Kusuma, Rio Jati
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

ANTIHIPERGLIKEMI PATI GEMBILI (DIOSCOREA ESCULENTA) DAN EUBACTERIUM RECTALE PADA MODEL TIKUS DIABETES YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN DAN NIKOTINAMID Setyawati, Tri; Oktiyani, Neni; Kusuma, Rio Jati; Setiawan, Tony Adi; Sunarti, Sunarti
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.8 KB)

Abstract

Latar belakang. Diabetes merupakan salah satu penyakit degenaratif dengan prevalesi cukup tinggi di Indonesia. Diabetes tipe 2 memiliki prevalensi paling tinggi diantara jenis diabetes yang lain. Diabetes tipe 2 merupakan kondisi hiperglemia kronis yang umumnya disebabkan oleh resistensi insulin. Diet dengan resistant starch berpotensi untuk meningkatkan sensitivitas insulin pada penderita diabetes melalui butirat yang dihasilkan pada saat fermentasi di usus besar. Salah satu bahan pangan yang berpotensi dalam penanganan diabetes adalah gembili (Dioscorea esculenta). Eubcaterium rectale (e. rectale) merupakan bakteri butirogenik yang dapat meningkatkan produk butirat di dalam kolon.Tujuan. Tujuan penellitian ini adalah untuk mengetahui penurunan glukosa darah pada tikus Wistar yang diinduksi nikotinamide dan streptozotosin setelah pemberian diet gembili dan eubacterium rectale.Metode. Penelitian ini menggunakan desain pre dan posttest kontrol. Tikus jantan Wistar 3 bulan, dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol sehat (K1), kelompok yang diinduksi Streptozotocin (STZ) dan nikotinamide(NA) tanpa terapi (K2), kelompok yang diinduksi STZ dan NA dengan pemberian e. ractale (K3), kelompok induksi ditambah pati gembili (K4), dan kelompok induksi dengan sinbio pati gembili dan e. rectale (K5). Dengan lama intervensi 4 minggu.Hasil. Terjadi penurunan kadar glukosa darah setelah intervensi 4 minggu yaitu antara kelompok K2 dan K3, K4 dan K5 dengan nilai signifikansi p < 0,05.Kata kunci: diabetes tipe 2, Dioscorea esculenta, resistant starch, butirat, resistensi insulin, sensitivitas insulin.
Dietary fiber and carboydrate contents of gathotan and gathot as functional food for people with diabetes mellitus Sari, Puspita Mardika; Puspaningtyas, Desty Ervira; Kusuma, Rio Jati
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 5, NOMOR 2, 2017
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.894 KB) | DOI: 10.21927/ijnd.2017.5(2).88-92

Abstract

Background : Gathotan and gathot are Indonesian cassava traditional fermented food from Gunungkidul, Yogyakarta. These fermented foods may be considered as an important component of a functional-foods based diet for management of type 2 diabetes mellitus (DM). Previous study found that gathotan and gathot hadve low glycemic index (GI). Fermentation processed using fungi and bacteria hadve potency to give many beneficial effects, such as prebiotic that gives contribution on the forming of short chain fatty acid (SCFA). SCFA gives many beneficial effects on metabolism and prognosis on DM type 2. However, there have been no study on the potency of gathotan and gathot as dietary fiber sources.Objectives: This study was designed to examine carbohydrate and dietary fiber content in gathotan and gathot as functional food for people with DM.Methods: Gathotan was made by spontaneous fermentation. Gathot was made by soaking overnight of gathotan, then steaming and drying. Carbohydrates content was calculated by using “carbohydrate by diference” method. Dietary fiber content was analyzed by using enzymatic gravimetri method.Results: The highest carbohydrate content was found in cassava (81,13%), followed by gathotan (68,32%), and gathot (39,03%), respectively. The highest dietary fiber content was found in gathot (17,36%), followed by gathotan (14%), and cassava (8,61%) respectively.Conclusions: Fermentation process of cassava to be gathotan and gathot are potential to increase dietary fiber and decrease carbohydrate content. KEYWORDS: gathotan, gathot, functional food, diabetes mellitus.