Pujiati, Tri
Program Studi Sastra Indonesia Universitas Pamulang

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

The Comparison of Adjective in Indonesian, Javanese, and Sundanese Languages: a Syntactic Typology Analysis Pujiati, Tri
Journal of English Language Studies Vol 2, No 2 (2017): Available online in September 2017
Publisher : English Department - University of Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.147 KB) | DOI: 10.30870/jels.v2i2.2244

Abstract

The main focus of this study is to describe the order of degree word and adjective (AdjDeg) or (DegAdj) in three languages; Indonesian, Javanese, and Sundanese. Specifically, the study looks at the similarities and differences of typological syntactic features in three languages. This research used descriptive qualitative research by using data which belong to Austronesian language families. The results showed that (1) the similarities and differences of the order of modifying phrase in Indonesian, Javanese, and Sundanese which have different features in order of word degree and adjective, some of the compositions are (AdjDeg), or (DegAdj), and both of them; (2) the similarities at the level of comparison, the composition that often occur is ‘lebih + adjective+ dari’ in  Indonesian language, ‘luweh + adjective + soko’ in Javanese language, or ‘leuwih + adjective + ti’ in Sundanese language; (3) at the level of superlative, the similarities of order of degree word in Indonesian language is ‘paling + adjective’, Javanese is ‘subject + paleng+ adjective + soko + object’ , Sundanese is ‘subject + pohara + adjective + na + ti + object. The difference, In Indonesian ‘Subject + ter + adjective’, Javanese language ‘subject + paleng + adjective’, Sundanese language, ‘subject +pang + adjective + na’; (4) On equative level, the similarities of equative, Indonesian language is ‘Subject + sama + Adjective + nya’, Javanese language, ‘subject + podho + adjective + e’, Sundanese is ‘subject + sarua + adjective + na’. The differences, Indonesian language, ‘Subject + Se + adjective’, Javanese language, ‘subject + adjective + e + podho’, Sundanese ‘subject + adjective + na +  sarua’. This research can be used as a reference in advanced research related to the typology in order of degree word and adjective with data from different language in Indonesian archipelago. Keywords : Syntactic Typology, Comparative, Superlative, and Equative
Gangguan Berbicara pada Penyandang Tunarungu di Cinere Depok (Kajian Psikolinguistik) Mardiana, Mardiana; Pujiati, Tri
Deiksis Vol 10, No 02 (2018): Deiksis
Publisher : Pusat Penelitian Bahasa dan Seni Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.689 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v10i02.2421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tuturan fonologi pada penyandang tunarungu di Cinere Depok (2) mendeskripsikan bentuk bahasa isyarat pada penyandang tunarungu di Cinere Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian yaitu subjek tunggal usia 22 tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek tunggal usia 22 tahun yang juga mengalami gangguan berbicara dan seorang penyandang tunarungu mampu melafalkan huruf vokal dengan baik, meskipun pada huruf konsonan ada beberapa huruf yang dilafalkan berubah seperti huruf B berubah menjadi P, E berubah menjadi R, G berubah menjadi E, K berubah menjadi A, Q berubah menjadi U, R berubah menjadi L, V berubah menjadi P, W berubah menjadi V, dan X berubah menjadi S. Pada wawancara ada huruf yang dilafalkan berubah seperti E, S, R, K, dan A serta hilang huruf seperti K, O, N, H, G, R, E, S, Y, B, A, I, dan T. Sedangkan pada bahasa isyarat dari subjek tunggal ini sudah sesuai dengan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).  Kata kunci: Psikolinguistik, Gangguan Berbicara, Tunarungu, Fonologi, dan Bahasa Isyarat
Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film 3 Dara Riwu, Asnat; Pujiati, Tri
Deiksis Vol 10, No 03 (2018): Deiksis
Publisher : Pusat Penelitian Bahasa dan Seni Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.178 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v10i03.2809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan wujud makna denotasi, makna konotasi, dan mitos yang terdapat film 3 Dara. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan analisis semiotika dari Roland Barthes. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini pada film 3 Dara menemukan temuan-temuan sebagai berikut: (1) Makna denotasi dan konotasi pada film ini memberikan pemahaman kepada kita bahwa pentingnya bersikap sopan dan menghargai seorang perempuan dan kepada siapapun. Karena apapun yang kita tabur di dunia ini, baik itu perkataan, sikap baik dan buruk kepada sesama, kita akan menuainya suatu hari nanti. (2) Mitos yang dapat disimpulkan dalam penelitian ini adalah di saat Affandy, Jay, dan Richard mendatagi seorang psikolog dan psikolog tersebut mengklaim bahwa mereka mengalami Gender Diasyphora Syndrome yaitu sebuah gejala dimana seorang pria secara perlahan memiliki perubahan sikap dan perilaku sebagai seorang wanita.Kata kunci: Film, Semiotika Roland Barthes 
PHONOLOGY AND MORPHOLOGY INTERFERENCES IN BUKALAPAK ADVERTISEMENT JANUARI-JULY 2017 EDITION Ratnawati, Ratnawati; Pujiati, Tri
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol 7, No 1 (2019): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Liter
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v7i1.717

Abstract

This research is aimed at explaining the form of language interferences in bukalapak advertisement edisi during January - July 2017. This research used descriptive  qualitative method through sociolinguistics approach. The object of the research were the utterances in the Bukalapak advertisement which display by official youtube during Januari up to July 2017. The total number of data used was 131 data. Those data were collected through recording and notetaking. Based on the data analysis, it is found that there is interferences  in the Bukalapak advertisement which display by official youtube during Januari up to July 2017. The phonology interferences is divided into two types namely deletion of the sound and addition of the sound. While the morphology interference is the errors in affixation on some Indonesian words.