Radia, Elvira Hoesein
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN SOFTWARE ADOBE FLASH MATERI BUMI DAN ALAM SEMESTA Widiyastuti, Nia; Slameto, Slameto; Radia, Elvira Hoesein
Perspektif Ilmu Pendidikan Vol 32 No 1 (2018): Perspektif Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.509 KB) | DOI: 10.21009/PIP.321.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif dengan menggunakan software Adobe Flash Professional CS6 pada materi Bumi dan Alam Semesta kelas III SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan dengan menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi tujuh langkah pengembangan, yaitu (1) pengumpulan data; (2) perencanaan; (3) pengembangan draft produk; (4) uji coba lapangan awal; (5) merevisi hasil uji coba lapangan awal; (6) uji coba lapangan; dan (7) menyempurnakan produk. Penelitian dilakukan pada bulan April 2018 di dua sekolah dasar di Salatiga. Subyek penelitian melibatkan 10 siswa kelas III SD pada uji coba lapangan awal dan 32 siswa kelas III SD pada uji coba lapangan. Hasil uji validitas dari ahli media diperoleh nilai rata-rata 3,9 dengan kategori baik. Hasil uji validitas dari ahli materi diperoleh nilai rata-rata 2,95 dengan kategori cukup baik. Hasil angket respon siswa pada uji coba lapangan awal menujukkan nilai rata-rata 4,5 dan hasil angket respon siswa pada uji coba lapangan menujukkan nilai rata-rata 4,6 dengan kategori sangat baik. Hasil angket respon guru menunjukkan rata-rata 5,0 pada uji coba lapangan awal dan 4,8 pada uji coba lapangan dengan kategori sangat baik. Berdasarkan validasi ahli materi, ahli media, hasil angket respon siswa dan guru, media pembelajaran interaktif yang dikembangkan menggunakan software Adobe Flash materi Bumi dan Alam Semesta layak digunakan dalam pembelajaran kelas III SD dan dapat meningkatkan ketertarikan siswa terhadap materi pembelajaran serta menumbuhkan minat belajar siswa.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PPKN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) BERBASIS KURIKULUM 2013 Aprilia, Leydhi Andhita; Slameto, Slameto; Radia, Elvira Hoesein
WACANA AKADEMIKA: Majalah Ilmiah Kependidikan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.611 KB) | DOI: 10.30738/wa.v2i1.2530

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa telah menjadi masalah di SD Negeri Salatiga kelas 4. Itulah sebabnya penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan cara mempresentasikan Numbered Heads Together sebagai model pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas melalui dua siklus pembelajaran. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Sebelum model diimplementasikan hanya ada 17 siswa yang mencapai KKM atau hanya 54,84%. Setelah model dilaksanakan pada siklus pertama ada 23 siswa yang mencapai KKM atau 74,19%. Pada siklus kedua ada 27 siswa yang mencapai KKM atau 87,10%. Jelas terlihat bahwa ada peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa. Ini membuktikan bahwa dengan menerapkan Nomor Kepala Bersama berdasarkan kurikulum 2013 dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa dalam studi PPKn.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Make A Match Berbantuan Media Konkret Kelas 4 SD Kurniasari, Ekka; Koeswanti, Henny Dewi; Radia, Elvira Hoesein
JTAM | Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika Vol. 3, No. 1, April 2019
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.98 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v3i1.761

Abstract

Abstrak: Permbelajaran Make A Match berbantuan media konkret terhadap hasil belajar matematika siswa kelas 4 SD Negeri 1 Jipang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi Data penelitian diperoleh melalui observasi, dan tes. Data hasil observasi aktivitas guru dan siswa dianalisis dalam ketuntasan belajar secara individu dan klasikal kemudian dijabarkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan persentase hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II. Hasil belajar yang diperoleh siswa kelas 4, hal ini ditunjukan dengan hasil belajar siswa pada evaluasi mengacu pada kriteria keberhasilan yang sudah ditentukan 65. Nilai rata-rata ketuntasan belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan sebesar 89,39% pada matapelajaran Matematika, dengan rincian pra siklus ketuntasan 42,86% dari 8 siswa yang mencapai keberhasilan dengan rata-rata 57,7, siklus I menjadi 73,43% dari 19 siswa yang mencapai keberhasilan dengan rata-rata 70,42 dan menjadi 89,39% pada siklus II dari 21 siswa yang mencapai ketuntasan belajar dengan rata-rata 80,64. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Make A Match berbantuan media konkret dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 4 SD Negeri 1 Jipang. Abstract: Make A Match method assisted by concrete media on mathematics learning outcomes of 4th grade students at SD Negeri 1 Jipang. The type of the research is used classroom action research which consist of 2 cycles. Each cycle in this reserch pass through 4 stages which are planning, implementation, observation and reflection. The subjects of this study were all students in grade 4. Research data was collected through observation, and tests. The observation data of the teacher and students activities were analyzed in completeness of individual and classical learning and then described descriptively. The results showed an increase in the percentage of student learning outcomes in the first cycle and second cycle learning outcomes by grade 4 students, this is indicated by student learning outcomes on evaluation refers to the success criteria that have been determined 65. The average value of student learning completeness in the classical experience increases by 89.39% in Mathematics subjects, with pre-cycle details completeness of 42.86% of the 8 students who achieved success with average of 57.7, cycle I became 73.43% of 19 students who achieved success with average of 70.42 become 89.39% in cycle II, from 21 students who achieved mastery learning with an average of 80.64. Based on the results obtained, it can be concluded that learning using the Make A Match method assisted by concrete media can improve the learning outcomes of 4th grade students of SD Negeri 1 Jipang.
Peningkatan hasil belajar matematika melalui model pembelajaran problem based learning (PBL) siswa Kelas 4 SD Eismawati, Eka; Koeswanti, Henny Dewi; Radia, Elvira Hoesein
Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Artikel In Press
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jm.v3i2.694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas 4 SDN Ngasinan 01 Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019 dengan menggunakan model Problem Based Learning. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak dua siklus dan masing-masing siklus tiga kali pertemuan. Subjek dalam penelitian ini siswa kelas 4 SDN Ngasinan 01 yang berjumlah 25 siswa. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu model Problem Based Learning dan variabel terikat yaitu hasil belajar matematika. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Teknik analisis data menggunakan deskriptif komparatif yang berupa presentase dari hasil belajar matematika antara pra siklus dan setelah siklus.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model Problem Based Learning  dapat meningkatkan  hasil belajar pada mata pelajaran matematika materi bangun datar.  Hasil sebelum dilakukan tindakan yaitu pada pra siklus hanya 11 siswa atau 44% yang tuntas, pada siklus I meningkat menjadi 16 siswa atau 64% yang tuntas belajar matematika dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 22 siswa yang tuntas belajar matematika atau 88%. Penelitian ini dikatakan berhasil karena mencapai indikator kinerja yaitu  ≥ 80%  dari seluruh siswa dengan KKM ≥ 70. 
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournament) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tema 7 Pada Siswa Kelas IV SDN Klampok 1 Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan Fidari, Anastasia Ratna; Koeswanti, Henny Dewi; Radia, Elvira Hoesein
PAX HUMANA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPembelajaran tematik melapangkan jalan bagi terciptanya suatu kesempatan untuk siswa mengamati dan menyusun keterkaitan konsep informasi antar bidang studi. Hal ini tentunya akan sangat membantu dalam meningkatkan keterampilan berpikir holistik (menyeluruh) siswa dan kebermaknaan belajar yang dialami oleh siswa. Melalui kurikulum 2013 ini, pengetahuan yang diterima siswa dapat tersimpan dengan lebih baik karena informasi yang masuk ke alam bawah sadar pikiran siswa melalui proses yang logis dan akan dapat membuat siswa lebih dekat dengan objek yang sedang dipelajarinya. Sistem TGT (Teams Games Tournement) merupakan model pembelajaran dalam strategi pembelajaran kooperatif yang menekankan adanya kerjasama antar anggota kelompok untuk mencapai tujuan belajar. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) pada pembelajaran tema 7 untuk meningkatkan hasil belajar tematik pada siswa kelas IV SDN Klampok 1 Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan. Untuk mengetahui bahwa penerapan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dapat meningkatkan hasil belajar tematik pada siswa kelas IV SDN Klampok 1 Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan. Metode penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan sampel penelitian 22 siswa kelas IV SDN Klampok 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT ini dinilai berhasil dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu pembelajaran yang menyenangkan adalah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif yang salah satunya adalah tipe Teams Games Tournaments (TGT) di mana terdapat game akademik yang sesuai dengan sifat anak usia sekolah dasar yang senang bermain.Kata Kunci: Tematik, TGT (Teams Games Tournament), dan Hasil Belajar
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Materi Tematik Melalui Penerapan Model SQ3R pada Peserta Didik Kelas IV SD Negeri Mangunsari 02 Salatiga saroh, Mae; Koeswanti, Henny Dewi; Radia, Elvira Hoesein
PAX HUMANA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Salah satu kesulitan yang dihadapi oleh peserta didik kelas IV SD Negeri Mangunsari 02 Salatiga  dalam mempelajari materi tematik adalah memahami isi bacaan. Materi pelajaran tematik lebih banyak berupa uraian teks yang sering kurang dipahami isinya oleh peserta didik. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca dan memahami materi tematik adalah model SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, dan Review).. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar tematik melalui usaha perbaikan pembelajaran dengan menerapkan model SQ3R dalam pembelajaran kooperatif. Metode pembelajaran SQ3R merupakan metode belajar yang meliputi langkah-langkah survey, question, read, recite, dan review yang mempunyai tujuan agar kegiatan membaca dapat dilaksanakan sesingkat mungkin dan dengan daya serap yang tinggi. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas IV SD Negeri Mangunsari 02 Salatiga. Penelitian dirancang dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri dari: (1) Perencanaan, untuk mengidentifikasi masalah dan merencanakan kegiatan pembelajaran serta menyusun instrumen penelitian; (2) Pelaksanaan, yaitu melaksanakan pembelajaran tematik dengan menerapkan model SQ3R dalam pembelajaran kooperatif; (3) Pengamatan, yaitu pengambilan data melalui tes dan lembar observasi; (4) Refleksi, yaitu menganalisis hasil pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan model SQ3R dalam pembelajaran kooperatif pada materi tematik, hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan pada masing-masing siklus. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan nilai rata-rata peserta didik dari masing-masing siklus, yaitu pada siklus I sebesar 66,95 dengan ketuntasan klasikal sebesar 78,05%; pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 73,78 dengan ketuntasan klasikal 87,80%. Dari hasil pengamatan aktivitas peserta didik pada saat pembelajaran diperoleh skor 26 dengan kategori baik, sedangkan pada siklus II diperoleh skor 33 dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model SQ3R dalam pembelajaran kooperatif dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar IPS peserta didik kelas IV SD Negeri Mangunsari 02 Salatiga pada materi tematik. Saran yang dapat dikemukakan adalah hendaknya metode ini dapat dijadikan alternatif pembelajaran bagi guru sebagai upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik dan diharapkan perlu kajian-kajian penelitian lebih lanjut untuk menyempurnakan penelitian ini, sehingga lebih bermanfaat bagi peningkatan hasil belajar peserta didik. Kata Kunci : Hasil Belajar, Metode Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R), Pembelajaran Kooperatif, Pendekatan Saintifik. 
PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEMA 7 MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY PADA SISWA KELAS 5 SDN CEBONGAN 01 SALATIGA SEMESTER II TAHUN 2018/2019 Hendrawati, Ririn; Koeswanti, Henny Dewi; Radia, Elvira Hoesein
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model pembelajaran Inquiry dan meningkatkan hasil belajar tema 7 muatan IPS, Bahasa Indonesia dan IPA pada siswa kelas 5 di SDN Cebongan 01 Salatiga. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan tes hasil belajar. Alat yang digunakan dalam  pengumpulan data adalah lembar observasi dan soal-soal tes yang kemudian dianalisis dengan cara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan persentase rata-rata hasil belajar. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan hasil belajar siswa dari prasiklus yang hanya 8 siswa meningkat menjadi 14 siswa tuntas dengan rata-rata 72 pada siklus I. Pada siklus II siswa yang mencapai KKM mencapai 17 orang dengan rata-rata 78,28.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Inquiry dapat meningkatkan hasil belajar tema 7 muatan IPS, Bahasa Indonesia dan IPA pada siswa kelas 5 di SD Negeri Cebongan 01 Salatiga
Six Thinking Hats Method for Developing Critical Thinking Skills Setyaningtyas, Eunice Widyanti; Radia, Elvira Hoesein
Journal of Educational Science and Technology (EST) Volume 5 Number 1 April 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/est.v5i1.8243

Abstract

The purpose of this research is to assist the student teachers in their final year to think critically in analyzing the lesson plan document in the Kurikulum 2013 framework using the Six Thinking Hats method as a tool. This tool has visual imagery similar to colorful hats, with a specific point of view. The white hat acts as an information source, black hat identifies threats, the red hat represents emotion and intuition, the yellow hat identifies support and strength, the green hat stimulates creative ideas, and the blue hat becomes the leader of the discussion. This is a one-group post-test only experiment. The data is analyzed descriptively and interpreted qualitatively. The instrument is rubrics for analysis, also documentation and interview. The result shows that the average of the analysis scored 27,5 (out of 57) in a "moderate" level. This means students give short analysis with less-detailed description and the reasoning is less clear. The order from the lowest to the highest score is: yellow (scored 1,1)- white (1,2)-green (1,3)-red (1,5)-black (2,0). Although the result is still in the middle level, it still can be seen that this method is very potential to assist students to think critically, with a step by step development.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN PEMBELAJARAN TEMA 8 SUBTEMA 1 MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN DIPERBANTUKAN MEDIA 3D WATERCYCLE PADA SISWA KELAS V SD N TUMBREP 01 Dewi, Nimas Perdana Fortuna; Koeswanti, Henny Dewi; Radia, Elvira Hoesein
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): Pages 263- 837
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.488 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan tema 8 melalui penerapan Model Problem Based Learning berbantuan dengan Media 3D Water Cycle pada siswa kelas V SD Negeri Tumbrep 01 Tahun Ajaran 2018- 2019. Penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas dilakukan untuk memperbaiki pembelajaran didalam kelas. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, obsevasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas 5 SD N Tumbrep 01 yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi). Dalam pembelajaran ini peneliti berkolaborasi dengan guru kelas V SD N Tumbrep 01 dengan menerapkan Model Problem Based Learning berbantuan dengan Media 3D Water Cycle. Hasil nilai tema 8 pra siklus sebanyak 18 tuntas dan 14 tidak tuntas, siklus 1 terdapat 25 siswa tuntas dan 7 siswa tidak tuntas , dan siklus 2 terdapat 30 siswa tuntas dan 2 siswa tidak tuntas
PERBEDAAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MIND MAPPING DAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS DALAM PENGGUNAAN KALIMAT EFEKTIF BAHASA INDONESIA KELAS V SD GUGUS BLOTONGAN KECAMATAN SIDOREJO Putri, Yosephine Intan Santosa; Koeswanti, Henny Dewi; Radia, Elvira Hoesein
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): Pages 263- 837
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.384 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.25

Abstract

Tujuan penelitian dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan signifikan antara metode pembelajaran Mind Mapping dan Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yang ditinjau dari hasil belajar keterampilan menulis dalam penggunaan kalimat efektif Bahasa Indonesia kelas V SD Gugus Blotongan Kota Salatiga. Jenis penelitian yang dilakukan adalah quasi eksperimen. Dari hasil penelitian menggunakan Uji T pada varian model pembelajaran, didapat T hitung sebesar 2,323 dan nilai signifikansi sebesar 0,024. Hal ini menunjukan nilai < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dapat diartikan terdapat perbedaan penggunaan dari metode pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping dan Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) terhadap ketrampilan menulis dalam penggunaan kalimat efektif Bahasa Indonesia kelas V SD Gugus Blotongan Kecamatan Sidorejo