Sholeh, Kabib
Faculty of teaching training and education

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

KONDISI PARTAI POLITIK DI INDONESIA PASCA REFORMASI TAHUN 1999-2004 SEBAGAI MATERI AJAR SEJARAH INDONESIA Sholeh, Kabib
WAHANA DIDAKTIKA Vol 13, No 3 (2015): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKondisi politik Indonesia pada masa pra reformasi belum mengalami perkembangan yang signifikan dibandingkan pada masa pasca reformasi yang telah berkembang pesat. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah perkembangan partai politik pada masa pasca reformasi, untuk mengetahui kondisi partai politik pasca reformasi dan mengetahui faktor-faktor pengahambat perkembangan partai politik Indonesia pasca reformasi dan mengetahui kondisi politik Indonesia pasa reformasi sebagai Materi Ajar Sejarah Indonesia kelas XII pada Sekolah Menengah Atas Palembang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian diskriptif kualitatif, dengan menggunakan metode sejarah yang terdiri dari heuristik, Verifikasi, Interpretasi dan historiografi. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka dan heuristik.Teknik analisis data menggunakan teknik analisis diskriptif dan intrepretasi. Perkembangan partai politik pasca reformasi mengalami pembaikan, ini terbukti dari jumlah partai politik yang mengikuti pemilu pada tahun 1999 yang meningkat pesat, serta kemajuan dalam bidang politik yang telah dikeluarkan kebijakan-kebijakan yang mengarahakan jiwa demokrasi terutama dalam kebebasan berpendapat dan berpolitik, walaupun masih juga ada kebijakan yang kurang prorakyat. Masa pemerintahan Abdurrahman Wahid dalam bidang politik banyak memunculkan kontroversi baik dalam kaitan dengan kebijakan politik dalam negeri maupun luar negeri sehingga menimbulkan serangkaian konflik internal dan eksternal dalam pemerintahan. Sedangkan pada masa era Megawati secara politik telah mengalami sedikit perbaikan terutama dalam sistem pemerintahan yang semakin demokrasi dan akan berdampak kepada partai-partai politik yang berkembang masa itu. Kata kunci: Politik Indonesia, Pasca-Reformasi, Materi Ajar.
MASUKNYA AGAMA ISLAM DI PALEMBANG PADA MASA KERAJAAN SRIWIJAYA ABAD VII MASEHI Sholeh, Kabib
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 5 MEI 2018
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.393 KB)

Abstract

Theory of the entry of Islam in Palembang there is a 7th century AD opinion and there is also a opinion of the 13th and 16th century AD. The purpose of this study was to analyze the entry path of Islam in the center of Sriwijaya kingdom, analyze the factors driving the entry of Islam by Arab traders and its relationship with Sriwijaya in the 7th century AD. This study uses historical method, while the steps are first, heuristic or data collection process or source, both data verification or the process of selecting valid and authentic source, the third interpretation which means the process of interpreting data that has been collected by synthesizing, and finally historiografi is writing history. In conclusion in this study is Islam entered in Palembang in the 7th century AD, at the same time at the time Palembang as the center of the maritime kingdom Sriwijaya Buddhist-patterned. Islam entered at the center of Sriwijaya brought by traders from Arab directly through the sea lane of the Arabian sea - the Strait of Bengal - Strait of Malacca - Strait of Bangka and enter into Palembang through the river Musi. The driving factor of the entry of Muslim traders in Sriwijaya due to trade or economic factors with Sriwijaya. Furthermore, there was also a cooperative relationship between the rulers of Sriwijaya and the Arab rulers during the Muawaiyah dynasty. The entry of Islam in Palembang was well received by the rulers of Sriwijaya, while the evidence of the existence of Islam in Palembang in the 7th century AD is evidenced by records from China and the remains found around Palembang. Keywords: Islamic Religion, Palembang, Sriwijaya Kingdom
Jalur Pelayaran Perdagangan Sriwijaya yang Strategis dan Perekonomiannya pada Abad Ke-7 Masehi Sholeh, Kabib
Siddhayatra Vol 22, No 2 (2017): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1354.58 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v22i2.104

Abstract

Secara geografis Sriwijaya memiliki letak kestrategisan pada jalur pelayaran perdagangan yang dilewati para pedagang asing pada abad ke-7 Masehi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis jalur pelayaran perdagangan Sriwijaya yang menguntungkan perekonomian Sriwijaya, untuk menganalisis kegiatan perdagangan Sriwijaya dan bagaimana strategi Sriwijaya dalam mempertahankan perekonomiannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode historis dengan pendekatan keilmuan ekonomologis, politikologis dan sosialogis. Langkah-langkah metode historis adalah heuristik atau pengumpulan sumber, verifikasi sumber, interpretasi atau penafsiran sumber dan historiografi atau penulisan sejarah. Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan maritim yang berkuasa di laut dan hasil perekonomiannya diperoleh dari berdagang dan hasil bea pajak. Sriwijaya mampu menjadi penguasa sekaligus pengendali perdagangan di jalur-jalur pelayaran milik Sriwijaya. Sriwijaya menerapkan monopoli perdagangan bagi para pedagang asing yang singgah di Sriwijaya. Dalam mempertahankan keamanan di jalur-jalur pelayaran perdagangan, Sriwijaya mengerahkan seluruh kekuatan armada lautnya dengan dibantu oleh para perompak yang sudah ditaklukan Sriwijaya serta dengan sebuah perjanjian yang saling menguntungkan diantara kedua belah pihak.
KEBERAGAMAN MASYARAKAT DAN TOLERANSI BERAGAMA DALAM SEJARAH KERAJAAN SRIWIJAYA (SUATU ANALISIS HISTORIS DALAM BIDANG SOSIAL, BUDAYA, EKONOMI DAN AGAMA) Sholeh, Kabib
Siddhayatra Vol 23, No 1 (2018): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.818 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v23i1.123

Abstract

The kingdom of Sriwijaya was known as the greatest protector and follower of Buddhism in the archipelago of his time. The diversity of society, race and religion make Sriwijaya truly able to maintain peace, diversity and tolerance among religious people.. The purpose of this study is to analyze the diversity of society in the kingdom of Sriwijaya in various aspects of life, tolerance among religious communities between Buddhism, Islam and Hinduism, and the factors emergence of life tolerance in the kingdom of Srivijaya. The method used is historical method. The steps in historical methods include heuristics (data collection / source), verification (selection or source criticism), interpretation (historical interpretation) and the last is historiography (historical writing). This research explains the diversity of society in the Sriwijaya kingdom from indigenous peoples, Arabs, Indians and Chinese, and the foreign community is in the kingdom of Sriwijaya due to economic factors and they enter by trade. The diversity of the people in the kingdom of Sriwijaya is highly protected by the king of Sriwijaya kingdom so there is no emphasis, murder, threats from the king of Sriwijaya kingdom unless they do the rebellion will be burned. The king of the kingdom of Sriwijaya felt happy and respected the diversity of his people. The king of the kingdom of Sriwijaya is open to strangers, loving peace based on the unreliability of leadership in accordance with his Buddhist teachings. Such conditions have an impact on the policy of the king of Sriwijaya kingdom in addressing a difference in running beliefs and religions such as Buddhism, Islam, Hinduism and local beliefs. Sriwijaya highly upholds religious tolerance as depicted on the Hindu temple site Bumiayu temple, the arrival andsettlement of Muslim traders in the kingdom of Sriwijaya, so that the kingdom of Sriwijaya sent a letter to the Umayyads to request the sending of a mubaleq as king's adviser. All these evidences depict the king of the kingdom of Sriwijaya very tolerant of other religions.
PELAYARAN PERDAGANGAN SRIWIJAYA DAN HUBUNGANNYA DENGAN NEGERI-NEGERI LUAR PADA ABAD VII-IX MASEHI Sholeh, Kabib
HISTORIA Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2019): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v7i1.1310

Abstract

PELAYARAN PERDAGANGAN SRIWIJAYA DAN HUBUNGANNYA DENGAN NEGERI-NEGERI LUAR PADA ABAD VII-IX MASEHI Kabib SholehPendidikan Sejarah Universitas PGRI PalembangEmail: habibsholeh978@gmail.com Abstrak       Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejarah perkembangan pelayaran dan perdagangan Sriwijaya, menganalisis bagaimana hubungan perdagangan Sriwijaya dengan negeri-negeri luar, dan bagaimana kegiatan pelayaran perdagangan tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode sejarah (metode historis). Langkah-langkah  penelitian ini diantaranya adalah pertama, heuristik atau pengumpulkan sumber-sumber atau data, kedua, verifikasi sumber atau kegiatan kritik sumber dari sumber-sumber yang sudah terkumpul, ketiga, interpretasi atau teknik analisis dengan melakukan penafsiran sejarah keempat, historiografi atau kegiatan penulisan sejarah sehingga akan disintesiskan menjadi diskripsi-analisis kualitatif sejarah yang bisa dipertanggung jawabkan. Pada penelitian ini menjelaskan bahwa Sriwijaya adalah kerajaan yang dibangun bermula dari sebuah wanua kecil yang berkembang terus menerus kekuasaannya di laut sampai menjadi penguasa maritim terbesar. Sriwijaya berhasil menguasai jalur-jalur pelayaran perdagangan yang strategis di laut. Kebesaran Sriwijaya tidak lepas adanya hubungan perdagangan dengan negeri luar seperti India, Arab dan Cina, hubungan tersebut saling menguntungkan dari kedua belah pihak dalam bidang politik, ekonomi dan agama, sehingga Sriwijaya sangat diuntungkan sebagai penguasa jalur pelayaran tersebut. Kondisi yang demikian tujuan Sriwijaya sebagai penguasa laut di nusantara dapat tercapai dengan mudah atas dukungan baik secara politik, ekonomi maupun agama dari penguasa-penguasa luar.  Kata Kunci : Pelayaran, Perdagangan, Kerajaan Sriwijaya, Negeri-negeri Luar.                                                                      Abstract       The purpose of this study is to analyze the history of Sriwijaya's shipping and trading, to analyze how Sriwijaya's trade relations with foreign countries, and how the trade shipping activities. The method used in this research is historical method (historical method). The steps of this research include first, heuristics or collection of sources or data; secondly, source verification or source criticism from collected sources; third, interpretation or analytical techniques with historical fourth exegesis, historiography or writing activities history so that it will be synthesized into qualitative historical accounts that can be accounted for. In this study it is explained that Sriwijaya is a kingdom that was built starting from a small wanua that develops continuously its power at sea until it becomes the largest maritime ruler. Sriwijaya succeeded in mastering strategic trade shipping lanes at sea. The greatness of Sriwijaya is not free from trade relations with foreign countries such as India, Arab and China, the relationship is mutually beneficial from both sides in the field of politics, economy and religion, so that Sriwijaya greatly benefited as the ruler of the shipping line. Such a condition of Sriwijaya's goal as a ruler of the sea in the archipelago can be achieved easily for the support both politically, economically and religiously from the outside rulers. Keywords: Cruise,Trade, Sriwijaya Kingdom, Foreign Countries.
NILAI SEJARAH GEREJA SILOAM DALAM PENYEBARAN AGAMA KRISTEN DI KOTA PALEMBANG SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH Kesuma, Otty Nindi; Sholeh, Kabib
KALPATARU Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 5, No 1 (2019): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : History Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.096 KB) | DOI: 10.31851/kalpataru.v5i1.2944

Abstract

Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan (GKSBS) Palembang “Siloam” pertama kali berdiri di Palembang pada tahun 1933 oleh Belanda. Gereja Siloam salah satu bentuk perkembanganya agama Kristen di Palembang, hingga sekarang Gereja ini masih digunakan sebagai tempah beribadah bagi agama Kristen. Permasalahan dalam penelitian ini adalah nilai sejarah apakah pada Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan Palembang “Siloam” yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di sekolah menengah atas? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai sejarah Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan Palembang “Siloam” yang dapat dimanfaatkkan sebagai sumber pembelajaran sejarah di sekolah menengah atas. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Gereja Siloam didirikan pada tahun 1933 di kawasan jalan Talang Semut yang memiliki nama Belanda Gereja Gereformeerd. Gereja ini merupakan hasil dari peninggalan kolonialisme dari bangsa Belanda, Gereja ini juga memiliki peran besar dalam perkembangan agama Kristen di kota Palembang. Dengan dijadikanya nilai sejarah Gereja Siloam dalam penyebaran agama Kristen di kota Palembang sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA Negeri 2 Palembang, maka dapat membantu siswa mengetahui dan belajar hasil bangunan yang ditinggalkan para penjajah dari Belanda di kota Palembang sehingga dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dalam diri siswa.