Abdullah, Teuku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Published : 23 Documents
Articles

Found 23 Documents
Search

PERKEMBANGAN SENI KARAWITAN DI GAYO LUT DESA DAMAR MULYO KECAMATAN ATULINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH DARI TAHUN 1984-2017

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 4 (2017): Nopember 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.358 KB)

Abstract

ABTRASCTThe research entitled "The development of Karawitan art in Gayo Lut village Damar Mulyo Atulintang District Central Aceh Regency tahun1984-2017" The purpose of this study is (1) to know how the development of Karawitan art presentation in the village Damar Mulyo Atulintang District Central Aceh District (2) To know the development of Karawitan art function in gayo lut village Damar Mulyo Atulintang District Central Aceh District (3) to find out how to put the existence of Karawitan art towards Gayo Lut society in Damar Mulyo Village, Atulintang Sub-district, Central Aceh Regency. In this study researchers used a qualitative approach and this type of research using historical method (history). To obtain the data required by researcher using data collecting technique with observation and interview get data obtained from traditional figure (elder), artist of Karawitan, gayo society included in list of informant.The development of Karawitan art in the village of Damar mulyo was brought by the Javanese ethnic community who transmigrated to Aceh in 1984, the beginning of Karawitan art performance was done three months after the delivery of tools from Java by the government, which until 2017 developing. Karawitan art in the village of Damar Mulyo rely on 13 tools that are played by the players (singers) art Karawitan with two singers (sinden) with Pelog and Selendro notation. Karawitan artists costume in Damar Mulyo village there from 1984 new wearing costumes in 2014. The costumes used are Blangkon placed on the head of male Karawitan players and wearing ladies dress, women wearing clothes dressing kebaya, awkward and conde in his head after the Sharia Islam of sinden only use ordinary clothes and menggunkan hijab not using bun and conde. Keywords: Development of Karawitan ArtABSTRAKPenelitian yang berjudul “Perkembangan seni Karawitan di Gayo Lut desa Damar Mulyo Kecamatan Atulintang Kabupaten Aceh Tengah tahun1984-2017” tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bagaimana perkembangan penyajian seni Karawitan yang berada di desa Damar Mulyo Kecamatan Atulintang Kabupaten Aceh Tengah (2) Untuk mengetahui perkembangan fungsi seni Karawitan di gayo lut desa Damar Mulyo Kecamatan Atulintang Kabupaten Aceh Tengah (3) untuk mengetahui bagaimana penagaruh keberadaan seni Karawitan terhadap masyarakat Gayo Lut di desa Damar Mulyo Kecamatan Atulintang Kabupaten Aceh Tengah. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini menggunakan metode sejarah (sejarah). Untuk memperoleh data diperlukan peneliti menggunakan tekhnik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara mendapatkan data diperoleh dari tokoh adat (sesepuh), pemain seni Karawitan, masyarakat gayo yang termasuk didalam daftar Informan. Perkembangan seni Karawitan di desa Damar mulyo di bawa oleh para masyarakat Etnis Jawa yang bertransmigran ke Aceh pada tahun 1984, awal mula pementasan seni Karawitan dilakukan tiga bulan setelah dikirimnya alat-alat dari Jawa oleh pemerintah, yang hingga pada tahun 2017 masi berkembang. Seni Karawitan di desa Damar Mulyo menggandalkan 13 alat yang di mainkan oleh para pemain (penabuh) seni Karawitan dengan dua penyanyi (sinden) dengan notasi Pelog dan Selendro. Kostum para pemain seni Karawitan di desa Damar Mulyo ada dari tahun 1984 baru mengenakan kostum pada tahun 2014. Kostum yang digunakan adalah Blangkon diletakkan dikepala pemain Karawitan pria dan menggunakan pakaian beskap, pakaian wanita pesinden menggunakan baju kebaya, sanggung dan konde di kepalanya setelah peraturan syariat islam para sinden hanya menggunakan baju biasa dan menggunkan hijab tidak menggunakan sanggul dan konde. Kata Kunci: Perkembangan Seni Karawitan.ABTRASCTThe research entitled "The development of Karawitan art in Gayo Lut village Damar Mulyo Atulintang District Central Aceh Regency tahun1984-2017" The purpose of this study is (1) to know how the development of Karawitan art presentation in the village Damar Mulyo Atulintang District Central Aceh District (2) To know the development of Karawitan art function in gayo lut village Damar Mulyo Atulintang District Central Aceh District (3) to find out how to put the existence of Karawitan art towards Gayo Lut society in Damar Mulyo Village, Atulintang Sub-district, Central Aceh Regency. In this study researchers used a qualitative approach and this type of research using historical method (history). To obtain the data required by researcher using data collecting technique with observation and interview get data obtained from traditional figure (elder), artist of Karawitan, gayo society included in list of informant.The development of Karawitan art in the village of Damar mulyo was brought by the Javanese ethnic community who transmigrated to Aceh in 1984, the beginning of Karawitan art performance was done three months after the delivery of tools from Java by the government, which until 2017 developing. Karawitan art in the village of Damar Mulyo rely on 13 tools that are played by the players (singers) art Karawitan with two singers (sinden) with Pelog and Selendro notation. Karawitan artists costume in Damar Mulyo village there from 1984 new wearing costumes in 2014. The costumes used are Blangkon placed on the head of male Karawitan players and wearing ladies dress, women wearing clothes dressing kebaya, awkward and conde in his head after the Sharia Islam of sinden only use ordinary clothes and menggunkan hijab not using bun and conde. Keywords: Development of Karawitan Art      ABSTRAKPenelitian yang berjudul “Perkembangan seni Karawitan di Gayo Lut desa Damar Mulyo Kecamatan Atulintang Kabupaten Aceh Tengah tahun1984-2017” tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bagaimana perkembangan penyajian seni Karawitan yang berada di desa Damar Mulyo Kecamatan Atulintang Kabupaten Aceh Tengah (2) Untuk mengetahui perkembangan fungsi seni Karawitan di gayo lut desa Damar Mulyo Kecamatan Atulintang Kabupaten Aceh Tengah (3) untuk mengetahui bagaimana penagaruh keberadaan seni Karawitan terhadap masyarakat Gayo Lut di desa Damar Mulyo Kecamatan Atulintang Kabupaten Aceh Tengah. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini menggunakan metode sejarah (sejarah). Untuk memperoleh data diperlukan peneliti menggunakan tekhnik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara mendapatkan data diperoleh dari tokoh adat (sesepuh), pemain seni Karawitan, masyarakat gayo yang termasuk didalam daftar Informan. Perkembangan seni Karawitan di desa Damar mulyo di bawa oleh para masyarakat Etnis Jawa yang bertransmigran ke Aceh pada tahun 1984, awal mula pementasan seni Karawitan dilakukan tiga bulan setelah dikirimnya alat-alat dari Jawa oleh pemerintah, yang hingga pada tahun 2017 masi berkembang. Seni Karawitan di desa Damar Mulyo menggandalkan 13 alat yang di mainkan oleh para pemain (penabuh) seni Karawitan dengan dua penyanyi (sinden) dengan notasi Pelog dan Selendro. Kostum para pemain seni Karawitan di desa Damar Mulyo ada dari tahun 1984 baru mengenakan kostum pada tahun 2014. Kostum yang digunakan adalah Blangkon diletakkan dikepala pemain Karawitan pria dan menggunakan pakaian beskap, pakaian wanita pesinden menggunakan baju kebaya, sanggung dan konde di kepalanya setelah peraturan syariat islam para sinden hanya menggunakan baju biasa dan menggunkan hijab tidak menggunakan sanggul dan konde. Kata Kunci: Perkembangan Seni Karawitan. 

PERKEMBANGAN USAHA BUBUK KOPI MEREK ULEE KARENG DI DESA LAMGAPANG KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR, 1960-2015

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.195 KB)

Abstract

ABSTRAK Judul penelitian ini “perkembangan usaha bubuk kopi merek Ulee Kareng di Desa Lamgapang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar, 1960-2015, maka tujuan penelitiannya (1) ingin menjelaskan perkembangan usaha bubuk kopi merek Ulee Kareng di Desa Lamgapang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar tahun 1960-2015 (2) ingin menganalisis kehidupan sosial ekonomi pengusaha bubuk kopi merek Ulee Kareng di Desa Lamgapang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar tahun 1960-2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode yang dipakai metode sejarah.Teknik pengumpulan data digunakan dengan wawancara, dokumentasi, observasi dan studi kepustakaan.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh keterangan bahwa (1) usaha bubuk kopi merek Ulee Kareng di Desa Lamgapang dimulai pada tahun 1960 oleh Asnawi. Dalam perkembangannya hingga saat ini usaha bubuk kopi merek Ulee Kareng sudah menghasilkan berbagai produk seperti Kopi warung organik, Kopi bubuk spesial, Kopi Ulee Kareng Arabica, Kopi Ulee Kareng Organik Robusta, Kopi Ulee Kareng 2 + 1 (Kopi + Gula), Kopi Arabica Super, Kopi Rubusta Original, Kopi Super Quality, Kopi Tubruk Susu Sanger dan Bubuk keras Kopi Rubusta. Selain itu jumlah pengusaha juga mengalami peningkatan sejak tahun 1960 hanya 8 orang, namun ditahun 2016 sudah berjumlah 120 pekerja/karyawan, (2) dalam aspek social ekonomi pengusaha terlihat bahwa rata-rata umur pekerja antara 41-50 tahun, tingkat pendidikan rata-rata tamatan SLTA dan jumlah tanggungan anggota keluarga rata-rata 3-5 orang. Dilihat pula dari segi tempat tinggal mereka juga sudah terlihat sejahtera artinya para pengusaha rata-rata sudah memiliki bentuk rumah yang permanen yang dilengkapi oleh berbagai perabotan rumah. Kata Kunci: Perkembangan, Usaha, Bul Lamgapang.

DINAMIKA SOSIAL EKONOMI WANITA PENJUAL SIRIH DI KOTA BANDA ACEH PASCA TSUNAMI, 2005-2017

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 3, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.379 KB)

Abstract

ABSTRACTThe Objective of the study titled the Social and economical dynamic of the women betel seller in Banda Aceh after Tsunami disaster,2005-2017 is :(1) To describe the dynamics of social and economical life of the women betel seller in Banda Aceh 2005-2017. (2) To elaborate the reasons that affecting the women betel seller considered to work as a betel seller in Banda Aceh 2005-2017 and (3) To elaborate the obstacles faced by the women betel seller in Banda Aceh in running their business 2005-2017. The method of this study is qualitative approach and historical method. The sample of the study is collected by using interview and documentation. The result of the study showed that (1) The existence of women betel seller in Banda Aceh is a heritage. After Tsunami disaster since 2005-2016 the amount of betel seller in Banda Aceh is 10 persons, then in 2016-2017 it is increased become 16 persons. In age side, it is gradually changed especially after Tsunami disaster in 2005 the betel seller are mostly in age of 20-60 years old, nowdays in 2017 the age of women betel seller in Banda Aceh mostly in age 24-66 years old, compared to the betel seller before Tsunami disaster are mostly elderly lady. For the income every year is gradually are graduanted from SMP (Junior High School) and SMA (Senior High School), the background study of the women betel seller children are graduanted From SD (Elementary School) to University. (2)The women betel seller considered to work as abetel seller because there is not any nonformal employment available, the low of confidence for tradition, there is marketing permission and carts donations from Banda Aceh government.(3) The obtacles faced by women betel seller in Banda Aceh are limitations of facility, location and the increasing of goods price. Keyword:Dynamics, Social And Economical, Women Betel Seller, Banda Aceh.  ABSTRAKPenelitian yang berjudul “Dinamika Sosial Ekonomi Wanita Penjual Sirih di Kota Banda Aceh Pasca Tsunami, 2005-2017”, bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dinamika kehidupan sosial ekonomi wanita penjual sirih di Kota Banda Aceh, 2005-2017, (2) menjelaskan faktor yang mempengaruhi wanita penjual Sirih bekerja sebagai penjual sirih di Kota Banda Aceh, 2005-2017, dan (3) menjelaskan kendala yang dihadapi wanita penjual sirih di Kota Banda Aceh dalam menjalankan usaha dagangannya, 2005-2017.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode sejarah. Sampel dalam penelitian ini 10 orang wanita penjual sirih. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian dapat diketahui bahwa (1) Keberadaan wanita penjual sirih di Kota Banda Aceh telah diwariskan secara turun temurun. Pasca Tsunami sejak 2005-2016 jumlah wanita penjual sirih di Kota Banda Aceh sebanyak 10 orang, kemudian ditahun 2016-2017 bertambah menjadi 16 orang. Dari segi umur terus mengalami perubahan khususnya setelah Tsunami tahun 2005 yang berjualan dari umur 20 tahun-60 tahun, saat ini tahun 2017 umur wanita yang menjual sirih di Kota Banda Aceh mulai dari 24 tahun-66 tahun, dibandingkan sebelum Tsunami mereka yang berjualan sirih kebanyakan adalah Nyak-Nyak yang sudah berusia lanjut. Untuk pendapatan setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Pada umumnya tingkat pendidikan orang tua nya adalah tamatan SMP dan SMA, pendidikan anak wanita penjual sirih sendiri masing-masing mereka telah berhasil menyekolahkan anaknya dari tingkat SD hingga Sarjana S-1. Wanita penjual sirih memilih bekerja sebagai penjual sirih dikarenakan faktor minimnya lapangan pekerjaan non formal, rendahnya tingkat pendidikan dan keyakinan terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun, adanya izin berjualan dan bantuan gerobak dari Pemerintah Kota Banda Aceh (3) kendala yang dihadapi wanita penjual sirih di Kota Banda Aceh ialah keterbatasan fasilitas, keterbatasan lokasi dan  naiknya harga barang.Kata Kunci: Dinamika, Sosial Ekonomi, Wanita Penjual Sirih, Kota Banda Aceh.

KUNTRIBUSI MAULANA JAELANI MUSA DALAM MENGEMBANGKAN TAREKATNAQSYABANDIYAH DI KLUET UTARA (1957-1983)

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.509 KB)

Abstract

ABSTRACT Corresponding to the title "Maulana Jaelani Musa’s Contribution in Developing Naqshbandi in North Kluet, 1957-1983", the purpose of this study is (1) to know the biography of Jaelani Musa, (2) To find out how Jaelani Musa’s efforts in developing Naqshbandi in North Kluet between 1957-1983, and (3) to find out the obstacles experienced by Jaelani Musa in developing Naqshbandiin North Kluet. The author uses historical research method or so-called historical method, which consists of five steps which aretopic selection, heuristics,verification, interpretation and historiography. Data collection was acquired by research documentationstudies, library research and interviews. Based on the results, study showed that: (1) Maulana Jaelani Musa was a Muslim scholar from NorthKluet. Maulana Jaelani Musa was born in 1910. Later in his life he waseducated in Dayah Darussalam,Labuhan Haji. (2) The Naqshbandi spread in North Kluetwas brought directly by Maulana Jaelani Musa, which he obtained from his teacher Tengku Haji Muhammad Waly al-Khalidy of Dayah Darussalam in Labuhan Haji, South Aceh. To establish Naqshbandi in Kluet withsulukactivity. (3) In developing Naqshbandi in North Kluet, Maulana Jaelani Musa was the first Muslim scholar to bring Naqshbandi in North Kluet after studying in Dayah Darussalam,Labuhan HajiKata Kunci : Contribution, Jaelani Musa, Naqshbandi, Kluet.ABSTRAK Sesuai dengan judul yang diangkat yaitu “Kontribusi Jaelani Musa dalam mengembangkan thariqat Naqsyabandiyah di Kluet Utara, 1957-1983” maka tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bagaimana riwayat hidup Jaelani Musa, (2) Untuk mengetahui bagaimana upaya Jaelani Musa dalam mengembangkan thariqat Naqsyabandiyah di Kluet Utara antara tahun 1957-1983, dan (3) untuk mengetahui apa saja yang menjadi hambatan Jaelani Musa dalam mengembangkan thariqat Naqsyabandiyah di Kluet Utara. Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan metode penelitian sejarah atau disebut metode sejarah, yang terdiri dari lima langkah kerja yaitu Pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara penelitian studi dokumentasi, studi kepustakaan, wawancara. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa: (1) Maulana Jaelani Musa merupakan tokoh ulama dari Kluet Utara. Maulana Jaelani Musa dilahirkan pada tahun 1910. Kemudian dalam hidupnya dia seorang yang berpendidikan yang pernah belajar di Dayah Darussalam Labuhan Haji. (2) Thariqat Naqsyabandiyah yang sekarang tersebar di Kluet Utara adalah thariqat yang dibawa langsung oleh Maulana Jaelani Musa, yang dia peroleh dari gurunya Tengku Haji Muhammad Waly al-Khalidy dari Dayah Darussalam Labuhan Haji, Aceh Selatan. Dalam rangka megembangkan thariqat Naqsyabandiyah di Kluet dengan aktivitas suluk.. (3) Dalam mengembangkan thariqat Naqsyabandiyah di Kluet Utara, Maulana Jaelani Musa adalah tokoh ulama pertama yang membawa tarikat thariqat Naqsyabandiyah di Kluet Utara setelah belajar di Dayah Darussalam Labuhan Haji.Kata Kunci : Kontribusi, Jaelani Musa, Thariqat Naqsyabandiyah, Kluet.

PERANAN BALAI PELESTARIAN CAGAR BUDAYA (BPCB) ACEH DALAM PELESTARIAN SITUS-SITUS BERSEJARAH DI KOTA BANDA ACEH TAHUN 1990-2015

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.873 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengangkat masalah tentang bagaimana peranan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Aceh dalam pelestarian situs-situs bersejarah di Kota Banda Aceh dari tahun 1990-2015. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana peran dan kebijakan, perkembangan dan kendala yang dihadapi BPCB Aceh dalam melestarikan situs-situs bersejarah di Kota Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara, yakni wawancara dengan informan meliputi staf BPCB Aceh dan juru kunci situs dan warga di sekitar situs bersejarah, dokumentasi pada arsip BPCB Aceh dan surat kabar, dan observasi langsung ke situs-situs bersejarah di Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah metode sejarah kritis dengan pendekatan kualitatif dan arkeologi. Hasil analisis data menunjukkah bahwa BPCB Aceh sudah mulai melestarikan situs-situs bersejarah di Kota Banda Aceh sejak pertama berdiri tahun 1990. Perkembangan pelestarian situs-situs bersejarah di Banda Aceh mengalami beberapa kendala seperti kurangnya tenaga ahli, sarana pendukung dan pendanaan serta kendala masa konflik dan Tsunami yang telah menghacurkan sebagian situs-situs bersejarah di Kota Banda Aceh. BPCB Aceh mengelola 10 situs bersejarah sebagai cagar budaya di Kota Banda Aceh beserta menempatkan juru perlihara yang bertugas merawat dan melestarikan. Disarankan penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Aceh untuk lebih memperhatikan peninggalan situs-situs bersejarah di Kota Banda Aceh. Kepada BPCB Aceh untuk lebih meningkatkan kinerjanya dalam pelestarian dan civitas akademika untuk dapat melakukan studi serupa yang berkaitan dengan situs-situs bersejarah di Kota Banda Aceh agar pemeritah dan BPCB Aceh mempunyai acuan jelas dalam melestarikan situs-situs tersebut. Kata kunci: BPCB Aceh, Cagar Budaya, Peranan, Pelestarian .ABSTRACTThis study raised the question on how the role of the Institute for Preservation of Cultural Property (BPCB) Aceh in the preservation of historic sites in the city of Banda Aceh from 1990 to 2015. This study aims to describe how the roles, policies, developments and obstacles encountered BPCB Aceh in preserving the historic sites in Banda Aceh. The data collection is done in three ways, namely interviews with informants include BPCB Aceh’s staffs, caretaker of the site, residents around the historic sites, archives BPCB documentation in Aceh, newspapers and direct observation to the historic sites in Banda Aceh. The method used is critical history method with qualitative approach and archeology. The results of data analysis show that BPCB Aceh have started preserving historic sites in Banda Aceh since its establishment in 1990. The development of the preservation of historic sites in Banda Aceh encountered some problems such as lack of experts, supporting tools and funding as well as constraining conflicts and tsunami destroyed most of the historic sites in Banda Aceh. BPCB Aceh manages 10 historic sites as cultural heritage in Banda Aceh and its caretaker put in charge of caring for and preserving. This study could be considered as suggestion for the Aceh government to pay more attention on relics of the historic sites in Banda Aceh. BPCB Aceh need to improve their performance in preservation and academicians should do a similar study relating to historic sites in Banda Aceh in order give clear references for the government and BPCB in preserving these sites. 

PERKEMBANGAN GERAKAN JUBAH PUTEH DI ACEH TAHUN 1987-1999

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.944 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengangkat masalah tentang bagaimana perkembangan gerakan Jubah Puteh di Aceh dan apa pengaruh gerakan Jubah Puteh terhadap masyarakat Aceh tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan perkembangan gerakan Jubah Puteh dan pengaruh gerakan Jubah Puteh tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan empat cara, yakni dengan cara pengamatan (observasi), studi kepustakaan, studi dokumen, dan wawancara (interview). Metode yang digunakan adalah metode sejarah dan pendekatan kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa gerakan Jubah Puteh hanya berkembang di sekitar tahun 1987 dan setelah itu gerakan Jubah Puteh kurang berkembang namun masih ada sampai saat ini. Disamping itu, ada beberapa pengaruh gerakan Jubah Puteh terhadap masyarakat Aceh seperti larangan membuka warung saat siang hari pada bulan Ramadhan masih bisa dilihat dan dirasakan sampai saat ini. Kata Kunci : Gerakan Jubah Puteh, Perkembangan. ABSTRACT The research is about the movement of Jubah Puteh in Aceh and the influence of Jubah Puteh movement to Aceh society.  The purpose of study is to study the Jubah Puteh movement ant it influence. The data is collected by four steps, observation, library research, document research and interview. The method of research is used history method and qualitative method. The result of analysis is the Jubah Puteh movement just blooming about 1987 and after that the Jubah Puteh  movement slow down until today. Beside, there are influence of  Jubah Puteh to Aceh society as the forbioden to open restaurant on ramadhan and that influence still have until today. Key words: History, Jubah Puteh.

PEMUKIMAN MILITER PENINGGALAN BELANDA DI BANDA ACEH (Kajian Komparasi Perkembangan Pemukiman Militer di Neusu Jaya dan Kuta Alam, 1900-2015)

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.615 KB)

Abstract

ABTRASCT This study raised the question of how the beginning of the establishment of military settlements in Neusu Jaya and Kuta Alam, how the transition function of the Dutch military buildings in Neusu Kuta Alam Jaya and from year to year and How Neusu state military settlements in Kuta Alam Jaya and at the present time. The purpose of this study was to describe all aspects related to the development of military settlements in Neusu Jaya and Kuta Alam. The data collection is done in three ways, namely interviews with informants. Informants in this study include members and clerks Iskandar Muda Military Command I, along with community Keuchik Gampong Neusu Jaya and Kuta Alam, Military Housing Residents, Retired Military and Staff Institute for Preservation of Cultural Property (BPCB). Documentation on the library archives and documents originating from the Military District Command I IM, and direct observation to the study site. The method used is critical historical method with qualitative approach. The results of data analysis showed that the beginning of the establishment of military settlements in Neusu Kuta Alam Jaya and is a relic of the Dutch Colonial. The Netherlands chose Neusu Jaya area and Kuta Alam as its military base because the area is very strategic and profitable for the Dutch colonial administration. Transition function of military buildings in Neusu Kuta Alam Jaya and appropriate authority of the government in power. During the Dutch colonial buildings are owned by the Dutch. At the time of the building occupied by the Japanese and the Japanese military occupied military post independence. At the current state of military settlements in Neusu Kuta Alam Jaya and can be said to be groomed and neat because it is directly under the control of the Military District Command I IM. In terms of preservation of cultural heritage sites the government has always tried to care for and preserve cultural heritage buildings in the military settlements, through cooperation programs and Army BPCB I IM. For the people that are around military settlements, the place is an attraction in itself in the city of Banda Aceh.  ABSTRAK Penelitian ini mengangkat masalah tentang bagaimana awal mula berdirinya pemukiman militer di Neusu Jaya dan Kuta Alam, bagaimana peralihan fungsi bangunan militer Belanda di Neusu Jaya dan Kuta Alam dari tahun ke tahun dan Bagaimana keadaan pemukiman militer di Neusu Jaya dan Kuta Alam pada saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan segala aspek yang berhubungan dengan perkembangan pemukiman militer di Neusu Jaya dan Kuta Alam. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara, yakni wawancara dengan informan. Informan dalam penelitian ini meliputi anggota dan Pegawai Kodam I Iskandar Muda, Keuchik beserta masyarakat Gampong Neusu Jaya dan Kuta Alam, Penghuni Pemukiman Militer, Pensiunan TNI, dan Pegawai Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Dokumentasi pada arsip perpustakaan dan dokumen-dokumen yang berasal dari Kodam I IM, dan observasi langsung ke lokasi penelitian tersebut. Metode yang digunakan adalah metode sejarah kritis dengan pendekatan kualitatif. Hasil analisis data menunjukan bahwa awal mula berdirinya pemukiman militer di Neusu Jaya dan Kuta Alam adalah peninggalan Kolonial Belanda. Belanda memilih daerah Neusu Jaya dan Kuta Alam sebagai basis militernya dikarenakan daerah tersebut sangat strategis dan menguntungkan bagi administrasi pemerintah kolonial Belanda. Peralihan fungsi bangunan militer di Neusu Jaya dan Kuta Alam sesuai otoritas pemerintah yang berkuasa. Pada masa kolonial Belanda bangunan tersebut milik Belanda. Pada masa Jepang bangunan tersebut ditempati Jepang dan pasca kemerdekaan ditempati militer TNI. Pada saat ini keadaan pemukiman militer di Neusu Jaya dan Kuta Alam bisa dikatakan terurus dan rapi karena berada langsung di bawah kendali Kodam I IM. Dalam hal pelestarian situs cagar budaya pemerintah selalu berusaha merawat dan melestarikan bangunan cagar budaya di pemukiman militer tersebut, melalui program kerjasama BPCB dan KodamI IM. Bagi masyarakat yang ada di sekitar pemukiman militer, tempat tersebut merupakan sebuah daya tarik sendiri yang ada di kota Banda Aceh.Kata kunci: Komparasi, Kuta Alam, Neusu Jaya, Pemukiman Militer.

PERKEMBANGAN USAHA BUBUK KOPI MEREK ULEE KARENG DI DESA LAMGAPANG KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR, 1960-2015

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.195 KB)

Abstract

ABSTRAK Judul penelitian ini “perkembangan usaha bubuk kopi merek Ulee Kareng di Desa Lamgapang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar, 1960-2015, maka tujuan penelitiannya (1) ingin menjelaskan perkembangan usaha bubuk kopi merek Ulee Kareng di Desa Lamgapang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar tahun 1960-2015 (2) ingin menganalisis kehidupan sosial ekonomi pengusaha bubuk kopi merek Ulee Kareng di Desa Lamgapang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar tahun 1960-2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode yang dipakai metode sejarah.Teknik pengumpulan data digunakan dengan wawancara, dokumentasi, observasi dan studi kepustakaan.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh keterangan bahwa (1) usaha bubuk kopi merek Ulee Kareng di Desa Lamgapang dimulai pada tahun 1960 oleh Asnawi. Dalam perkembangannya hingga saat ini usaha bubuk kopi merek Ulee Kareng sudah menghasilkan berbagai produk seperti Kopi warung organik, Kopi bubuk spesial, Kopi Ulee Kareng Arabica, Kopi Ulee Kareng Organik Robusta, Kopi Ulee Kareng 2 + 1 (Kopi + Gula), Kopi Arabica Super, Kopi Rubusta Original, Kopi Super Quality, Kopi Tubruk Susu Sanger dan Bubuk keras Kopi Rubusta. Selain itu jumlah pengusaha juga mengalami peningkatan sejak tahun 1960 hanya 8 orang, namun ditahun 2016 sudah berjumlah 120 pekerja/karyawan, (2) dalam aspek social ekonomi pengusaha terlihat bahwa rata-rata umur pekerja antara 41-50 tahun, tingkat pendidikan rata-rata tamatan SLTA dan jumlah tanggungan anggota keluarga rata-rata 3-5 orang. Dilihat pula dari segi tempat tinggal mereka juga sudah terlihat sejahtera artinya para pengusaha rata-rata sudah memiliki bentuk rumah yang permanen yang dilengkapi oleh berbagai perabotan rumah. Kata Kunci: Perkembangan, Usaha, Bul Lamgapang.

PERKEMBANGAN ORGANISASI PEMUDA PANCASILA DI BANDA ACEH TAHUN 1984-2016

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.556 KB)

Abstract

ABSTRACTIn accordance with the above title, which is "Development of Pancasila Youth Organization in Banda Aceh In the Year 1984-2016",the purpose of this study was (1) To find out how the background of the establishment of Pancasila Youth Organization in Banda Aceh in 1984-2016. (2) To explain how the development of the Pancasila Youth Organization in Banda Aceh in 1984-2016. (3) To describe the influence of Pancasila Youth Organization in Banda Aceh in 1984-2016. This study used a qualitative approach and methods used is the historical method. Pengumpula n data is done by observation, documentation, and interviews. Based on the research results obtained information that (1) History of Pancasila Youth Organization in Banda Aceh was founded in 1984 by Murshamina and colleagues with the aim to break the communist movement in the city of Banda Aceh. (2) The development of the Pancasila Youth Organization of the Year 1984-1999 is the future Pancasila Youth Organization in Banda Aceh bestatus led Organizations (OKP) for the years 1999 to 2016 was the transformation of the Youth Organization Pancasiladi Banda Aceh to Community Organisations (CBOs), Years 2003-2006 Condition is experiencing Vacuum Pancasila Youth Organization, 2006-2016 Year period is Pancasila Youth Organization in Banda Aceh experienced the Resurrection, and Perioderisasi Management of Pancasila Youth Organization in Banda Aceh of the Year 1984-2016, Gait Pancasila Youth Organization in Banda Aceh, Gait Kader Pancasila Youth Organization in Banda Aceh, Pancasila Youth Organization cadre system in Banda Aceh, as well as lines of Pancasila Youth Organization Coordinating Centre until Commissariat. (3) Effect of Pancasila Youth Organizations in the political field is productive cadre organization serves as a public office even as legislative members at the DPRK and the provincial parliament. Influence in the social sphere is ketelibatan this organization in the community problems, such as volunteering as tsunamis, fires, floods, and, make a public discussion, and share food in the streets when the fasting month for the community. Influence in the field of education is that many of its members became academic at Syiah Kuala University and the State Islamic University of Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh. Keywords: The development, organization, Pemuda Pancasila.ABSTRAKSesuai dengan judul di atas, yaitu “Perkembangan Organisasi Pemuda Pancasila di Kota Banda Aceh Pada Tahun 1984-2016”, maka tujuan penelitian ini ialah (1) Untuk mengetahui bagaimana latar belakang berdirinya Organisasi Pemuda Pancasila di Kota Banda Aceh tahun 1984-2016. (2) Untuk menjelaskan bagaimana perkembangan Organisasi Pemuda Pancasila di Kota Banda Aceh tahun 1984-2016. (3) Untuk mendeskripsikan pengaruh  Pemuda Pancasila di Kota Banda Aceh tahun 1984-2016. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan adalah metode sejarah.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, serta wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa (1) Sejarah Organisasi Pemuda Pancasila di Kota Banda Aceh didirikan tahun 1984 oleh Murshamina dan kawan-kawan dengan tujuan untuk mematahkan gerakan komunis di Kota Banda Aceh. (2) Perkembangan Organisasi Pemuda Pancasila Tahun 1984-1999 ialah masa Organisasi Pemuda Pancasila di Kota Banda Aceh bestatus Organisasi Kepemudaan (OKP), tahun 1999-2016 ialah transformasi Organisasi Pemuda Pancasiladi Kota Banda Aceh ke Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Tahun 2003-2006 ialah Kondisi Organisasi Pemuda Pancasila Mengalami Kevakuman, Tahun 2006-2016 ialah masa Organisasi Pemuda Pancasila di Kota Banda Aceh mengalami Kebangkitan, serta Perioderisasi Kepengurusan Organisasi Pemuda Pancasila di Kota Banda Aceh dari Tahun 1984-2016, Kiprah Organisasi Pemuda Pancasila di Kota Banda Aceh, Kiprah Kader Organisasi Pemuda Pancasila di Kota Banda Aceh, Sistem Pengkaderan Organisasi Pemuda Pancasila di Kota Banda Aceh, serta Garis Koordinasi Organisasi Pemuda Pancasila dari Pusat hingga Komisariat. (3) Pengaruh dari Organisasi Pemuda Pancasila di bidang politik ialah produktifnya kader organisasi ini menjabat sebagai jabatan publik bahkan menjadi anggota legislatif di tingkat DPRK maupun DPRA. Pengaruh di bidang sosial ialah ketelibatan organisasi ini dalam permasalahan masyarakat, seperti menjadi relawan ketika tsunami, kebakaran, kebanjiran, dan, membuat diskusi-diskusi publik, serta membagi makanan di jalanan ketika bulan puasa untuk masyarakat.Pengaruh di bidang pendidikan ialah banyak anggotanya menjadi akademisi di Universitas Syiah Kuala dan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh.Kata kunci: Perkembangan, Organisasi, Pemuda Pancasila.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE WORD SQUARE DENGAN STRATEGI CROSSWORD PUZZLE TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 8 BANDA ACEH

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.332 KB)

Abstract

ABSTRACTThe research entitled "The Influence of Cooperative Learning Model of Word Square Type with Crossword Puzzle Strategy on Student Achievement of IPS Grade VIII of SMP Negeri 8 Banda Aceh" is aimed to analyze the influence of cooperative learning model of Word Square type with Crossword Puzzle strategy on IPS student achievement in grade VIII SMP Negeri 8 Banda Aceh. The approach that use in this research are a quantitative and the type of the is experimental research. The population in this research is all students of class VIII SMP Negeri 8 Banda Aceh which amounts to 143 students and consists of 7 classes. The sample is the students of class VIII.2 as the experimental class and the students of class VIII.1 as the control class consisting of 22 students each. The technique of collecting the data are tests and documentation. The technique of analysisthe data in this research is (1) calculate the mean value; (2) calculate the variance and standard deviation; (3) normality test; (4) homogeneity test of variance; and (5) t-test. Based on the technique of data analysis, the average value of the experimental class is 79.8 and the control class is 72.7. The variance and standard deviation of the experimental class were 80.52 and 8.97 while the control classes were 45.94 and 6.78. The experimental class normality test is 3.57 and the control class is 0.96. The homogeneity test of experimental class variance and control class was 1.75. And the t-test result is 3.19. Based on the data analysis above, it can be concluded that the average value of eskperimen class is higher than control class. The data distribution of the final test score of the students in the experimental class and the control class is normally distributed based on the significant level of x2countttable is 3.19> 2.02, thus according to the testing criteria then H0 is rejected and Haisaccepted. Keyword: crossword puzzle, cooperative learning,learning achievement, word square. ABSTRAKPenelitian yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Word Square dengan Strategi Crossword Puzzle terhadap Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Banda Aceh” ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Word Square dengan strategi Crossword Puzzle terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Banda Aceh yang berjumlah 143 siswa dan terdiri dari 7 kelas. Sampelnya adalah siswa kelas VIII.2sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIII.1sebagai kelas kontrol yang masing-masing terdiri dari 22 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan test dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah (1) menghitung nilai rata-rata; (2) menghitung varians dan simpangan baku; (3) uji normalitas; (4) uji homogenitas varians; dan (5) uji-t. Berdasarkan teknik analisis data tersebut maka diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 79,8 dan kelas kontrol adalah 72,7. Varians dan simpangan baku kelas eksperimen adalah 80,52 dan 8,97 sedangkan kelas kontrol adalah 45,94 dan 6,78. Uji normalitas kelas eksperimen adalah 3,57 dan kelas kontrol adalah 0,96. Uji homogenitas varians kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 1,75. Dan hasil uji-t adalah 3,19. Berdasarkan hasil analisis data di atas, dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata kelas eskperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Sebaran data nilai tes akhir siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal berdasarkan taraf signifikan x2hitung< x2tabel yaitu 3,57 < 7,81 dan 0,96 < 7,81. Untuk uji homogenitas varians yaitu Fhitung ≤ Ftabel yaitu 1,75 ≤ 2,09, maka varians data kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah homogen. Hasil pengolahan data menggunakan analisis uji-t diperoleh thitung = 3,19 sedangkan ttabel = 2,02. Berarti bahwa thitung> ttabel yaitu 3,19 > 2,02, dengan demikian sesuai dengan kriteria pengujian maka H0 ditolak dan Ha diterima.Kata Kunci: crossword puzzle, pembelajaran kooperatif, prestasi belajar, word square.