El Rahimi, Sayyid A.
Universitas Syiah Kuala

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

Pemanfaatan Kerang Air Tawar (Anodonta Woodiana) Sebagai Biofilter Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Safaringga, Reviendra; El Rahimi, Sayyid A.; Mellisa, Siska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.194 KB)

Abstract

Quantity and quality of water supply are the main factor that determines the success of tilapia cultivation. One of the best ways to maintain water quality is by applying the recirculation system and use of freshwater shell filter media. This research aimed to determine growth rate and survival rate of tilapia (Oreochromis niloticus) seeds cultivated in recirculation system with filter media of freshwater mussles (Anodonta woodiana). The method used was completely randomized design with four treatments and 3 replications. This research was conducted for 42 days in December-February 2017 at Lueng Bata district, Banda Aceh. The treatments were the implementation of freshwater mussels as the filter density with 5, 10 and 15 freshwater mussels fish per liter. The results of ANOVA test indicated that the implementation of freshwater mussels as biofilter gave significant effect on growth rate, weight rate and specific growth rate of tilapia cultivation. Duncans test showed that the highest result was found at treatment D (15 freshwater mussels). However, this value did not give significant effect on the survival rate of tilapia seeds.       Kuantitas dan kualitas suplai air yang baik merupakan faktor utama yang sangat menentukan keberhasilan budidaya ikan nila. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas air adalah dengan mengaplikasikan sistem resirkulasi dan penggunaan media filter kerang air tawar. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila (Oreochromis niloticus) yang dipelihara dalam sistem resirkulasi dengan media filter menggunakan kerang air tawar (Anodonta woodiana). Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dan 3 ulangan. Penelitian ini dilakukan selama 42 hari pada bulan Desember-Februari 2017 di Gampong Lueng Bata, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh. Perlakuan yang digunakan berupa penambahan kerang sebagai filter dengan kepadatan 5, 10 dan 15 ekor kerang air tawar per liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan kerang air tawar sebagai biofilter pada budidaya benih ikan nila berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak, berat mutlak dan laju pertumbuhan spesifik dengan hasil tertinggi diperoleh pada perlakuan D (15 ekor kerang air tawar). Namun, tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup benih ikan nila.
Struktur Komunitas Mangrove di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Provinsi Aceh Mandosir, Otto; El Rahimi, Sayyid A.; Muhammad, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.194 KB)

Abstract

Gampong Jawa is a village located on the coast of Banda Aceh, and has traversed estuary fishing boats and has particularly mangrove forests. The purpose of this study to determine the species composition of vegetation of mangroves, and to know the community structure and ecological index Gampong mangrove in Java. This research was conducted in June-July 2016 Jawa Gampong river Banda Aceh using a combination of lines and plot (Plot Line Transect). Dianlisis mangrove species composition by using the formula of species composition. Mangrove vegetation structure using density formula types and relative density; frequency type and frequency relative; closures and closure types relative; as well as using important value index formula. While the mangrove ecology index analyzed using diversity index formula; inderks evenness; and dominance index. Data were taken from each of mangrove vegetation transects using transect method squares measuring 10x10 m² (category tree), 5 x 5 m² (category tillers) and 1 x 1 m² (category seedlings). The results obtained showed that species that have the highest percentage of the composition is the kind Rizophora stylosa with a percentage of 31%, and stations that have the highest density is station 2 with a density of 3.87 ind / m², and the evenness index is highest at station 1: 1 , 44.       Gampong jawa merupakan desa yang berada di pesisir pantai Kota Banda Aceh, dan ini juga memiliki muara yang dilalui kapal perikanan dan memiliki hutan mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis vegetasi mangrove, serta mengetahui struktur komunitas dan indeks ekologi mangrove di Gampong Jawa. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni - Juli 2016 di sungai Gampong Jawa Kota Banda Aceh menggunakan metode kombinasi garis dan plot (Transect Line Plot). Komposisi jenis mangrove dianalisis dengan menggunakan rumus komposisi jenis. Struktur vegetasi mangrove menggunakan rumus kerapatan jenis dan kerapatan relative, frekuensi jenis dan frekuensi relative, penutupan jenis dan penutupan relative, serta menggunakan rumus indeks nilai penting,sedangkan Indeks ekologi mangrove dianalisis dengan menggunakan rumus indeks keanekaragaman; inderks kemerataan, dan indeks donminasi yang diperoleh. Data vegetasi mangrove diambil dari tiap transek menggunakan metode transek kuadrat berukuran 10x10 m2 (kategori pohon), 5 x 5 m2 (kategori anakan) dan 1 x 1 m2 (kategori semai). Hasil penelitian yang diperoleh menujukkan bahwa jenis yang memiliki persentase komposisi tertinggi adalah jenis Rizophora stylosa dengan persentase 31 %, dan stasiun yang memiliki kerapatan tertinggi adalah stasiun 2 dengan kerapatan sebesar 3,87 ind/m2, serta indeks kemerataan tertinggi terdapat pada stasiun 1 yaitu 1,44.
Pengaruh Pemberian Pakan Alami yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Komet (Carassius auratus auratus) Umiati, Umiati; El Rahimi, Sayyid A.; Mellisa, Siska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.194 KB)

Abstract

     The purpose of this study was to investigate the effect of different life feed on growth and survival rate of comet fish larvae (Carassius auratus auratus) and to find the best live feed for the growth of comet fish larvae (Carassius auratus auratus). This research was conducted at Marine Biology Laboratory, Faculty of Marine and Fisheries of Syiah Kuala University, Banda Aceh. The study was conducted from July 27 until August 24, 2017. This study used Completely Randomized Design (CRD) using 4 treatment levels with 4 repetitions  A (Tubifex sp.); B (Moina sp.); C (Daphnia sp.); and D (Artemia sp.). fish fed 4 times a day ad-libitum. The ANOVA test results showed that different life feeding affected survival rate, absolute growth rate, absolute length rate, specific growth rate and daily growth rate of comet fish larvae (Carrasius auratus auratus) (P <0,05). The results of this study showed that treatment A (Tubifex sp.) was the best treatment which resulted in a survival rate 97.50 ± 5.00 %, absolute length rate 2.45 ± 0.30 cm, absolute weight rate 0.39 ± 0.13 gram, specific growth rate  0.12 ± 0.02 %/day, daily growth rate 0.014 ± 0.0003 gram/day.       Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pakan alami yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan komet (Carrasius auratus  auratus) dan untuk mengetahui jenis pakan alami yang terbaik untuk pertumbuhan larva ikan komet (Carrasius auratus auratus). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Laut, Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 Juli hingga 24 Agustus 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 taraf perlakuan dengan 4 pengulangan yaitu A (Tubifex sp.); B (Moina sp.); C (Daphnia sp.); dan D (Artemia sp.). ikan diberi pakan 4 kali sehari secara ad-libitum. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian pakan alami yang berbeda berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup, pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan laju pertumbuhan harian larva ikan komet (Carrasius auratus auratus) dimana  (P<0,05). Dari hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa perlakuan A (Tubifex sp.) merupakan perlakuan yang terbaik pada perlakuan ini yang menghasilkan nilai kelangsungan hidup 97,50 ± 5,00 %, nilai pertumbuhan panjang 2,45 ± 0,30 cm, nilai pertumbuhan bobot mutlak 0,39 ± 0,13 gram, nilai laju pertumbuhan spesifik 0,12 ± 0,02 %/hari, nilai laju pertumbuhan harian 0,014 ± 0,0003 gram/hari.
Struktur Komunitas Echinodermata di Perairan Pantai Gapang, Desa Iboih, Kecamatan Sukakarya, Sabang Erlangga, Yowanda; El Rahimi, Sayyid A.; Devira, Cut N.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.299 KB)

Abstract

       Research about Community Structure of Echinoderms in Gapang Beach, Iboih Village, Sukakarya District, Sabang has been done in November 2016. The purpose of this research is to study the community structure of echinoderms in Gapang Beach, Sabang. This research was conducted by purposive sampling method by determining 3 stations based on the difference of activity. Echinoderms identification were performed on 1x1 meter transects of 15 transects at each station. The result of identification obtained 7 species of Echinoderms that belong to 5 classes. Echinodermata Abundance Value at Gapang beach ranges from 2,467 ind/m2 - 4,33 ind/m2. The diversity index (H’) of Echinoderms in Gapang beach ranges from 0,75 - 1,46. The equitability index (E) of Echinoderms ranges from 0,49 – 0,75. The dominance index (C) of Echinoderms ranges from 0,31 – 0,63.       Penelitian tentang “Struktur Komunitas Echinodermata di Perairan Pantai Gapang, Desa Iboih, Kecamatan Sukakarya, Sabang” telah dilakukan pada bulan November 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji struktur komunitas Echinodermata pada perairan dangkal di kawasan pantai Gapang, Sabang. Penelitian ini dilakukan dengan Metode Purposive Sampling yaitu menentukan 3 stasiun penelitian berdasarkan perbedaan aktivitas yang berlangsung di perairan tersebut. Pengamatan Echinodermata dilakukan pada transek yang berukuran 1 x 1 meter sebanyak 15 transek pada setiap stasiun. Dari hasil identifikasi diperoleh Echinodermata yang tergolong dalam 5 kelas dan 7 spesies. Nilai Kelimpahan Echinodermata di Pantai Gapang berkisar antara 2,467 ind/m2- 4,33 ind/m2. Indeks Keanekaragaman (H’) Echinodermata di Pantai Gapang berkisar antara 0,75 - 1,46. Indeks Keseragaman (E) Echinodermata di Pantai Gapang berkisar antara 0,49 – 0,75. Indeks Dominansi (C) Echinodermata di Pantai Gapang berkisar antara 0,31 – 0,63. 
Struktur Komunitas Padang Lamun Pada Kedalaman yang Berbeda di Teluk Ahmad Rhang Manyang Kabupaten Aceh Besar Maulida, Ahmad; El Rahimi, Sayyid A.; Kurnianda, Viqqi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.197 KB)

Abstract

The research of structure of the seagrass community at with variation of depth was conducted on September 2017 at Ahmad Rhang Manyang Bay, Aceh Besar District. The aims of study was analyze the structure community with variate depth. This research line transect methods with quadratic frame techniques. The seagrass observations using include species, density, frequency, cover area, dominance index and seagrass roots. The result from Observations showed that there are two species of seagrass at Ahmad Rhang Manyang Bay, Halophila ovalis and Halodule pinifolia. The highest density of seagrass species was found at depth of 4 meters with an average value of 558 roots/m² for Halodule pinifolia species, while for Halophila ovalis species was found at depths of 6 meters to 9 meters with an average value of 252.7 roots/m² . The highest seagrass cover percentages was found in all stations at 4 meters depth with 75% Halodule pinifolia species, while for Halophila ovalis species with 68.68%. Halophila ovalis species have the highest frequency values in all stations, furthermore The dominance index of seagrass species Halophila ovalis and Halodule pinifolia at Ahmad Rhang Manyang Bay is low. Based on observations of high depth factors affect the different types of seagrasses found in each depth.Keyword : Halophila Ovalis, Halodule Pinifolia, Seagrass Cover, Ahmad Rhang Manyang Bay.       Penelitian tentang struktur komunitas padang lamun pada kedalaman yang berbeda telah dilaksanakan pada bulan September 2017 di Teluk Ahmad Rhang Manyang, Kabupaten Aceh Besar, dengan tujuan untuk mengkaji struktur komunitas padang lamun pada kedalaman berbeda. Penelitian ini menggunakan metode transek garis (line transect) dengan teknik bingkai kuadrat. Pengamatan lamun di lapangan meliputi jenis lamun, kerapatan, frekuensi, luas tutupan, indeks dominansi dan tinggi tegakan lamun. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat dua spesies lamun di Teluk Ahmad Rhang Manyang yaitu Halophila ovalis dan Halodule pinifolia. Kerapatan jenis lamun tertinggi untuk spesies Halodule pinifolia terdapat pada kedalaman 4 meter dengan nilai rata-rata 558 tegakan/m2, sedangkan untuk spesies Halophila ovalis terdapat pada kedalaman 6 meter sampai 9 meter dengan nilai rata-rata 252,7 tegakan/m2. Persentase penutupan lamun tertinggi terdapat di semua stasiun pada kedalaman 4 meter dengan persentase spesies Halodule pinifolia 75% dan spesies Halophila ovalis dengan persentase 68,68%. Spesies Halophila ovalis mempunyai nilai frekuensi paling tinggi di semua stasiun, selanjutnya dominansi lamun spesies Halophila ovalis dan Halodule pinifolia di Teluk Ahmad Rhang Manyang tergolong rendah. Berdasarkan hasil pengamatan faktor kedalaman yang tinggi mempengaruhi perbedaan jenis lamun yang ditemukan pada setiap kedalaman.Kata kunci : Halophila ovalis, Halodule Pinifolia, Luas Tutupan Lamun, Teluk Ahmad Rhang Manyang.
Distribusi dan Kelimpahan Apogonidae pada Ekosistem Lamun di Teluk Ahmad Rhang Manyang, Kabupaten Aceh Besar Bahri, Samsul; El Rahimi, Sayyid A.; Kurnianda, Viqqi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.112 KB)

Abstract

Research on the distribution and abundance of fish species Apogon Kiensis, from Apogonidae family, was conducted on September 2017 on seagrassAhmad Rhang Manyang bay, Lamreh, Aceh Besar District. Distribution data collection and abundance using systematic sampling method and belt transect technique. Fish datas collect starts fromat 1 to 5 meter with 3 repetitions. The result of observation Apogonidae family fish distribution showed that the index value of morisita ranged from 0.91 - 1 with the random and uniform category. The results of observation of fish family abundance Apogonidae at every depth of 1 meter to 5 meters ranged between 7 ind / 100 m^2 until 16,67 ind / 100 m^2and known relative abundance ranged between 100%, relative frequency and frequency ranged between 100%.  Based on the results of depth comparison, apogonidae fish abundance along with depth increases the amount of fish is also increasing and fish distribution pattern is randomly caused by the environmental condition is homongent, while fish are uniformly influenced by high natural selectivity so that there is a competition that pushes for the same spatial distribution. This spread may be suspected due to food competition.Keywords: Distribution and abundance of Apogon Kiensis fish, Apogonidae family, Ahmad Rhang Manyang Bay.       Penelitian tentang distribusi dan kelimpahan ikan spesies Apogon Kiensis, Famili Apogonidae telah selesai dilakukan pada tanggal 25 September 2017pada kawasan padang lamun di Perairan Teluk Ahmad Rhang Manyang, Lamreh, Kabupaten Aceh Besar. Pengambilan data distribusi dan kelimpahan menggunakan metode sistematik sampling serta tehnik metode belt transect. Pengambilan data ikan dilakukan dimulai pada kedalaman 1 sampai 5 meter serta dilakukan 3 kali pengulangan. Hasil pengamatan distribusi ikan famili Apogonidae menunjukan nilai indeks morisita berkisar antara 0,91 - 1 dengan kategori acak dan seragam. Hasil pengamatan kelimpahan ikan famili Apogonidae pada setiap kedalaman 1 meter sampai 5 meter berkisar antara 7 ind/100m2 sampai 16,67 ind/100 m2dan diketahui kelimpahan relatif berkisar antara 100%, frekuensi dan frekuensi relatif berkisar antara 100%. Berdasarkan hasil perbandingan kedalaman, kelimpahan ikan apogonidae seiring pertambahan kedalaman jumlah ikan semakin meningkat dan pola distibusi ikan secara acak disebabkan terjadi kondisi lingkungan bersifat homongen, sedangkan ikan secara seragam dipengaruhi selektifitas alam yang tinggi sehingga timbul kompetisi yang mendorong untuk pembagian ruang hidup yang samapenyebaran ini dapat diduga karena persaingan makanan.Kata Kunci : Distribusi dan kelimpahan ikan Apogon Kiensis, Famili Apogonidae, Teluk Ahmad Rhang Manyang.
Pemberian Pakan Alami yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorat) Nuansa, Fajar; El Rahimi, Sayyid A.; Mellisa, Siska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.544 KB)

Abstract

This study aims to determine the right type of feed on the growth, efficiency and survival rate of fish seed Marble goby (Oxyeleotris marmorata). This research was conducted in Integrated Laboratory of Marine and Fisheries Faculty of Syiah Kuala University from October to November 2016. The research consist of 4 treatment levels and 5 replications. The treatments were A = (Trash Fish), B = (Sea worm), C = (Silk Worm), D = (Small Shrimp), with 1-2 cm fish sizes stocked in 25 liters jars and fed three times daily as much as 5% of biomass for 30 days. ANOVA test showed that the different live feed effected on weight growth, specific growth rate, feed convertion ratio, feed efficiency and survival rate (P <0.05). The results of this study showed that the highest value of the growth rate was in the treatment C worms with absolute weight (W) = 0.4 gr, absolute length = 2.2 cm, SGR= 5.6%/day, FCR= 3.4, FE= 28.95% and Survival Rate = 100%. While the lowest value was on treatment A with absolute weight (W) = 0.2 gr, absolute length = 2.1 cm, SGR = 4.1%/day, FCR= 4.4, FE= 22.27% and Survival Rate = 91%Keywords : live feed, marble goby, growth       Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pakan yang tepat terhadap pertumbuhan, efisiensi dan tingkat kelangsungan hidup benih ikan betutu (Oxyeleotris marmorata). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Fakultas Kelautan Dan Perikanan Universitas Syiah Kuala pada bulan Oktober hingga November 2016. Penelitian terdiri dari 4 taraf perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan diberikan adalah berupa A= (Ikan Rucah), B= (Cacing Laut), C= (Cacing Sutra), D= (Udang Rebon), dengan ukuran ikan 1-2 cm yang ditebar di toples berukuran 25 liter dan diberi pakan tiga kali sehari sebanyak 5% dari biomassa selama 30 hari. Berdasarkan uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian pakan alami yang berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, efesiensi pakan dan kelangsungan hidup (P<0,05), Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa nilai tertinggi pada laju pertumbuhan yakni pada perlakuan C dengan bobot mutlak (W)= 0.4 gr, panjang mutlak = 2.2 cm, SGR= 5.6%/hari, FCR= 3.4%, EP= 28.95% dan kelangsunan hidup= 100%. Sedangkan nilai paling rendah yakni pada perlakuan A dengan bobot mutlak (W)= 0.2 gr, panjang mutlak = 2.1 cm, SGR= 4.1%/hari, FCR= 4.4%, EP= 22.27% dan kelangsungan hidup= 91%Kata kunci : pakan alami, ikan betutu, pertumbuhan