Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

KARAKTERISASI ORGANOLEPTIK, KIMIA, DAN MIKROBA IKAN KAYU CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DAN IKAN KAYU TONGKOL (Euthynnus affinis) YANG DIPRODUKSI DI KOTA KENDARI

Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.104 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakterisasi organoleptik, kimia dan mikroba pada Ikan KayuCakalang (Katsuwonus pelamis) dan Ikan Kayu Tongkol (Euthynnus affinis) di Kota Kendari. Hasil penelitian menunjukkanbahwa sampel Cakalang memberikan pengaruh sangat nyata terhadap nilai organoleptik aroma dan pengaruh nyataterhadap nilai organoleptik tekstur sedangkan pada nilai organoleptik warna tidak berpengaruh nyata. Pada sampel Tongkolberpengaruh sangat nyata terhadap organoleptik warna, tekstur dan aroma. Sampel Tongkol 20 dan Cakalang 26merupakan sampel terbaik yang paling disukai panelis berdasarkan analisis metode indeks efektivitas. Kandungan kimiaproduk yang terdiri dari kadar protein, kadar lemak, kadar abu dan kadar air memberikan pengaruh pada ikan kayucakalang dan ikan kayu tongkol. Cakalang 26 mempunyai total mikroba paling banyak yakni sebesar 7,5×10 CFU/ml.Kata Kunci: Katsuwonus pelamis, Euthynnus affinis, kimia, mikroba. 

PENGARUH KOMPOSISI TEPUNG TAPIOKA DAN SAGU TERHADAP KUALITAS BAKSO KERANG POKEA (Batissa Violacea Celabansis Marten 1897)

Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 6 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.025 KB)

Abstract

ABSTRACT  The aims of this study was to analyze fatty acid concentration of fishes taken from different producers in Konawe District,Southeast Sulawesi. This research was conducted at Konawe District, and tested at the Laboratory of Integrated Researchand Testing, Universitas Gadjah Mada. Statistic analysis used was descriptive analysis with three repetitions (n=3) to providegeneral representation of the data. The presented results were the averages of standard deviation. The results show that thefatty acid concentration was varied between producers. The relative percent value of unsaturated fatty acid with double fiveloop methyl cis-5-8-11-14-17-Eicosapentaenoate (EPA) in producers A, B, and C were 5.96%, 3.63%, and 2.93%,respectively. Meanwhile, the relative percent value of unsaturated faty acid with double six loop cis-4-7-19-13-16-19docosahexaenoate(DHA)inproducersA,B,and C were3.51%,6.35%,and 3.02%,respectively. Keywords: Channa striata, smoking, fatty acid.  ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan asam lemak yang diambil dari produsen berbeda di KabupatenKonawe Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Konawe serta Laboratorium Penelitian dan PengujianTerpadu (LPPT) Universitas Gadjah Mada. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptifuntuk memberikan gambaran umum tentang data yang telah diperoleh dengan ulangan sebanyak 3 kali (n=3). Hasil yangdisajikan merupakan nilai rata-rata ± standar deviasi (SD).  Hasil penelitian penelitian menunjukkan terdapat perbedaankandungan asam lemak setiap produsen. Nilai persen relatif asam lemak tak jenuh banyak dengan lima ikatan rangkap;methyl cis-5-8-11-14-17-Eicosapentaenoate (EPA) pada produsen A, B, dan C berturut-turut 5,96%;  3,63%; 2,93%. Nilaipersen relatif asam lemak tak jenuh banyak dengan enam ikatan rangkap; cis-4-7-19-13-16-19-docosahexaenoate (DHA)pada produsen A, B, dan C berturut-turut 3,51%;6,35%; 3,02%.  Kata kunci: Channa striata, pengasapan, asam lemak.

PENGARUH FORMULASI TEPUNG KEDELAI DAN TEPUNG TAPIOKA TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN NILAI GIZI NUGGET IKAN KAKAP PUTIH (Lates carcarifer, Bloch)

Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.847 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung kedelai dan tapioka terhadorganoleptik dan nilai gizi nugget ikan kakap putih.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL),yang terdiri atas empat perlakuan yaitu tepung tapioka : tepung kedelai (100%:0%, 85%:15%, 75%:25%,65%:35%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi tepung kedelai dan tepung tapioka menunjukkanberpengaruh sangat nyata terhadap organoleptik aroma, rasa, kadar air, kadar abu, kadar protein dan kadarlemak tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap organoleptik warna, tekstur dan karbohidrat. Berdasarkan hasilpenelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan terbaik formulasi tepung kedelai dan tepung tapioka padapembuatan nugget ikan kakap putih yaknii formulasi tepung kedelai 15% dan tepung tapioka 85%.Kata Kunci: ikan kakap putih, nugget, tepung kedelai.

PROFIL ASAM LEMAK IKAN GABUS (Channa striata) ASAP YANG DIPRODUKSI DARKABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA

Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 6 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.662 KB)

Abstract

ABSTRACT  The aims of this study was to analyze fatty acid concentration of fishes taken from different producers in Konawe District,Southeast Sulawesi. This research was conducted at Konawe District, and tested at the Laboratory of Integrated Researchand Testing, Universitas Gadjah Mada. Statistic analysis used was descriptive analysis with three repetitions (n=3) to providegeneral representation of the data. The presented results were the averages of standard deviation. The results show that thefatty acid concentration was varied between producers. The relative percent value of unsaturated fatty acid with double fiveloop methyl cis-5-8-11-14-17-Eicosapentaenoate (EPA) in producers A, B, and C were 5.96%, 3.63%, and 2.93%,respectively. Meanwhile, the relative percent value of unsaturated faty acid with double six loop cis-4-7-19-13-16-19docosahexaenoate(DHA)inproducersA,B,and C were3.51%,6.35%,and 3.02%,respectively. Keywords: Channa striata, smoking, fatty acid.  ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan asam lemak yang diambil dari produsen berbeda di KabupatenKonawe Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Konawe serta Laboratorium Penelitian dan PengujianTerpadu (LPPT) Universitas Gadjah Mada. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptifuntuk memberikan gambaran umum tentang data yang telah diperoleh dengan ulangan sebanyak 3 kali (n=3). Hasil yangdisajikan merupakan nilai rata-rata ± standar deviasi (SD).  Hasil penelitian penelitian menunjukkan terdapat perbedaankandungan asam lemak setiap produsen. Nilai persen relatif asam lemak tak jenuh banyak dengan lima ikatan rangkap;methyl cis-5-8-11-14-17-Eicosapentaenoate (EPA) pada produsen A, B, dan C berturut-turut 5,96%;  3,63%; 2,93%. Nilaipersen relatif asam lemak tak jenuh banyak dengan enam ikatan rangkap; cis-4-7-19-13-16-19-docosahexaenoate (DHA)pada produsen A, B, dan C berturut-turut 3,51%;6,35%; 3,02%.  Kata kunci: Channa striata, pengasapan, asam lemak.

ANALISIS SENSORIK, PROKSIMAT DAN ASAM LEMAK KEONG KOWOE DENGAN METODE PENGOLAHAN YANG BERBEDA

Jurnal Fish Protech Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Fish Protech Vol 2, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKeong kowoe adalah salah satu jenis moluska yang banyak dijumpai disungai, danau, rawa dan memiliki kandungan asam lemak yang baik untuk perkembangan otak dan mencegah penyakit jantung.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai sensori, kandungan proksimat dan asam lemak pada keong kowoe dengan metode pengolahan yang berbeda.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan 3 perlakuan. Penelitian ini meliputi uji sensorik, analisis proksimat dan asam lemak metode GC.Penilaian sensori meliputi aroma, warna, Flavor (keong), umami (gurih, enak), Saltiness (Asin) dan Tekstur. Hasil penelitian menunjukkan nilai tertinggi aroma (5), warna (5,4) dan umami (5,3) ditunjukan pada metode pengasapan, untuk flavor (7,1) dan tekstur (5,9) ditunjukkan pada metode oven, sedangkan saltiness (4,6) ditunjukkan pada metode sun drying. kadar air (17,64%) tertinggi ditunjukkan pada metode pengasapan, untuk kadar protein (52,29%), lemak (11,52%) dan serat kasar (1,79%) ditunjukkan pada metode sun drying, sedangkan kadar abu (20,26%) ditunjukkan pada metode oven.  Nilai tertinggi asam lemak jenuh (63,96%) ditunjukkan pada metode oven, sedangkan asam lemak tak jenuh tunggal (21,61%) dan asam lemak tak jenuh jamak (31,68%) ditunjukkan pada metode pengasapan. Kata kunci: Asam lemak, pengasapan, proksimat, sensori, sun drying AbstractKowoe snail is one type of mollusk that is often found in rivers, lakes, swamps and have fatty acids whichare good for brain development and prevent heart disease. This study aims to determine the sensory value, proximate content and fatty acids in kowoe snails with different processing methods.This research used a descriptive method, with             3 treatments. This research including sensory test, proximate analysis and fatty acid GC methods. Sensory evaluation including aroma, color, flavor (snail), umami (savory, tasty), saltiness (salty) and texture. The results showed thatthe highest value of aroma (5), color (5.4) and umami (5.3) showed that of by smoking method, for flavor (7.1) and texture (5.9) showed that of by oven drying method, while saltiness (4.6) showed that of by sun drying method. The highest of moisture content (17.64%) showed that of by smoking method, for protein (52.29), lipid (11.52%) and crude fiber content (1.79%) showed that of by sun drying method, while ash content (20.26%) showed that of by oven drying method. The highest value of saturated fatty acids (63.96%) showed that of by oven drying method, while monounsaturated fatty acids (21.61%) and polyunsaturated fatty acids (31.68%) showed that of by smoking method. Key words: Fatty acids,proximate, sensory, smoking, sun drying

PENGARUH FORMULASI TEPUNG JAGUNG (Zea Mays L.) DAN TEPUNG IKAN TEMBANG (Sardinella fimbriata) TERHADAP PENILAIAN SENSORIS, KIMIA DAN ANGKA KECUKUPAN GIZI (AKG) PRODUK FLAKES

Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 3 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.334 KB)

Abstract

ABSTRACT The objectives of the study were to determine the formulation effect of corn flour (Zea mays L.) and fish flour (Sardinella fimbriata) on sensory, chemical, serving quantity and% AKG flakes. This study used a Completely Randomized Design (RAL), consisting of 4 types of treatment ie. the formulation of corn flour and fish flour (T0 100%: 0%, T1 95%: 5%, T2 90%: 10%, T3 85%: 15%). Formulation of corn flour and fish flour showed significantly unaffected on organoleptic test of color parameter, very significantly effect on aroma and taste parameter, and significantly effect on texture parameter. The water, ash, protein, fat, fiber, carbohydrate contents and total energy in T0 and T3 samples were 6.54%: 6.70%, 2.90%: 4.49%, 15.75% : 24,11%, 10,78%: 7,72%, 1,66%: 0,93%, 64,03%: 56,96%, 362,175%: 355,205%. The conclusions of this study was flakes formulation of corn flour and fish flour had good enough acceptance and can contribute a high nutrient to meet the nutritional adequacy rate. Keywords: Corn flour, fish flour, flakes. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung jagung (Zea mays L.) dan tepung ikan tembang (Sardinella fimbriata) terhadap penilaian sensoris, kimia serta takaran saji dan % AKG flakes. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 jenis perlakuan yaitu formulasi tepung jagung dan tepung ikan tembang (T0 100% : 0%, T1 95% : 5%, T2 90% : 10%, T3 85% : 15%). Formulasi tepung jagung dan tepung ikan tembang menunjukkan hasil yang berpengaruh tidak nyata pada uji organoleptik parameter warna, berpengaruh sangat nyata pada parameter aroma dan rasa, serta berpengaruh nyata pada parameter tekstur. Nilai kadar air, abu, protein, lemak, serat, karbohidrat dan energi total pada sampel T0 dan T3 berturut-turut sebesar 6,54%:6,70.%, 2,90%:4,49%, 15,75%:24,11%, 10,78%:7,72%, 1,66%:0,93%, 64,03%:56,96%, 362,175%:355,205%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah flakes formulasi tepung jagung dan tepung ikan tembang memiliki daya terima yang cukup baik serta dapat memberikan kontribusi zat gizi yang tinggi untuk memenuhi angka kecukupan gizi. Kata kunci: Tepung jagung, Tepung ikan tembang, flakes

SUBTITUSI TEPUNG RUMPUT LAUT (Eucheuma Cottonii) PADA PEMBUATAN COOKIES

Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 5 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.387 KB)

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study was to investigate the effect of addition of seaweed flour (Euchema cottonnii) to different concentrations of organoleptic assessment (color, aroma, taste, and texture) and physico-chemical properties of cookies. This study used a completely randomized design (CRD) with a non factorial pattern. The treatment consisted of five treatments with variations in the addition of seaweed namely 0% (RL0), 5% (RL1), 10% (RL2), 15% (RL3) and 20% (RL4). The results showed that the addition of different E. cottonnii seaweed flour in making of cookies had a very significant effect on organoleptic taste, texture, moisture, ash and crude fiber contents. Overall treatment of RL3 had the most preferred level of acceptance by panelists with an assessment of color, aroma, texture and taste ie. 3.85 (not brown), 4.33 (slightly scent of seaweed), 3.49 (slightly crispy) and 3.51 (like). Moisture, ash and crude fiber contents of selected sample were 4.81%, 3.30% and 1.39%, respectively. Based on organoleptic assessment, RL3 treatment can be accepted (preferred) by panelists. Keywords: Cookies, seaweed flour, organoleptic, nutritional value. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh penambahan tepung rumput laut (Euchema cottonnii) terhadap penilaian organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur) dan sifat fisiko-kimia cookies. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola non faktorial. Perlakuan terdiri dari lima perlakuan dengan variasi penambahan rumput laut , yaitu 0% (RL0), 5% (RL1), 10% (RL2), 15% (RL3) dan 20% (RL4). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan penambahan tepung rumput laut E. cottonnii yang berbeda pada pembuatan cookies berpengaruh sangat nyata pada organoleptik rasa, tekstur, nilai kadar air, kadar abu, dan kadar serat. Secara keseluruhan perlakuan RL3 memiliki tingkat penerimaan yg paling disukai oleh panelis dengan penilaian warna, aroma, tekstur dan rasa berturut-turut sebesar 3,85 (tidak coklat), 4,33 (agak sedikit aroma rumput laut), 3,49 (agak renyah) dan 3,51 (suka). Sampel terpilih mengandung kadar air, kadar abu kadar serat kasar berturutturut sebesar 4,81%, 3,30% dan 1,39%. Berdasarkan penilaian organoleptik, perlakuan RL3 dapat diterima (disukai) oleh panelis. Kata kunci: Cookies, tepung rumput laut, organoleptik, nilai gizi

PENGARUH FORMULASI TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) DAN TEPUNG IKAN TERI (STOLEPHORUS SP.) TERHADAP PENILAIAN SENSORIS, KIMIA DAN ANGKA KECUKUPAN GIZI (AKG) BISKUIT PENDAMPING ASI

Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 5 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.107 KB)

Abstract

ABSTRACT The aims of this study were to determine the formulations effect of Moringa leaves and anchovy flour on the sensory, chemical and % contribution of MP-ASI biscuits in the fulfillment of the daily RDA of infants aged 12-24 months. This study used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four types of treatments ie. Control (100% of flour), P1 (30% of wheat flour: 40% of Moringa leaf flour: 30% of anchovy flour), P2 (30% of wheat flour: 50% of Moringa leaf flour: 20%% of anchovy flour) and P3 (30% of wheat flour: 60% of Moringa leaf flour: 10% of anchovy flour). The formulation of Moringa leaf flour and anchovy flour showed very significant effect on the organoleptic test of color and taste parameters, significant affect on the organoleptic test of aroma parameters and was not significantly effect on the effect of the texture parameters. The contents of water, ash, protein, fat, fiber, carbohydrate and energy value of contol and P2 sample were 15.82%: 9.15%, 1.67%: 5.57%, 8.17%: 11.13%, 8.47%: 23, 88%, 0.79%: 2.34%, 65.88%: 50.28% and 372.41%: 460.57%. MP-ASI biscuits with the addition of Moringa leaves flour and anchovy flour had good acceptance by the panelists and had met the standards based on SNI 01-7111.2-2005 except the water content of the biscuits. Keywords: Moringa flour, Anchovy Flour, Complementary Breast Milk Biscuit. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh formulasi daun kelor dan ikan teri terhadap penilaian sensoris, kimia serta % kontribusi biskuit MP-ASI dalam pemenuhan AKG harian bayi usia 12-24 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 jenis perlakuan yaitu Kontrol (tepung terigu 100%), P1 (tepung terigu 30% : tepung daun kelor 40% : tepung ikan teri 30%), P2 (tepung terigu 30% : tepung daun kelor 50% : tepung ikan teri 20%) dan P3 (tepung terigu 30% : tepung daun kelor 60% : tepung ikan teri 10%). Formulasi tepung daun kelor dan tepung ikan teri menunjukkan hasil yang berpengaruh sangat nyata pada uji organoleptik parameter warna dan rasa, berpengaruh nyata pada uji organoleptik parameter aroma, serta pada parameter tekstur berpengaruh tidak nyata. Nilai kadar air, abu, protein, lemak, serat, karbohidrat dan pada sampel kontrol dan P2 berturut-turut sebesar 15,82%:9,15%, 1.67%:5.57%, 8,17%:11,13%, 8.47%:23,88%, 0,79%:2,34%, 65,88%:50,28%, 372,41%:460.57%. Biskuit MP-ASI dengan penambahan tepung daun kelor dan tepung ikan teri memiliki daya terima yang cukup baik oleh panelis dan telah memenuhi standar berdasarkan SNI 01-7111.2-2005 kecuali kadar air biskuit. Kata kunci: Tepung daun kelor, Tepung ikan teri, Biskuit MP-ASI

STUDI FORMULASI RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DAN TEPUNG SAGU (Metroxylon sp.) TERHADAP KOMPOSISI KIMIA, STABILITAS DAN SIFAT SENSORI PADA PRODUK CENDOL RUMPUT LAUT

Jurnal Fish Protech Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Fish Protech Vol 2, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan bubur rumput laut dan tepung sagu terhadap kandungan kimia, sensori dan stabilitas cendol rumput laut, metode penelitan ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan uji Kruskal Wallis yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu dengan variasi penambahan konsentrasi rumput laut (R) dan tepung sagu (S) yang berbeda dimana perlakuan RS1 (R=30% : S=70%),  RS2 (R=20% : S=80%) dan RS3 (R=10% : S=90%). Kandungan air, abu dan serat diuji menggunakan metode Gravimetri, kandungan karbohidrat Spektrofotometri, uji stabilitas menggunakan metode Saade dan Aslamyah dan uji sensori menggunakan metode Kruskal Wallis (SPSS 16.0). Hasil uji kandungan air, abu dan serat tertinggi terdapat pada perlakuan RS1 dengan nilai 85,50; 0,12 dan 1,76%. Kandungan karbohidrat tertinggi terdapat pada perlakuan RS3 dengan nilai 16,08% dan hasil nilai stabilitas tertinggi terdapat pada perlakuan RS3 dengan waktu 275 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh pada kandungan kimia air, abu, serat dan uji stabilitas, sedangkan kandungan karbohidrat terdapat penggaruh nyata yang ada pada cendol rumput laut pada setiap perlakuan. Kata kunci : Cendol, rumput laut, tepung sagu, komposisi kimia, uji sensori AbstractThis study aims to determine the effect of the comparison of seaweed and sagu flour on the chemical, sensory and stability content of seaweed cendol, this research method uses a completely randomized design (CDR) and non-parametric (Kruskal Wallis) consisting of 3 treatments with additional variations Different concentrations of seaweed (R) and sagu flour (S) where RS1 (R=30%: S=70%), RS2 (R=20%: S=80%) and RS3 (R=10%: S=90%). Water, ash and fiber content were tested by the Gravimetric method,  carbohydrate  content  was tested  by the  spectrophotometric,   stability test  tested by Saade and Aslamyah  methods and sensory  tests by the Kruskal Wallis method (SPSS 16.0). The higher test results of water, ash and fiber content were found in the treatment of RS1 with a value of 85.50; 0.12 and 1.76%, the higher carbohydrate content was found in the RS3 treatment with a value of 16.08% and the higher stability test results were found on RS3 treatment with 275 minutes. The study indicate that there is no effect on the chemical content of water, ash, fiber and stability test, and the carbohydrate content of the significant effect is present in seaweed cendol in each treatment.                                                                                      Key words: Cendol, seaweed, sagu flour, chemical composition, sensory test

PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI ASAP CAIR TERHADAP PENILAIAN ORGANOLEPTIK DAN KIMIA POKEA (Batissa violacea var. celebensis, von Martens 1897) ASAP

Jurnal Fish Protech Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Fish Protech Vol 2, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh lama perendaman asap cair, konsentrasi asap cair interaksi antara lama perendaman dan konsentrasi asap cair terhadap mutu pokea asap.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu waktu perendaman (5, 10, 15 menit), faktor kedua yaitu konsentrasi asap cair (2%, 4%, 6%) dengan tiga kali ulangan. Pokea asapterhadap interaksi lama perendaman dan konsentrasi asap cair terhadap organoleptikrupa, bau, tekstur, rasa, kadar air dan kadar protein berpengaruh sangat nyata. Kadar benzo(a)pyrene pada T3N1 sebesar 2,47 mg/kg, T3N2 sebesar            5,46 mg/kg dan T3N3 sebesar 3,84 mg/kg. Rerata organoleptik rupa diperoleh nilai tertinggi pada T2N2 sebesar 4 (suka), bau pada perlakuan T2N3 sebesar 4 (suka), rasa pada perlakuan T2N3 sebesar 3 (agak suka), tekstur pada perlakuan T2N3 sebesar           4 (suka), kadar air pada perlakuan T3N1 sebesar 9,91% dan kadar protein pada perlakuan T2N3 sebesar 45,69%. Kata kunci: Pokea, asap cair, kadar air, kadar protein, organoleptik  AbstractThe aims of this study was to determine the effect of liquid smoke soaking time, liquid smoke concentration and interaction between soaking time and liquid smoke concentration on the quality of smoke pokea. This research used a Factorial Completely Randomized Design (FCRD) consisting of two factors. The first factor is soaking time (5, 10, 15 minutes), the second factor is the concentration of liquid smoke (2%, 4%, 6%) with three replications.Smokedpokea for interaction of soaking time and liquid smoke concentration on organoleptic appearance, odor, texture, taste, water content and protein content had a very significant effect. The level of benzo(a)pyrene on T3N1 was 2.47 mg/kg, T3N2 was 5.46 mg/kg and T3N3 was 3.84 mg/kg. The mean organoleptic obtained the highest value on T2N2 of 4 (likes), odor at T2N3 of 4 (likes), taste on T2N3 of 3 (rather like), texture on T2N3 of 4 (likes), water content on T3N1 was 9.91% and protein content in T2N3 was 45.69%.Key words: Pokea clam, liquid smoke, moisture content, protein content, organoleptic