Jalaluddin, M
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

STUDI HISTOLOGIS LAMBUNG SAPI ACEH. (Histological Study of Gastric in Aceh Cattle). Agravion, roza; Masyitha, Dian; Zainuddin, Zainuddin; Jalaluddin, M; Nazaruddin, Nazaruddin; Sayuti, Arman
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 3 (2018): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v2i3.7819

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang struktur histologi lambung (rumen, retikulum, omasum, dan abomasum) sapi aceh. Penelitian ini bertujuan mengetahui struktur histologi lambung sapi aceh. Sampel penelitian diambil dari 3 ekor sapi aceh berjenis kelamin jantan, telah dewasa kelamin yang dipotong di Rumah Potong Hewan di Aceh Besar. Terhadap sampel penelitian dilakukan proses mikroteknik untuk selanjutnya dilakukan pewarnaan Hematoksilin-eosin (HE). Pengamatan terhadap struktur histologi menggunakan mikroskop cahaya binokuler. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa struktur histologi lambung sapi aceh tidak berbeda dengan struktur histologi lambung ruminansia lainnya (sapi, domba, dan kambing), yaitu terdiri dari empat lapisan, tunika mukosa, tunika submukosa, tunika muskularis, dan tunika serosa. Lamina propria rumen menyatu dengan submukosa membentuk propria-submukosa dan terdapatnya kapiler fenestrated dibawah membran basal. Ciri khas dari retikulum sapi aceh terdapat pada lamina muskularis mukosa yang membentuk lipatan memanjang. Tunika mukosa abomasum terdapatnya kelenjar yaitu kelenjar kardia, fundus, dan pilorus.(A Study to detect the microscopic structure of gastric (rumen, reticulum, omasum, and abomasum) in aceh cattle. The purpose of this research was to know the histological structure of the gastric in aceh cattle. The samples were collected from 3 of male aceh cattle in Aceh Besar abattoir. The tissue samples were processed by microtechnique and Hematoksilin-eosin (HE). Microscopic analysis was performed using binocular light microscope. The study showed that the wall of gastric aceh cattle not different with another ruminasia (cow, sheep, and goat), they are made up of four layers, that was tunica mucosa, submucosa, muscularis, and serosa. The mucosa segment there are lamina epithelia, lamina propria, and lamina mucosa muscularis. At rumen, lamina propria merges to submucosa created submucosa-propria and founded fenestrated capiler under epithelium basal membran. The characterstic of reticulum based on mucosa muscularis which is create fold lengthwise. Mucosa of abomasum founded some glands, there are cardiac, fundic, and pyloric). 
Efek Pemberian Pakan Fermentasi Dedak Jagung, Cangkang Udang dan Kepitng Terhadap Kadar Kolesterol pada Daging Dada Puyuh (Coturnix coturnix japonica) jantan Savira, Nurul; yaman, m aman; jalaluddin, m
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 2 (2018): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v2i2.6832

Abstract

EFEK PEMBERIAN PAKAN FERMENTASI DEDAK JAGUNG, CANGKANG UDANG DAN KEPITING TERHADAP KADAR KOLESTEROL PADA DAGING DADA PUYUH (Coturnix coturnix japonica) JANTAN   ABSTRAK          Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pakan fermentasi dedak jagung, cangkang udang dan kepiting terhadap kadar kolesterol daging dada puyuh jantan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah daging dada puyuh jantan yang berumur 90 hari sebanyak 16 ekor. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) terbagi dalam 4 kelompok perlakuan dengan 4 kali pengulangan setiap kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 2 ekor puyuh. Pada penelitian ini uji kadar kolesterol menggunakan metode Lieberman Burchard dan dilanjutkan pengukuran menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang λ 420 nm. Hasil rataan kadar kolesterol pada daging dada puyuh jantan ialah P0 = 129.25 mg/100 gram, P1 = 225.00 mg/100 gram, P2 = 258.25 mg/100 gram dan P3 = 518,50 mg/100 gram. Dari hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan pakan fermentasi sangat berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap peningkatan kadar kolesterol pada daging dada puyuh jantan. Kadar kolesterol terendah terdapat pada perlakuan P0 sebagai kontrol. Kadar kolesterol tertinggi terdapat pada perlakuan P3. Disimpulkan bahwa pemberian pakan fermantasi dedak jagung, tepung cangkang udang dan kepiting meningkatkan kadar kolesterol.            The Effect Of Fermented Food Of Corn Bran, Shrimp Shells  And Crab Shells On Cholesterol Countent Of Male Quail Breast (Coturnix coturnic japonica)   ABSTRACTThis study aims to observe the effect of fermented food of corn bran, shrimp shells and  crab shells on cholesterol countent on male quail breast. The sample used in this study is 16 chunks of 90-day male quail breast. The design in this study was a complete randomized design (RAL) which was divided into 4 treatment groups with 4 repetitions per group. Each group consists of 2 male quail. In this study, the cholesterol countent was tested by using Lieberman Burchard method and subsequently measured by using a spectrophotometer with an optical density of λ 420 nm. The average of cholesterol content of the male quail breast was P0 = 129.25 mg / 100 gram, P1 = 225.00 mg / 10 gram, P2 = 258.25 mg / 100 gram and P3 = 518.50 mg / 100 gram. The results of the statistical analysis showed that the treatment of fermented food has a significant effect (P <0.05) on the increase of cholesterol countent of male quail breast. The lowest cholesterol countent is in P0 treatment as control, while the highest cholesterol countent is found in P3 treatment. It was concluded that fermented feeding of corn bran, shrimp shells and crab shell flour increased cholesterol countent.
Sebaran Sel Goblet pada Usus Lele Lokal (Clarias batrachus) Zainuddin, Zainuddin; Jalaluddin, M; Fitriani, Fitriani; balqis, Ummu; Asmilia, Nuzul; Hamdan, Hamdan
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v1i3.3295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sebaran sel Goblet pada usus lele lokal (Clarias batrachus). Bagian yang diambil adalah usus proksimal, medial dan distal yang berasal dari tiga ekor lele lokal dan diamati menggunakan metode histologi eksplorasi. Sampel kemudian dibuat menjadi preparat histologi dengan pewarnaan periodic acid-Schiff (PAS)  dan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE). Parameter yang diamati adalah jumlah dan sebaran sel Goblet pada usus lele lokal.  Data penghitungan sel Goblet dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjutan Post Hoc. Sel Goblet pada usus lele lokal memperlihatkan perbedaan sangat nyata (p<0,01). Jumlah sel Goblet pada masing-masing bagian usus adalah: usus proksimal 33,67±1,52; usus medial 45,00±2,00; dan usus distal 68,33±5,68. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa jumlah sel-sel Goblet dari arah proksimal ke arah distal semakin banyak dengan sebaran sel Goblet yang jaraknya berdekatan, sehingga terdapat perbedaan jumlah dan sebaran sel Goblet pada bagian-bagian usus lele lokal.
GAMBARAN HISTOLOGI ESOFAGUS, LAMBUNG, DAN USUS IKAN GARING (Tor tambroides) YANG HIDUP DI SUNGAI JORONG IKAN BANYAK KABUPATEN LIMA PULUH KOTA PROVINSI SUMATERA BARAT(Histological Structure of the Oesophagus, Ventriculus, and Intestines in Garing Fish (Tor tambroides) in the Jorong Ikan Banyak River Lima Puluh Kota Regency, West Sumatera Province) fizikri, suci latania; zainuddin, zainuddin; winaruddin, winaruddin; jalaluddin, m
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 2 (2018): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v2i2.7015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui gambaran histologi dari esofagus, lambung dan usus ikan garing (Tor tambroides) yang hidup di Sungai Jorong Ikan Banyak, Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan organ esofagus, lambung dan usus dari tiga ekor ikan garing kemudian diproses secara histoteknik dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE) kemudian diamati menggunakan mikroskop digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pencernaan ikan garing terdiri dari empat lapisan yaitu tunika mukosa, submukosa, muskularis dan serosa. Mukosa esofagus ikan garing terdiri atas epitel silindris selapis dan terdapat sel-sel mukosit. Tunika submukosa tidak dijumpai adanya kelenjar esophagial. Tunika muskularis terdiri dari otot sirkuler. Mukosa proventrikulus terdiri atas epitel silindris selapis, terdapat limfonodus pada lamina propria. Tunika muskularis terdiri dari otot sirkuler. Mukosa usus terdiri atas epitel silindris selapis dan ditemukan sel goblet yang bertambah banyak jumlahnya menuju usus distal. Tunika muskularis tersusun dari otot sirkuler. Secara umum struktur histologi dinding esofagus, lambung, dan usus ikan garing hampir sama dengan ikan lainnya yang sejenis. Perbedaan hanya ditemukan pada tunika muskularis.(The aim of this study was to investigate the histological structure of the oesophagus, ventriculus and intestines of garing fish (Tor tambroides) that lives in the Jorong Ikan Banyak River, Lima Puluh Kota Regency, West Sumatera Province. Specimens for histological examination were collected from the oesophagus, ventriculus, and intestinal of three garing fish, then processed using histotechnik and stained in Hematoxilin and Eosin (HE) and then observed under light microscope. The result showed that digestive tract of garing fish is composed of four layers which are tunica mucosa, submucosa,  muscularis and  serosa. Oesophagus mucosa in garing fish was composed of  simple columnar epithelia and many mucosit sel. Oesophagial gland was not found in tunica submucosa. Tunica muscularis was composed of circular muscle. Proventriculus mucosa consisted of simple columnar epithelia, are limphonodus on the lamina propria. Tunica muscularis shaped circular muscle. Intestinal mucosa was composed of simple columnar epithelium with goblet cells that high number to distal intestine. Tunica muscularis was composed of circular muscle. Generally, histological structure of oeshophagus, ventruculus and intestinum on garing fish almost similiar to other fishes. The significant  difference is found in tunica muscularis.)
KESEMPURNAAN PENGELUARAN DARAH PADA DAGING SAPI MEUGANG DI PASAR INDUK LAMBAROACEH BESAR Ulfa, Fitria; rastina, rastina; Farasyi, T Reza; Ismail, Ismail; Jalaluddin, M; Harris, Abdul
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 2 (2019): FEBRUARI-APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v3i2.10730

Abstract

ABSTRAK                Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kualitas kesempurnaan pengeluaran darah pada daging sapi saat  meugang di pasar induk Lambaro Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan 10 sampel daging sapi dari 10 pedagang dimana setiap pedagang diambil 10 gram sampel daging sapi di pasar Induk Lambaro Aceh Besar: Data hasil penelitian dianalisis secara deskriftif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 10 sampel daging sapi positif pengeluaran darah secara sempurna  dengan adanya perubahan warna biru pada ekstrak daging. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengeluaran darah pada waktu penyembelihan daging sapi saat meugang di Pasar Lambaro Aceh besar,  masih sangat baik dan darah keluar dengan sempurna.             Kata kunci :Daging sapi, Meugang, Kesempurnaan pengeluaran darah. ABSTRACT                    This study aims to determine the quality of expenditure perfection of blood extract on beef when meugang  at the Lambaro Aceh Besar main market. Testing the perfection of blood discharging using the Malachite Green reagent. This study used 10 meat samples with 10 gram samples from different traders. The results of this study showed positive results for the total number of samples marked in blue on the Malachite Green reagent. Based on this study it can be concluded that the release of blood at the time of slaughtering meugang beef in Lambaro Market, Greater Aceh is still very good and the blood comes out perfectly.  Keyword : Beef meat, meugang, perfection of blood expendation.