ihsan, ahmad
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

JUMLAH ERITROSIT DAN LEUKOSIT TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIBERI PAPARAN ASAP GANJA (Cannabis sativa) BERBAGAI FREKUENSI (The Amount of Erythrocyte and Leucocyte in white rats (Rattus novergicus) Exposed With Cannabis (Cannabis sativa) Smoke in Various Frequency) ihsan, ahmad; dasrul, dasrul; sugito, sugito
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 4 (2017): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.876 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i4.5170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi paparan asap Ganja (Cannabis sativa) terhadap jumlah eritrosit dan leukosit tikus putih (Rattus novergicus) strain Wistar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu kelompok kontrol tikus tidak diberi paparan asap ganja (K0) dan kelompok perlakuan paparan asap ganja satu kali sehari (KP1), diberi paparan asap ganja dua kali sehari (KP2) dan  diberi paparan asap ganja tiga kali sehari (KP3). Masing-masing kelompok diulangi sebanyak 6 kali. Pemberian paparan asap ganja dilakukan selama 30 hari secara berturut-turut. Pengambilan darah dilakukan pada hari ke 31 melalui sinus orbitalis dengan pipet hematokrit sebanyak 1 ml. Jumlah eritrosit dan leukosit diperiksa dengan menggunakan Haemocytometer. Data jumlah eritrosit dan leukosit dianalisis dengan analisis of variance (ANOVA) dan uji berganda Duncan dengan bantuan program SPSS for Windows 17. Hasil penelitian menunjukan bahwa paparan asap ganja berpengaruh secara nyata (P<0,05) terhadap penurunan jumlah eritrosit dan leukosit tikus putih strain Wistar. Jumlah eritrosit dan leukosit pada K0 lebih tinggi secara nyata (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan KP2 dan KP3, namun tidak berbeda secara nyata (P>0,05) dengan perlakuan KP1. Jumlah eritrosit leukosit pada kelompok KP1 berbeda secara nyata (P<0,05) dibandingkan dengan KP2 dan KP3. Jumlah eritrosit dan leukosit pada kelompok KP2 tidak berbeda secara nyata (P>0,05) dibandingkan dengan KP3. Dapat disimpulkan frekuensi paparan asap ganja dapat menurunkan jumlah eritrosit dan leukosit tikus putih strain Wistar. Makin banyak frekuensi paparan asap ganja makin menurun jumlah eritrosit dan leukosit tikus putih strain Wistar.  This study aimed at finding out the effect of cannabis (Cannabis sativa) smoke exposure on the amount of erythrocyte and leucocyte in white rats (Rattus novergicus) of Wistar strain. This study employed completely randomized design with four treatments that is a control group in which the rats were not exposed to cannabis smoke (K0) and three experimental groups in which the rats were exposed to cannabis smoke with the frequencies of one a day (KP1), twice a day (KP2), and thrice a day (KP3). There were six repetitions for each group. The cannabis exposure was conducted for 30 days respectively. Blood samples were taken on day 31 through sinus orbitalis with hematocrit capillary tubes with the amount of 1 ml. The amount of erythrocyte and leucocyte was examined by using hemocytometer. Data of the erythrocyte and leucocyte amount were analyzed by using analysis of variance (ANOVA) and Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) with the assistance of SPSS program for Windows 17. The results of the study showed that the cannabis smoke exposure had a significant effect on the decrease of erythrocyte and leucocyte in Wistar rats (P<0.05). The amount of erythrocyte and leucocyte in K0 was significantly higher compared to K2 and K3 (P<0.05), however, it was not significantly different from K1 (P>0.05). The amount of erythrocyte and leucocyte in K1 was significantly higher compared to K2 and K3 (P<0.05). The amount of erythrocyte and leucocyte in K2 was not significantly greater compared to K3 (P>0.05). It can be concluded that the frequency of cannabis smoke exposure can decrease the amount of erythrocyte and leucocyte in Wistar rats. The more frequent they get exposed to cannabis smoke the lesser their erythrocyte and leucocyte become.
Optimasi Penyelesaian Permainan Rubik’s Cube Menggunakan Algoritma IDA* dan Brute Force Gunawan, Chichi Rizka; Ihsan, Ahmad; Munawir, Munawir
Jurnal Infomedia:Teknik Informatika, Multimedia & Jaringan Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Infomedia
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.833 KB) | DOI: 10.30811/jim.v3i1.627

Abstract

Abstrak — Permainan rubik’s cube merupakan salah satu permainan yang penuh tantangan dan digemari anak muda. Bermain rubik’s cube itu mengasyikkan. Selain permainan kerangkasan logika, permainan ini juga dituntut bekerja keras untuk menyelesaikannya. Bagi orang-orang tertentu jenis permainan ini sulit untuk diselesaikan. Kesulitan itu karena seseorang harus berpikir berulang kali agar dapat menyamakan warna-warna pada setiap sisinya. Rubik’s cube adalah permainan kubus yang berukuran 3 x 3 x 3. Pemain berupaya menyelesaikan rubik’s cube dengan memutar enam warna yang berbeda di seluruh kubus sampai setiap dari enam sisi menunjukkan warna tertentu yang sama. Untuk menyelesaikan rubik’s cube dapat digunakan berbagai macam algoritma. Rubik’s cube dapat dicari penyelesaiannya dan solusi yang dihasilkan cukup singkat. Pada kali ini akan dikemukakan optimasi penyelesaian rubik’s cube dengan menggunakan algoritma IDA* dan algoritma Brute Force.Kata kunci — algoritma IDA*, algoritma Brute Force, Rubik’s Cube Abstract — Rubik's cube game is one of the most challenging and popular games of the young. Playing rubik's cube is fun. In addition to logic clever games, this game is also required to work hard to solve it. For certain people this type of game is difficult to complete. The difficulty is because one has to think over and over to be able to match the colors on each side. Rubik's cube is a 3 x 3 x 3 cube game. The player attempts to finish the rubik's cube by rotating six different colors across the cube until each of the six sides shows the same particular color. To finish rubik's cube can be used various kinds of algorithm. Rubik's cube can be searched for and the resulting solution is quite short. At this time will be proposed optimization of rubik's cube solving by using IDA * algorithm and Brute Force algorithm.Keywords— IDA * algorithm, Brute Force algorithm, Rubik's Cube
Sistem Deteksi kualitas Beras Berdasarkan Warna menggunakan Fuzzy C-Means Clustering Guna Membantu Tingkat Pengetahuan Masyarakat Lestari, Dewi; Fadillah, Nurul; Ihsan, Ahmad
InfoTekJar : Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan Vol 3, No 2 (2019): InfoTekJar Maret
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.071 KB) | DOI: 10.30743/infotekjar.v3i2.920

Abstract

Beras  merupakan bahan makanan pokok bangsa Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, sebagian besar penduduk dunia juga memilih beras sebagai bahan makanan pokok utama. Semakin tingginya  konsumsi beras di Indonesia dapat memicu terjadinya perkembangan beras bebas produk, maka dari itu masyarakat yang cerdas harus lebih teliti dalam melihat warna beras, apakah warna beras tersebut bagus dan layak untuk di masak atau warna beras tersebut termasuk kategori warna beras tidak bagus.  Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah metode Fuzzy C-Means. Algoritma Fuzzy C-Means merupakan satu algoritma yang mudah dan sering di gunakan dalam pengelompokkan data karena membuat suatu perkiraan yang efisien dan tidak memerlukan banyak parameter. Pada kasus penelitian ini akan menganalisis penerapan metode Fuzzy C-Means untuk mengelompokkan beras bagus dan beras tidak bagus berdasarkan warna beras, dengan menggunakan dua gambar objek yang di jadikan sebagai sampel data. Salah satu teknik fuzzy clustering adalah Fuzzy C-Means Clustering (FCM). FCM merupakan suatu teknik pengklasteran data yang keberadaan setap datanya dalam suatu cluster di tentukan oleh nilai/derajat keanggotaan tertentu. Beberapa penelitian telah menghasilkan kesimpulan bahwa metode Fuzzy C-Means dapat di gunakan untuk mengelompokkan data berdasarkan atribut-atribut tertentu.  Penerapan algorita Fuzzy C-Means dalam penentuan kategori warna beras di kelompokkan menjadi 2 cluster yaitu beras tidak bagus dan beras bagus. Dari sampel data yang diambil di peroleh 2 cluster berdasarkan kriteria mana yang lebih di kategorikan dengan nilai terbesar pada jarak akhir merupakan cluster warna beras yang bagus, sedangkan cluster dengan nilai terkecil merupakan cluster yang di kategorikan beras tidak bagus. Pada gambar objek ke-1 range nilai 0.1667 - 0.9877 untuk kategori beras bagus dan 0.2 - 0.1667 untuk kategori beras tidak bagus. Sementara pada gambar objek ke-2 yaitu dengan range 0.9583 - 0.9936 untuk kategori beras bagus dan 0.6742 - 0.9596 untuk kategori beras tidak bagus.