Rastina, Rastina
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Published : 26 Documents
Articles

Found 26 Documents
Search

JUMLAH CEMARAN BAKTERI Staphylococcus aureus PADA TELUR ASIN MENTAH YANG DIJUAL DI PASAR INDUK LAMBARO ACEH BESAR

JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 3 (2018): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.369 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan  mengetahui jumlah cemaran bakteri Staphylococcus aureus pada telur asin mentah yang dijual di Pasar Induk Lambaro Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan dua 12 telur asin mentah yang diperoleh dari empat pedagang secara acak, setiap pedagang diambil tiga butir telur. Metode penelitian ini menggunakan metode Standard Plate Count (SPC). Data hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  rata-rata jumlah cemaran bakteri Staphylococcus aureus yang terdapat pada abu gosok yaitu 9,8 x 105 cfu/g, pada kerabang telur yaitu 3,3 x 105 cfu/g, dan pada isi telur yaitu 1,0 x 105 cfu/g. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah cemaran bakteri Staphylococcus aureus pada telur asin mentah yang dijual di Pasar Induk Lambaro Aceh Besar melebihi ambang batas SNI yaitu lebih dari 1 x 101 cfu/g. Kata kunci: telur asin mentah, Staphylococcus aureus. ABSTRACTThe aim of this study was to detect the amount of bacterial contamination of Staphylococcus aureus in raw salted eggs sold in Lambaro main market, Aceh Besar. This study used twelve raw salted eggs obtained from four trader in Lambaro main market, from each trader three raw salted eggs. This research used Standard Plate Count (SPC) method. The data from the result of research was analyzed descriptively. The results revealed that the mean amount of bacterial contamination of Staphylococcus aureus on the ash was found 9,8 x 105 cfu/g, on the eggshell was 3,3 x 105 cfu/g, and on the egg content was 1,0 x 105 cfu/g. From this study it can be concluded that the amount of contamination of Staphylococcus aureus in raw salted eggs sold in Lambaro main market Aceh Besar exceeds the SNI threshold which is less than 1 x 101 cfu/g. Keywords: salted raw eggs, Staphylococcus aureus. 

JUMLAH CEMARAN Escherichia coli PADA DAGING AYAM BROILER DI PASAR RUKOH, BANDA ACEH

JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 2 (2017): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah cemaran Escherichia coli pada daging ayam broiler di Pasar Rukoh, Banda Aceh. Sampel penelitian yang digunakan adalah 4 paha dan 4 punggung  daging ayam broiler. Pengambilan sampel dipilih secara acak pada empat pedagang Pasar Rukoh, Banda Aceh. Setiap pedagang diambil 2 sampel bagian daging ayam broiler sekitar punggung dan paha atas dan dimasukkan ke dalam plastik yang steril lalu masukkan ke dalam Cooler box. Metode pengujian yang dilakukan mengacu pada Bacteriological Analytic Manual dan Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-2897-2008. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Nilai  cemaran Escherichia coli terendah 2,6 x 102 cfu/gr dan nilai  tertinggi cemaran yaitu 5,2 x 102 cfu/gr. Semua sampel daging ayam telah tercemar Escherichia coli, yang memperlihatkan perubahan koloni berwarna metalik kehijauan pada media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA). Dari penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa jumlah cemaran Escherichia coli pada daging ayam broiler di Pasar Rukoh, Banda Aceh melebihi batas maksimum cemaran mikroba. Menurut SNI 01-7388-2009 bahwa batas maksimum cemaran mikroba (BMCM) Escherichia coli pada daging ayam segar adalah kurang dari 1 x 101 cfu/gr.Kata kunci: Esherichia coli, daging ayam broiler, Pasar Rukoh.                                              ABSTRACT      This study aims to determine the level of Escherichia coli contamination in chicken meat sold in Rukoh traditional market, Banda Aceh. The samples were four thighs and four back parts of chicken meat. Sampling was collected randomly in four stores There were 2 samples taken from each store. Testing methods refers to the Bacteriological Analytical Manual and SNI 01-2897-2008. The data then analyzed descriptively. Escherichia coli contamination at the lowest value is 2.6 x 102 cfu / g and the highest contamination is 5.2 x 102 cfu / g. All samples of chicken meat has been contaminated with Escherichia coli, these results of contamination marked by the metallic green colonies on Eosin Methylen Blue Agar (EMBA). Thus, the author can conclude that the number of Escherichia coli contamination in chicken meat sold in Rukoh traditional market, Banda Aceh exceeds the maximum limit of microbial contamination. According SNI 01-7388-2009 that the maximum limit of Escherichia coli contamination (BMCM) allowed on fresh chicken meat is less than 1 x 101cfu / g.Keywords: Esherichia coli, Chicken meat, Rukoh traditional market.

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI Pseudomonas sp PADA IKAN ASIN DI TEMPAT PELELANGAN IKAN LABUHANHAJI ACEH SELATAN

JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 4 (2018): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.899 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri Pseudomonas sp pada ikan asin di TPI Labuhanhaji Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan 15 sampel ikan asin dari 3 pedagang. Setiap pedagang diambil sejumlah 5 macam ikan asin, diantaranya ikan asin tongkol, dencis, layur, kembung, dan ikan kepala batu lalu diperiksa di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Ikan asin di stomacher lalu di swab steril dan dimasukkan ke media Nutrien Broth  dan diinkubasikan pada suhu 37oC selama 24 jam, selanjutnya dilakukan penanaman pada media Pseudomonas Agar Base lalu diinkubasikan kembali pada suhu 37o C selama 24 jam. Koloni bakteri yang tumbuh pada media PAB dilakukan pengamatan bentuk bakteri, pigmentasi, permukaan, pinggiran, elevasi dan aspek koloni. Pewarnaan Gram dilakukan untuk memastikan bakteri yang didapat adalah kelompok Gram negatif. Terakhir dilakukan uji IMVIC,uji biokimia Triple Sugar Iron Agar dan uji gula-gula. Hasil penelitian ini di analisis secara deskriptif. Hasil pemeriksaan dari 15 sampel ternyata di temukan adanya pertumbuhan koloni bakteri Pseudomonas sp pada media PAB dan hasil pewarnaan Gram menunjukan Gram negatif. Oleh karena itu dapat di simpulkan bahwa ditemukan  bakteri Pseudomonas sp pada ikan asin di TPI Labuhanhaji Aceh Selatan. ABSTRACTThis study was aimed to isolate and identify Pseudomonas sp bacteria in salted fish in Fishing Auction Station (TPI) in Labuhanhaji Aceh Selatan. This study used 15 salted fish as the samples from 3 different traders. From each trader taken a number of 5 kinds of salted fish,  including Euthynnus affinis, Sardina piichardus, Trichiurus lepturus, Rastrelliger, and Osmeridae then they were checked in Microbiology Laboratory Faculty of Veterinary Medicine, Syiah Kuala University Banda Aceh. The salted fishs were placed in stomacher continued by putting them in sterile swab then they were put into Nutrient Broth medium incubated at 37oC for 24 hours, then planted on medium Pseudomonas Agar Base followed by incubating them again at 37oC for another 24 hours. Coloni of bacteria that grow on PAB were conducted to observe its bacterial form, pigmentation, surfaces, edges and elevation and the aspects of the colony. Gram staining was underdone to ensure the bacteria are the Gram-negative group. In the last treatment, IMVIC, Triple Sugar Iron Agar biochemical and sugar test were conducted. The result of this research is analyzed descriptively. The Results of examining 15 samples showed that there are the growth of Pseudomonas sp on PAB media and Gram staining results showed Gram negative. Therefore, it can be concluded that the Pseudomonas sp bacteria on salted fish in TPI Labuhanhaji Aceh Selatan were found. 

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus PADA KEUMAMAH DI PASAR TRADISIONAL LAMBARO, ACEH BESAR

JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.407 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus pada keumamah yang dijual di pasar tradisional Lambaro, Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan 10 sampel keumamah yang di jual di pasar tradisional Lambaro, Aceh Besar. Isolasi Escherichia coli dan Staphylococcus aureus berdasarkan metode Carter. Data hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif, berdasarkan keberadaan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yang terdapat pada Keumamah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa satu sampel positif tercemar Escherichia coli, sedangkan sembilan sampel negatif  sementara pada Staphylococcus aureus didapat hasil positif untuk semua keumamah yang di jual di pasar tradisional Lambaro, Aceh Besar. Disimpulkan bahwa keumamah yang dijual di pasar tradisional Lambaro, Aceh Besar telah tercemar Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.This study aimed to isolate and identify Escherichia coli and Staphylococcus aureus on keumamah sold at Lambaro traditional market,  Aceh Besar. Ten keumamah were used for sample. Escherichia coli and Staphylococcus aureus isolate based on the Carter methode. The result of this study were analyzed descriptively,  based on the presence of Escherichia coli and Staphylococcus aureus in keumamah.  The result showed that one sample is positive contaminated with Escherichia coli, and nine samples are negative. However for Staphylococcus aureus all those ten samples of keumamah  sold at Lambaro traditional market Aceh Besar are positively contaminated. It can be concluded that keumamah sold at Lambaro traditional market,  Aceh Besar were contaminated by Escherichia coli (10%) and Staphylococcus aureus (100%).

JUMLAH TOTAL BAKTERI PADA TELUR AYAM YANG DIJUAL DI WARUNG KOPI KAWASAN DARUSSALAM KECAMATAN SYIAH KUALA BANDA ACEH (Total Plate Count of Bacteria In Chicken Eggs Sold In Coffee Stalls, at Darussalam, Syiah Kuala Sub-District, Banda Aceh)

JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 2 (2018): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.332 KB)

Abstract

ABSTRAK                Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah total bakteri pada telur ayam yang dijual diwarung kopi kawasan Darussalam Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan 12 butir telur ayam yang diperoleh dari enam warung kopi kawasan Darussalam. Jumlah total bakteri dilakukan dengan menggunakan metode Total Plate Count dengan pengenceran berseri 10-1 – 10-4 untuk isi telur. Hasil penelitian menunjukkan jumlah total mikroba tertinggi dari warung kopi B 2,0 x 105 CFU/ml, sedangkan terendah dari warung kopi E 3,0 x 103 CFU/ml. Kesimpulan dari penelitian ini sebanyak 0,16% warung kopi kawasan Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh terdapat telur yang batas maksimum cemaran mikroba melebihi standar SNI 3926:2008 (1 x 105 CFU/ml).    Kata kunci :Jumlah Total Bakteri, Warung Kopi, telur ayam.ABSTRACT This study aimed to detetermined total plate count of bacteria in eggs that were  sold in coffee stalls at Syiah Kuala, Banda Aceh. This study used 12 eggs from each stall. Assessment were done in total plate count method with diluent of 10-1 – 10-4 to each egg content. The result showed highest count was from ‘B’ Coffee stall at 2,0 x 105 CFU/ml, while the lowest was found in ‘E’ 3,0 x 103 CFU/ml. This study concluded that 0,16% coffee stalls in region of Darussalam subdistrict in Banda Aceh exceed national standard of Indonesia which set at SNI  3926:2008 (1 x 105 CFU/ml).Keywords :Bacteria Total Plate Count, Coffee Stall, Chiken Egg.

SURVEI PENGETAHUAN DAN SIKAP PEMILIK RUMAH MAKAN TERHADAP RANTAI PENGOLAHAN DAGING AYAM DI BANDA ACEH (Survey of Knowledge and Attitude of Restaurant Owners on Chicken Processing Chain in Banda Aceh)

JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 2 (2017): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.767 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui pengetahuan dan sikap pemilik rumah makan terhadap rantai pengolahan daging ayam di Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2017 di beberapa rumah makan di Banda Aceh. Penelitian dilakukan dalam bentuk survei lapangan dengan mewawancarai responden menggunakan kuesioner terstruktur. Responden dipilih secara proporsional terhadap pemilik rumah makan di Banda Aceh. Kriteria responden meliputi berumur ≥ 20 tahun, pemilik rumah makan yang menjual olahan daging ayam, rumah makan dengan kebutuhan daging ayamnya ≥ 20 ekor/hari dan pemilik rumah makan di lokasi penelitian. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian terhadap 45 responden menunjukkan bahwa pengetahuan pemilik rumah makan terhadap rantai pengolahan daging ayam tergolong baik, namun sikap pemilik rumah makan terhadap rantai pengolahan daging ayam tergolong kurang baik, karena 22,22% responden menggunakan alat potong (pisau) yang sama dengan sayuran, serta 48,89% responden tidak mencuci tangan sebelum mengolah daging ayam.Kata kunci : pengetahuan, sikap, pemilik rumah makan, daging ayam, rantai pengolahan.ABSTRACT This study was aims to determine the knowledge and attitude of restaurant owners on chicken meat processing chain in Banda Aceh. This study was conducted in January 2017 in several restaurants in Banda Aceh. This research was conducted in the form of a field survey by interviewing respondents using a structured questionnaire. Respondents were selected proportionally which is restaurant owners in Banda Aceh. The criteria of respondents were aged ≥ 20 years, restaurant owners who sell chicken, restaurants that needs ≥ 20 chicken / day and restaurant owners in the study site. Data were analyzed descriptively. The results of 45 respondent shows that the knowledge of restaurant owners on chicken meat processing chain is quite good, but the majority of owners attitude towards chicken meat processing chain relatively poor because 22,22% of respondents using the same knife with vegetables and 48,89% of respondents do not wash their hands before treating chicken meat.Keyword : knowledge, attitude, restaurant owners, chicken meat, processing chain.

RESISTENSI Escherichia coli TERHADAP ANTIBIOTIK DARI TELUR AYAM RAS DI MINIMARKET DARUSSALAM BANDA ACEH (The Resistence Of Escheria Coli On Antibiotic From Ras Chicken Egg In Minimarket Darussalam Banda Aceh)

JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 3 (2018): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui resistensi beberapa jenis antibiotik terhadap bakteri Escherichia coli yang diisolasi dari telur ayam ras di minimarket Darussalam Banda Aceh. Pengujian identifikasi E. coli menggunakan metode Bacteriological Analytic Manual (BAM) dan Pengujian kepekaan bakteri E.coli terhadap antibiotik dilakukan dengan metode difusi cakram. Penelitian ini menggunakan 8 telur ayam ras dari 4 minimarket, antibiotik yang digunakan yaitu gentamisin, ampisilin, streptomisin, tetrasiklin, sulfametoksasol, eritromisin, siprofloksasin. Data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 8 sampel hanya 2 sampel telur ayam ras yang positif adanya E. coli, sedangkan tingkat resistensi dari 2 koloni tersebut adalah resisten terhadap ampisilin (100%), gentamisin (100%) dan streptomisin (100%) serta intermediet terhadap tetrasiklin (100%). Kesimpulan penelitian ini  koloni bakteri E. coli dari telur ayam ras yang dijual di minimarket Darussalam Banda Aceh resisten terhadap ampisilin, eritromisin, gentamisin dan streptomisin, tetapi masih susceptibel terhadap siprofloksasin dan sulfametoksazol.   (This study was aim to obtain the resistence picture of  several types  antibiotics to Escherichia coli bacteria isolated from ras chiken in the minimarket Darussalam Banda Aceh. Identification test of E. coli was done by Bacteriological Analytic Manual (BAM) method and sensitivity test of E.coli bacteria to antibiotic was done by disc diffusion method. This study used 8 ras chiken egg from 4 minimarket, the antibiotic used were gentamicin, ampicillin, streptomycin, tetracycline, sulfametoksasol, erythromycin and ciprofloxacin. The data analyzed descriptively. Based on the results of this study showed that from 8 samples only 2 samples ras chicken egg possitively existence E. coli, meanwhile resistence level from 2 colony is resistence to ampicillin (100%), gentamicin (100%) and streptomicin (100), and intermediates to tetracycline (100%. The cunclude of this study is the bacteria colony E. coli from ras chicken egg sold in minimarket Darussalam Banda Aceh resistence to ampisilin, gentamicin, and streptomycin. But still susceptible to ciprofloxacin and sulfametoksazol.)   

IDENTIFIKASI CEMARAN Escherichia coli PADA TELUR AYAM RAS YANG DIJUAL DI SWALAYAN DAERAH DARUSSALAM KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH

JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 4 (2017): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.298 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat cemaran bakteri Escherichia coli pada telur ayam ras yang dijual di swalayan daerah Darussalam Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan 8 telur ayam ras dari 2 swalayan. Identifikasi cemaran bakteri E. coli pada isi telur dilakukan dengan metode Total Plate Count, pengenceran dilakukan 10-1 - 10-4 dan setiap hasil pengenceran di tanam pada media Eosin Methylenen Blue Agar (EMBA). Data hasil penelitian disajikan secara deskriptif dan dibandingkan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 7388:2009). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat cemaran bakteri E. coli <101 cfu/g pada telur ayam ras yang dijual di swalayan A pada pengambilan pertama dan negatif pada pengambilan kedua. Sedangkan telur ayam ras dari swalayan B baik pengambilan pertama dan kedua negatif E. coli. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ditemukan kontaminasi E. coli pada telur ayam ras yang dijual di swalayan daerah Darussalam Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh yaitu telur dari swalayan A, tetapi jumlah cemaran masih dibawah batas SNI dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.Kata kunci: telur, E. coli, swalayan, Dasrussaam.ABSTRACT          This research aims to identificate the contamination of Escherichia coli of eggs at minimarket Darussalam Banda Aceh. This research used 8 eggs from 2 minimarket. Identification of E. coli used Total Plate Count (TPC) methode, diluted 10-1 – 10-4 and each was incubated on EMBA media for 37°C. The data were presented descriptively and compared with SNI 7388:2009. The results showed that there was a contamination of E. coli <101cfu/g of  eggs that sold at minimarket A and none at minimarket B. So that, it can be concluded that eggs from minimarket A was contaminated by E. coli, but it still on SNI tolerance and safe for public consumption.keywords: egg, E. coli, minimarket, Darussalam.

JUMLAH CEMARAN TOTAL PLATE COUNT (TPC) DAN Escherichia coli SUSU KAMBING SEGAR YANG BERASAL DARI USAHA TERNAK KAMBING PERAH DI KECAMATAN SYIAH KUALA BANDA ACEH Contamination Total Plate Count (TPC) and Escherichia coli in Fresh Goat Milk from Dairy Goat Farm in Syiah Kuala District Banda Aceh.

JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 1 (2017): NOVEMBER - JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.053 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah total plate count (TPC) dan kontaminasi Escherichia coli pada susu kambing segar yang berasal dari usaha peternakan kambing perah di kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Sampel susu yang digunakan adalah susu kambing segar  hasil pemerahan pada pagi hari yang diperoleh dari 2 usaha ternak kambing perah di kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh dengan 2 kali pengulangan masing-masing sebanyak 250 ml. Selanjutnya, sesegera mungkin dibawa kelaboratorium untuk dilakukan pengujian guna mengetahui adanya bakteri dalam air susu tersebut. Pengujian jumlah cemaran TPC dan E.coli dilakukan dengan metode tuang. Berdasarkan hasil penelitian ternyata jumlah total bakteri pada peternakan A adalah 4,9x102cfu/ml dan dari peternakan B adalah 9,2x103 cfu/ml. Hasil penelitian E.coli di usaha ternak kambing perah A  adalah 0 dan hasil penelitian E.coli usaha ternak kambing perah B adalah 1x101 cfu/ml. Kesimpulannya adalah jumlah TPC pada uasaha ternak kambing perah KecamatanSyiah Kuala tidak melebihi standar SNI sedangkan cemaran E.coli pada usaha ternak kambing perah A adalah 0 sedangkan pada usaha ternak kambing perah B adalah melebihi SNI. study aims to determine the total plate count (TPC) number and escherichia coli contamination on fresh goat milk from a dairy goat farm in Syiah Kuala district Banda Aceh. The milk samples used is the fresh goat milk  from morning milking from 2 dairy goat farm in Syiah Kuala district Banda Aceh  with two repeatation each repetition as much as 250 ml. The milk sample were taken to the laboratory as soon as possible to test the presence of bacteria in the milk. Total plate count (TPC) and E. coli test were done using pour methode.  Based on the results of the study showed that the total number of bacteria farm A  were 4, 9x102 cfu/ml and farm B were 9, 2x103 cfu/ml. The E.  coli result in farm A were 0 and in farm B were 1x101 cfu/ml. The conclusion is that the number of TPC in dairy goat farm in Syiah Kuala district banda Aceh do not exceed the SNI level while the E. coli contamination in farm A were 0 and farm B exceed the SNI level. 

Resistensi Escherichia coli yang diisolasi dari telur Ayam di Beberapa Warung kopi kawasan Darussalam Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh terhadap Antibiotik (Escherichia coli Resistance that Isolated from Chicken Eggs in Several Darussalam Coffee Shop Syiah Kuala Sub-district Area Banda Aceh of Antibiotics

JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 2 (2018): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.65 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui resistensi beberapa jenis antibiotik terhadap Escherichia coli yang diisolasi dari telur ayam dari beberapa warung kopi kawasan Darussalam, Banda Aceh.Metode deteksi E.coli mengacu pada Bacteriological Analytic Manual (BAM) dan pengujian kepekaan E.coli terhadap antibiotik dilakukan dengan metode difusi cakram.Penelitian ini menggunakan 21 telur ayam yang dari tujuh warung kopi.Antibiotik yang digunakan yaitu ampisilin, gentamisin, streptomisin, siprofloksasin, eritromisin, sulfametoksasol dan tetrasiklin.Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan ampisilin, eritromisin dan sulfametoksasol yang resisten terhadap 12 koloniE.coli, tetrasiklin dan streptomisin resisten terhadap 11 koloni E.coli, dan gentamisin resisten terhadap 2 koloni E.coli. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan E. coli yang diisolasi dari telur ayam yang dijual di warung kopi kawasan Darussalam Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh menunjukkan tingkat resistensi yang sangat tinggi yaitu ampisilin 100%, eritromisin 100%, tetrasiklin 92%, streptomisin 92% dan sulfametoksasol 100%) dan tidak resisten terhadap antibiotik jenis siprofloksasin dan gentamisin.Kata kunci: Esherichia coli, antibiotik, resisten, telur ayam.ABSTRACTThe aim of this study was to determine of antibiotic resistance in some types of Escherichia coli which isolated from Chicken Eggs in several Darussalam Coffee shop Banda Aceh Area. The Detection test of E.coli that reference to Bacteriological Analytical Manual (BAM) method and sensitivity test for E. coli to antibiotics is done by disc diffusion method. This study used 21 Chicken Eggs samples that collected from 7 coffee shop, the antibiotics that used were ampicillin, gentamycin, streptomycin, ciprofloxacin, erythromycin, sulfametoxazole, and tetracycline. The data were analyzed descriptively. The results of this study showed resistance to the ampicillin antibiotic, erythromycin and sulfametoxazole to as well as 12 E. coli colonies, 11 E. coli colonies for tetracycline and streptomycin, and 2 E. coli colonies for gentamycin. The conclution is this study showed a fairly high level of resistance on the egg that isolated from several Darussalam coffee shop area banda aceh, there is resistance to ampicilin antibiotic 100%, eritromycin 100%, tetracycline 92%, streptomisin 92% and sulfametoxazole 100%, and not resistance of ciprofloxacyn and gentamycin antibiotics.Keywords : Esherichia coli, antibiotic, resistance, Chicken Eggs.