Setyaningtyas, Eunice Widyanti
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW BERBASIS KURIKULUM 2013

WACANA AKADEMIKA: Majalah Ilmiah Kependidikan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.059 KB)

Abstract

Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 masih membutuhkan perbaikan kualitas yang ditunjukkan dari rendahnya hasil belajar siswa di salah satu SD di Salatiga. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan cara menerapkan model pembelajaran Jigsaw berbasis kurikulum 2013. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas melalui dua siklus pembelajaran. Setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan. Hasil belajar sebelum diadakan tindakan pra siklus siswa yang sudah mencapai KKM dengan presentase 42,86%, sedangkan setelah dilaksanakan siklus I jumlah siswa yang sudah mencapai KKM meningkat dengan presentase 71,42% dan setelah dilaksanakan siklus II jumlah yang sudah mencapai KKM meningkat dengan presentase 85,71%. Hal tersebut membuktikkan dengan menerapkan model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPA.

PERBEDAAN PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE TGT DAN STAD DENGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF CERIA TERHADAP SIKAP SOSIAL DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS 5 SD

Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): April 2019 Pages 1-256
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi. Subjeknya adalah peserta didik kelas 5A dan 5B SD Negeri Karangduren 01 Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan/menguji adanya perbedaan pengaruh yang signifikan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan STAD dengan MIC (Multimedia Interaktif Ceria) terhadap sikap sosial dan hasil belajar kognitif pada pembelajaran tematik tepadu pada peserta didik kelas 5 SD. Teknik analisis data yang digunakan yakni statistik deskriptif dan inferensial. Hasil Uji beda rata-rata antara menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara peserta didik yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe TGT dan STAD. TGT memberikan hasil yang lebih tinggi terhadap sikap sosial dan hasil belajar kognitif dibanding STAD. Hasil uji Independent Samples T-test menunjukan: (1) nilai sig (2-tailed) hasil belajar kognitif antara TGT dan STAD = 0,040 < 0,05, jadi H0 ditolak dan Ha. (2) nilai sig (2-tailed) sikap sosial= 0,003 < 0,05, jadi H0 ditolak dan Ha diterima.

Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif Menggunakan Adobe Flash Pro Cs 5.5 Pada Pembelajaran IPA Untuk Siswa Kelas IV SD

Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 1 No 3 (2018): Vol.1 No.3 (2018)
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.261 KB)

Abstract

Media pembelajaran adalah sarana untuk menyampaikan materi dalam pembelajaran. Oleh karena itu diperlukan pengembangan media pembelajran berupa multimedia interaktif untuk mata pelajaran IPA kelas IV SD. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R and D dengan menggunakan model desain pengembangan ADDIE dengan subjek uji coba yaitu siswa kelas IV SD Negeri Sidorejo Lor 01 Salatiga. Pembuatan media interaktif ini memanfaatkan aplikasi Adobe Flash Pro CS 5.5. Multimedia interaktif ini terbukti efektif dilihat dari peningkatan hasil nilai, dari nilai pretest yang mencapai KKM hanya 7.5% meningkat menjadi 100% pada nilai posttest. Multimedia interaktif ini membuat siswa lebih antusias dan mudah memahami materi.

Upaya Peningkatan Keaktifan Siswa Dan Hasil Belajar Tematik Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Puzzele Pada Siswa Kelas 5 SDN Sidorejo Kidul 2

Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 5 No 3 (2018): Vol 5 No 3 (2018)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah hasil belajar dan keaktifan siswa yang kurang memuaskan. Subyek penelitian siswa kelas 5 SD N Sidorejo Kidul 2, dengan siswa 27 orang. Materi pembelajaran tematik Tema 1 Organ Gerak Hewan dan Manusia, Sub Tema 2, Manusia dan Lingkungan pada pembelajaran 2. Penelitian dilaksanakan melalui II siklus yaitu siklus I dan II, setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif komparatif. Hasil penelitian, tingkat ketuntasan siswa pada kondisi awal mencapai 10 siswa (37%), meningkat pada siklus I mencapai 14 siswa (52%), kembali meningkat menjadi 23 siswa (85%). Untuk tingkat keaktifan siswa pada kondisi awal mencapai 12 siswa (44%), siklus I meningkat menjadi 18 siswa (66%), siklus II mencapai 24 siswa (88%)  Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar dan keaktifan siswa dapat meningkat metode pembelajaran Discovery Learning berbantuan Puzzele

Efektivitas Discovery Learning dan PBL pada Pembelajaran Tematik Kelas IV Ditinjau dari Hasil Belajar Kognitif siswa di SDN Karangduren 01

Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): April 2019 Pages 1-256
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas model pembelajarn Discovery Learning dan Problem Based Learning terhadap hasil belajar kognitif pada pembelajaran tematik. Penelitian dilaksanakan di SDN karangduren 01. Subjek pada penelitian ini yaitu kelas IVA sejumlah 22 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas IVB sejumlah 21 siswa sebagai kelas kontrol. Jenis desain penelitian adalah Desain Quasi Experiment. Sebelum dilakukan penelitian dilakukan uji persyaratan eksperimen.Hasil yang diperoleh menujukkan data berdistribusi normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukan Nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0.003 < 0.005. Hal ini brarti H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan efektivitas hasil belajar kognitif antara kelas eksperimen yang dilakukan treatment menggunakan model pembelajaran Discovery learning, dengan Kelas kontrol yang dilakukan treatment dengan menggunakan  model pembelajaran Problem Based Learning. Perbedaan nilai rata-rata posttest model pembelajaran Discovery learning 80,18 nilai model pembelajaran Problem Based Learning sebesar 88,18. Jadi dapat diartikan model pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif dibandingkan model pembelajaran Discovery Learning. 

Penerapan Model PBL Berbantuan Role Playing Untuk Meningkatan Motivasi Dan Hasil Belajar IPS

Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 2, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas 5 pada mata pelajaran IPS di SD Negeri Gilirejo Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali dengan model PBL (Problem Based LearningI) yang berbantukan Role Playing. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam 2 siklus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket untuk mengukur motivasi siswa dan soal tes untuk mengukur hasil belajar siswa. Tekhik analisis data  yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehknik deskriptif komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) dengan menerapkan model pembelajaran PBL berbantu Role Playing motivasi siswa meningkat; 2) demikian juga hasil belajar  IPS mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. 

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE BERBANTUAN MEDIAKOTAK PENGETAHUAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS 4 SD

Jurnal Pendidikan Tambusai Vol 3 No 2 (2019): April (2019)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil belajar siswa yang masih rendah di SD N Lemah Ireng 01  pada mata pelajaran Matematika. Tujuan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika melalui penerapan pembelajaran Think Pair Share berbantuan media kotak pengetahuan. Jenis penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan tes hasil belajar. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD N Lemah Ireng 01 berjumlah 22 siswa. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi, soal-soal tes kemudian dianalisis dengan data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan persentase hasil belajar siswa yang mencapai KKM pada pra siklus, menunjukan dari 22 terdapat 8 dengan nilai mencapai KKM  dengan persentase 36% meningkat pada siklus I menadi 18 siswa tuntas dengan presentase 73% dan meningkat lagi pada siklus II mencapai 91%. Peningkatan ini terjadi karena  siswa mulai memahami konsep Matematika. Dan guru menggunakan media kotak pengetahuan yang dapat membatu siswa memahami konsep Matematika melalui langkah langkah pembelajaran Teams Games TourThink Pair Share nament. Siswa lebih antusias dan aktif mengikuti setiap proses pembelajaran.

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PBL PADA SISWA KELAS V

Jurnal Pendidikan Tambusai Vol 3 No 2 (2019): April (2019)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN Kecandran 01. Penggunaan model pembelajaran Problem-based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar matematika. Peningkatan kemampuan berpikir kritis dapat dilihat dari peningkatan dari dari pra siklus dan siklus I mencapai 5 siswa atau 13,89 %, sedangkan peningkatan dari siklus I dan siklus II mencapai 8 siswa atau 22,22%. Pada tingkat sedang diperoleh peningkatan dari pra siklus dan siklus I sebanyak 4 orang atau 11,11%, sedangkan dari siklus I dan siklus II mengalami penurunan sebanyak 2 siswa atau 5,55%. Selain itu juga terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang dapat dilihat pada pra siklus ke siklus I peningkatannya dari 9 siswa menjadi 22 siswa atau sebanyak 13 siswa (36,11%) meningkat, dari siklus I ke siklus II dari 22 siswa ke 28 siswa atau sebanyak 6 siswa (16,67%) mengalami peningkatan. Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan model pembelajaran PbL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar Matematika dengan hasil yang efektif.

Efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan Numbered Head Together (NHT) berbantuan CD pembelajaran terhadap hasil belajar matematika

Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dan Think Pair Share (TPS) untuk kemudian dibandingkan model pembelajaran yang lebih efektif ditinjau dari hasil belajar. Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu pre-test dan post-test. Tahap pre-test dilakukan untuk mengetahui hasil belajar Matematika sebelum dilakukan treatment untuk kemudian dilakukan uji homogenitas dan uji normalitas sebagai acuan untuk melakukan uji hipotesis, sedangkan post-test dilakukan untuk mengetahui data hasil belajar setelah dilakukan treatment/perlakuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD N 1 Wulung Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora. Untuk membantu pengolahan data, peneliti menggunakan bantuan SPSS versi 16. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa  penggunaan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) lebih efektif daripada Think Pair Share (TPS) ditinjau dari hasil belajar Matematika. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji analisis data  yang diperoleh hasil bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0,029 maka 0,029 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran di kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT)  lebih efektif daripada penggunaan Think Pair Share (TPS) di kelas kontrol.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN PROSES SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DI KELAS IV SD N TINGKIR TENGAH 02

Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): April 2019 Pages 1-256
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan merinci langkah-langkah penerapan model Problem Based Learning dan mengetahui adanya peningkatan keterampilan proses dan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD. Penelitian dilakukan di SD N Tingkir Tengah 02, Kec. Tingkir, Kota Salatiga. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Analisis data menggunakan teknik analisis komparatif dan analisis kualitatif. Hasil penelitan menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dengan berbantuan media puzle dapat meningkatkan keterampilan proses dan hasil belajar siswa. Hasil analisis keterampilan proses pada pra siklus hanya 11 siswa (31,4%) dengan kategori baik, siklus I meningkat menjadi 26 siswa (74,3%), dan pada siklus II meningkat menjadi 33 siswa (94,3%). Sedangkan analisis ketuntasan hasil belajar siswa pada pra siklus adalah sebesar 37,1% dari total 35 siswa, pada siklus I ketuntasan sebesar 77,1%, dan pada siklus II ketuntasan sebesar 88,5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model Problem Baesed Learning berbantuan media puzle dapat meningkatkan keterampilan proses dan hasil belajar siswa matematika siswa kelas IV SD N Tingkir Tengah 02.Kata Kunci: Problem Based Learning, keterampilan proses, matematika