Purbaningrum, Kus Andini
Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMP DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Purbaningrum, Kus Andini
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 10 Nomor 2 Agustus 2017
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.648 KB)

Abstract

Pemecahan masalah matematika sangat dipengaruhi oleh tingkat kemampuan berpikir yang dimiliki oleh masing siswa. Kemampuan berpikir merupakan kemampuan memproses informasi secara mental atau kognitif yang dimulai dari tingkat rendah hingga tingkat tinggi. Kedua tingkatan berpikir tersebut mengacu pada taksonomi bloom yang terdiri dari 6 aspek kognitif. Setiap siswa diarahkan untuk memiliki kemampuan berpikir hingga tingkat tertinggi sehingga berpikir tingkat tinggi (higher order thinking) merupakan tujuan akhir dalam meningkatkan kemampuan berpikir.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMP ditinjau dari gaya belajar visual, auditori dan kinestetik. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa ditinjau dari gaya belajar visual, auditori dan kinestetik tergolong dalam kategori kurang/rendah.   Kata kunci: Berpikir Tingkat Tinggi, Gaya Belajar, Masalah Matematika.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PROBLEM POSSING TERHADP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALOGI MATEMATIS SISWA Safitri, Prahesti Tirta; Purbaningrum, Kus Andini
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 12 Nomor 1 Februari 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.835 KB)

Abstract

The ability of mathematical reasoning is a very important ability possessed by students in solving math problems, because this skill is a withdrawl basics in conclusion. One of the most basic reasoning ability is the mathematical analogy thinking. However this ability is the fact on the school is still low. So the need for an effort to develop it. One solution is with the cooperative learning with problem possing. Based on these problems, then the purpose of this study was to examine the influence and difference mathematical analogy thinking ability of students. This research design using Nonequivalent Control Group Design, which consists of classroom experiments, namely the use of cooperative learning with problem possing approach and class with cooperative learning. Based on the results of the analysis of data obtained as a result of that achievement of mathematical analogy thinking ability of students who get a cooperative learning with problem possing better than students who get only a learning cooperative. Keywords: Cooperative Learning, Problem Possing,  Mathematical Analogy Thinking
PENGEMBANGAN SOAL-SOAL PILIHAN GANDA UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MATA PELAJARAN MATEMATIKA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) Purbaningrum, Kus Andini
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal-soal pilihan ganda yang dapat mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi mata pelajaran matematika pada siswa SMP. Selain itu, penelitian ini juga untuk mengetahui bagaimana kemampuan siswa dalam berpikir tingkat tinggi dengan menyelesaikan soal-soal tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (development research) tipe formative evaluation. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas IX.5 SMP Negeri 18 Palembang sebanyak 35 siswa. Teknik dan instrumen pengumpulan data adalah wawancara dan prototype yang digunakan untuk mengetahui validitas soal baik secara konseptual maupun secara empiris, kepraktisan soal dan bagaimana kemampuan siswa dalam berpikir tingkat tinggi. Hasil analisis data menyimpulkan bahwa penelitian ini telah menghasilkan suatu produk berupa soal-soal pilihan ganda mata pelajaran matematika untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMP yang valid dan praktis. Valid secara konseptual tergambar dari hasil pengujian prototype oleh para pakar dari segi konten, konstruk dan bahasa. Valid secara empiris tergambar dari hasil analisis data dari uji coba terhadap siswa non subjek penelitian. Sedangkan praktis tergambar dari hasil uji coba pada one to one dan small group dimana sebagian besar siswa dapat memahami soal dengan baik. Selain itu diperoleh informasi mengenai bagaimana kemampuan siswa SMP dalam berpikir tingkat tinggi dengan menyelesaikan soal-soal tersebut. Hasil analisis data dari field test menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (68,6%) memiliki tingkat kemampuan yang sangat kurang dalam berpikir tingkat tinggi. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa SMP tidak terbiasa dengan soal-soal yang mengukur kemampuan berpikir tingat tinggi.Kata kunci: penelitian pengembangan, soal pilihan ganda, berpikir tingkat tinggi
BERPIKIR TINGKAT RENDAH MENUJU BERPIKIR TINGKAT TINGGI Purbaningrum, Kus Andini
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDalam berpikir, manusia akan melibatkan keseluruhan kepribadian, perasaan dan kehendaknya dalam memahami sesuatu yang dialami atau menemukan solusi dari masalah yang dihadapi. Secara sederhana, berpikir adalah memproses informasi secara mental atau kognitif yang dimulai dari tingkat rendah (lower order thinking) menuju tingkat tinggi (higher order thinking). Pada tulisan sederhana ini, dibahas sekilas tentang bagaimana memproses informasi secara mental atau kognitif yang sesuai dengan kedua tingkatan tersebut.Kata kunci: berpikir, berpikir tingkat rendah, berpikir tingkat tinggi