Articles

Found 2 Documents
Search

Desiminasi Produk Teknologi Mesin Pengolah Pupuk Organik Desa Jati Malang Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan Wijayanto, Heri; Riyanto, Didik; Triyono, Bambang
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.1 KB)

Abstract

The problem faced by Jatimalang village farmers in increasing agricultural production is the problem of fertilizer. Fertilizerneeds is going to increase, while subsidized fertilizer by the government is limited and the price is expensive, so the farmers income just a little. The use of organic fertilizer is an alternative to overcome the problem of fertilizer. The purpose of technological dissemination in Jatimalang , Arjosari , Pacitan is to solve the problem of farmers fertilizerneeds by processing the remaining agricultural materials (straw and other leaves) and animal waste into organic fertilizer. Processing of organic fertilizer by farmer group Lestari II still manual and cannot fulfill requirement of fertilizer. Dissemination technology of organic fertilizer processing machine consists of compost machine, sieving machine, and granulator. Utilization of appropriate technology is expected to improve the living standard of farmers in Jatimalang village. The processing of agricultural waste materials and animal waste into organic fertilizer by using fertilizer processing machine (granulator, enumerator and sifter, and stirrer) through the dissemination program of technology products to the community that carried out this resulted in an organic fertilizer that is beneficial to farmer group Lestari II, and some people in Jatimalang village. The product produce two kinds of fertilizer ie compost and solid organic fertilizer packed in sacks. Production of fertilizers using granulator equipment, enumerators and sieves, and stirrer can improve the productivity of fertilizer that has been done with a simple machine. The quantity of production increases, and the quality of the fertilizer yield is also increased as it is processed with a granulator that produces droplets of fertilizer which are easy to use.
DESIGN OF ARDUINO BASED SUNLIGHT DRYING ROOM SYSTEM RANCANG BANGUN SISTEM RUANG PENGERING MENGGUNAKAN SINAR MATAHARI BERBASIS ARDUINO Pratama, Alaska Prisma Yoga; Nurcahya, Eka Dwi; Riyanto, Didik
KOMPUTEK Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.198 KB)

Abstract

Atap ruang pengering berfungsi untuk melindungi pakaian yang sedang dikeringkan di dalamnya dari hujan. Sedangkan ruang pengering berguna untuk melindungi pakaian dari tindak kejahatan yaitu pencurian. Sistem ruang pengering dirancang agar atapnya dapat membuka dan menutup secara otomatis, sehingga pemilik rumah merasa nyaman dan aman ketika hujan yang datang tiba – tiba mengguyur pakaian yang sedang dikeringkan, maupun pada saat ditinggal pergi keluar rumah. Sebagai pengolah data pada sistem menggunakan Arduino. Sensor yang yang digunakan untuk mendeteksi adanya hujan adalah sensor air YL-83 dan sensor untuk mendeteksi gerakan adalah sensor PIR. Dalam sistem kerja alat terdapat dua mode pengaturan, yaitu mode normal dan mode keamanan. Mode normal berfungsi untuk mendeteksi adanya hujan saja, sehingga sensor yang aktif bekerja adalah sensor air. Sedangkan pada mode keamanan akan mengaktifkan kedua sensor untuk mendeteksi sesuai fungsinya masing – masing, yaitu jika terjadi hujan atau terdeteksi adanya gerakan maka atap akan menutup dan jika tidak terjadi hujan ataupun tidak terdeteksi adanya gerakan, maka atap tetap akan membuka. Kemudian sebagai kunci untuk membuka kode keamanan yaitu menggunakan password yang harus dimasukkan secara manual melalui keypad.Keseluruhan sistem kerja alat dapat berfungsi dengan baik. Sensor maupun komponen penggerak atap yaitu motor dc dapat berjalan sesuai dengan perancangan dan LCD sebagai penampil informasi karakter juga berjalan dengan baik.