Bustamam, Nurbaity
Prodi BK FKIP Unsyiah

Published : 23 Documents
Articles

Found 23 Documents
Search

Pelaksanaan Tata Tertib Sekolah Oleh Siswa Di SMP Negeri Kota Banda Aceh Muntazir, Muntazir; Husen, M; Bustamam, Nurbaity
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 2 (2017): Periode Agustus 2017
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe the implementation of school rules and obstacles faced by students in running the school order in public junior secondary school in Banda Aceh. The method of this research is descriptive with the mixed approach. The location of this research is located in three public junior secondary schools namely SMP Negeri 1 Banda Aceh, SMP Negeri 4 Banda Aceh, and SMP Negeri 18 Banda Aceh with a population of second and third-grade students as many as 1046 students. Sampling is calculated using Slovin formula with α = 5% that is 289. The data collection is done by using questionnaire of Likert scale model and interview. Data analysis used quantitative and qualitative descriptive analysis. The result of the research indicates that almost all students admitted that they have implemented good school rules, namely the percentage of excellent category as much as 73.9% and the percentage of good category as much as 25.7%. The tendency of good disciplinary execution is also seen in each item. However, in some cases, there are still violations that are recognized by the students. While the obstacles faced by students in implementing this school order comes from internal factors such as self-regulation and external factors in the form of family and teacher stimulants in schools.Keywords: Implementation, Constraints, Code of Conduct, students, Junior High School  
Hubungan Komitmen Pendidikan Diniah dengan Perilaku Menyimpang pada Remaja (suatu penelitian di SMP N 8 Banda Aceh) Sanusi, Muhamad; Nurhasanah, Nurhasanah; Bustamam, Nurbaity
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 2 (2017): Periode Agustus 2017
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the level of diniah education commitment, the level of deviant behavior, and the relationship between the two variables. The hypothesis proposed is that there is a negative and significant relationship between the commitments of diniah education with deviant behavior. This research is a kind of quantitative research with descriptive and correlational method. The sample in this study amounted to 165 people. Sampling technique applied was probability random sampling. Data collection is used by distributing scale instruments. The results of data analysis showed that the commitment of education diniah in students was varied; the highest percentage (43%) is in the high category. Meanwhile, deviant behavior of more than half (54%) is in low category. Result of correlation analysis between commitment of education diniah with deviant behavior show r (xy) = -0.380 with significant level p> 0.05. Thus it can be concluded there is a significant correlation between the commitments of diniah education with deviant behavior, the negative correlation value shows the higher the commitment of students’ diniah education, the lower the deviant behavior.Keywords: Commitment Exploration of Religion, Deviant Behavior     ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat komitmen pendidikan diniah, tingkat perilaku menyimpang, serta kaitan antara kedua variabel tersebut. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara komitmen pendidikan diniah dengan perilaku menyimpang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 165 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability random sampling. Pengumpulan data yang digunakan dengan cara menyebarkan instrumen yang berbentuk skala. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa komitmen pendidikan diniah pada siswa cukup bervariasi, persentase terbanyak (43%) berada pada kategori tinggi. Sedangkan perilaku menyimpang lebih dari setengah (54%) berada pada kategori rendah. Hasil analisis korelasi antara komitmen pendidikan diniah dengan perilaku menyimpang menunjukkan r(xy) = -0.380 dengan tingkat signifikan p > 0.05. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat korelasi yang signifikan antara komitmen pendidikan diniah dengan perilaku menyimpang, nilai korelasi yang negatif tersebut menunjukkan semakin tinggi komitmen pendidikan diniah siswa maka akan semakin rendah perilaku menyimpang.Kata kunci: Komitmen Pendidikan Diniah, Perilaku Menyimpang
KESULITAN GURU PEMBIMBING DALAM MENGATASI PERMASALAHAN SISWA DI SMPN 4 TAKENGON Fauziah, Fauziah; Nurhasanah, Nurhasanah; Bustamam, Nurbaity
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 1 (2017): Periode April 2017
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKata kunci: permasalahan siswa–kesulitan guru pembimbingPelayanan bimbingan dan konseling yang diberikan guru pembimbing seharusnya dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditentukan, namun tidak dapat dihindari bahwa kenyataan di sekolah mekanisme pelayanan bimbingan dan konseling tidak dijalankan sesuai dengan prosedur yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kesulitan guru pembimbing dalam mengatasi permasalahan siswa di SMPN 4 Takengon. Secara khusus, penelitian ini mendeskripsikan permasalahan yang ditemui pada siswa, kesulitan yang terjadi pada guru pembimbing dalam mengatasi permasalahan dan faktor penyebab terjadinya kesulitan pada guru pembimbing. Metode dan  pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini bersumber dari guru pembimbing dengan melakukan wawacara langsung. Hasil penelitian Menujukkan bahwa, masalah yang terjadi pada siswa yaitu ribut dalam kelas, menyontek, berkelahi, merokok dan membolos. Kesulitan yang dialami guru pembimbing tidak ada jam khusus untuk guru BK, guru tidak dapat memahami siswa dengan baik, kurangnya minat siswa dalam mengikuti layanan, siswa kurang mau mendengarkan bimbingan yang diberikan oleh guru pembimbing dan siswa sulit untuk dipanggil ke ruang BK, adapun faktor penyebab kesulitan yaitu pihak sekolah tidak menyediakan jam untuk guru pembimbing, jumlah siswa yang terlalu banyak, kurangnya motivasi guru pembimbing terhadap siswa, siswa menganggap ruang BK sebagai ruang aib, serta letak ruang BK yang berada pada ruangan dewan guru.
DINAMIKA KECENDERUNGAN GAYA HIDUP HEDONIS DAN PERILAKU SEKS BEBAS PADA REMAJA PUTRI Yanti, Febri; Janah, Nur; Bustamam, Nurbaity
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 1 (2016): Wisuda Periode Agustus 2016
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Kecenderungan Gaya Hidup Hedonis dan Seks Bebas pada Remaja Putri Kota Banda Aceh” ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk prilaku dari gaya hidup hedonis dan seks bebas remaja putri Kota Banda Aceh beserta penyebabnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 orang remaja putri di Kota Banda Aceh. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah kecenderungan gaya hidup hedonis dan perilaku seks bebas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode obervasi, wawancara dan studi dokumentasi. Bentuk perilaku hedonis pada responden dapat dilihat pada perilaku gaya hidup instan; kebiasaan dalam mengejar modernitas fisik seperti mengkoleksi barang-barang mewah, mahal dan bermerek terkenal; keinginan untuk tampil lebih dari orang lain; dan berperilaku boros. Sedangkan perilaku seks bebas pada responden dapat dilihat pada terjerumusnya empat dari lima responden dalam kegiatan prostitusi. Oleh karenanya, tujuan responden dalam melakukan hubungan seksual terbagi menjadi dua yakni, atas dasar suka sama suka (cinta) dan uang. Berdasarkan hasil wawancara juga diketahui bahwa penyebab perilaku hedonis para responden adalah karena pengaruh iklan dari berbagai media massa maupun media elektronik, tayangan-tayangan televisi yang lebih menekankan hedonisme, pengaruh teman kelompok, keyakinan beragama yang rendah dan pengaruh asuhan orangtua. Sedangkan perilaku seks bebas remaja disebabkan oleh pengawasan orangtua yang rendah, perubahan nilai norma tentang seks yang cenderung mulai melonggar, tekanan teman sebaya, pendidikan seks yang minim, pelaksanaan nilai agama yang rendah baik oleh remaja itu sendiri maupun lingkungan sekitar, menonton video porno, pergaulan remaja yang semakin bebas dan status ekonomi keluarga.Kata Kunci : Gaya Hidup Hedonis dan Seks Bebas
GAYA HIDUP LGBT DI TENGAH MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH Hidayat, Taufiq; Bakar, Abu; Bustamam, Nurbaity
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 2 (2017): Periode Agustus 2017
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidayat Taufiq, The lifestyles of LGBT people in Banda Aceh. A thesis, Department of Guidance and Counseling, Teacher Training and Education Faculty, Syiah Kuala University. Supervisors:(1) Drs. Abu Bakar, M.Si., (2) Nurbaity, S.Pd., M.Ed.Keywords: Lifestyle, LGBT, CommunityHomosexual is a growing problem faced by current societies. The same-sex devotees have their own traditions in establishing their space identity and lifestyle and often try to conceal their sexual orientation from the public. This study aimed to learn the lifestyles of the LGBT community in Banda Aceh. This study used the qualitative descriptive approach. The subjects were 5 homosexual singles aged 19 to 27 years, while the objects were their social lifestyles. The data were collected through interviews. The results of the descriptive analysis showed that factors affecting the homosexual lifestyle in the society were activities, interests, and opinions. Homosexual lifestyles are the lifestyles of a homosexual person with diverged sexual orientation such as interacting and having sexual intercourse with the same-sex individuals. The sexual behaviors of the homosexual couples were similar to that of the normal couples such as holding hands and hugging. The main distinctive behavior was that they preferred a private sexual intercourse. This behavior was driven by the fact that homosexual preferences are considered as unnatural behaviors that diverge from a variety of existing social rules, values, and norms. Therefore, counseling teachers are expected to thoroughly and extensively provide guidance about deviant behaviors such as homosexual. With adequate knowledge, students can take care of themselves and restrict themselves from falling to deviant behaviors against the social norms.
Kondisi Psikologis Lansia Yang Depresi Dan Upaya Penanganannya Di UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang Ulee Kareng Banda Aceh Arifa, Maula; Bakar, Abu; Bustamam, Nurbaity
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTElderly or elderly are age groups or in humans who have entered the final stages of all phases of life. These elderly people desperately need a great attention from the family environment and also the environment to avoid the occurrence of depression. This study aims to (1) to find out the depictions of psychological condition of elderly depression in UPTD Geunaseh darling Ulee Kareng Banda Aceh; and (2) to know the handling efforts provided to assist the psychological condition of the depressed elderly in UPTD Geunaseh Sayang Ulee Kareng Banda Aceh. The method used in this research is survey method with qualitative approach. The collection of respondents was determined by using puspose sampling technique. Respondents in this study amounted to 4 elderly people with female gender who have symptoms of depression with age range 65-78 years. Collecting all data was done by interview using questioner and observation directly at research location. Data analysis used in this research is descriptive analysis. To measure the level of elderly depression is by using Geriatric Depression Scale (GDS). The result of data analysis obtained that the psychology condition of elderly are at light and moderate level. Attempts for handling for the elderly have been given at this time that is with the experts experts such as psychologists, doctors, nurses and Ustadz / Ustadzah. Experts here play a role to deal with problems experienced by the elderly according to their respective expertise.
Pengaruh Efikasi Diri Terhadap Kematangan Karir Siswa SMAN Banda Aceh Fadhila, Dika; Abd., Dahliana; Bustamam, Nurbaity
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-efficacy is believed to contribute to student career maturity. This research uses descriptive method with a quantitative approach to prove this. The study aimed to find out the picture of self-efficacy and career maturity in students of State High Schools in Banda Aceh and to determine the effect of self-efficacy on career maturity on students of State High Schools in Banda Aceh. The study population amounted to 1,076 students taking samples using cluster random sampling to obtain a sample of 292 students. Data collection used was two psychological scales. The results of descriptive analysis illustrate that students in State High School in Banda Aceh have self-efficacy and have career maturity in the medium category, namely (34.2%) and (41.4%). The results of simple regression analysis of self-efficacy towards career maturity produce a regression coefficient (R) of 0.330 with p <0.05 while the F_count is 5.337> F table of 3.89, then the determination index (R ^ 2) is (0.109) or (10.90% ) means that self-efficacy has an effect on career maturity in state high school students in Banda Aceh by 10.90%.Keywords: Self-Efficacy, Career Maturity, High School StudentsABSTRAKEfikasi diri diyakini memberikan kontribusi terhadap kematangan karir siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk membuktikan hal ini. Penelitian ditujukan untuk mengetahui gambaran efikasi diri dan kematangan karir pada siswa SMA Negeri di Banda Aceh serta untuk mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap kematangan karir pada siswa SMA Negeri di Banda Aceh. Populasi penelitian berjumlah 1.076 siswa pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 292 siswa. Pengumpulan data menggunakan skala psikologis berskala 4. Hasil analisis deskriptif menggambarkan bahwa siswa SMA Negeri di Banda Aceh memiliki efikasi diri dan memiliki kematangan karir pada kategori sedang yaitu (34,2%) dan (41,4%). Hasil analisis regresi sederhana efikasi diri terhadap kematangan karir menghasilkan koefisien regresi (R) sebesar 0,330 dengan p < 0,05 sedangkan nilai F_hitung 5,337 > F_tabel  3,89 selanjutnya indeks determinasi (R^2) sebesar (0,109) atau (10,90%) artinya efikasi diri memberikan pengaruh terhadap kematangan karir pada siswa SMA Negeri di Banda Aceh sebesar 10,90%. Kata kunci: Efikasi Diri, Kematangan Karir, Siswa SMA
Pelaksanaan Layanan Peminatan dalam Implementasi Kurikulum 2013 Putri, Auliani; Nurdin, Said; Bustamam, Nurbaity
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Specialization service is one of the services aimed at developing the potential and career of students. This study aimed to describe the implementation of specialization services in schools, especially in the three schools that have certified guidance teachers. This research was conducted using qualitative descriptive method. The data collected by interview and analyzed by qualitative method i.e. data reduction, presentation, and conclusions drawing. The results showed that guidance teachers had followed the procedure in implementing the specialization services. In this process only a few students experience problems in grouping subjects. Selection for group subject placement is carried out systematically by the school and also involves parties outside the school, namely psychologists. Schools also carry out cross-interest programs. This specialization service is very focused on the placement of subject groups conducted in the first grade.Keywords: specialization services, Highschool students, the 2013th national curriculum, certified guidance teachersABSTRAKLayanan peminatan merupakan salah satu layanan yang ditujukan untuk pengembangan potensi serta karir peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan layanan peminatan di sekolah, khususnya pada tiga sekolah yang memiliki guru BK yang telah mendapatkan sertifikasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara konselor di sekolah. Analisis data dalam penelitian ini dengan reduksi data, penyajian data, dan menarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pelaksanaan layanan peminatan bagi siswa baru yang akan menempati beberapa kelompok mata pelajaran peminatan telah dilaksanakan sesuai prosedur. Dalam proses ini hanya sedikit siswa yang mengalami masalah dalam pengelompokan mata pelajaran. Hal ini dikarenakan siswa mengikuti semua langkah dan prosedur yang telah ditetapkan oleh sekolah. Penyeleksian untuk penempatan kelompok mata pelajaran dilakukan secara sistematis oleh sekolah dan juga melibatkan pihak di luar sekolah yaitu psikolog. Sekolah juga melaksanakan program lintas minat. Layanan peminatan ini sangat terfokus kepada penempatan kelompok mata pelajaran yang dilakukan pada kelas satu.  Kata kunci: layanan peminatan, siswa SMA, kurikulum 2013, Guru BK tersertifikasi
Hubungan edukasi religius dengan hasrat heteroseksual siswa SMA Negeri 1 Unggul Baitussalam Aceh Besar Ramadani, Santi; Bakar, Abu; Bustamam, Nurbaity
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religious education is believed to nurture the individual to behave more responsible. This research attempts to describe the correlation between religious educations with the heterosexual desire of students in one of public high school in Baitussalam Aceh Besar. This study aims to determine the relationship between religious educations with students heterosexual desires. The type of research used is quantitative research with descriptive and correlational method. The population in this study was all students of SMAN 1 Unggul Baitussalam Aceh Besar amounted to 300 people. Sampling technique utilized was probability sampling. Data collected using five scaled questionnaire. Research data is processed and analyzed by percentage and Spearman correlation. The results showed that the highest category in religious education was the medium category, while the highest category of heterosexual passions was also the medium category. The result of correlation test analysis showed a significant negative correlation between religious educations with student heterosexual desires, the correlation coefficient obtained was -0.185 with a significant level of 0.15. This means that the proposed work hypothesis can be accepted, so it can be said the higher the religious education the lower the heterosexual desire in SMAN 1 Unggul Baitussalam Aceh Besar. Keywords: Religious educations, heterosexual desire, high school students ABSTRAKPendidikan religius dipercaya dapat membina individu menjadi lebih bertanggung jawab terutama terhadap dirinya sendiri dan dapat mengendalikan perilakunya. Penelitian ini berupaya mendiskripsikan korelasi antara edukasi religius dengan hasrat heteroseksual siswa SMAN 1 Unggul Baitussalam Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara edukasi religius dengan hasrat hetero seksual siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SMAN 1 Unggul Baitussalam Aceh Besar berjumlah 300 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah probability sampling yaitu penyampelan secara acak. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan intrumen berupa skala berkategori lima. Data penelitian diolah dan di analisis dengan persentase dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori terbanyak pada edukasi religius adalah kategori sedang. Sementara kategori terbanyak pada hasrat hetero seksual juga berada pada kategori sedang. Hasil analisis uji korelasi menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikansi antara edukasi religius dengan hasrat hetero seksual siswa, koefisien korelasi yang diperoleh adalah -0.185 dengan tingkat signifikan 0.15. Artinya hipotesis kerja yang diajukan dapat diterima, sehingga dapat dikatakan semakin tinggi edukasi religius maka semakin rendah hasrat hetero seksual di SMAN 1 Unggul Baitussalam Aceh Besar.Kata kunci: edukasi religious, hasrat hetero seksual, siswa SMA
Kebiasaan Belajar Siswa Etnis Tionghoa Di SMA Methodist Banda Aceh Harlianda, Diantifani; Abdullah, Dahliana; Bustamam, Nurbaity
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Students should have good study habits in order to obtain optimal learning outcomes and achievements. This study aims to describe the study habits of ethnic Chinese students in Methodist SMA Banda Aceh. This research is a descriptive research with qualitative and quantitative approach, or commonly called mixed methods. The population in this study was students of class X, XI and XII who ethnic Chinese in SMA Methodist Banda Aceh amounted to 93 students. The sampling technique used is total sampling. Data collection was done by distributing questionnaires and interviews. Data of research result is processed and analyzed by using percentage and qualitative analysis. Descriptive analysis results show that most (76.3%) students of Chinese ethnic have study habit which is in good category. From the interview result, it is known that the Chinese students have good study habit in the form of getting used to always finish the task punctually, discipline in learning, school promt attendance, prepare 2-3 days to face the exam, get used to using mind technique mapping (concept maps) and colorful pens in writing, get used to repeating lessons to make it easier to remember or memorize, make use of all the facilities provided by parents such as laptop, books, wifi, private tutor or learning in the place of les and take advantage of everything school learning facilities such as libraries, computer labs, language labs, chemistry labs, BEAMS (Board English Association of Methodist Students) rooms and other facilities.Keywords: Study habits, Chinese studentsABSTRAKPelajar sudah seharusnya memiliki kebiasaan belajar yang baik agar dapat memperoleh hasil belajar maupun prestasi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kebiasaan belajar siswa etnis Tionghoa di SMA Methodist Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X, XI dan XII yang beretnis Tionghoa di SMA Methodist Banda Aceh berjumlah 93 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket dan wawancara. Data hasil penelitian diolah dan dianalisis dengan menggunakan persentase dan analisa kualitatif. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa sebagian besar (76.3%) siswa etnis Tionghoa memiliki kebiasaan belajar yang berada pada kategori baik. Dari hasil wawancara diketahui bahwa siswa etnis Tionghoa memiliki kebiasaan belajar yang baik berupa membiasakan diri selalu menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, disiplin dalam belajar, selalu datang kesekolah dengan tepat waktu, mempersiapkan diri belajar 2-3 hari untuk menghadapi ujian, membiasakan diri menggunakan teknik mind mapping (peta konsep) serta pulpen warna-warni dalam menulis, membiasakan diri mengulang-ngulang pelajaran untuk memudahkan mengingat atau menghafal, memanfaatkan segala fasilitas belajar yang disediakan orang tua seperti laptop, buku, wifi, guru privat maupun belajar di tempat les serta memanfaat segala fasilitas belajar di sekolah seperti, perpustakaan, lab komputer, lab bahasa, lab kimia, ruang BEAMS (Board English Association of Methodist Students) dan fasilitas yang lainnya.Kata kunci: kebiasaan belajar, etnis tionghoa