Jalil, Jalil
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

EVALUASI TINGKAT PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP MANGROVE Rhizophora mucronata DI LOKASI PENGABDIAN PADA MASYARAKAT UNIVERSITAS TERBUKA KELURAHAN TEKOLABBUA KECAMATAN PANGKAJENE KABUPATEN PANGKEP Jalil, Jalil
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 6, No 2 (2017): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan, kelangsungan hidup tanaman mangrove jenis  Rhizophora mucronata di lokasi Abdimas Universitas Terbuka pada Tahun 2012.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.  Tanaman ujian dalam penelitian ini adalah tanaman hasil abdimas UT pada tahun 2012.  Hasil penelitian menunjukkan tingkat pertumbuhan mangrove di lokasi penelitian sangat tinggi yaitu > 100 cm dengan kondisi lingkungan yang meliputi salinitas, suhu, kecepatan arus dan tekstur tanah optimal utuk pertumbuhan mangrove.  Namun demikian tingkat kelangsungkan hidup yang didapatkan sangat rendah yaitu 22,33% < 60%. Diperlukan penelitian lanjutana untuk mengukur parameter lingkungan yang belum diukur pada pelitian ini.
Perilaku Siswa Pengguna Handphone di SMP Negeri Satu Atap Waangu Angu Kabupaten Buton Jalil, Jalil
Shautut Tarbiyah Vol 23, No 2 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.309 KB)

Abstract

Perilaku siswa SMP Negeri Satu Atap Waangu Angu Kabupaten   Buton yang dilatarbelakangi dengan adanya modernisasi mengakibatkan banyak para siswa yang menggunakan Hand Phone (HP) untuk mempermudah komunikasi, informasi dan interaksi. Namun dalam penggunaan HP terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan pendidikan siswa serta waktu yang tepat sehingga terjadilah pergeseran nilai dan karakter siswa yang mengakibatkan perubahan perilaku siswa pengguna HP yang tidak jujur, disiplin, dan tanggung jawab. Walaupun peraturan mengenai larangan membawa dan menggunakan HP di sekolah sudah disosialisasiakan namun tidak jarang ditemui masih ada siswa yang melanggar peraturan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa,  masih adanya siswa yang membawa dan menggunakan handphone di sekolah baik di dalam kelas maupun di luar kelas, akibatnya  dapat mengganggu proses belajar  mengajar dan tidak mencapai ketuntasan dalam mengikuti pelajaran. Mengatasi kondisi demikian telah dilakukan berbagai macam upaya yang dilakukan baik oleh pihak sekolah dan pemerintah daerah melalui penerapan peraturan baik secara tertulis maupun secara lisan termasuk sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan siswa serta pendekatan kepada orang tua siswa.Kata Kunci : Perilaku, Siswa, Pengguna, Handphone
Ekonomi Kreatif Sebagai Materi Kewirausahaan Guna Meningkatkan Motivasi Wirausaha Mahasiswa Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar Jalil, Jalil; Hamrin, Hamrin; Irfan, Irfan
TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 4, No 2 (2017): Vernacularies Local Potencies Trought Art & Design
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Creative Economy as Entrepreneurship Material To Improve Student Entrepreneurship Motivation Faculty Of Art And Design Universitas Negeri Makassar. Indonesia has great creative economic potential, but the number of entrepreneurs is still very low, therefore, through art education, art and design students need to be fostered to become creative young entrepreneurs in the field of creative economy. To make this happen it is necessary to draft the module / entrepreneurial learning materials based on the type of business in the field of creative economy in accordance with the arts and culture, learning tools for entrepreneurship courses that can be used in the Faculty of Arts and Design based on creative industry with the type of business of art and culture, and make various media based on creative economy business by raising the profile of creative economy effort with local wisdom then elaborated become part of the module and learning device can create more young entrepreneurs in the creative economy. This research is qualitative applied with data analysis using Miles and Huberman plot. Creative industry materials that become the advantages of the module that is composed of various local businesses in the field of art and design, such as art goods market, art craft by lifting the craft from Tana Toraja and textile craft in the form of silk weaving from Wajo Regency. Performing arts by raising the potential of various art galleries in Makassar City. Art and design as well as performing arts are the two pillars of art and culture, so it is expected that the modules can be applied in the environment of the Faculty of Arts and Design in particular, and the Arts College in Indonesia in generalAbstrak. Ekonomi Kreatif Sebagai Materi Kewirausahaan Guna Meningkatkan Motivasi Wirausaha Mahasiswa Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar. Indonesia memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar, namun jumlah wirausaha masih sangat  rendah, oleh sebab itu, melalui pendidikan tinggi seni, mahasiswa seni dan desain perlu dibina untuk menjadi wirausaha muda yang kreatif dibidang ekonomi kreatif. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu menyusun  draft modul/bahan pembelajaran kewirausahaan berbasis jenis usaha dibidang ekonomi kreatif yang sesuai dengan bidang seni budaya, merancang  perangkat pembelajaran mata kuliah kewirausahaan yang dapat digunakan di Fakultas Seni dan Desain berbasis industi kreatif dengan jenis usaha seni budaya, dan membuat berbagai media pembelajaran berbasis usaha ekonomi kreatif dengan mengangkat profil usaha ekonomi kreatif dengan kearifan lokal lalu dielaborasi menjadi bagian dari modul dan perangkat pembelajaran yang dapat menciptakan lebih banyak wirausaha muda dalam bidang ekonomi kreatif. Penelitian ini bersifat kualitatif terapan dengan analisis data menggunakan alur Miles dan Huberman. Materi industry kreatif yang menjadi kelebihan dari modul yang disusun adalah adanya beragam usaha local dibidang seni rupa dan desain, seperti pasar barang seni, seni kerajinan dengan mengangkat kerajinan dari Tana Toraja dan kerajinan tekstil berupa tenun sutra dari Kabupaten Wajo. Seni pertunjukan dengan mengangkat potensi berbagai sanggar-sanggar seni di Kota Makassar. Seni rupa dan desain maupun seni pertunjukan merupakan dua pilar ilmu seni budaya, sehingga diharapkan modul yang disusun dapat diterapkan dalam lingkungan Fakultas Seni dan Desain secara khusus, dan Perguruan Tinggi Seni di Seluruh Indonesia secara umum. 
Pengujian Sederhana Tanah Liat Lokal Guna Meningkatkan kualitas Gerabah Tradisional Menjadi Keramik Hias Berglasir Di Dusun Sandi Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar Muhdy, Ali Ahmad; Jalil, Jalil; Irfan, Irfan
TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 4, No 2 (2017): Vernacularies Local Potencies Trought Art & Design
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is an effort to improve the quality of pottery into ceramic art by conducting various experiments on the application of glaze technique. Because the quality of local clay in the area around the pottery crafters is doubtful only for low burn (pottery) maximum of 800 °, it will be used some alternative raw materials of clay, such as clay from Pangkep regency and clay from Gowa regency estimated to be glazed with a high burn above 800 °. Another alternative is to mix the local clay from the craftsmen area with the clay from the outside with materials processing techniques to obtain soil material that is more plastic and resistant to the glaze. The main problem of the research is the art of pottery has survived for hundreds of years in Takalar District, but the quality improvement is so slow that it is less competitive in the national market and global market, another problem is that most artisans of more than 60% still survive by making traditional temporary pottery art the price of traditional pottery art is still very low. 11 local soil materials as research samples continued at the glazing stage with dyeing techniques using FT360 (transparent), 19I (blue), and 19 (white) glaze materials. Combustion is done with a continuous furnace made of fireproof stones using wood fuel (teak residue) and can be measured the burning temperature using pyrometer. The burning plan is carried out for 5 hours until it reaches 1100 °. The result of glaze burning generally shows that all glazed samples can survive at 1100 ° and melt glazes. The disadvantage is the glaze technique that has not been standardized to cause uneven glaze results, there are still many cracked (cracked) glaze surface. However, the glazed ceramic body has not changed even can remain stable, it's just that glaze technique needs to be improved in further research. Abstrak. Pengujian Sederhana Tanah Liat Lokal Guna Meningkatkan kualitas Gerabah Tradisional Menjadi Keramik Hias Berglasir Di Dusun Sandi Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar.  Penelitian ini merupakan upaya peningkatan kualitas gerabah menjadi seni keramik dengan melakukan berbagai eksperimen penerapan teknik glasir.  Oleh karena kualitas tanah liat lokal di daerah sekitar perajin gerabah berada diragukan hanya bisa untuk bakaran rendah (gerabah) maksimal 800°,  maka akan di gunakan beberapa alternatif bahan baku tanah liat, seperti tanah liat dari Kabupaten Pangkep maupun tanah liat dari Kabupaten Gowa, yang diperkirakan dapat diglasir dengan bakaran tinggi di atas 800°. Alternatif lainnya adalah mencampur tanah liat lokal dari daerah perajin dengan tanah liat dari luar dengan teknik pengolahan bahan untuk memperoleh bahan baku tanah yang lebih plastis dan tahan untuk di glasir. Permasalahan utama penelitian adalah seni kerajinan gerabah telah bertahan selama ratusan tahun di Kabupaten Takalar, namun peningkatan mutu berjalan sangat lambat sehingga kurang kompetitif di pasar nasional maupun pasar global, permasalahan lainnya adalah sebagian besar perajin lebih dari 60 % masih bertahan dengan membuat seni gerabah tradisional sementara harga seni gerabah tradisional masih sangat rendah. 11 bahan tanah local sebagai sampel  penelitian berlanjut pada tahap pengglasiran dengan teknik celup menggunakan bahan glasir FT360 (transparan), 19I (biru), dan 19 (putih). Pembakaran dilakukan dengan tungku kontinu terbuat dari batu tahan api dengan menggunakan bahan bakar kayu (sisa kayu jati) dan dapat diukur suhu bakarnya menggunakan pyrometer. Rencana pembakaran dilakukan selama 5 jam hingga mencapai 1100°. Hasil pembakaran glasir menunjukkan pada umumnya seluruh sampel yang diglasir dapat bertahan pada suhu 1100° dan glasir meleleh. Kelemahannya adalah teknik glasir yang belum sesuai standar menyebabkan hasil glasir belum merata, masih banyak pecah-pecah (retak) permukaan glasirnya. Namun demikian body keramik yang diglasir tidak mengalami perubahan bahkan dapat tetap stabil, hanya saja teknik glasir perlu lebih diperbaiki pada penelitian selanjutnya. 
MENGGAMBAR BAGAN (Studi terhadap Mahasiswa Seni Rupa FBS UNM) Jalil, Jalil
JURNAL IMAJINASI Vol 3, No 6 (2005)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati kemampuan mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Rupa FBS UNM, Makassar dalam Menggambar Bagan. Data dan informasi ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan masukan bagi jurusan dalam pembinaan dan pengembangan mata kuliah Menggambar Bagan. Teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui pengamatan dengan menggunakan format observasi, dokumentasi, dan wawancara bebas. Analisis datanya menggunakan teknik analisis deskriptif-kuantitatif melalui ragam persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam Menggambar Bagan relatif rendah, yang antara lain disebabkan oleh kurangnya motivasi mereka dalam belajar/latihan menggambar. Sedangkan motivasi mahasiswa dalam Menggambar Bagan, erat hubungannya dengan potensi bakat dasar menggambar yang dimiliki.