Articles

Found 4 Documents
Search

Karakteristik Nilai Kalor Briket Tebu Tibarau Sebagai Bahan Bakar Alternatif Nurdin, Hendri; Hasanuddin, Hasanuddin; Darmawi, Darmawi
invotek Vol 18 No 1 (2018): INVOTEK: Jurnal Inovasi, Vokasional, dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/invotek.v18i1.172

Abstract

Upaya dalam mendapatkan bahan bakar alternatif melalui pengembangan diversifikasi produk briket tebu tibarau. Salah satu bahan potensial sumber energi terbarukan yang dapat diolah menjadi bahan bakar briket yaitu tebu tibarau. Ketergantungan terhadap energi bahan bakar minyak (BBM) sebagai kebutuhan utama dapat dikurangi penggunaannya oleh masyarakat menengah ke bawah. Upaya dan inovasi briket tebu tibarau yang dihasilkan sebagai bahan bakar alternative sehingga mempunyai karakteristik terhadap kualitas dan performa yaitu nilai kalornya. Sebelum dikembangkan sumber potensi ini, diperlukan adanya tahapan ujicoba dan evaluasi sesuai tatanan alur pengembangan produk bahan bakar briket. Melalui teknologi proses pembuatan produk briket dengan kompaksi dan optimalisasi kandungan komposisi terhadap penggunaan perekat yang bermacam jenis sehingga diperoleh nilai kalornya. Dari penelitian ini dapat dihasilkan suatu pengembangan model produk briket tebu tibarau yang direkomendasikan sebagai bahan bakar alternatif. Karakteristik nilai kalor briket tebu tibarau yang maksimal dengan perekat inggu diperoleh sebesar 14608,36 kJ/Kg pada komposisi 80% : 20% dan densitasnya sebesar 302,98 Kg/m3. Penggunaan perekat dari jenis tanaman inggu dapat memperbesar karakteristik nilai kalor briket tebu tibarau sehingga dapat dinyatakan bahwa penggunaan perekat dapat mempengaruhi karakteristiknya. Perbandingan massa bahan baku (tebu tibarau) dengan perekat tapioka, besaran partikel, gaya penekanan (kompaksi), dapat mempengaruhi nilai kalor dan densitas briket tebu tibarau.
Karakteristik Nilai Kalor Briket Campuran Tebu Tibarau dan Kulit Durian Nurdin, Hendri; Waskito, Waskito; Darmawi, Darmawi
invotek Vol 19 No 1 (2019): INVOTEK: Jurnal Inovasi, Vokasional, dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/invotek.v19i1.502

Abstract

Kebutuhan energi yang meningkat di masyarakat, dapat berdampak terhadap kelangkaan bahan bakar minyak sehingga menjadi ketergantungan terhadap energi sebagai kebutuhan utama. Pengembangan diversifikasi produk berupa briket campuran tebu tibarau dan kulit durian sebagai upaya dalam mendapatkan bahan bakar alternatif. Sumber energi terbarukan yang berpotensi dijadikan bahan bakar briket berbahan baku tebu tibarau dan kulit durian. Upaya dan inovasi briket campuran tebu tibarau dan kulit durian yang dihasilkan sebagai bahan bakar alternatif sehingga mempunyai karakteristik terhadap kualitas dan performa yaitu nilai kalornya. Tahapan ujicoba dan evaluasi terhadap briket campuran tebu tibarau dan kulit durian diperlukan sebelum dikembangkan dan direkomendasi sebagai bahan bakar alternatif. Melalui teknologi proses pembuatan produk briket dengan kompaksi dan optimalisasi kandungan komposisi dan penggunaan jenis perekat sehingga diperoleh nilai kalornya. Dari penelitian ini diperoleh briket campuran tebu tibarau dan kulit durian yang direkomendasikan sebagai bahan bakar alternatif. Karakteristik nilai kalor briket campuran tebu tibarau dan kulit durian yang tertinggi dengan perekat gambir diperoleh sebesar 16967,91 kJ/Kg dan massa jenis 682,23 Kg/m3. Briket (biomassa) yang memiliki massa jenis (densitas) yang tinggi memiliki nilai kalor yang tinggi pula. Perbandingan komposisi campuran pada pembuatan briket yaitu 40% : 40% : 20%. Komposisi campuran antara bahan baku dengan perekat, besaran butir, gaya penekanan (kompaksi) sangat  mempengaruhi karakteristik nilai kalor dan massa jenis briket tersebut.
ANALISIS NILAI KALOR BRIKET BUNGA KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN PEREKAT TAPIOKA DAN DAMAR Firdaus, Muhammad; Nurdin, Hendri
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol 1 No 3 (2019): Volume 1, Issue 3, Mei 2019
Publisher : YAYASAN Sekora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34004/rrj.v1i3.82

Abstract

Kelangkaan bahan bakar minyak yang sering terjadi di Indonesia sangat memprihatinkan. Kebutuhan bahan bakar dalam negeri yang terus meningkat tiap tahunnya dan cadangan minyak yang semakin menipis menjadi penyebab utamanya. Salah satu upaya untuk mengatasi tersebut yaitu dengan mencari energi alternatif yang dapat diperbaharui. Briket memiliki potensi yang sangat besar untuk dimanfaatkan sebagai energi alternatif. Briket adalah bahan bakar yang memiliki wujud padat dan berasal dari sisa-sisa bahan organik. limbah bunga jantan kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan briket. Penilitian ini bertujuan untuk membuat briket sebagai bahan bakar alternatif dan mengetahui besar nilai kalor yang dihasilkan. Pembuatan briket ini dilakukan dengan perbandingan campuran bahan baku dan perekat 90% : 10%, 80% : 20%, 70% : 30% dan 60% : 40%. Hasil penelitian diperoleh komposisi campuran 80% : 20% merupakan variasi yang paling optimal dengan rata-rata nilai kalor 10.312,60 Kj/Kg untuk campuran perekat tepung tapioka dan 13.081,59 Kj/Kg untuk campuran perekat getah damar. Briket bunga kelapa sawit dengan menggunakan perekat getah damar memiliki nilai kalor tertinggi, karena getah damar memiliki kandungan hidrokarbon yang dapat menaikkan nilai kalor. Diharapkan dengan adanya penelitian ini masyarakat dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
ANALISIS NILAI KALOR BRIKET SERAT PINANG SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Sitorus, Purnama Anandi; Nurdin, Hendri
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol 1 No 3 (2019): Volume 1, Issue 3, Mei 2019
Publisher : Yayasan SEKORA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34004/r2j.v1i3.65

Abstract

Upaya untuk mencari bahan bakar alternatif terbarukan (renewable) yang ramah lingkungan dilakuan berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dalam keperluan rumah tangga khusnya minyak tanah. Salah satu energi terbarukan yang memiliki potensi besar di Indonesia yaitu biomassa. Dengan memenfaatkan limbah serat pinang dan tapioka menjadi briket telah membantu pemerintah dalam mengatasi masalah limbah. Penelitian ini bertujuan membuat briket dengan variasi campuran bahan baku dan perekatnya, 90% : 10%, 80% : 20%, 70% : 30%, 60% : 40% serta mendapatakan nilai kalor dan densitas. Hasil penelitian 80% serat pinang 20% tapioka memperoleh nilai kalor 12352,9 Kj/Kg serata densitas dari variasi ini sebesar 318,71 Kg/m3. Semakin tinggi nilai kalor bahan bakar maka semakin baik bahan bakar tersebut. Briket serat pinang perekat tapioka dapat dijadikan sebagai bahan bakar, karena memiliki nilai kalor yang tinggi