Dewi, Fitria
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Kajian Dialektologi Bahasa Madura Dialek Bangkalan Dewi, Fitria; Widayati, Wahyu; Sucipto, Sucipto
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.381 KB)

Abstract

Adanya variasi bahasa yang terdapat di Kecamatan Arosbaya dan Geger serta daerah tersebut memungkinkan untuk pengambilan data dikarenakan daerah tersebut termasuk daerah pesisir dan pegunungan menjadikan faktor adanya suatu dialek. Rumusan masalah yang muncul ialah bagaimana pemakaian Bahasa Madura dialek Bangkalan di Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan? Dengan tujuan menganalisis pemakaian Bahasa Madura dialek Bangkalan di Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan data mentah berupa ujaran percakapan yang kemudian di transkripsikan ke bentuk tulisan yang berupa kalimat dan kata. Data tersebut diperoleh dari sumber penduduk asli daerah penelitian sesuai dengan criteria sumber data. informan dari penelitian ini peneliti itu sendiri yang di bantu oleh alat perekam suara berupa recorder/handphone. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode simak dengan teknik dasarnya teknik sadap dan teknik lanjutannya menggunakan teknik simak bebas libat cakap, teknik catat, teknik rekam, teknik transkripsi data, dan teknik translate data. Selanjutnya, peneliti menganalisis data yang telah dikumpulkan dengan metode analisis data yakni metode padan. Metode ini memiliki teknik dasar sebagai teknik pilah unsur penentu (PUP), sedangkan teknik lanjutannya berupa teknik hubung banding membedakan (HBB). Peneliti juga menggunakan teknik keabsahan data berupa teknik pemeriksaan keabsahan data, yaitu 1) perpanjangan keikutsertaan, ketekunan, pengamatan; 2) triangulasi; 3) pengecekan sejawat, 4) kecukupan referensial; 5) kajian khusus negative; dan 6) pengecekan anggota.Kata kunci: Dialek Bangkalan, Dialektologi, dan Bahasa Madura
PELAKSANAAN HIDDEN CURRICULUM PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AL-ISLAM DI SD MUHAMMADIYAH WIROBRAJAN I YOGYAKARTA Maryani, Ika; Dewi, Fitria
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 10, No 1: Januari 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.31 KB)

Abstract

Abstract:. The problem that often arise in the study is the lack of understanding of the hidden curriculum so the teacher does not know the positive impact of the hidden curriculum activity itself, despite the fact that the hidden curriculum activities are often carried out in the learning process. This study was aimed to describe the hidden curriculum implementation strategy on educational subjects of Al-Islam in SD Muhammadiyah I Yogyakarta Wirobrajan academic year 2017/2018. The method used in this research was descriptive qualitative and the  data collection technique used observation, interviews, and documentation. The results showed that the implementation of the hidden curriculum on the educational subjects of Al-Islam had positive habit to students during the learning process by using expository  and inquiry strategy for the achievement of school goals along with the vision and mission of the school established to form Islamic generation, knowledgeable, noble, and cultured.Keywords: Hidden Curriculum, Al-Islam Education Abstrak: Permasalahan yang sering muncul di dalam pembelajaran adalah kurangnya pemahaman guru mengenai hidden curriculum sehingga guru tidak mengetahui dampak positif dari kegiatan hidden curriculum itu sendiri, meskipun pada kenyataannya kegiatan hidden curriculum sering dilaksanakan tanpa disengaja di dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pelaksanaan hidden curriculum pada mata pelajaran pendidikan Al-Islam di SD Muhammadiyah Wirobrajan I Yogyakarta tahun ajaran 2017/2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif melalui teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan hidden curriculum pada mata pelajaran pendidikan Al-Islam sudah baik memberikan pembiasaan yang positif kepada siswa pada saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan srategi ekspositori dan inquiry demi tercapainya tujuan sekolah serta visi misi sekolah yang sudah ditetapkan yaitu terbentuknya  generasi islami, berilmu, berakhlak mulia, dan berbudaya.Kata Kunci: Hidden Curriculum, Pendidikan Al-Islam
KOSAKATA BAHASA MINANGKABAU YANG BERPOTENSI ARKAIS DALAM KABA CINDUA MATO (Minangkabau Vocabularies that Potentially Being Archaic in Kaba Cindua Mato) Dewi, Fitria; Nadra, NFN; Yusdi, M
SALINGKA Vol 14, No 2 (2017): Salingka, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2774.09 KB)

Abstract

AbstractThe language changes may cause a word to be no longer used or called archaic. This studyaims to describe the vocabulary of Minangkabau language that potentially archaic found inthe Kaba Cindua Mato script. This study was analyzed by diachronic dialectology theory andthe method of matching with the technique of decisive element as the basic technique anddifferential interfacing technique as an advanced technique. Based on the results of the studyfound 122 vocabularises of potential archaic in Kaba Cindua Mato script which are dividedinto 43 verbs, 7 adjectives, 5 adverbs, and 68 nouns. Based on the opinion of the respondents(active speakers of Minangkabau language domiciled in Padang City) it is concluded thatfrom 122 vocabularies potentially archaic in Kaba Cindua Mato script there are 22 activevocabularies, 46 semi-archaic vocabularies, and 56 archaic vocabularies.AbstrakPerubahan bahasa antara lain menyebabkan suatu kata menjadi tidak digunakan lagi atau disebutarkais. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kosakata bahasa Minangkabau yang berpotensiarkais yang ditemukan dalam naskah Kaba Cindua Mato. Penelitian ini menggunakan metodesimak dan teknik catat dalam mengumpulkan data, selanjutnya data dianalisis dengan teori dialektologidiakronis dan metode padan dengan teknik pilah unsur penentu sebagai teknik dasar dan teknikhubung banding membedakan sebagai teknik lanjutan. Hasil analisis data disajikan dengan metodeinformal dan formal. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 122 kosakata yang berpotensi arkaisdalam naskah Kaba Cindua Mato yang terbagi dalam 68 kata benda, 43 kata kerja, 7 kata sifat,dan 5 kata keterangan. Berdasarkan pendapat responden (penutur aktif bahasa Minangkabau yangberdomisili di Kota Padang) diperoleh simpulan bahwa dari 122 kosakata yang berpotensi arkaisdalam naskahKaba Cindua Mato terdapat 22 kosakata yang masih aktif, 46 kosakata semi arkais,dan 56 kosakata yang arkais.Kata kunci: istilah; kosakata; arkais,Kaba Cindua Mato
RAGAM PANTUN DALAM KABA MAGEK MANANDIN (The Types of Pantun Found in the Kaba (the Story) Magek Manandin) Dewi, Fitria
SALINGKA Vol 12, No 02 (2015): SALINGKA, EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.406 KB)

Abstract

AbstractThis article describes the types of pantun (traditional poetry) found in Kaba Magek Manandin. The types of pantun is analyzed by sociological approach with descriptive-analysis method. Based on the analysis, it is found 70 pantuns which are included into six types, they are pantun nasihat (admonition pantun), pantun berkasih-kasihan (romance pantun), pantunperceraian (separation pantun), pantun berhiba hati (sadnes pantun), pantun adat (custom pantung), and pantun agama (religious pantun). Kaba Magek Manandin is a sad story, so the figures in it tend to expresses their sadness through pantun. The result of this research shows that pantun berhiba hati dominates in Kaba Magek Manandin.Keywords: kaba, Magek Manandin, pantun, typesAbstrakTulisan ini mendeskripsikan ragam pantun dalam Kaba Magek Manandin. Ragam pantun itu dianalisis menggunakan pendekatan sosiologis dan metode deskriptif analisis. Berdasarkan hasil analisis ditemukan 70 pantun yang dapat dikelompokkan dalam enam ragam, yakni ragam pantun nasihat, ragam pantun berkasih-kasihan, ragam pantun perceraian, ragam pantun berhiba hati, ragam pantun adat, dan ragam pantun agama. Kaba Magek Manandin adalah cerita mengharukan, para tokoh dalam cerita cenderung mengungkapkan kesedihannya melalui pantun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam pantun berhiba hati mendominasi Kaba Magek Manandin.Kata kunci: Kaba, Magek Manandin, pantun, ragam
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FIQIH PERSPEKTIF PSIKOLOGI DALAM MENINGKATKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA MADRASAH TSANAWIYAH Dewi, Fitria; Sa’diyah, Maemunah
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 3 No 4 (2019): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi April
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.705 KB)

Abstract

Pengembangan bahan ajar yang sangat penting dilakukan oleh pendidik untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Tulisan ini difokuskan pada pengembangan modul yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana langkah-langkah penyusunan modul dan tingkat kelayakan untuk dapat meningkatkan karakter religius siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development, yaitu melakukan penelitian dan menciptakan produk berupa modul pembelajaran Fiqih yang disusun dengan memperhatikan tiga aspek kelayakan yaitu dari segi materi, bahasa, dan desain. Aspek tersebut dinilai oleh validator yang ahli dalam bidangnya.  Tema pada modul ini adalah ‘Tenangnya Dekat dengan Allah SWT (Zikir dan Doa)’ yaitu mata pelajaran Fiqih kelas VII MTs. Penyusunan modul ini mengintegrasikan materi zikir dan doa perspektif Al-Qur’an dan psikologi dengan tujuan untuk meningkatkan karakter religius siswa. Penelitian ini dilakukan dengan cara menguji data sebelum dan sesudah pembelajaran pada kelas eksperimen dan kontrol dengan menggunakan One Sample T-Test pada SPSS 20. hasil penelitian menyatakan bahwa prosedur penyusunan modul dinilai sangat baik dan layak digunakan sebagai bahan ajar untuk meningkatkan karakter religius siswa.