Articles

Found 3 Documents
Search

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM SURAH LUKMAN Garancang, Sabaruddin
Inspiratif Pendidikan Vol 5, No 2 (2016): Inspiratif Pendidikan
Publisher : Inspiratif Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The concept of education in the Quran principally establishes the communities based on faith in God Almighty. It aims to improve the quality of human resources which in turn can provide valuable contribution in achieving the common goals; just and prosperous society blessed by Alah SWT. Then, the concept of education Lukman al-Hakim contains several topics; (1) faith and monotheism coaching; it can be seen in verse 13 of Surah Luqman as described in the previous discussion. (2) Worship coaching; this can be seen in verse 17 of Surah Luqman. The implementation of the order for the children persuasively encourages and guides them to pray. (3) Character building; it can be seen in verse 14, 15, 18 and 19. Moral is the implementation of faith and all forms of behavior. Among examples of the morals taught to his son are; 1) the morals of children to his parents (verse 14); 2) the morals of children to others (verses 18, 19); 3) the morals of children to her appearance (verse 19); and 4) personality and social issues development can be seen in verse 16. The formation of personality occurs in the long term ranging from birth until the age of 21 years. Finally, personality formation is closely related to the development of faith and morals.
EFEKTIVITAS FISH BOWL TECHNIQUE SEBAGAI SARANA SOSIAL TERHADAP KEMAMPUAN BERBAHASA DAN PEMAHAMAN KONSEP Athirah, Athirah; Garancang, Sabaruddin; Suhardiman, Suhardiman
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 6, No 2 (2018): September
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpf.v6i2a10

Abstract

Penelitian ini  bertujuan  untuk mengetahui kemampuan berbahasa dan pemahaman konsep siswa yang diajar dengan fish bowl technique (teknik cawan ikan) sebagai sarana sosial pada karakteristik, mengetahui kemampuan berbahasa dan pemahaman konsep siswa yang diajar dengan metode konvensional diskusi kelas pada materi karakteristik gelombang, mengetahui fish bowl technique (teknik cawan ikan) sebagai sarana sosial efektif terhadap kemampuan berbahasa dan pemahaman konsep. Desain  penelitian  yang  digunakan The Matching-Only Design. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa  implementasi  fish bowl technique lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dan pemahaman konsep pada kelas XI MIPA 2 dibandingkan dengan diskusi kelas pada kelas XI MIPA 1 MAN 1 Makassar.
BENTUK-BENTUK TAKRĀR DALAM AL-QUR’AN MENURUT TINJAUAN BALAGAH (STUDI PADA JUZ AMMA) Amir, Amir; Khalid, M Rusydi; Garancang, Sabaruddin; Kasim, Amrah
Jurnal Diskursus Islam Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengetengahkan mengenai ayat-ayat takrār d dalam Juz ‘Amma suatu  tinjauan  Bala>gah, dalam konteks bentuk-bentuk takrar. Penelitian ini dapat dikatagorikan ke dalam penelitian kepustakaan (libraryresearch). Sumber data primer mencakup buku-buku bala>gah, linguistik, mu’jam-mu’jam leksikal bahasa Arab yang diangap standar, kitab-kitab tafsir, dan bahan-bahan tertulis lainnya yang representatif yang ada relevansinya dengan penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan interdisipliner dalam penelitian ini, mengingat bahwa ilmu balagah memiliki keterkaitan erat dengan sejumlah sub disiplin ilmu kebahasaan, meliputi ilmu nahwu, s}arf, semantik, linguistik, tafsir, dan sebagainya. Sedangkan pendekatan bala>gah dijadikan sebagai pedoman untuk melihat pola perubahan komunikasi dalam sebuah alur pembicaraan dan efek makna yang ditimbulkan. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan tehnik-tehnik survey kepustakaan, studi literatur, membaca ayat-ayat al-Qur’an secara berulang-ulang, mencatat ayat-ayat al-Qur’an yang dianggap takār dan letaknya dalam surah dan nomor ayat, dan mengumpulkan ayat-ayat al-Qur’an yang ada pada Juz ‘Amma (Juz 30) yang mengalami perulangan (takrar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat dalam al-Qur’an yang mengalami perulangan (takrar) ternyata mengandung banyak bentuk takrar, Faedah takrar, makna takrar,  dan ide terpenting di dalamnya yang harus dipahami oleh manusia. Takrar pada dasarnya menunjukkan sebuah kata atau kelompok kata yang mendapat perulangan itu dianggap penting, karena merupakan fikiran inti yang harus lebih ditonjolkan dari unsur-unsur teks yang lain. Bentuk-bentuk takrar  yang banyak didapati dalam al-Qur’an adalah pada kisah-kisah.