoleh dari pengamatan dan observasi   dokumen tahun 2015 serta didukung dengan wawancara dengan Kepala Gudang Farmasi dan petugas gudang obat RSUD Kota Kendari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan obat di RSUD Kota Kendari pada era JKN-BPJS tahun 2015 belum efisien dengan hasil persentase nilai obat kedaluwarsa sebesar 0,47%, persentase stok mati sebesar 2,27%, persentase stock out 15,07%, nilai TOR sebesar 8,02 kali dan tingkat ketersediaan obat 18,04 bulan.Kata kunci: ketersediaan obat, BPJS, rumah sakit, manajemen, Kendari
ANALISIS EFEKTIVITAS PEMBERIAN BOOKLET TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS PUUWATU KOTA KENDARI Sabarudin, Sabarudin; Kasmawati, Henny; Sarmita, Sarmita
Preventif Journal Vol 3, No 2 (2019): Preventif Journal
Publisher : Preventif Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.492 KB)

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronik yang terjadi bila ada peningkatan kadar glukosa dalamdarah karena tubuh tidak dapat menghasilkan hormon insulin yang cukup atau menggunakannya secara efektif.Ketidakpatuhan terhadap terapi pengobatan pada pasien DM tipe 2 menyebabkan glukosa darah tidak terkontrolsehingga meningkatkan resiko komplikasi. Edukasi adalah salah satu cara untuk meningkatkan kepatuhan yaitudengan pemberian booklet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien DM tipe 2sebelum dan sesudah pemberian booklet serta mengetahui hubungan antara kadar glukosa darah sewaktu danskor MMAS-8. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimental yang dilakukan di PuskesmasPuuwatu Kota Kendari. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling yang memenuhikriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa glukometer, booklet kuesioner MMAS-8. Sampel terdiri dari 68pasien DM tipe 2 yang terdiri dari 34 pasien kelompok intervensi yang diberikan booklet pengobatan DM dan 34pasien kelompok kontrol yang tidak diberikan booklet pengobatan DM. Kadar GDS dan skor MMAS-8 diukur sebelum dan 4 minggu sesudah pemberian intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna tingkat kepatuhan minum obat pasien DM tipe 2 sebelum dan sesudah pemberian bookletberdasarkan kadar GDS yaitu 327 mg/dL menjadi 181 mg/dL dengan nilai p=0,000 pada uji Mc Nemar, danberdasarkan skor MMAS-8 dari 3,3 menjadi 1,5 setelah pemberian booklet dengan nilai p=0,000 pada ujiWilcoxon, sehingga pemberian edukasi melalui booklet efektif dapat membantu meningkatkan kepatuhanpengobatan pasien DM tipe 2. Hasil analisis dengan menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan tingkathubungan sedang (r=0,526) antara GDS dan Skor MMAS-8 dengan nilai p=0,001 sehingga pasien yang memilikiskor MMAS rendah dikaitkan memiliki kadar glukosa darah sewaktu yang juga rendah.Kata kunci : Diabetes Melitus Tipe 2 ,GDS , MMAS-8, Booklet, Kepatuhan. 
Profil Fitokimia Ekstrak Etanol Bunga Kasumba Turate (Carthamus tinctorius L.) yang Berpotensi Sebagai Antimalaria Hamsidi, Rini; Widyawaruyanti, Aty; Hafid, Achmad Fuad; Ekasari, Wiwied; Malaka, Muhammad Hajrul; Kasmawati, Henny; Akib, Nur Illiyyin; Wahyuni, W; Sabarudin, S
Pharmauho Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga Kasumba turate (Carthamus tinctorius Linn) dari suku Asteraceae merupakan tumbuhan obat tradisional etnis Sulawesi Selatan yang secara empiris digunakan dalam pengobatan campak. Ekstrak etanol dari kasumba turate memberikan peningkatan aktivitas imunoglobulin G (IgG) dan  aktivitas imunoglobulin A (IgA) yang sangat signifikan. Penelitian menunjukkan ekstrak etanol bunga C. Tinctorius L memiliki potensi sebagai antimalaria secara in vitro dengan nilai IC50 sebesar 1,06 µg/ml. Sampel bunga C. tinctorius L. kering sebanyak 3 Kg dicacah hingga menjadi serbuk sebanyak 870 gram kemudian diekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 80%. Hasil maserasi dipekatkan dengan vacuum rotary evaporator pada suhu 50°C sehingga diperoleh ekstrak kental sebanyak 178,7gram. Profil fitokimia menunjukkan ekstrak etanol bunga C. tinctorius L. mengandung senyawa metabolit antara lain saponin, terpenoid, flavonoid, tanin dan antrakuinon.Kata kunci: Skrining, ekstrak, kasumba turate, obat tradisional, antimalaria
PENDIDIKAN KESEHATAN BAGI PARA PELAJAR DI KOTA KENDARI Akib, Nur Illiyyin; Arba, Muh.; ,, Suryani; Kasmawati, Henny; ,, Yamin; ,, Ruslin; Ihsan, Sunandar
Gema Pendidikan Vol 26, No 1 (2019): Jurnal Gema Pendidikan FKIP UHO
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.168 KB) | DOI: 10.1234/gapend.v26i1.6720

Abstract

Telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat terintegrasi KKN-Tematik berupa pendidikan kesehatan bagi para pelajar di Kota Kendari. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang kesehatan bagi para pelajar. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa sekolah di Kota Kendari. Kegiatan dilaksanakan mulai Agustus hingga Oktober 2018. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas penyuluhan keamanan pangan, obat, dan kosmetika oleh dosen terhadap pelajar SMAN 11 Kendari, SMA Muhammadiyah Kendari, SMKN 6 Kendari, dan SMK Satria Kendari; penyuluhan penggunaan obat bagi pelajar SMPN 05 Kendari; pengenalan profesi apoteker dan penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi pelajar SDN 02 Baruga dan SDN 03 Poasia; serta penyebaran informasi melalui media cetak. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, praktek, tanya jawab. Media cetak yang digunakan adalah leaflet. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman tentang kesehatan bagi para pelajar di Kota Kendari. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pelajar, Penyuluhan, Obat, Kota Kendari.