Azman, Azman
Faculty of Dakwah and Communication (UIN Ar-Raniry)

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN SYARIAT ISLAM Azman, Azman
AL-Daulah Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Hukum Pidana dan Ketatanegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ad.v7i2.7243

Abstract

Kelompok Islam fundamentalis (seringkali) dianggap sebagai pihak yang paling bertanggungjawab atas beragam peristiwa berdarah di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Bermacam istilah ditawarkan oleh para pemikir, baik non-Muslim maupun Muslim, untuk (sekedar) memberikan deskripsi paling sempurna tentang kelompok ini. Misalnya, kelompok radikalisme (Islam revolusinoner), Islamist, dan Neo-fundamentalisme. Sebenarnya, beragam terma itu bersumsum-tulang karena digunakan secara bergantian dalam literatur gerakan Islam kontemporer, Barat mengkondisikannya sebagai radikalisme dan terorisme. Di negara-negara Timur Tengah, gerakan radikalisme Islam telah berakar urat dan memiliki sejarah yang cukup panjang. Munculnya gerakan Islam fundamentalismerupakan suatu gejala riil dari apa yang disebut sebagai kebangkitan Islam. Revitalisasi Islam didukung oleh sejumlah peristiwa-peristiwa dan perubahan- perubahan yang mempengaruhi negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam Islam. Manifestasi yang paling dramatis dan spektakuler dari kemunculan gerakan kebangkitan ini adalah peristiwa revolusi Islam Iran pada 1979. Gerakan Islam fundamentalis berusaha merefleksikan satu pandangan bahwa Islam merupakan agama holitik yang meliputi berbagai aspek termasuk di bidang politik. Dalam konteks ini, fundamentalisme Islam berkeyakinan bahwa agama dan politik sebagai suatu kondisi keniscayaan sebagaimana terefleksi dalam dalil yang menyatakan bahwa, al-Islam Di- nun wa Dawlah, Islam is Religion and State.
STRATEGI PUBLIC RELATIONS MEMBANGUN CITRA POSITIF DALAM FILM “HANCOCK” (Studi Terhadap Nilai-Nilai Dakwah Islam) Azman, Azman
Jurnal Al Bayan Vol 22, No 34 (2016)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication (UIN Ar-Raniry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v22i34.876

Abstract

Abstrak: John Hancock dalam film Hancock adalah superhero yang dalam beraksi melawan kejahatan selalu berbuat salah sehingga bukan mendapatkan penghargaan malah mendapatkan cacian dan marahan dari berbagai pihak. Kemudian Ray seorang PR Officer membantu Hancock memperbaiki hubungan dan citranya di masyarakat. Karya tulis ini akan membahas bagaimana strategi Ray seorang PR officer membangun citra postif Hancock. Untuk mengkaji film Hancock tersebut penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan konten analisis. Hasil kajian menunjukkan strategi membangun citra yang dilakukan oleh Ray kepada Hancock meliputi beberapa tahapan diantaranya; dengan mempengaruhi dan meyakinkan Hancock, evaluasi diri, pengharapan bentuk perubahan, pengakuan dosa dan patuh aturan, slogan dan pelatihan cara berhubungan dengan masyarakat, penampilan dan pembuktian citra. Dilihat dari alur ceritanya, strategi membangun citra yang dilakukan oleh Hancock dimulai dari membenah internal sendiri kemudian mempersiapkan diri untuk memiliki kemampuan melakukan pekerjaan sesuai dengan standar membangun hubungan yang baik dan dinamis dengan taat pada hukum yang berlaku walaupun sebuah seseorang/instansi memiliki kekuasaan. Dalam film Hancock juga mengandung nilai-nilai dakwah universal dalam hal saling tolong menolong, memperbaiki keadaan yang tidak baik menjadi lebih baik dan membimbing Hancock untuk memiliki kepribadian lebih baik. Kata kunci; Strategi Public Relations Citra Hancock Abstract: John Hancock in Hancock film is superhero who taking action to against the crime, always do many mistakes until doesn’t get awards but he get ruction and angry from another side. Ray is a pr officer who help hancock to repair the relationship and his imagery in community. This papers will discuss how Ray’s strategy as a PR officer to build a positive repair. To review Hancock film, the writers use descriptive of qualitative research method by using content analysis. Study result are show the strategy to build imagery that do by Ray to the hancock, self-evaluation, hope form change, confession of sin and obedient rules, slogan and how to relate with community, appearance and image verification. Seen from the story, the strategy to build of imagery that doing by Hancock start from tidy up the international alone and then preparing self to have an ability to work with standard of the good relationship and dynamic by obey the law that applicable although an instance/someone who has power. In hancock film containing universal dakwah values and mutual help, fix the conditions bad to be well and guide hancock to has good personality. Kay Word: Strategy Public Relations Image Hancock
PENERAPAN PENDEKATAN SCAFFOLDING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA Kusumaningsih, Citra; Azman, Azman
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.936 KB) | DOI: 10.31571/bahasa.v7i2.1008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan speaking skill siswa kelas XI IPA 2, MAN 2 Pontianak.Masalah didalam penelitian ini adalah kompetensi speaking skillsiswa yang kurang baik.Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama dua siklus.Setiap siklus terdiri dari perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi.Teknik pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi dan didukung dengan tes.Analisis data penelitian menggunakan statistic deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategiscaffolding bisa meningkatkan kemampuan speaking skill siswa .Dari pengamatan dan didukung dengan catatan lapangan penulis, dapat dilihat bahwa siswa bisa berbicara dengan baik, kosakata mereka bertambah, struktur gramatikal menjadi lebih baik, dan motivasi siswa dalam speaking skill semakin meningkatkan. Peningkatan kemampuan speaking skill siswa tercermin dari antusias siswa didalam proses pembelajaran dan meningkatnya skor speaking skillsiswa .Kata Kunci: strategi scaffolding, keterampilan berbicara, penelitian tindakan kelas
Penggunaan Media Massa dan Media Sosial di Kalangan Mahasiswa Komunikasi Azman, Azman
Jurnal Peurawi Vol 1, No 1 (2018): Kajian Komunikasi Islam
Publisher : Jurnal Peurawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mass media is considered the fourth pillar in the enforcement of democracy in a country. Freedom in the delivery of information is desirable, as well as the information which is very responsible responsible for the dissemination of such information. Since the presence of new media, in various forms, especially social media greatly impact on users. However, the use and dissemination of information through media that can be freely biased is not yet biased to provide a high trust and even hoax information. This paper was written to examine the use of mass media and social media among students of communication in obtaining various information. Most of the communication students are more confident in mass media in getting information because the information reviewed in mass media is more accurate. But in the use of social media is used to build a more intimate relationship, and make social medias like whatsapp as lecture discussion group, school alumni group, organization group, business building group and others. But the tendency of communication students today more information through social media than the mass media. And even more often they read the information through social media rather than the mass media that is already rare for them.