Yoesoef, Anwar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Published : 39 Documents
Articles

Found 39 Documents
Search

EKSISTENSIRUMAH MAKAN TRADISIONAL TERHADAP MASUKNYA RUMAH MAKAN MODERN DI KOTA BANDA ACEH TAHUN 1980-2016 Zikri, Afzalul; Yoesoef, Anwar; ., Mawardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 3, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.115 KB)

Abstract

ABSTRACTSince 1980-2017 in the city of Banda Aceh it was continuing to develop. The type of restaurant in Banda Aceh until now consists of traditional and modern restaurants, hence this research entitled "The Existence of Traditional Restaurant Toward the Entry of Modern Restaurant in the City of Banda Aceh Year 1980-2016”.This study aims to: (1) explain the development of traditional restaurants and modern restaurants in the city of Banda Aceh, 1980-2016 and (2) to explain the existence of traditional restaurants when it occur the expansion of modern restaurants in the city of Banda Aceh, 1980-2016.This study uses a qualitative approach and historical method that consists of five steps: theme selection, heuristics, verification, interpretation and historiography. Data collection was done by interviewing, documentation, observation and literature study.Based on the research results it can be conclude that: the restaurants began to appear in the city of Banda Aceh since 1970s that is with the establishment of a traditional restaurant that sells type of regional food. Since 1970-2004 the number of traditional restaurants continues to grow to 180 units in 2004. In 2005 precisely after the tsunami the expansion of modern restaurants, which presents a challenge for the existence of traditional restaurants, both in terms of luxury places to eat, packed with a sense of modern, modern services with a public order shuttle system. In order to overcome the speed of modern restaurant expansion, the traditional restaurant keeps trying to maintain its existence, especially by giving satisfaction for the customers both in terms of the taste of its cuisine and the attraction in the form of banners by displaying various regional dishes. Keywords: Existence, Traditional Restaurant, Modern Restaurant, City of Banda Aceh ABSTRAKDi Kota Banda Aceh sejak 1980-2017 terus mengalami perkembangan. Jenis rumah makan di Kota Banda Aceh hingga saat ini terdiri rumah makan tradisional dan rumah makan modern, maka penelitian yang berjudul “eksistensi rumah makan tradisional terhadap masuknya rumah makan modern di Kota Banda Aceh Tahun 1980-2016”.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan perkembangan usaha rumah makan tradisional dan rumah makan modern di Kota Banda Aceh, 1980-2016 dan (2) menjelaskan eksistensi rumah makan tradisional saat terjadinya ekspansi rumah makan modern di Kota Banda Aceh, 1980-2016.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode sejarah yang terdiri dari lima langkah yaitu pemilihan tema, heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, dokumentasi, observasi dan studi kepustakaan.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa: rumah makan mulai muncul di Kota Banda Aceh sejak tahun 1970-an yaitu dengan berdirinya rumah makan tradisional yang menjual jenis makanan ala daerah. Sejak 1970-2004 jumlah rumah makan tradisional ini terus berkembang hingga mencapai 180 unit tahun 2004. Pada tahun 2005 tepatnya pasca tsunami terjadi ekspansi rumah makan modern, yang memberikan tantangan bagi eksistensi rumah makan tradisional, baik dari segi kemewahan tempat makan, dikemasnya dengan rasa yang modern, pelayanannya yang  modern dengan sistem antar jemput pesanan masyarakat. Dalam rangka mengahadapi lajunya ekspansi rumah makan modern, membuat rumah makan tradisional terus berupaya mempertahankan eksistensinya, terutama dengan memberikan kepuasan bagi palanggan baik dari segi rasa masakan-nya maupun daya tarik berupa spanduk dengan menampilkan berbagai menu masakan bercirikhas daerah. Kata Kunci:Eksistensi, Rumah Makan Tradisional, Rumah Makan Modern, Kota Banda Aceh.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK DENGAN STRATEGI JOYFUL LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VII MTsN MEURAXA BANDA ACEH Fajri, Nurul; Yoesoef, Anwar; Nur, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 1, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan kita. Beberapa model pembelajaran  yang dapat diterapkan guru sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, tetapi beberapa sekolah tentu masih ada guru yang menerapkan model pembelajaran  kurang tepat dan kurang menarik dalam proses pembelajaran. Hasil observasi di MTsN Meuraxa Banda Aceh, memperlihatkan proses pembelajaran IPS didalam kelas cendrung membosankan dan kurang menarik perhatian siswa. Model kooperatif tife talking stick dengan strategi joyful learning merupakan salah satu cara untuk meningkatkan prestasi siswa. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana pengaruh model pembelajaran  kooperatif tipe talking stick dengan strategi joyful learning terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran  IPS kelas VII MTsN Meuraxa Banda Aceh, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan  model pembelajaran  kooperatif tipe talking stick dengan strategi joyful learning dan untuk mengetahui  seberapa besar pengaruhnya terhadap prestasi  belajar siswa pada mata pelajaran  IPS kelas VII MTsN Meuraxa Banda Aceh.  Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas Kelas VII MTsN Meuraxa Banda Aceh. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan cara tes yang dilakukan hanya tes akhir (post-test), yang digunakan untuk mengetahui aspek kemampuan siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi product moment dan data tersebut diolah dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan prestasi siswa pada kelas eksperimen lebih meningkat daripada kelas kontrol. Pada kelas VII-1 (kelas eksperimen) siswa yang mencapai ketuntasan sebesar 92 persen dan kelas VII-2 (kelas kontrol) siswa yang mencapai ketuntasan sebesar 36 persen. Perhitungan korelasi (r) untuk mencari pengaruh antar variabel X dan Y diperoleh hasil sebesar 0,96 yang menunjukkan nilai korelasi yang sangat tinggi dan juga diperoleh hasil dari uji hipotesis (uji-t) yaitu thitung 23,72 dan ttabel 1,67. Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan erat antara variabel X (nilai hasil siswa belajar menggunakan model pembelajaran  kooperatif tipe talking stick dengan strategi joyful learning) dan variabel Y (nilai prestasi belajar konvensional). Dari hasil tersebut model pembelajaran  kooperatif tipe talking stick dengan strategi joyful learningmemberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas VII MTsN Meuraxa Banda Aceh.Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Model Pembelajaran Talking Stick, Joyful Learning, Prestasi Belajar.
TEKNOLOGI PERTANIAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT DI KECAMATAN MONTASIK KABUPATEN ACEH BESAR (1985-2016) Zahara, Irva; Yoesoef, Anwar; ,, Nurasiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.861 KB)

Abstract

ABSTRAKDalam perkembangan teknologi modern, teknologi pertanian telah membawa pengaruh terhadap perubahan kehidupan ekonomi dan budaya masyarakat di Kecamatan Montasik Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) Kehidupan sosial ekonomi dan budaya masyarakat di Kecamatan Montasik Aceh Besar sebelum menggunakan teknologi pertanian (2) Teknologi pertanian yang telah ada di Kecamtan Montasik Aceh Besar 1985-2016 (3) Pengaruh teknologi pertanian terhadap kehidupan sosial ekonomi dan budaya masyarakat di Kecamatan Montasik Aceh Besar 1985-2016.Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode sejarah. Sumber data yang digunakan adalah sumber primer berupa hasil wawancara dan sumber sekunderyaitu dokumentasi, buku dan jurnal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalahobservasi, wawancara, dan dokumentasi.Bedasarkanhasilpenelitiandiperolehinformasibahwa (1) Penggunaan teknologi pertanian telah membawa perubahan ekonomi dan budaya masyarakat di Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar.(2) Teknologi pertanian seperti traktor, pembangunan irigasi, pengggunaan bibit unggul dan pestisida telah meningkatkan hasil produksi padi hal ini bisa dilihat daritingkat pendidikan anak petani yang lebih baik, keadaan rumah petani yang sudah layak huni dan kepemilikan barang sekunder yang dimiliki para petani di Kecamatan Montasik Aceh Besar.Kata kunci:Pengaruh, Pertanian,Teknologi.    ABSTRACTIn the development of modern technology, agricultural technology has had an impact on the changing economic and cultural life of the community in the Montasik District of Aceh Besar. This study aims to determine (1) socio-economic and cultural life of the community in Montasik District of Aceh Besar before using agricultural technology (2) Agricultural technology that already existed in Kecamatan Montasik Aceh Besar 1985-2016 (3) The influence of agricultural technology on socio-economic and cultural life Community in Montasik Aceh Besar District 1985-2016. The approach used in this study is a qualitative approach using historical methods. Sources of data used are primary sources of interviews and secondary sources of documentation, books and journals. Data collection techniques used are observation, interview, and documentation. Based on the research results obtained information that (1) The use of agricultural technology has brought economic and cultural change in the District Montasik District Aceh Besar. (2) Agricultural technologies such as tractors, irrigation development, the use of superior seeds and pesticides have improved rice yields. This can be seen from the better education of children of farmers, the condition of decent farmers homes and the ownership of secondary goods owned by farmers in District Montasik Aceh BesarKeywords: Influence, Agriculture,Technology. 
PERKEMBANGAN SENI KARAWITAN DI GAYO LUT DESA DAMAR MULYO KECAMATAN ATULINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH DARI TAHUN 1984-2017 Sarah, Nuriyanti; Abdullah, Teuku; Yoesoef, Anwar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 4 (2017): Nopember 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.358 KB)

Abstract

ABTRASCTThe research entitled "The development of Karawitan art in Gayo Lut village Damar Mulyo Atulintang District Central Aceh Regency tahun1984-2017" The purpose of this study is (1) to know how the development of Karawitan art presentation in the village Damar Mulyo Atulintang District Central Aceh District (2) To know the development of Karawitan art function in gayo lut village Damar Mulyo Atulintang District Central Aceh District (3) to find out how to put the existence of Karawitan art towards Gayo Lut society in Damar Mulyo Village, Atulintang Sub-district, Central Aceh Regency. In this study researchers used a qualitative approach and this type of research using historical method (history). To obtain the data required by researcher using data collecting technique with observation and interview get data obtained from traditional figure (elder), artist of Karawitan, gayo society included in list of informant.The development of Karawitan art in the village of Damar mulyo was brought by the Javanese ethnic community who transmigrated to Aceh in 1984, the beginning of Karawitan art performance was done three months after the delivery of tools from Java by the government, which until 2017 developing. Karawitan art in the village of Damar Mulyo rely on 13 tools that are played by the players (singers) art Karawitan with two singers (sinden) with Pelog and Selendro notation. Karawitan artists costume in Damar Mulyo village there from 1984 new wearing costumes in 2014. The costumes used are Blangkon placed on the head of male Karawitan players and wearing ladies dress, women wearing clothes dressing kebaya, awkward and conde in his head after the Sharia Islam of sinden only use ordinary clothes and menggunkan hijab not using bun and conde. Keywords: Development of Karawitan ArtABSTRAKPenelitian yang berjudul “Perkembangan seni Karawitan di Gayo Lut desa Damar Mulyo Kecamatan Atulintang Kabupaten Aceh Tengah tahun1984-2017” tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bagaimana perkembangan penyajian seni Karawitan yang berada di desa Damar Mulyo Kecamatan Atulintang Kabupaten Aceh Tengah (2) Untuk mengetahui perkembangan fungsi seni Karawitan di gayo lut desa Damar Mulyo Kecamatan Atulintang Kabupaten Aceh Tengah (3) untuk mengetahui bagaimana penagaruh keberadaan seni Karawitan terhadap masyarakat Gayo Lut di desa Damar Mulyo Kecamatan Atulintang Kabupaten Aceh Tengah. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini menggunakan metode sejarah (sejarah). Untuk memperoleh data diperlukan peneliti menggunakan tekhnik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara mendapatkan data diperoleh dari tokoh adat (sesepuh), pemain seni Karawitan, masyarakat gayo yang termasuk didalam daftar Informan. Perkembangan seni Karawitan di desa Damar mulyo di bawa oleh para masyarakat Etnis Jawa yang bertransmigran ke Aceh pada tahun 1984, awal mula pementasan seni Karawitan dilakukan tiga bulan setelah dikirimnya alat-alat dari Jawa oleh pemerintah, yang hingga pada tahun 2017 masi berkembang. Seni Karawitan di desa Damar Mulyo menggandalkan 13 alat yang di mainkan oleh para pemain (penabuh) seni Karawitan dengan dua penyanyi (sinden) dengan notasi Pelog dan Selendro. Kostum para pemain seni Karawitan di desa Damar Mulyo ada dari tahun 1984 baru mengenakan kostum pada tahun 2014. Kostum yang digunakan adalah Blangkon diletakkan dikepala pemain Karawitan pria dan menggunakan pakaian beskap, pakaian wanita pesinden menggunakan baju kebaya, sanggung dan konde di kepalanya setelah peraturan syariat islam para sinden hanya menggunakan baju biasa dan menggunkan hijab tidak menggunakan sanggul dan konde. Kata Kunci: Perkembangan Seni Karawitan.ABTRASCTThe research entitled "The development of Karawitan art in Gayo Lut village Damar Mulyo Atulintang District Central Aceh Regency tahun1984-2017" The purpose of this study is (1) to know how the development of Karawitan art presentation in the village Damar Mulyo Atulintang District Central Aceh District (2) To know the development of Karawitan art function in gayo lut village Damar Mulyo Atulintang District Central Aceh District (3) to find out how to put the existence of Karawitan art towards Gayo Lut society in Damar Mulyo Village, Atulintang Sub-district, Central Aceh Regency. In this study researchers used a qualitative approach and this type of research using historical method (history). To obtain the data required by researcher using data collecting technique with observation and interview get data obtained from traditional figure (elder), artist of Karawitan, gayo society included in list of informant.The development of Karawitan art in the village of Damar mulyo was brought by the Javanese ethnic community who transmigrated to Aceh in 1984, the beginning of Karawitan art performance was done three months after the delivery of tools from Java by the government, which until 2017 developing. Karawitan art in the village of Damar Mulyo rely on 13 tools that are played by the players (singers) art Karawitan with two singers (sinden) with Pelog and Selendro notation. Karawitan artists costume in Damar Mulyo village there from 1984 new wearing costumes in 2014. The costumes used are Blangkon placed on the head of male Karawitan players and wearing ladies dress, women wearing clothes dressing kebaya, awkward and conde in his head after the Sharia Islam of sinden only use ordinary clothes and menggunkan hijab not using bun and conde. Keywords: Development of Karawitan Art      ABSTRAKPenelitian yang berjudul “Perkembangan seni Karawitan di Gayo Lut desa Damar Mulyo Kecamatan Atulintang Kabupaten Aceh Tengah tahun1984-2017” tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bagaimana perkembangan penyajian seni Karawitan yang berada di desa Damar Mulyo Kecamatan Atulintang Kabupaten Aceh Tengah (2) Untuk mengetahui perkembangan fungsi seni Karawitan di gayo lut desa Damar Mulyo Kecamatan Atulintang Kabupaten Aceh Tengah (3) untuk mengetahui bagaimana penagaruh keberadaan seni Karawitan terhadap masyarakat Gayo Lut di desa Damar Mulyo Kecamatan Atulintang Kabupaten Aceh Tengah. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini menggunakan metode sejarah (sejarah). Untuk memperoleh data diperlukan peneliti menggunakan tekhnik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara mendapatkan data diperoleh dari tokoh adat (sesepuh), pemain seni Karawitan, masyarakat gayo yang termasuk didalam daftar Informan. Perkembangan seni Karawitan di desa Damar mulyo di bawa oleh para masyarakat Etnis Jawa yang bertransmigran ke Aceh pada tahun 1984, awal mula pementasan seni Karawitan dilakukan tiga bulan setelah dikirimnya alat-alat dari Jawa oleh pemerintah, yang hingga pada tahun 2017 masi berkembang. Seni Karawitan di desa Damar Mulyo menggandalkan 13 alat yang di mainkan oleh para pemain (penabuh) seni Karawitan dengan dua penyanyi (sinden) dengan notasi Pelog dan Selendro. Kostum para pemain seni Karawitan di desa Damar Mulyo ada dari tahun 1984 baru mengenakan kostum pada tahun 2014. Kostum yang digunakan adalah Blangkon diletakkan dikepala pemain Karawitan pria dan menggunakan pakaian beskap, pakaian wanita pesinden menggunakan baju kebaya, sanggung dan konde di kepalanya setelah peraturan syariat islam para sinden hanya menggunakan baju biasa dan menggunkan hijab tidak menggunakan sanggul dan konde. Kata Kunci: Perkembangan Seni Karawitan. 
MINAT MAHASISWA SEJARAH TERHADAP PRODI PENDIDIKAN SEJARAH FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH ,, Isnawati; Yoesoef, Anwar; ,, Nurasiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.314 KB)

Abstract

ABSTRAKSesuai dengan judul yang diangkat yaitu “Minat Mahasiswa Sejarah Terhadap Prodi Sejarah FKIP Unsyiah”, maka tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui minat mahasiswa sejarah terhadap Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unsyiah (2) untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi dan menghambat minat mahasiswa sejarah terhadap Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unsyiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dengan teknik angket. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa: Segi minat, dari 74 responden, 38 orang menjawab berminat, 17 orang sangat berminat, 14 orang kurang berminat dan 5 orang tidak berminat. Segi proses belajar mengajar, dari 74 responden 34 orang berminat, 27 orang  sangat berminat, 11 orang kurang berminat dan 2 orang tidak berminat. Segi minat selain Prodi Pendidikan Sejarah, dari 74 responden 36 orang kurang berminat 18 orang berminat, 15 orang sangat berminat dan 5 orang tidak berminat. Segi kunjungan terhadap situs bersejarah, dari 74 responden 38 orang pernah, 21 orang jarang, 15 orang sering dan 2 orang tidak pernah. Segi layanan dari 74 responden 42 orang merasa puas, 15 orang kurang memuaskan, 10 orang sangat memuaskan dan 8 orang tidak memuaskan. Segi sarana dan prasarana, dari 74 responden 25 orang sangat memuaskan, 17 orang memuaskan, 17 orang kurang memuaskan dan 10 orang tidak memuaskan. Segi metode mengajar para dosen, dari 74 responden 23 orang menyenangkan, 25 orang sangat menyenangkan, 11 orang kurang menyenangkan dan 6 orang tidak menyenangkan. Segi tempat tinggal, dari 74 responden 35 orang mempengaruhi, 26 orang kurang mempengaruhi, 8 orang tidak mempengaruhi dan 5 orang sangat mempengaruhi. Segi Prodi Sejarah salah satu pilihan utama mahasiswa, dari 74 responden 39 orang bisa jadi, 18 orang iya, 17 orang meragukan/mungkin dan 3 orang menjawab bukan salah satu pilihan utama. Segi Prodi Sejarah sebagai pilihan utama, dari 74 responden 47 orang bisa jadi, 23 orang meragukan/mungkin, 4 orang tidak/bukan dan 1 orang ya. Segi Prodi Sejarah sebagai pilihan akhir, dari 74 responden 29 orang tidak/bukan, 24 bisa jadi, 14, orang mungkin dan 7 orang ya. Segi dukungan orang tua, dari 74 responden 33 orang orang tua mendukung, 24 orang menjawab sangat mendukung, 12 orang dan 6 orang tidak ada dukungan. Segi paksaan, dari 74 responden, 34 orang ya, 18 orang tidak ada paksaan, 14 orang, bisa jadi dan 8 orang mungkin/meragukan. Segi faktor lain, dari 74 responden terdapat 19 orang ada faktor lain, 18 orang bisa jadi,  16 orang mungkin dan 11 orang tidak ada. Segi aktivitas perkuliahan, dari 74 responden 31 orang menikmati aktivitas 17 orang dan 15 orang menjawab sangat menikmati dan 11 orang yang menjawab kurang menikmati. Kata Kunci : Minat, Mahasiswa Sejarah, Prodi Pendidikan Sejarah.                         ABSTRACT             In accordance with title raised the "Student interest in History Against Prodi FKIP University History", then the purpose of this research is (1) to find out students interest in history against Prodi history education FKIP University (2) to find out the factors that affect and inhibit students interest in history against Prodi history education FKIP University. This research uses a quantitative approach with a descriptive method. Data collection techniques with question form. On the basis of the research results can be known that: in terms of interests, from 38 respondents, 74 people answer interested, 17 people are very interested, 14 people are less interested and 5 people are not interested. In terms of the teaching and learning process, of the 34 respondents 74 people interested, 27 people are very interested, 11 people are less interested and 2 people are not interested. In terms of interest in addition to the educational status of history, of the 36 respondents 74 people less interested in 18 people interested, 15 people are very interested and 5 people are not interested. In terms of the visit against the historic sites of respondents 74 38 people ever, 21 people are rare, 15 people often and 2 people is never. In terms of service of the respondents 42 74 people were satisfied, 15 people are less satisfactory, 10 people are very satisfactory and 8 people are not satisfactory. In terms of infrastructure, of respondents 74 25 people highly satisfactory, satisfactory, 17 17 less satisfactory and 10 people are not satisfactory. In terms of the method of teaching professors, from 23 respondents 74 people fun, very pleasant people 25th, 11 people are less pleasant and unpleasant person 6. In terms of place of residence, from 74 respondents 35 people influence, 26 people less influenced, 8 people does not affect and 5 people greatly influences. In terms of the Historical status of one of the main options for students, from 74 respondents 39 people could so, 18 people Yes, 17 people doubt/probably 3 people responded and not one of the main options. In terms of the status of history as the premier choice of 74 47 respondents, people can be so dubious people/23 May, 4 people are not/not and one person Yes. In terms of the status of history as the final choice, from 74 respondents 29 no/not, 24 may, 14, people may and 7 people Yes. In terms of support to parents, from 33 respondents 74 people parents support, 24 people responded very supportive, 12 and 6 people there is no support. In terms of coercion, of 74 respondents, 34 people Yes, 18 people there is no coercion, 14 people, could be and probably 8 people/dubious. In terms of other factors, from 74 respondents there were 19 people there were other factors, 18 people could so, 16 May and 11 people does not exist. In terms of activities and associated costs, of 31 respondents 74 people enjoy the activity of 17 people and 15 people responded very much enjoyed and 11 people who answered less enjoy. Keywords: Interests, Student Of History, Educational Status                         History.
IBRAHIM KADIR : BIOGRAFI SEORANG SENIMAN GAYO, 1940-2016 Yunita Sari, Elvi; ,, Mawardi; Yoesoef, Anwar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.311 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Ibrahim kadir: Biografi Seorang Seniman Gayo, 1940-2016” ini mengangkat masalah tentang bagaimana peran Ibraim Kadir dalam memberikan kontribusi serta ikut memajukan kesenian Gayo yang patut diberi penghargaan, namun belum ada tulisan biografi yang lengkap mengenai dia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang kehidupan, peran dalam bidang kesenian dan kesan masyarakat terhadap Ibrahim kadir. Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan pendekatan kualitatif, sedangkan pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil sebagai berikut: Ibrahim Kadir adalah seorang Seniman yang multitalenta, dengan yang kehidupan keluarganya tidak jauh dari dunia seni, Ibrahim Kadir mendapatkan ilmu seninya dari kakak, Ayah, seniman-seniman Gayo dan pendidikan di IKJ (Institut Kesenian Jakarta). Dia berperan penting dalam kesenian didong, tari dan juga peran. Ibrahim Kadir banyak mendapatkan penghargaan dari seni tari dan juga peran. Ibrahim Kadir pernah menciptakan beberapa tari massal dalam acara MTQ, dan juga PORSENI, Ibrahim kadir pernah bermain film dalam film Cut Nyak Dhien dan Puisi Tak Terkuburkan. Ia pernah bekerja menjadi guru SD, SMP, SMA dan pernah bekerja di Dinas Kebudayaan. Oleh karenanya di mata masyarakat Ibrahim Kadir tampil sebagai orang yang lembut, murah hati, berjiwa halus, tekun dan penyabar. Kata Kunci : Ibrahim Kadir, Biografi, Seniman, Gayo.
NANDONG: KESENIAN TRADISIONAL SIMEULUE Septa, Fadmi; Yoesoef, Anwar; ., Nurasiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 4 (2017): Nopember 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABTRASCTThis research raises the problem of how the development of nandong arts in 2002-2016, how the role of nandong in the life of Simeulue people, how the response of Simeulue society to the art of nandong, this research aims to explain the development of art nandong year 2002-2016, To know the role of nandong in peoples life Simeulue, To describe the response of Simeulue community to the art of nandong.The method used is a critical history with a qualitative approach. The result of the data analysis shows that from 2002 the arts of nandong experienced a rapid progress, nandong rescue the simeulue community from tsunami that happened in 2004 then.The data were collected in three ways, ie interviews with informants, documentation on village archives and newspapers, and direct observation to Teupah Barat and Simeulue Timur subdistricts. Informants in this study included Nindian Artist, Head of Nandong Cultural Office Simeulue Secretary of West Teupah Subdistrict as well as communities and artists nandong Simeulue.Based on the results of data analysis, the findings of this study can be put forward as follows: first, the arts nandong experienced a good development. Second, art nandong plays an important role in the life of the community simeulue. third, the response of the Simeulue community to the art of nandong simeulue can be categorized into two groups, ie the response of young people who do not care about artistry of nandong while the elders who pay attention to art nandong. Keywords: Traditional Art, Nandong, Simeulue  ABSTRAKPenelitian ini mengangkat masalah tentang bagaimana perkembangan kesenian nandong tahun 2002-2016, bagaimana  peran nandong dalam kehidupan masyarakat Simeulue, bagaimana tanggapan masyarakat Simeulue terhadap kesenian nandong,Penelitian ini bertujuan untuk  menjelaskan perkembangan kesenian nandong tahun 2002-2016, Untuk mengetahui peran nandong dalam kehidupan masyarakat Simeulue, Untuk mendeskripsikan tanggapan masyarakat Simeulue terhadap kesenian nandong. Metode yang digunakan adalah sejarah kritis dengan pendekatan kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dari tahun 2002 kesenian nandong mengalami kemajuan yang pesat, nandong menyelamatkan masyarakat simeulue dari bencana tsunami yang terjadi tahun 2004 lalu. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara, yakni wawancara dengan informan, dokumentasi pada arsip kampung dan surat kabar, dan observasi langsung ke Kecamatan Teupah Barat dan Simeulue Timur.Informan dalam penelitian ini meliputiSeniman Nandong, Kabid Nandong Dinas Kebudayaan Simeulue Sekertaris Camat Teupah Baratserta masyarakat dan seniman nandong Simeulue. Berdasarkan hasil analisis data, temuan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut: pertama, kesenian nandong mengalami perkembangan yang baik. Kedua, kesenian nandong sangat berperan dalam kehidupan masyaraat simeulue. ketiga, tanggapan masyarakat Simeulue terhadap kesenian nandong simeulue dapat dikategorikan dalam 2 kelompok, yakni tanggapan kaum muda yang tidak terlalu memperdulikan kesenian nandong sedangkan kaum tua yang memperhatikan kesenian nandong. Kata kunci: Kesenian Tradisional, Nandong, Simeulue
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER DENGAN STRATEGI BISNIS BERISIKO TERHADAP PRESTASI BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 15 TAKENGON Rianti, Isna; Yoesoef, Anwar; ,, Nurasiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.636 KB)

Abstract

ABSTRAKBagi setiap bangsa pendidikan mempunyai peranan yang penting. Sekolah merupakan lembaga yang dirancang untuk melaksanakan pendidikan. Beberapa sekolah masih ada guru yang menerapkan proses belajar mengajar cenderung membosankan dan kurang menarik perhatian siswa. Salah satu upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa adalah dengan memadukan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered HeadsTogetherdengan strategi bisnis berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together dengan strategi bisnis berisiko terhadap prestasi belajar sejarah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 15 Takengon. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS dengan tekniktotal sampling. Siswa kelas XI IPS.2 sebagai kelas kontrol dan XI IPS.1 sebagai kelas eksperimen yang masing-masing berjumlah 28 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan tes. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan uji validitas dan uji reliabilitas, selanjutnya  uji normalitas dan uji homogenitas, dan uji-t. Pengujian pada kelas eksperimen terdapat 17 butir pertanyaan yang valid dan reliabel. Uji normalitas, signifikansi 0.059>0.05 ini berarti data berdistribusi normal. Uji homogenitas terdapat keseragaman data atau punya varians yang sama. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Togetherdengan strategi bisnis berisiko di SMA Negeri 15 Takengon dengan  rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen 82, sedangkan nilai rata-rata dari kelas kontrol 64. Berdasarkan pengujian statistik dinyatakan bahwa ada perbedaan nilai antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol, karena nilai p-value = 0,00 < 0,05 berarti terima Hoyang artinya ada perbedaan signifikan rata-rata antara dua kelas. Kata Kunci:Bisinis Berisiko, Model Pembelajaran Numbered Heads Together,Pembelajaran Kooperatif, Prestasi Belajar.  ABSTRACTFor every nation education has an important role. School is an institution designed to carry out education. Some school still have teachers who implement teaching and learning processes tend to be boring and less attention to students. One effort to improve student achievement is by combining cooperetive learning type Numbered Heads Together with risky business strategy. This study aims to determine the effect of cooperative learning type Numbered Heads Together with business at risk to the achievement of student learning history of class XI IPS SMA Negeri 15 Takengon. The approach used is aquantitative approach with the type of experimental research. The population in this study is all students of class XI IPS with total sampling technique. The sudents of class XI IPS.2 as the control class and XI IPS.1 as the experimental class, each of which amounted to 28 students. Data collection is done by test. Data analysis technique in this research with validity test and reliability test, then normality test and homogenity test, and t-test. Testing in the experimental class there are 17 questions that are valid and reliable. Normality test, significance 0.059 > 0.05 this means normal distributed data. Homogeneity test have uniformity of data or have the same variance. The risult of the research shows that there is influence of the application of cooperative learning type Numbered Heads Together with risky business strategy in SMA Negeri 15 Takengon with avarage value of control class 64. Based on statistical test stated that there the difference in value between the experimental class and the control class, since the p-value = 0.00 < 0.05 means Ho accept which means there is a significant difference of mean between the two clases.                                                                                           Keywords: Risk Business, Learning model Numbered Heads Together, Coopeative Learning Achievement.          
IBRAHIM KADIR : BIOGRAFI SEORANG SENIMAN GAYO, 1940-2016 Yunita Sari, Elvi; ,, Mawardi; Yoesoef, Anwar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.311 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Ibrahim kadir: Biografi Seorang Seniman Gayo, 1940-2016” ini mengangkat masalah tentang bagaimana peran Ibraim Kadir dalam memberikan kontribusi serta ikut memajukan kesenian Gayo yang patut diberi penghargaan, namun belum ada tulisan biografi yang lengkap mengenai dia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang kehidupan, peran dalam bidang kesenian dan kesan masyarakat terhadap Ibrahim kadir. Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan pendekatan kualitatif, sedangkan pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil sebagai berikut: Ibrahim Kadir adalah seorang Seniman yang multitalenta, dengan yang kehidupan keluarganya tidak jauh dari dunia seni, Ibrahim Kadir mendapatkan ilmu seninya dari kakak, Ayah, seniman-seniman Gayo dan pendidikan di IKJ (Institut Kesenian Jakarta). Dia berperan penting dalam kesenian didong, tari dan juga peran. Ibrahim Kadir banyak mendapatkan penghargaan dari seni tari dan juga peran. Ibrahim Kadir pernah menciptakan beberapa tari massal dalam acara MTQ, dan juga PORSENI, Ibrahim kadir pernah bermain film dalam film Cut Nyak Dhien dan Puisi Tak Terkuburkan. Ia pernah bekerja menjadi guru SD, SMP, SMA dan pernah bekerja di Dinas Kebudayaan. Oleh karenanya di mata masyarakat Ibrahim Kadir tampil sebagai orang yang lembut, murah hati, berjiwa halus, tekun dan penyabar. Kata Kunci : Ibrahim Kadir, Biografi, Seniman, Gayo.
PERKEMBANGAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. ZAINOEL ABIDIN TAHUN 1979-2016 Dewinta, Fitriana; Yoesoef, Anwar; -, Nuasiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.311 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Perkembangan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Tahun 1979-2016” mengangkat masalah tentang perkembangan Rumah Sakit UmumDaerah dr. Zainoel Abidin dilihat dari segi sejarah Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, perkembangan fasilitas rumah sakit, perkembangan tenaga medis rumah sakit, serta perkembangan jumlah pasien.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah rumah sakit, perkembangan fasilitas, perkembangan jumlah tenaga medis , dan perkembangan jumlah pasien di RSUD dr. Zainoel Abidin dari tahun 1979-2016. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan menggunakan metode penelitian sejarah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan informan dan dokumentasi pada bagian administrasi rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Rumah sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin berdiri dari tahun 1979berdasarkan surat keputusan MENKES RItahun 1979. (2) Fasilitas rumah sakit terus mengalami perkembangan sampai sekarang terutama sejak tahun 2009 setelah selesainya gedung baru rumah sakit pada gedung baru fasilitas rumah sakit disesuaikan dengan rumah sakit kelas A,fasilitas di RSUD dr. Zaiboel Abidin terus mengalami perkembangan mengikuti perkembangan dunia kedokteran. (3)Tenaga medis di RSUD dr. Zainoel Abidin terus meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya. (4) Perkembangan jumlah pasien di rumah sakit terus meningkat disetiap tahunnya namun terjadi penurunan pada tahun 2005 kemudian meningkat di tahun 2010 hal ini dikarenakan adanya JKRA sehingga pasien berobat ke rumah sakit biaya pengobatan ditanggung oleh pemerintah.Kata Kunci : Perkembangan, Rumah Sakit Umum Daerah