Articles

Found 14 Documents
Search

Konsep Taman Edukasi pada Sekolah Dasar di Kota Malang (Studi Kasus: SDN Lowokwaru 3 Malang) Setyabudi, Irawan; Nuraini, Nuraini; Alfian, Rizki; Nailufar, Balqis
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1521.152 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2017.015.01.3

Abstract

The yard is an open space that has potential to be developed as a garden area and pavement, but many people think garden is only a waste land that utilization and modest from the surrounding buildings. The study focused on the school yard with the main building serving as education. Generally students learn in the classroom until after receiving lessons, it sometimes leads to psychological pressure to students such as stress that impact on learning outcomes. One of the architectural healing functions is the provision of a functionally and aesthetically designed garden. The research started with Focus Group Discussion (FGD) with school committee of SD Lowokwaru 3 Malang which discussed the need of garden design. The garden is divided into certain zones such as esthetic, productive, and vertical garden zone with simple technology. The garden is not only a passive garden or consumed visually, but students can also be involved directly about the process of making, maintaining and managing it. The purpose of this research is to provide alternative model of recreational and educational garden design for students, while the specific target is to study problems in school garden, analyze, and produce educational garden concept. The research method is conducted qualitatively with architectural design which ends on the concept and follow Gold and Rustam Hakim’s thinking, with adjustment to agricultural science and education. The result of the research is the division of zoning of garden space based on educational space and playing in the concept of architectural design along with the selection of vegetation. The conclusion of this research is the garden as outdoor education facility for school students.Keywords: garden, concept, recreative-educative, and outdoor learning
DESAIN TAMAN VERTIKAL DENGAN KONSEP URBAN FARMING UNTUK FASADE PADA CLUSTER PERUMAHAN DI LOWOKWARU Masito, Masito; Setyabudi, Irawan; Alfian, Rizki
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Housing in Lowokwaru is a housing that is strategically located with a modern form and has enough land to arrange a park. On the housing estate there is also a narrow housing area and function shifting for each land in its use, so the solution of this research wants narrow land use with the concept of verticulture and urban farming, in housing facade clusters in poor lowokwaru using qualitative methods with sampling 20 houses which is around the lowokwaru sub-district of Malang city. This form of the results of the research design itself applies various designs that are suitable for the size of the house and the sampling of the housing. This research forms a design that makes the home page in accordance with its functions and residents of the house can carry out activities according to their needs such as farming in front of the house. verticultural application in lowokwaru housing, with designs such as verticulture of walls, vertical culture, vertical culture of fences, vertical shelf culture, hydropinics and aquaponics can overcome the problem of the function of a garden. Perumahan di daerah kecamatan lowokwaru merupakan perumahan yang letaknya strategis dengan bentuk yang modern dan mempunyai lahan yang cukup untuk menata sauatu taman. Pada lahan perumahan tersebut ada juga lahan perumahan yang sempit dan pengalihan fungsi untuk setiap lahan dalam penggunaanya. Penelitian ini ingin pemanfaatan lahan sempit dengan konsep vertikultur dan urban farming,dalam cluster fasade perumahan di lowokwaru malang yang menggunakan motode kualitatif dengan pengambilan sample 20 rumah yang ada di kecamatan lowokwaru kota malang. Hasil penelitian ini menerapkan berbagai desain yang sesuai dengan ukuran rumah dan pegambilan sample pada perumahan tersebut. Penelitian ini membentuk suatu desain yang membuat halaman rumah sesuai dengan fungsinya dan penghuni rumah dapat melakukan aktivitas sesuai dengan kebutuhan misalnya bercocok tanam didepan rumah. Penerapan vertikultur di perumahan lowokwaru, dengan desain vertikultur dinding, vertikultur gantung,vertikultur pagar, vertikultur rak, hidropinik dan aquaponik bisa mengatasi masalah pengalihan fungsinya sebuah taman.
KAJIAN LANSKAP KAWASAN PESISIR WANOKAKA DI DESA WEIHURA KOTA WAIKABUBAK, NUSA TENGGARA TIMUR Talu, Timotius Tuangu; Setyabudi, Irawan; Hamzah, Amir
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is an archipelagic country that has abundant tourism potential. One of the tourism commodities in Indonesia is coastal tourism. Wanokaka Beach, located in Waihura Village, Wanokaka Subdistrict, West Sumba Regency has high tourism potential, which is a distinctive visual landscape, cultural objects and attractions of the local community which are the biggest and popular attractions in Sumba culture, namely the attraction of Pasola culture sea worms). From the above explanation, it is necessary to study so that tourism development does not lie behind the existing culture. In this study aims to identify or assess the coastal landscape of Wanokaka and find out the potential and constraints that exist in the Wanokaka Coast which can be developed as a tourist attraction. The approach of this research is descriptive qualitative conducted by observing directly and interviewing to find out the state of the coastal landscape and the activities of the community around the coast of the Wanokaka. The results of the research can be summarized in the form of conclusions or in writing back in writing about the condition of the landscape and the lives of the community, especially in the social and cultural fields. For the results of his research addressing Wanokaka beach has excellent landscape potential that must be developed such as the authenticity of nature with views and cultural tourist attractions that can add to the attractiveness of tourists. This ritual is expressed in the form of ritual Pasola (javelin throwing) and Nyale (sea worm harvest) which are held every year. behind the very strong potential and typical of Wanokaka beach there are obstacles that must be overcome such as accessibility, affordability of electricity, water, telecommunications and lack of community participation and government attention in developing existing potential. Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki potensi wisata yang sangat melimpah. Salah satu komoditi pariwisata adalah wisata pesisir (coastal turism). Pantai Wanokaka yang berlokasi di Desa Waihura Kecamatan Wanokaka Kabupaten Sumba Barat memiliki potensi wisata yang tinggi yakni visual lanskap yang khas, objek dan atraksi budaya masyarakat lokal yang merupakan atraksi terbesar dan populer dalam budaya sumba yakni atraksi budaya Pasola (lempar lembing) dan Nyale (panen cacing laut). Dari penjabaran diatas maka perlu adanya kajian agar pengembangan wisata tidak bertolak belakan dengan budaya yang ada. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi atau mengkaji lanskap pesisir pantai Wanokaka serta mengetahui potensi dan kendala yang ada di Pesisir Wanokaka yang dapat dikembangkan sebagai obyek wisata. Pendekatan penelitian ini yakni deskriptif kualitatif dilakukan dengan cara mengamati secara langsung dan wawancara untuk mengetahui keadaan lanskap pantai maupun aktivitas masyarakat di sekitar pesisir wanokaka. Dari hasil penelitian dapat di simpulankan berupa kesimpulan atau melarsirkan kembali secara tertulis mengenai kondisi lanskap dan kehidupan masyarakat terlebih khusus dibidang sosial dan budaya. Untuk hasil penelitiannya menujukan pantai Wanokaka memiliki potensi lanskap yang sangat baik yang harus dikembangkan seperti keaslian alam dengan view serta atraksi wisata budaya yang dapat menambah daya tarik wisatawan. Ritual ini diekspresikan dalam bentuk ritual Pasola (lempar lembing) dan Nyale (panen cacing laut) yang diadakan setiap tahun. dibalik potensi yang sangat kuat dan khas pantai wanokaka terdapat kendala yang harus diatasi seperti aksebilitas, keterjangkauan listrik, air, telekomunikasi serta kurangnya partisipasi masyarakat dan perhatian pemerintah dalam mengembangkan potensi yang ada.
KAJIAN LANSKAP BUDAYA SUKU BOTI DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN-NTT Nubatonis, Wardy; Setyabudi, Irawan; Hamzah, Amir
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia's current Culture and Landscape is a combination of various diverse interactions of natural, cultural and historical heritage. The formation of this diversity is not only from the local or national cultural sense, but also from the dynamic instruction of various ethnic immigrants from various countries who bring their respective cultural trends. The formation of this diversity is not only from the local or national cultural sense, but also from the dynamic instruction of various ethnic immigrants from various countries that bring their respective cultural trends. The method used in this research is Qualitative and Quantitative Methods where the purpose of this method is in-depth understanding of a problem being studied. Based on the results of processing expert respondent data, it was found that the highest priority or highest alternative recommendation for developing the Boti landscape was preservation and the lowest priority rating was conservation The physical characteristics of the Boti tribe include the architecture of traditional houses, the use of customary lands, places of worship, land use. Cultural characteristics of the Boti tribe landscape consist of the population of the Boti tribe villagers in Kie District, Timor Tengah Selatan Regency - NTT The recommendation for tourism development in the Boti tribal region is preservation. Budaya dan Lanskap Indonesia saat ini adalah gabungan dari berbagai interaksi warisan alam, budaya, dan sejarah yang sangat beragam. Pembentuk keragaman ini tidak hanya dari akal budaya lokal atau nasional, tetapi juga dari dinamisnya instruksi beragam etnis pendatang dari berbagai negara yang membawa trend budayanya masing- masing. Tujuannya adalah mengidentifikasi kondisi fisik budaya suku Boti dalam kaitanya dengan arsitektur dan lanskapnya dan kajian lanskap budaya suku Boti di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif dan Kuantitatif dimana tujuan dari metode ini adalah pemahaman secara mendalam terhadap suatu permasalahan yang sedang dikaji. Berdasarkan hasil pengolahan data responden ahli diperoleh bahwa prioritas utama atau tertinggi alternatif rekomendasi pengembangan lanskap suku boti adalah preservasi dan peringkat prioritas terendah adalah konservasi Karakteristik fisik lanskap suku boti meliputi keadaan .arsitektur rumah adat, tata guna kawasan adat, tempat ibadah, tata guna lahan. Karakteristik budaya lanskap suku boti tediri dari jumlah penduduk desa suku boti Kecamatan Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan- NTT Rekomendasi pengembangan wisata pada kawasan suku boti adalah preservasi.
APLIKASI PERAWATAN KESEHATAN JIWA DI BERBAGAI NEGARA DUNIA: (REVIEW LITERATUR) Hastutiningtyas, Wahidyanti Rahayu; Setyabudi, Irawan
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.403 KB) | DOI: 10.33366/cr.v4i2.453

Abstract

Sumber daya manusia dalam perawatan kesehatan jiwa sangat dibutuhkan pada situasi dan kondisi saat ini. Tantangan yang dihadapi oleh banyak negara adalah menyediakan sumber daya manusia yang memadai untuk intervensi kesehatan jiwa seperti perawat kesehatan jiwa. Kekurangan sumber daya manusia di seluruh dunia berpengaruh besar pada pelayanan kesehatan jiwa, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah maupun yang sudah mapan. Perbedaan tersebut tidak mencerminkan perbedaan dalam pemberian biaya perawatan, seperti dalam ketersediaan fasilitas kesehatan. Kebijakan yang dibuat akan melibatkan seluruh pimpinan dalam membuat rencana kesehatan dan organisasi profesi di berbagai negara dan masyarakat lokal dalam membuat strategi untuk meningkatkan akses pelayanan yang berkualitas tinggi. Metode penulisan secara deskriptif kualitatif dengan metode analisis berupa literatur review, dari berbagai preseden literatur diambil esensinya dan dibandingkan dari segi judul, pendekatan, tujuan, dan hasilnya. Temuan pada tulisan ini adalah negara-negara di dunia memiliki perlakuan berbeda dalam menyikapi kesehatan jiwa, sedangkan kesimpulannya adalah sumber daya manusia terutama perawat kesehatan jiwa berperan penting dalam keperawatan jiwa khususnya untuk meningkatkan pelayanan yang berkualitas tinggi.
STUDI KASUS SARANA TERAPI OKUPASI DENGAN TAMAN EDUKASI PADA PENDERITA AUTIS DI SLB SUMBER DHARMA KOTA MALANG Hastutiningtyas, Wahidyanti Rahayu; Setyabudi, Irawan
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.749 KB) | DOI: 10.33366/cr.v5i2.569

Abstract

Terapi okupasi adalah jenis terapi yang secara khusus digunakan untuk membantu anak untuk hidup mandiri dengan berbagai kondisi kesehatan yang telah ada. Terapi ini digunakan sebagai bagian dari program pengobatan untuk anak yang mengidap suatu penyakit, seperti keterlambatan perkembangan sejak lahir, masalah psikologis, atau cedera jangka panjang. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan cara deskripsi deduktif dan induktif. Nasution (2004) menyebutkan bahwa penelitian deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti setatus sekelompok manusia, suatu obyek, suatu set kondisi, suatu sistem pikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskipsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Hasil penelitian ini melihat sarana okupasi dengan menggunakan taman edukasi di salah satu SLB Kota malang. Taman edukasi yang ada disekolah meliputi beberapa zona terapi dan pembelajaran. Taman yang digunakan untuk anak autis meliputi konsep bentuk, sirkulasi, dan vegetasi. Taman edukasi dapat digunakan sebagai sarana terapi okupasi dimana terdapat objek terapi yang meliputi fisik dan mental. Bentuk kegiatan yang dilakukan di SLB adalah berupa permainan dengan menggunakan terapi yang berbentuk bermain untuk memberikan kesenangan dan sosialisasi yang baik. Adapun tahapan terapi okupasi, antara lain: (1) Tahap Evaluasi, (2) Tahap Intervensi dan (3) Tahap Hasil Akhir. Tahap terapi okupasi kelompok dapat dilakukan dengan (1) Orientasi, (2) Tahap Pendahuluan (Introduction), (3) Tahap pemanasan (Warm-up activities), (4) Tahap aktivitas terpilih (selected activities) dan (5) Tahap Terminasi.
PERAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISASI (TAKS) TERHADAP KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL DAN MASALAH ISOLASI SOSIAL PASIEN (REVIEW LITERATUR) Hastutiningtyas, Wahidyanti Rahayu; Setyabudi, Irawan
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.555 KB) | DOI: 10.33366/cr.v4i3.435

Abstract

Klien dengan masalah interaksi sosial tidak mampu membina hubungan dengan orang lain. Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS) merupakan salah satu terapi yang penting untuk meningkatkan hubungan interpersonal yang diawali dengan individu dalam kelompok. Upaya TAKS memfasilitasi sosialisasi sejumlah klien dengan perilaku isolasi sosial secara kelompok. Pelaksanaan terapi aktivitas kelompok sosialisasi dilakukan selama tujuh sesi untuk melatih kemampuan interaksi sosial pasien. Tujuan dari pemaparan tulisan ini adalah mengetahui pengaruh terapi aktivitas kelompok sosialisasi (TAKS) terhadap kemampuan interaksi sosial pada pasien dengan masalah isolasi sosial. Pada tulisan ini menggunakan metode analisis berupa literatur review karena akan dianalisa dari penelitian yang sedang dilakukan terhadap topik atau pertanyaan terhadap suatu bagian dari keilmuan., yang berarti dari berbagai preseden literatur diambil esensinya dan dibandingkan dari segi judul, pendekatan, tujuan, dan hasilnya. Hasil didapatkan nilai p
KONSEP AKSESBILITAS DAN VEGETASI PADA TAMAN BERMAIN ANAK DIFABEL DI SLB-C LAWANG Setyabudi, Irawan; Hastutiningtyas, Wahidyanti Rahayu; Olo, Maria Nelde
BUANA SAINS Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.856 KB) | DOI: 10.33366/bs.v17i1.579

Abstract

Person with disabilities has different needs than normal individuals. This difference causes limitations in movement and orientation. As a designer, of course in creating facilities can be used all levels of society, so the need for special treatment in design. Part of architectural context other than buildings is open space. Open space has another function, as a circulation path can also be developed in the form of park. Benefits for people with disabilities, parks can also be a means of learning, training independence and therapeutic areas. In the case study selected location in SLB-C Lawang (tuna grahita or mental retardation), this location has a large area for the development of garden design of motor development and mental children with disabilities or called educational park. The park is divided into two zones: active and passive. The active zone consists of a children's playroom and a sensory park that trains the senses of the five senses, while the passive zone as a park to be visually enjoyed. Therapeutic activities for mental retardation are not just for healing but to practice the senses' abilities of smell, taste, touch, and listener. Initially still an open space that has not been functioned specifically. The problem in this research is how the concept of accessibility and vegetation so that facilities can be used. The objective of the study was to develop a system in parks that can be enjoyed by people with disabilities and as a means of therapy. The result of this research is a concept of ease of achievement of garden for children with disfigured attention to detail of circulation design and variety of vegetation that support the concept of sensory garden so as therapy area.
DESAIN LANSKAP WISDESAIN LANSKAP WISATA REKREASI OELUAN KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARAATA REKREASI OELUAN KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Funan, Nemesius; Setyabudi, Irawan; Alfian, Rizki
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oeluan tourism object as one of the natural attractions and swimming pools in North Central Timor Regency is currently a reliable tourist asset because it has a future orientation to increase regional income. For this reason, it needs to be supported by the availability of tourism products including tourist attractions, transportation, service facilities, and information and promotions regarding the existence of tourist objects. The purpose of this study was to create an Oeluan recreational tourism landscape design in North Central Timor Regency. The stages of landscape architecture design start from identifying physical / biophysical aspects, analysis, proggramatic concepts and initial design, and design development. Oeluan recreational tourism landscape design uses the concept of back to nature with a blend of local culture in North Central Timor Regency. This is in accordance with the conditions of Oeluan tourism object, because most of the existing facilities are not compatible with nature or environmentally friendly, by utilizing the availability of natural materials around the site. So as to be able to rehabilitate the natural condition of the forest, as well as integrate the socio-cultural values of the community so that environmental conditions can be maintained and the creation of harmony between human life and the surrounding environment. The results obtained were in the form of Oeluan recreational tourism landscape design in North Central Timor Regency. The conclusion of this study is to recommend a recreational tourism landscape design that can meet the needs of visitors, while maintaining the preservation of forest ecosystems with spatial planning, activities, circulation, facilities and utilities, as well as analyzing the environment inside and outside the site. In addition, local people are involved in tourist attractions, become facilitators, guides, performing arts and culture, with the aim of increasing the economy of local communities. Obyek wisata Oeluan sebagai salah satu obyek wisata alam dan kolam renang di Kabupaten Timor Tengah Utara saat ini menjadi aset wisata yang dapat diandalkan karena memiliki orientasi kedepan menambah pendapatan daerah. Untuk itu perlu didukung dengan ketersediaan produk wisata diantaranya atraksi wisata, transportasi, fasilitas pelayanan, serta informasi dan promosi mengenai keberadaan objek wisata. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat desain lanskap wisata rekreasi Oeluan Kabupaten Timor Tengah Utara. Tahapan desain arsitektur lanskap dimulai dari mengidentifikasi aspek fisik/biofisik, analisis, konsep proggramatik dan desain awal, serta pengembangan desain. Desain lanskap obyek wisata rekreasi Oeluan menggunakan konsep back to nature dengan perpaduan budaya lokal Kabupaten Timor Tengah Utara. Hal ini sesuai dengan kondisi keadaan obyek wisata Oeluan, karena sebagian besar fasilitas yang ada saat ini belum serasi dengan alam atau ramah lingkungan, dengan memanfaatkan ketersediaan material alami yang terdapat disekitar tapak. Sehingga mampu merehabilitasi kondisi alami hutan, serta memadukan nilai sosial budaya masyarakat agar dapat terpeliharanya kondisi lingkungan hidup maupun terciptanya keharmonisan antara kehidupan manusia dengan alam sekitarnya. Hasil yang diperoleh berupa rancangan lanskap wisata rekreasi Oeluan Kabupaten Timor Tengah Utara. Kesimpulan dari penelitian ini adalah merekomendasikan desain lanskap wisata rekreasi yang dapat mencukupi kebutuhan pengguna, serta tetap memperhatikan kelestarian ekosistem hutan dengan perencanaan tata ruang, aktifitas, sirkulasi, fasilitas, dan utilitas, maupun analisis lingkungan didalam maupun diluar tapak. Selain itu, masyarakat lokal dilibatkan pada atraksi wisata, menjadi fasilitator, pemandu, pertunjukan seni dan budaya, dengan maksud dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.
PERANCANGAN LANSKAP PANTAI SENDIKI SEBAGAI KAWASAN EKOWISATA DI DESA TAMBAK REJO, KECAMATAN SUMBERMANJING WETAN, KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR Pain Pati, Petrus Paulus; Setyabudi, Irawan; Nuraini, Nuraini
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sendiki Beach is one of the attractions located precisely in Tambak Rejo Village, Sumbermanjing Wetan Subdistrict, Malang Regency, East Java, which is full of various problems, such as low public awareness in maintaining and caring for environmental quality which affects up to physical and non-physical the area and the ecosystem of the region besides that is also the lack of promotion of tourist areas, so there needs to be a solution to the problem. The purpose of the research is to design the Sendiki Beach landscape based on edu-ecotourism by paying attention to aspects of ecotourism. This research was conducted through site surveys to obtain physical and non-physical data sites, while comparative studies in related libraries were used as references to the design. The research method is carried out qualitatively with data analysis using Focus Group Discussion. The flow of thought used, with the flow of thought from Gold and Rustam Hakim, adjusted to the science of agriculture and education. The design stage starts from the initial preparation, identifies physical, biophysical, socio-cultural and economic aspects, ecology, analysis and synthesis, determines design (ethnic and natural) themes and programatic design concepts. The design of the Sendiki Beach landscape uses the concept of social culture and nature with a blend of local culture and is supported by aspects of ecotourism, by means of integrating the social cultural values of the community and maintaining environmental conditions that are in harmony between human life and the surrounding environment. The results obtained are in the form of the design of the tourist landscape of Sendiki Beach as an ecotourism area (edu ecotourism). The conclusion of landscape design is in the form of a coastal landscape design or design that accommodates and supports the sharing of site user activities by paying attention to design concepts and paying attention to the objectives of the landscape design, namely the edu ecotouriesm area. Pantai Sendiki merupakan salah satu obyek wisata yang terletak tepatnya di Desa Tambak Rejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang sarat dengan berbagai masalah, misalnya rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga dan merawat kualitas lingkungan yang berdampak sampai pada masalah fisik dan non fisik kawasan serta ekosistem kawasan disamping itu juga kurangnya promosi terhadap kawasan wisata, sehingga perlu adanya solusi atas masalah tersebut. Tujuan penelitian yakni Merancang lanskap Pantai Sendiki berbasis edu-ecotourism dengan memperhatikan aspek-aspek ekowisata. Penelitian ini dilakukan melalui survei lokasi untuk mendapatkan data fisik maupun non fisik tapak, sedangkan studi komperatif berupa pustak-pustaka terkait digunakan sebagai refrensi terhadap perancangan. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif dengan Analisis data menggunakan Focus Group Discussion. Adapun alur pikir yang digunakan, dengan alur pemikiran dari Gold dan Rustam Hakim, disesuaikan terhadap ilmu pertanian dan pendidikan. Tahapan perancangan dimulai dari persiapan awal, mengidentifikasi aspek fisik, biofisik, sosial budaya dan ekonomi, ekologi, analisis dan sintesis, menentukan tema perancangan (etnik dan natural) serta konsep desain programatik. Perancangan lanskap Pantai Sendiki menggunakan Konsep social cultuur and nature dengan perpaduan budaya masyarakat setempat dan didukung oleh aspek ekowisata, dengan dimaksud dapat memadukan nilai sosial budaya masyarakat serta terpeliharanya kondisi lingkungan hidup yang selaras antara kehidupan manusia dengan alam sekitarnya. Hasil yang diperoleh berupa rancangan lanskap wisata Pantai Sendiki sebagai kawasan ekowisata (edu ecotourism). Kesimpulan dari desain lanskap yakni berupa rancangan atau desain lanskap pantai yang menampung dan mendukung berbagi aktifitas pengguna tapak dengan memperhatikan konsep-konsep desain serta memperhatikan tujuan dari dari desain lanskap yakni sebagai kawasan edu ecotouriesm.