Putri, Ronasari Mahaji
Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Published : 23 Documents
Articles

Found 23 Documents
Search

PERBEDAAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA DENGAN IBU BEKERJA DAN IBU TIDAK BEKERJA Hambandima, Martinus Tay; Wiyono, Joko; Putri, Ronasari Mahaji
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.394 KB)

Abstract

Perilaku seksual remaja rentan terjadi pada ibu bekerja dan ibu tidak bekerja. Pada ibu bekerja cenderung berperilaku negatif karena ibu memiliki waktu sedikit untuk berinteraksi, mendidik dan membimbing remaja, sehingga remaja memiliki pengetahuan yang kurang terhadap perilaku seksual, sedangkan perilaku seksual remaja pada ibu tidak bekerja bisa terkontrol, karena ibu memiliki waktu yang cukup untuk berinteraksi dan mendidik remaja tentang perilaku seksual sehingga remaja bisa menjaga kesehatan reproduksi dengan tidak melakukan perilaku seks bebas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan perilaku seksual pada remaja dengan ibu bekerja dan ibu tidak bekerja di SMAN 07 Malang. Desain penelitian menggunakan desain komparatif. Teknik sampel penelitian menggunakan total sampling berjumlah 38 responden yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok remaja pada ibu bekerja dan ibu tidak bekerja di SMAN 07 Malang. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan kuesioner dan analisis hasil penelitian menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ibu bekerja sebanyak 15 (78,9%) remaja berperilaku seksual ringan yang menyimpang, sebanyak 11 (57,9%) remaja berperilaku seksual sedang menyimpang dan sebanyak 15 (78,9%) remaja berperilaku seksual berat yang tidak menyimpang, sedangkan pada ibu tidak bekerja sebanyak 13 (68,4%) remaja berperilaku seksual ringan yang tidak menyimpang, sebanyak 16 (84,2%) remaja berperilaku seksual sedang yang tidak menyimpang dan keseluruhan (100%) remaja berperilaku seksual berat yang tidak menyimpang. Hasil analisis data menggunakan uji mann whitney membuktikan ada perbedaan perilaku seksual remaja pada ibu bekerja dan ibu tidak bekerja di SMAN 07 Malang didapatkan p value = (0,001)
GAMBARAN PENGETAHUAN SAYUR ANAK USIA 5-12 TAHUN DI YAYASAN ELEOS INDONESIA DESA SUKODADI KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG Putri, Ronasari Mahaji; Susmini, Susmini; Hadi, Hari Sukamto
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Sayur merupakan bahan makanan yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Adanya fenomena di masyarakat bahwa konsumsi sayur pada anak masih kurang. Perilaku sulit makan sayur pada anak salah satunya ditentukan oleh pengetahuan tentang pentingnya sayur. Pengetahuan yang baik akan menumbuhkan pemahaman dan outputnya perilaku makan yang baikpula Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran awal pengetahuan sayur anak di Yayasan Eleos Desa Sukodadi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan sampel anak usia 5-12 tahun sejumlah 87 anak. Instrumen berupa lembar quesioner, yang akan disajikan dalam bentuk teks naratif dan disimpulkan dalam bentuk uraian kata. Hasil didapatkan Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan anak usia 5-12 tahun (jenis,manfaat,kandungan serta akibat kurang sayur) di Yayasan Eleos Desa Sukodadi Kecamatan Wagir kabupaten Malang dalam kategori kurang. Direkomendasikan dilakukannya pendidikan kesehatan tentang pentingnya sayur pada anak usia 5-12 tahun di Yayasan Eleos Desa Sukodadi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang.Kata kunci: pengetahuan sayur, anak
TUGAS KELUARGA DALAM PEMELIHARAAN KESEHATAN DENGAN MEKANISME KOPING LANSIA Kelen, Agnesia Priska L; Hallis, Farida; Putri, Ronasari Mahaji
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.378 KB) | DOI: 10.33366/cr.v4i1.474

Abstract

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan individu. Adanya dukungan keluarga yang positif, juga akan membantu individu dengan mudah menghadapi setiap problem yang ada, termasuk mekanisme koping. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tugas keluarga dalam pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme koping lansia di wilayah RT 04 RW 01 Guyangan Tlogomas Malang.Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif model cross sectional study, dengan populasi seluruh lansia dan keluarga lansia berjumlah 60 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara simpel random sampling berjumlah 52 keluarga dan lansia serta teknik analisa data spearman rank.Hasil didapatkan sebagian besar 29 (56%) keluarga dapat melaksanakan pemeliharaan terhadap lansia secara baik, sebagian besar 38 (73%) lansia dapat melakukan mekanisme koping secara adaptif dan terdapat hubungan yang signifikan antara tugas keluarga dalam pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme koping Lansia. Saran perlu dikaji dengan menambahkan faktor-faktor yang mempengaruhi skor tugas keluarga dengan mekanisme koping
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN PERKEMBANGAN ANAK UMUR 4-6 TAHUN DI TK SUNAN GIRI MERJOSARI MALANG Lopes, Paulo; Dyah Kusuma, Farida Halis; Putri, Ronasari Mahaji
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.654 KB)

Abstract

Pola makan yang teratur merupakan salah satu komponen yang penting dalam proses pertumbuhan. kebutuhan gizi yang diperlukan seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin, air, apabila kebutuhan tersebut tidak atau kurang terpenuhi maka dapat menghambat perkembangannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola makan dengan perkembangan anak usia 4-6 tahun di TK Sunan Giri Merjosari. Desain penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak di TK Sunan Giri Merjosari Malang yang berjumlah 105 orang anak. Sampel penelitian ini adalah 20 anak di TK Sunan Giri Merjosari. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah korelasi Rank Spearman yaitu untuk menentukan hubungan dua gejala yang kedua-duanya merupakan skala variabel ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Hampir seluruh responden yaitu sebanyak 15 responden (75%) memiliki pola makan teratur, sebanyak 4 responden (20%) memiliki pola makan tidak teratur, dan sebanyak 1 responden (5%) memiliki pola makan tidak teratur, 2). Hampir seluruh responden yaitu sebanyak 16 responden (80%) mengalami perkembangan normal, 2 responden (10%) mengalami perkembangan suspect, dan 2 responden (10%) mengalami perkembangan untestable, dan 3) nilai rho y = 0,633 dan rtabel = 0,359 atau rho y > rtabel (0,633 > 0,359) sehingga ada hubungan pola makan dengan perkembangan anak usia 4-6 tahun di Tk Sunan Giri Merjosari Malang. Hasil penelitian hampir seluruh responden memiliki pola makan teratur, hampir seluruh responden mengalami perkembangan normal, ada hubungan pola makan dengan perkembangan anak usia 4-6 tahun di TK Sunan Giri Merjosari Malang. ABSTRACT Eat system that arranged is one of the important component in course of growth. Nutrient need that need to like protein, carbohydrate, fat, mineral, vitamin, water, when does need not or less be fulfilled so can retard the development. This research aim is todetect the connection of eat system with children development of age 4-6 year at TK Sunan Giri Merjosari. This research design is descriptive correlational. Population in this research is entire children at TK Sunan Giri Merjosari Malang that numbers of 105 children. This research sample is 20 children at tk sunan giri merjosari. Data analysis technique that worn in this research is correlation rank spearman that is to determines about the connection of two phenomenons that are ordinal variable scale. Research result shows that: 1). Almost entire respondents that is as much as 15 respondents (75%) who has regular eat system, as much as 4 respondents (20%) who has not arrange of eat system, and as much as 1 respondent (5%) who has not arrange of eats system, 2). Almost entire respondents that is as much as 16 respondents (80%) experiences normal development, 2 respondents (10%) experiences of suspect development, and 2 respondents (10%) experiences of untestable development, and 3) value rho y = 0.633 and rtable = 0.359 or rho y > rtable (0.633 > 0.359) so that there is the connection of eat system with children development of age 4-6 years old at TK Sunan Giri Merjosari Malang. Conclusion in this research is almost entire has regular of eat system, almost entire respondents has experiences of normal development, and there is connection of eat system with children development of age 4-6 years old at tk sunan giri Merjosari Malang. Keywords : Children aged 4-6 years; child development; dietary habit.
Pekerjaan,Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu Pra Sekolah Tentang Gizi Seimbang Putri, Ronasari Mahaji; Lasri, Lasri
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.267 KB) | DOI: 10.33366/cr.v4i3.838

Abstract

Usia balita merupakan usia prasekolah yang ditandai dengan tumbuh kembang dan aktifitasnya sangat pesat. Karakteristik di usia ini anak selektif dalam memilih makanan. Pertumbuhan anak beserta perkembangannya sangat ditentukan oleh ibu.Penelitian ini difokuskan untuk mengkaitkan pengetahuan ibu dengan tingkat pendidikan, pekerjaan tentang gizi seimbang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, dengan analisa spearman rank.. Keseluruhan orang tua anak yang bersekolah di TK Dharma Wanita Tlogomas Malang menjadi populasi, diambil dengan sampel jenuh. Instrumen digunakan dalam bentuk kuesioner. Sebanyak 66% responden tidak bekerja yakni sebagai ibu rumah tangga, sebanyak 49% ibu yang menjadi responden berpendidikan SMA, dan 65,9% ibu mempunyai pengetahuan gizi seimbang yang baik. Uji statistik disampaikan bahwa pekerjaan dan pengetahuan ibu tidak berhubungan(p value 0,477); tingkat pendidikan berhubungan dengan pengetahuan ibu (p value 0,001). Direkomendasikan kepada para ibu untuk meningkatkan pengetahuan khususnya tentang gizi melalui pendidikan non formal seperti mengikuti pelatihan, seminar terkait gizi guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak maksimal
Peranan Pendidikan Gizi Pada Guru Dalam Meningkatkan Asupan Sayur Dan Buah Anak Sekolah Silalahi, Verarica; Putri, Ronasari Mahaji; Ariani, Nia Lukita
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.237 KB) | DOI: 10.33366/cr.v6i3.1039

Abstract

Konsumsi sayur dan buah di Indonesia masih rendah. Rendahnya konsumsi sayur dan buah berawal dari kegagalan pembiasaan sejak usia dini, termasuk di usia sekolah. Sekolah, melalui peran guru sebagai tokoh sentral pandidikan, dianggap mampu meningkatkan pengetahuan anak dan berdampak pada peningkatan asupan sayur dan buah pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan sayur dan buah pada anak melalui pendidikan gizi pada guru. Rancangan penelitian ini adalah quasy exsperiment dengan pre and post test. Populasi penelitian adalah semua guru dan siswa yang ada di SD Negeri Merjosari 2, SD Negeri Merjosari 3 dan SD Negeri Merjosari 5. Sampel penelitian ini berjumlah 6 guru dan 102 siswa. Intervensi yang diberikan berupa pendidikan gizi. Data asupan sayur dan buah diambil menggunakan food recall 24 jam, sementara pengetahuan guru diambil menggunakan kuesioner. Data asupan sayur dan buah diolah menggunakan Nutrisurvey yang selanjutnya bersama dengan data pengetahuan guru dianalisis menggunakan uji beda.Hasil uji Wilcoxon menunjukkan ada perbedaan yang bermakna skor pengetahuan guru sebelum dengan sesudah intervensi (p0,05), ada perbedaan yang bermakna asupan buah siswa, baik secara porsi maupun frekuensi makan (p
Motivasi Tinggi Meningkatkan Minat Mahasiswa Untuk Melanjutkan Profesi Ners Rosdiana, Yanti; Hastutiningtyas, Wahidyanti Rahayu; Putri, Ronasari Mahaji
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.208 KB) | DOI: 10.33366/jc.v7i1.1145

Abstract

Nursing students can only be said to be professional if the student has continued professional if the student has continued professional profession education, but unfortunately there are still many students who are not willing to continue to the level. Student motivation in one way to bring out, move, desire and direct behaviour. Such behaviour will form an activity of its own to determine the relationship of motivation with the interest of students to continue profession professions at Tribhuwana University Tunggadewi Malang. This research uses analytic observation design with cross sectional approach. The population in this study were all Nursing science study Program students at the Tribhuwana Tunggadewi University in Malangwho would continue the profession of nurses. The sampling technique used in this study was a total sampling of 87 respondents. The dependent variable in this study in the independent interest and variable, namely motivation. Data were collected using a modified questionnaire, namely interest with IIQ (The Individual Interest Questionnaire) and motivation with Motivation Quuestionnaire Aspira. Data were performed using SPSS. Spearman-rank test results obtained p value = (0,000) < (0,050) with a positive value of r (correlation coefficient) 0,391 wich means that there is a significant relationship of motivation with interest. Thus the higher the motivation will increase the interest of studets to continue professional education nurse, so it is hoped that there needs to be an early introduction to the Ners professional education program to increase motivation with the interest of nursing students of continue professional ners education
KAITAN PENDIDIKAN,PEKERJAAN ORANG TUA DENGAN STATUS GIZI ANAK PRA SEKOLAH Putri, Ronasari Mahaji; Rahayu H, Wahidyanti; Maemunah, Neni
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.639 KB) | DOI: 10.33366/cr.v5i2.841

Abstract

Kondisi gizi badan akibat asupan makan dalam waktu yang lama disebut status gizi.Selain faktor gizi dan penyakit, pendidikan dan pekerjaan orang tua juga memberikan kontribusi secara tidak langsung dalam status gizi balita. Balita yang mempunyai orang tua berpendidikan tinggi dan mempunyai pekerjaan yang baik cenderung mempunyai status gizi yang baik pula. Penelitian bertujuan mengetahui kaitan ’pendidikan, pekerjaan orang tua dengan status (gizi) anak pra sekolah. Pendekatan menggunakan cross sectional., merupakan penelitian observasional. Total anak prasekolah di Pesantren AlMadaniyah dengan sampel sejumlah 42 anak.Pengambilan sampel dengan menggunakan “accidental “sampling . Timbangan berat badan versi digital, metline serta kuesioner, microtoice digunakan sebagai instrumen. Analisa menggunakan SPSS versi17 dan uji spearman. Rank.Hasil penelitian diketahui bahwa hampir setengah pendidikan ayah responden adalah sarjana yakni 15 orang (35,7%); hampir setengahnya pendidikan ibu responden sarjana yakni 15 orang (35,7%). hampir setengahnya pekerjaan ayah responden adalah swasta yakni 15 orang (35,7%) : sebagian besar ibu responden tidak bekerja yakni 28 orang (66,7%) dan sebagian besar 93,9% anak bergizi normal.Disimpulkan tidak ada hubungan pendidikan, pekerjaan ayah dan ibu dan status gizi anak pra sekolah
KAITAN KARIES GIGI DENGAN STATUS GIZI ANAK PRA SEKOLAH Putri, Ronasari Mahaji; Maemunah, Neni; Rahayu, Wahidyanti
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.301 KB) | DOI: 10.33366/cr.v5i1.842

Abstract

Pengaruh teman sebaya bagi anak pra sekolah sangat besar. Apapun yang dilakukan maupun dikonsumsi temannya,akan menjadi kebiasaan baru bagi dirinya,termasuk dalam hal ini jajanan. Jajanan merupakan salah satu makanan yang sangat disukai anak pra sekolah dikarenakan rasanya yang manis. Perilaku anak pra sekolah dalam mengkonsumsi makanan /minuman manis, namun tidak diiringi perilaku membersihkan gigi menyebabkan terjadinya karies gigi.Anak karies gigi akan mengalami ngilu pada lubangnya, sehingga diduga akan menurunkan konsumsi makannya.Penurunan konsumsi makan dalam waktu lama,berdampak pada kurangnya status gizi pada anak. Penelitian dilakukan guna mengetahui hubungan karies gigi dengan status gizi anak pra sekolah.Desain adalah analitik observasional, cross sectional dipilih sebagai pendekatannya. Lokasi di RA Pesantren Al Madaniyah. Populasi adalah semua anak pra sekolah di RA Pesantren Al Madaniyah yang berjumlah 52 anak. Sampel sejumlah 42 anak didapatkan melalui teknik accidental sampling..Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah timbangan berat badan digital,microtoice, lembar pengukuran dan observasi. Analisa data dengan uji rank spearman.Hasil penelitian didapatkan hampir seluruh anak mempunyai status gizi normal yakni 39 anak(92,9%), namun sebagian besar anak mengalami karies gigi yakni 27 anak(64,3%). Tidak ada keterkaitan karies gigi dengan status gizi. Direkomendasikan bagi orang tua pentingnya dalam pemilihan makanan dan minuman jajanan yang rendah gula serta pendampingan menggosok gigi anak yakni dengan cara selalu mengingatkan anak, menemani dan mengajari anak menggosok gigi dengan baik dan benar
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN TIMBULNYA PENYAKIT SCABIES PADA SANTRI Saputra, Rico; H., Wahidyanti Rahayu; Putri, Ronasari Mahaji
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.227 KB)

Abstract

Fenomena santri yang tinggal di pesantren pernah mengalami scabies, hal itu terjadi karena kebiasaan kurang menjaga personal hygiene, menjaga lingkungan, dan menjaga asupan nutrisi mereka serta malas menjaga kebersihan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan PHBS dengan kejadian scabies pada santri di Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional menggunakan teknik simple random sampling. Subjek penelitian ini dengan populasi sebanyak 243 santri dan didapatkan sampel 151 santri yang memenuhi kriteria inklusi seperti bersedia menjadi responden, bisa membaca dan menulis, minimal 1 tahun di pondok Pesantren Bahrul Maghfirah Malang dan remaja awal yang berumur 10 – 14 tahun di Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar wawancara. Analisa data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa 71 responden (56%) mempunyai tingkat PHBS cukup dan memiliki penyakit scabies sebanyak 70 responden (55%). Disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara PHBS dengan timbulnya penyakit Scabies pada santri di Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang. Saran yang direkomendasikan untuk peneliti selanjut nya untuk menggunakan sampel lebih banyak tidak hanya pada remaja awal tetapi mencakup seluruh santri yang berada di Pesantren dan lebih memfokuskan pada PHBS atau scabies agar hasil lebih aktual. ABSTRACT The phenomenon of santri who lived in pesantren had experienced scabies, it happened because of the habit of not maintaining personal hygiene, protecting the environment, and maintaining their nutritional intake and being lazy to maintain cleanliness. The purpose of this study was to determine the relationship between PHBS and the incidence of scabies in santri at Bahrul Maghfiroh Islamic Boarding School Poor. This study uses a cross sectional approach using simple random sampling technique. The subject of this study was a population of 243 students and a sample of 151 students who met the inclusion criteria such as being willing to be a respondent, able to read and write, at least 1 year at the Bahrul Maghfirah Islamic boarding school in Malang and early teenagers aged 10-14 at the Bahrul Maghfiroh Islamic Boarding School in Malang . The research instrument uses questionnaires and interview sheets. Data analysis uses Spearman rank test. The results showed that 71 respondents (56%) had sufficient PHBS levels and had scabies as many as 70 (55%) respondents. It was concluded that there was a significant relationship between PHBS and the onset of Scabies in students at the Bahrul Maghfiroh Islamic Boarding School in Malang. Suggestions recommended for further researchers to use more samples not only in early adolescents but include all students who are in Pesantren and focus more on PHBS or scabies for more actual results. Keywords : Pesantren; PHBS; Santri; Scabies.