Arifa, Laily Nur
UNIVERSITAS ISLAM RADEN RAHMAT MALANG

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Pernikahan Sirri Dengan Akad Madzhab Hanafi Dalam Menanggulangi Perilaku Seks Pra Nikah Azis, Abdul; Arifa, Laily Nur
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol 6 No 2 (2018): Desember
Publisher : Taf?qquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.279 KB)

Abstract

Pernikahan sirri, atau yang biasa juga disebut pernikahan bawah tangan, adalah pernikahan yang dilakukan secara diam-diam atau tersembunyi (secret marriage) tanpa diketahui atau tercatat di lembaga negara. Sedangkan pernikahan dengan menggunakan akad Madzhab Hanafi, ialah pernikahan dengan ketentuan syarat dan rukun yang ditentukan oleh Madzhab Hanafi. Perbedaan paling mencolok dibanding dengan madzhab lain adalah tentang kebolehan bagi perempuan untuk menikahkan dirinya sendiri tanpa adanya wali.  Pernikahan jenis ini yang kemudian banyak terjadi di kalangan mahasiswa. Pernikahan sirri dengan menggunakan madzhab Hanafi telah banyak dilakukan oleh mahasiswa kota Malang dengan dalih untuk menghindari zina dan seks bebas. Pernikahan jenis ini terjadi tanpa sepengetahuan wali dan orangttua masing-masing mempelai. Setelah menikah, pola hubungan suami-istri ini nambah biasa dan berjalan sama seperti sebelum  terjadi pernikahan, kecuali masalah hubungan intim yang dilakukan secara rutin dan tersembunyi di rumah kost. Nafkah juga tidak menjadi tuntutan bagi suami, namun istri harus siap jika dipanggil untuk melakukan kewajiban ‘badaniyah’. Sayangnya, beberapa informan justru menggunakan pernikahan ini sebagai legitimasi hukum Islam atas petualangan seksual dan rasa penasaran jiwa remaja mereka. Salah satu contoh adalah adanya poligami dan perceraian yang terjadi dengan alasan yang sebenarnya tidak mendesak untuk dipenuhi. Sejujurnya, menurut peneliti, pernikahan ini terjadi justru dengan mengesampingkan makna agung dari pernikahan itu sendiri dan hanya berfungsi sebagai legalitas dalam menghindari dosa akibat zina   Kata Kunci: Pernikahan Sirri, Madzhab Hanafi, Seks Pranikah
Pemikiran Universalisme Islam Nurcholish Madjid dan Relevansinya Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Multikultural Arifa, Laily Nur
AL-WIJDÁN: Journal of Islamic Education Studies Vol 2 No 2 (2017): November 2017
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM RADEN RAHMAT MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has one of the world’s cultural diversity. Indonesia’s diversity like a double-edged knife. Besides as excellence, diversity leads to many conflicts. To prevent such conflicts occur, the necessary awareness of multicultural effective if implanted through education. Moreover, religion also has an important role in keeping the peace. Islamic religion has a concept of Islam Rahmatan li al-’âlamîn, the universal teachings of Islam which teaches followers to live peacefully side by side and keep the peace. Universal Islam is most often expressed by Nurcholish Madjid. Islamic universalism in view Nurcholish Madjid have the same ‘spirit’ with multicultural education as follows; (A) Award in diversity, manifested in; first, the diversity of languages. Secondly, respect for the diversity of religions and beliefs. Third, respect for ethnic diversity, can be realized through a narrative that multiethnic, analogy, and excursions. (B) Social Justice, embodied in education and justice and equal rights to education. (C) Wisdom-Based Local Culture. The implication can be realized in various forms, first, in the form of the use of instructional media puppet show, angklung or ludruk. Second, in the curriculum, such as local content batik expertise, integration with subjects and extra-based local culture. (D) Investment attitude of ‘Islam’ as a basis for multicultural behavior. An important point which has apparently not yet been applied at planting multicultural attitude is consciousness ‘Islam’ (with ‘i’ minor) in individual behavior. attitude of ‘Islam’ which means Nurcholish means submission and surrender to God will bring the man no longer be the most righteous judge in the world, and appreciate diversity as a sunnatullah. Keywords: Nurcholish Madjid, Islamic universalism, Multicultural Education