Articles

Found 4 Documents
Search

Efficacy of 20% urea cream on uremic pruritus with uremic xerosis in chronic renal failure patients undergoing hemodialysis Yahya, Yulia Farida; Roiana, Nina; Andarina, Rosi; Suprapti, Suprapti; Saleh, Irsan
Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Vol 30, No 1 (2018): APRIL
Publisher : Faculty Of Medicine Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.749 KB) | DOI: 10.20473/bikkk.V30.1.2018.1-9

Abstract

Background: Uremic pruritus (UP) is the most common symptoms in patients with chronic renal failure (CRF) undergoing hemodialysis (HD). It is a chronic itch sensation of the skin, with the most frequent clinical manifestation being xerosis, which is difficult to treat. There is a significant relationship between UP and moderate to severe uremic xerosis (UX) in CRF patients undergoing HD. This condition could affect the quality of life and increase the risk of morbidity and mortality. The causes of UP with xerosis are still unclear, however it is evident that there is a disruption of skin barrier function. A 20% urea with the base materials cream consisting sodium pidolat sodium lactate (NaPCA) and vegetable oils that act as a natural moisturizing factor (NMF) can improve the skin barrier function by increasing skin hydration, reducing transepidermal water loss (TEWL) will result in the improvement of  UP with UX.  
Efficacy of SEBCLAIR® Cream for Moderate Seborrhoeic Dermatitis on The Face as An Adjuvant Therapy (Randomised Clinical Trial, Double Blind) Pranata, Radema A; Yahya, Yulia Farida; Aryani, Inda Astri; Roiana, Nina
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol 2 No 2 (2018): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine and Translational Research
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bsm.v2i2.47

Abstract

Background: Seborrhoeic dermatitis (SD) is a chronic papulosquamous inflammatory disease which resistant to medical treatment. Various treatment such as topical corticosteroid, antifungal and calcineurin inhibitor has been widely practiced and gives varying results Objective: Our objective was to compare the efficacy of Sebclair® and topical hydrocortisone 2,5% for management of moderate SD on the face Methods: A randomised clinical trial, controlled, double blind study was performed for four weeks. We assessed the efficacy and side effects of these topical treatment. The severity of SD was evaluated using Seborrhea Area Severity Index-Facial (SASI-F) score. The severity of pruritus was evaluated using Visual Analogue Scale. Demographic characteristics, baseline SASI-F and VAS were recorded in the medical record. Results: A 34 patients (14 males, 20 females) with moderate SD on the face completed the four weeks study. The mean of SASI T2 and VAS score of the Sebclair® group was significantly lower than Hydrocortisone 2.5% group with p = 0.000 and p = 0.000 respectively. Tolerance between Sebclair® and Hydrocortisone 2.5% showed insignificant results (p = 1.000) Conclusions: The longer application of Sebclair® was significantly more effective to improve moderate SD
HUBUNGAN KARAKTERISTIK KLINIS DAN KEPARAHAN PRURITUS UREMIK PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENDAPAT HEMODIALISIS Nadarajah, Shalini; Astri, Inda; Yahya, Yulia Farida
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 3 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pruritus uremik yang merupakan sensasi yang mengarahkan keinginan untuk menggaruk, yang sering terjadi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.Pruritus uremik sering merupakan masalah utama bagi pasien dengan penyakit ginjal stadium akhir  dan sering terjadi pada 10-85% pasien hemodialisis.Kondisi ini lebih umum pada lelaki yang tidak bekerja.Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan karakteristik klinis pruritus uremik pada pasien gagal ginjal kronik yang mendapat hemodialisis. Diambel sampel 92 orang pasien gagal ginjal kronik yang mendapat hemodialisis dari tahun 2014-2016 dengan metode consecutive sampling. Data diperoleh dari rekam medik pasien pruritus uremik di RSUP Palembang tahun 2014-2016. Diambil sampel 90 orang pasien pruritus uremik yang mendapat hemodialisis dari tahun 2014-2016 dengan metode consecutive sampling. Data diperoleh dari rekam medik pasien PU di RSUP Palembang tahun 2014-2016. Analisis data dilakukan dengaan menggunakan tabel distribusi frekuensi dan uji statistik chi-square test dan Odd ratio serta korelasi rank spearman. Pasien PU paling banyak merasakan gatal sedang yaitu 41 pasien (45.6%), di dominasi oleh laki-laki yaitu 59 pasien (65.6%), paling banyak terjadi pada usia 59 sampai 66 tahun yaitu 22 pasien (24.4%), paling banyak melakukan cuci darah pada tahun 2015 yaitu 39 pasien (43.3%), dan semua pasien mendapat durasi hemodialisis 1 sampai 5 tahun dengan frekuensi 2 kali seminggu.Hasil uji statistik pada penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan tingkat keparahan PU dengan jenis kelamin sedangkan nilai korelasi yang diperoleh adalah 0.018 yang tergolong korelasi sangat lemah dan tidak signifikan secara statistic
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PERAWATAN VAGINA TERHADAP KEJADIAN KEPUTIHAN PATOLOGIS PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA Sukamto, Neubrina Raesuky; Yahya, Yulia Farida; Handayani, Dwi; Argentina, Fifa; Liberty, Iche Andriyani
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 4 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keputihan (leukorea, flour albus, vaginal discharge) adalah sekret yang berlebihan dari vagina selain darah haid, dan tidak disebabkan neoplasma atau penyakit sistemik. Keputihan dapat bersifat fisiologis (normal) dan patologis (abnormal).. Pengetahuan dan perawatan yang baik dalam menjaga kebersihan organ reproduksi dapat memelihara kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam perawatan vagina diyakini berpengaruh terhadap kejadian keputihan patologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku perawatan vagina terhadap kejadian keputihan patologis pada mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah semua mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya angkatan 2015-2018.Dari 599 responden, faktor berpengaruh bermakna terhadap terjadinya keputihan patologis adalah pengetahuan (p= 0,044), sikap (p= 0,041) dan perilaku (p= 0,000) sesuai dengan hasil multivariat.pengetahuan, sikap, dan perawatan vagina merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian keputihan patologis