Articles

Found 6 Documents
Search

SIMULASI TEGANGAN VON MISES DAN ANALISA SAFETY FACTOR GANTRY CRANE KAPASITAS 3 TON

DINAMIKA: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.426 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi tegangan von mises dan menentukan faktor keamanan gantry crane. Material struktur yang digunakan adalah Steel AISI 4340 dan material hook adalah Cast Iron ASTM Grade 60. Gantry crane digambar menggunakan Autodesk Inventor 2014 dan simulasi menggunakan Comsol Multiphysics. Posisi pembebanan yang diberikan pada hook adalah 0,85 m, 1 m dan 1,15 m. Beban yang diberikan sebesar 29.420 N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tegangan von mises tertinggi dihasilkan oleh posisi pembebanan 0,85 m sebesar 3,39 x 108 N/m2 dan terendah dihasilkan oleh posisi pembebanan 1 m sebesar 2,85 x 108 N/m2. Kata Kunci: Crane, tegangan von mises, safety factor

SIMULASI DESAIN HORIZONTAL WIND TURBIN DENGAN AIR FOIL NACA 2410 UNTUK POTENSI LISTRIK DI SULAWESI TENGGARA MENGGUNAKAN SOFTWARE ANSYS 16.0

DINAMIKA: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.779 KB)

Abstract

Turbin angin merupakan salah satu alat yang memanfaatkan energi angin untuk diubah menjadi energi listrik. Daya yang dihasilkan oleh turbin angin dipengaruhi oleh karakteristik angin dan turbinnya itu sendiri. Penelitian ini bertujuan menganalisa desain Horizontal Wind Turbin dengan air foil Naca 2410 untuk potensi listrik di Sulawesi Tenggara menggunakan software ansys 16.0. Turbin angin didesain menggunakan Autodesk Inventor Professional 2014 dan disimulasi menggunakan ansys 16.0. Turbin angin divariasikan dengan jumlah sudu sebanyak 3, 4 dan 5 buah serta kecepatan input sebesar 1, 2 dan 3 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai daya turbin tertinggi dihasilkan dengan jumlah sudu 3 buah untuk masing-masing kecepatan angin (1; 2; 3)m/s sebesar (16,25; 165,85; 1.128,90) watt, kemudian diikuti turbin angin berjumlah 5 sudu sebesar (1,92; 15,53; 52,04) watt dan turbin angin berjumlah 4 sudu sebesar (1,32; 10,32; 35,37) watt. Kata Kunci: Turbin angin, sudu, kecepatan, daya

Perancangan, Analisa Dan Simulasi Rangka Sepeda Listrik Untuk Masyarakat Perkotaan

DINAMIKA: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.871 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisa kekuatan frame sepeda listrik dan melakukan simulasi untuk membandingkannya dengan perhitungan manual. Pemilihan material dalam perancangan ini adalah aluminium alloy (Al 6061) dan geometri sepeda ditentulan berdasarkan tabel  hubungan jarak antara three-pivot Sepeda. Frame digambar menggunakan autodesk inventor professional 2014, dimana Bagian-bagian Frame disambung dengan metode las. Frame disimulasi menggunakan ansys 16.0, dimana beban pengendara yang diberikan adalah 80 kg. Nilai tegangan maksimum dari perhitungan manual dibandingkan berdasarkan hasil simulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tegangan maksimum yang dihasilkan melalui perhitungan manual sebesar 27,398 MPa dan hasil simulasi ansys sebesar 26,658 MPa, dimana keduanya masih dibawah nilai kekuatan material frame yang diizinkan sebesar 46 MPa. Hal ini menggambarkan bahwa perancangan sepeda listrik untuk pengguna dengan beban 80 kg masih dikatakan aman. Kata Kunci: tegangan maksimum, tegangan izin, kekuatan frame, simulasi, aluminium alloy

Perancangan Mesin Perajang Singkong

ENTHALPY Vol 4, No 1 (2019): ENTHALPY-Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin
Publisher : ENTHALPY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the study was to determine the shaft design, knowing the pulleys and belts to be used and to determine the design of the blade of the cassava chopper machine. The procedure in the design of cassava chopper by using autocad is to prepare the tools and materials to be used; Power planning by calculating the total moment of inertia, calculating the acceleration of the motor, calculating the speed of the rotation angle; Axle planning by calculating the torque moment, calculating the allowable shear stress, calculating the shaft diameter and calculating the shear stress received; Belt and Puli planning is calculating the linear velocity of the belt and calculating the length of the belt and the planning of the Blade which is calculating the compressive strength, calculating the shear strength and calculating each blade style then drawing a cassava chopper. Based on the results of the analysis and discussion in this study it can be concluded that the driving motor power in cassava delivery is 0.698 kW, the shear stress that occurs on the shaft is 1.648 N/mm2, the required belt length is 1513.409 mm with distance axle axis 634.689 mm and compressive strength on the slicing knife are 1.206 N with shear stress 0.0038 N/mm2.Keywords: Twisting moment, shear stress, power, drive motor, shaft, pulley, belt.

Analisis Computational Fluid Dynamics Suhu Permukaan Panel Surya Akibat Pengaruh Intensitas Radiasi Matahari, Kecepatan Angin Dan Suhu Udara

DINAMIKA: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.804 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis pengaruh kecepatan angin, suhu udara dan intensitas radiasi matahari terhadap suhu permukaan panel surya, secara umum proses perhitungannya menggunakan software Computational Fluid Dynamics (CFD). Analisis dibagi dalam 3 tahap yaitu pre-processing (input), processing dan post-processing (output). Tahap pre-processing (input) mencakup pembuatan model 3D panel surya, penentuan model fisik, pembuatan mesh dan pengaturan mesh. Tahap Processing mencakup simulasi panel surya dan Uji validasi model berdasarkan parameter yang ditentukan pada tahap pre-processing. Tahap Post-processing (Output) mencakup analisis data dari hasil simulasi, divisualisasi dan dianalisa pengaruh berbagai parameter perbandingannya antara variable dan parameter yang diubah. Oleh karena itu, untuk mengurangi waktu yang panjang dalam melakukan eksperimen, proses tahapan pendekatan komputerisasi dilakukan agar waktu pengerjaan lebih pendek dan biaya yang di keluarkan relatif lebih murah. Dari hasil uji validasi model 3D panel surya sederhana menggunakan software CFD, pengaturan nilai mesh region 60 dengan jumlah elemen 166174 memakan waktu 4 menit 11 detik menghasilkan suhu maksimum sebesar 96.7563°C. Hasil analisa perubahan temperatur pada permukaan panel surya dipengaruhi kecepatan angin, suhu udara dan intensitas radiasi matahari yang mengenai permukaan panel surya ditunjukkan pada hasil grafik yang membuktikan bahwa perubahan suhu permukaan panel surya diakibatkan suhu udara dan intensitas radiasi matahari mengalami kenaikan maka suhu udara juga terjadi kenaikan suhu. Sedangakan, kenaikan suhu tidak hanya dipengaruhi oleh intensitas radiasi matahari yang mengenai permukaan panel surya saja, akan tetapi keceapatan angin juga sangat mempengaruhi perubahan temperature pada permukaan panel surya. Jika kecepatan angin mengalami kenaikan dan melewati panel surya maka panas pada permukaan panel surya diserap oleh angin tersebut dan membawa panas tersebut keluar munuju ke udara luar dengan bersamaan itu terjadi penurunan temperature pada permukaan panel surya tersebut. Kata kunci: Energi surya, panel surya, kondisi cuaca dan software CFD.

Pembuatan Partikel Submikron Paduan Al-Ti Menggunakan Teknik Pemaduan Mekanik

DINAMIKA: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.586 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan partikel submikron paduan Al-Ti menggunakan teknik pemaduan mekanik. Serbuk halus aluminium dan titanium dicampur dengan rasio berat sedemikian rupa sehingga menghasilkan komposisi nominal Al-10%beratTi. Campuran serbuk tersebut, bola stainless steel dan bahan untuk mengawal selama proses pemaduan berlangsung dimasukkan kedalam wadah stainless steel berbentuk silinder. Selama proses pemaduan berlangsung dilakukan didalam lingkungan gas argon. Bahan untuk mengawal proses yang digunakan adalah asam stearik. Bola stainless steel yang digunakan berdiameter 20 mm dan rasio berat bola terhadap serbuk adalah 20 ¸ 1. Pemaduan dilakukan dengan menggunakan alat planetari bermerk Fitsch Pulverisette-5 dengan empat pemegang wadah stainless steel. Kecepatan planetari ini diatur dengan kecepatan 360 rpm selama 2 sehingga 30 jam. Perubahan fasa diamati dengan menggunakan XRD. Perubahan morfologi serbuk diamati dengan menggunakan SEM dan EDX. Hasil XRD menunjukkan bahwa puncak titanium semakin menghilang dengan pertambahnya waktu pemaduan. Hal ini membuktikan bahwa penelitian ini telah berhasil menghasilkan paduan Al-Ti dan ukuran kristalit paduan Al-Ti semakin menurun dengan bertambahnya waktu. Hasil SEM menunjukkan bahwa paduan Al-Ti yang dihasilkan memiliki ukuran serbuk ± 1,5 mm. Hasil EDX menunjukkan bahwa teknik pemaduan yang digunakan dalam penelitian terhindar dari unsur pengotor. Kata kunci: serbuk Al-10%beratTi, pemaduan mekanik, XRD, asam stearik