p-Index From 2014 - 2019
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Niara
Sudaryanto, Sudaryanto
Universitas Lancang Kuning

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN PEMIMPIN DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR CAMAT XIII KOTA KAMPAR KABUPATEN KAMPAR Hernimawati, Hernimawati; Sudaryanto, Sudaryanto
Jurnal Niara Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Niara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

District XIII Kampar City is one of the districts in Kampar regency. The number of sub-districts in Kabupaten Kampar reaches 21 districts. District XIII Koto Kampar consists of 13 villages that have various potentials that can be developed and economic value. Like Muara Takus temple located in Muara Takus village, Salai Patin processing in Desa Mosque and Pulo Simo Waterfall in Tanjung Alai Village.All these potentials are very proud for the Government and the people of District XIII Kampar City. Its just that this has not been managed with the maximum. This is evidenced by inadequate road access to reach the site.Therefore, the role of leaders needed to overcome them. According Sinambela (2014), the role of leaders in public services is to provide motivation, create a pleasant atmosphere, coordinate and implement the policy.From the results of the research, the District Leader XIII Koto Kampar has performed its role well. Where Sub District as a Local Government Apparatus District is the spearhead of the implementation of government. Whereas the sub-district with the number of apparatus that has not been complete and supported with the existing agency. The Camat office is a government, development and community administrator supported by the agency office, the sub-district administration is led by a subdistrict head who is in charge of the government with the help of the staff of the Kecamatan Office and the existing department in the sub-district and the village administration.
AGENDA KEBIJAKAN PUBLIK PADA BADAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP (BPA) KOTA PEKANBARU Hernimawati, Hernimawati; Dailiti, Surya; Sudaryanto, Sudaryanto
Jurnal Niara Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Niara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Pekanbaru City Administration there are 43 Regional Devices Work Unit (SKPD), one of the Library and Archive Board (BPA) Pekanbaru City. BPA Has a big agenda in accordance with the vision of "Realization of Information Center and Documentation and Reading Center in Pekanbaru City". Based on pre-survey conducted there are problems that lack of public participation in utilizing the existence of BPA Pekanbaru City and the limited books / references required visitors. This public policy agenda can not be implemented entirely, whereas library and archival development is implemented with the aim of raising awareness, willingness of reading interest for every individual, public, institution and school. In order to realize the highest degree of community education systematically and sustainably as a mandate of the opening of the 1945 Constitution is to educate the life of the nation.The research was conducted at the Library and Archive Board (BPA) Pekanbaru City. Population and sample in this research is State Civil Apparatus that served in Library and Archives of Pekanbaru. The sampling technique used is simple random sampling (simple random). The number of civil servants 36 and daily personnel are 41 persons.From research activities conducted known that the Library and Archives (BPA) Pekanbaru comes as one of the seriousness of the Government of Pekanbaru City in the intellectual life of the nation. BPA Pekanbaru has the task to provide the best service in the field of library and filing. Website managed to be one source and delivery of information BPA Pekanbaru City. Then the BPA is good enough to implement the policies that have been made. From the questionnaires given to the employees, freelance and community personnel (pengaunjung) is known that as many as 17 respondents stated it was good public policy on the Library and Archives (BPA) Pekanbaru. Then as many as 3 respondents stated good enough and 0 for the less good. Keywords: Agenda and Public Policy ABSTRAK Di Pemerintahan Kota Pekanbaru terdapat 43 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), salah satunya Badan Perpustakaan Dan Arsip (BPA) Kota Pekanbaru.BPA Memiliki agenda besar sesuai dengan visi yakni “Terwujudnya Pusat Informasi dan Dokumentasi serta Pusat Baca di Kota Pekanbaru”.Berdasarkan pra survey yang dilakukan terdapat permasalahan yakni kurang partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan keberadaan BPA Kota Pekanbaru dan terbatasnya buku-buku/ referensi yang dibutuhkan pengunjung.Agenda kebijakan publik ini tidak dapat dilaksanakan seluruhnya, padahal pembangunan perpustakaan dan kearsipan dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan minat baca bagi setiap individu, masyarakat umum, instansi dan sekolah.Agar terwujud derajat pendidikan masyarakat yang setinggi-tingginya secara sistematis dan berkesinambungan sebagai amanat dari pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.Penelitian dilakukan pada Badan Perpustakaan Dan Arsip (BPA) Kota Pekanbaru. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Aparatur Sipil Negara yang bertugas di Badan Perpustakaan Dan Arsip Kota Pekanbaru.Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah simple random sampling (acak sederhana).Jumlah pegawai negeri sipil 36 dan tenaga harian lepas 41 orang.Dari kegiatan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa Perpustakaan dan Arsip (BPA) Kota Pekanbaru hadir sebagai salah satu wujud keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.BPA Kota Pekanbaru mengemban tugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik di bidang perpustakaan dan Kearsipan.Website yang dikelola menjadi salah satu sumber dan penyampaian informasi BPA Kota Pekanbaru.Kemudian BPA sudah cukup baik melaksanakan kebijakan yang tekah dibuat.Dari kuesioner yang diberikan kepada pegawai, tenaga harian lepas dan masyarakat (pengaunjung) diketahui bahwa sebanyak 17   responden menyatakan sudah baik agendak kebijakan publik pada Badan Perpustakaan Dan Arsip (BPA) Kota Pekanbaru.Kemudian sebanyak 3 responden menyatakan cukup baik dan 0 untuk yang kurang baik. Kata Kunci: Agenda dan Kebijakan Publik
REFORMASI ADMINISTRASI DI KECAMATAN KANDIS KABUPATEN SIAK Sudaryanto, Sudaryanto
Jurnal Niara Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Niara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : .......... Kecamatan Kandis merupakan hasil pemekaran dari kecamatan Minas, berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Siak No. 41 Tahun 2002, yang berbatasan dengan kecamatan dan kabupaten lainnya. Kondisi saat ini yang menjadi permasalahan adalah diperlukan layanan satu atap untuk tingkat kecamatan. Berdasarkan kondisi yang ada di Kantor Camat Kandis Kabupaten Siak, layanan terpadu masih belum berjalan dengan baik.                            Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana Tujuan Reformasi Administrasi di Kantor Camat Kandis Kabupaten Siak, pertama. Kedua, untuk mengetahui dan menganalisis hambatan dalam pelaksanaan Tujuan Reformasi Administrasi di Kantor Camat Kandis Kabupaten Siak.                            Metode penelitian diawali dari penentuan lokasi yakni Kantor Camat Kandis Kabupaten Siak. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Kantor Camat dan masyarakat. Camat dijadikan sebagai Key Informance. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah sensus untuk aparatur pemerintah dan teknik aksidental untuk masyarakat. Sumber dan jenis data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Sedangkan tehnik pengumpulan data secara survey, kuestioner dan wawancara. Data yang telah terkumpul berdasarkan jenis dan bentuk data, untuk selanjutnya data dianalisa secara deskriptif kualitatif.                            Dari kegiatan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa reformasi administrasi di Kantor Camat Kandis Kabupaten Siak sudah berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan salah satunya dengan dilakukan pembangunan gedung baru sekaligus pemindahan dari gedung lama ke gedung baru yang lebih representatif. Begitu pula dengan jika dikaitkan dengan konsep teori yang dipakai.                            Kesimpulan dari penelitian ini pertama; reformasi administrasi di Kecamatan Kandis Kabupaten Siak sudah berjalan dengan baik. Kedua, faktor penghambat dalam reformasi administrasi adalah Pengenalan dan penggalakkan sistem merit, pemakaian PPBS, pemprosesan data melalui sistem informasi yang otomatis, peningkatan penggunaan pengetahuan ilmiah dan lain-lain. Hal ini sudah dilakukan hanya saja masih terbatas pada penggunaan E-KTP. Sementara untuk urusan lain seperti kartu keluarga dan surat tanah belum berjalan. Kata Kunci:       Reformasi, Administrasi dan Kandis Abstract :             SubdistrictKandisis aresult of the expansionofMinassub-district, based on theSiakDistrict RegulationNo.41of 2002, which isbordered by thedistricts andother districts. Current conditionsthat the problemisrequiredone-stop servicetothe district level. Based on theexisting conditionsat theHead OfficeKandisSiak, integrated servicesare still notgoing well.                            Therefore, itis necessary to studyin order to determineandanalyzehow theobjectiveof Administrative ReforminKandisSiakDistrict Office, first. Second, todetermineandanalyzeobstaclesin the implementation of administrative reformsaimat Kandis Siak District Office.                            Initiated research method of determining the location of Kandis SiakDistrict Office. The populationin this studyis theHead Off iceemployeesandthe community. Camatused as Key Informance. The sampling technique use discensus for government apparatusand techniques for public accidental. Source sandty pesof data used areprimaryand secondary. While the technique of data collection surveys, questionnai resandinterviews. The data have been collected based on the type and formof data, forsubsequentqualitativedata isanalyzed descriptively.                            Of the research activities conductedin mind that the administrative reformin Kandis Siak District Office has been going well. This provedone ofthe new buildingat the same timemadethe removalof the old buildingto the new building which ismore representative. Similarly,if it is associated with the concept oftheoryused.                            The first conclusion from this study; administrative reformin the District Kandis Siak already well underway. Secondly, factors inhibiting the administrative reformisintroductionandpromotion ofthe merit system, the use of PPBS, processingthe data through automatedin formation systems, increased use of scientific knowledge and others. This has been doneonlylimitedto the use ofe-ID card. As for other matterssuch as family card and land document shave not been running. Keywords:           Reform, Administration and Kandis