Asmawi, Suhaili
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

KONDISI TUTUPAN TERUMBU KARANG KIMA DI KAWASAN PERAIRAN DESA BUNATI KECAMATAN ANGSANA KABUPATEN TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Jainuddin, Jainuddin; Asmawi, Suhaili; Rahman, Abdur
- Vol 5, No 10 (2015): Volume 5 Nomor 10, Desember 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem perairan laut yang memiliki produktivitas primer yang sangat tinggi dan merupakan habitat berbagai biota laut. Penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pertumbuhan dan kondisi terumbu karang. Metode yang digunakan adalah metode transek garis (Life Form Transect) Dalam metode ini tidak mengharuskan, tetapi hanya disarankan untuk menghafal 27 kriteria pertumbuhan karang yang dinyatakan sebagai koloni di bawah garis transek, yang diamati dan dicatat, diukur dalam skala sentimeter (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terumbu karang yang ditemukan pada garis transek I bentuk pertumbuhannya yaitu Acropora Branching 2,20 % , Acropora Tabulate 29,44 %, Massive 15,88 %, dan Abiotik 7,74 %. Pada garis transek II ditemukan bentuk pertumbuhannya yaitu Non Acropora Branching 4,68 %., Massive 49,26 %, dan Abiotik 18,34 %. Pada garis transek III ditemukan bentuk pertumbuhannya yaitu Acropora Digitate 1,80 %, Non Acropora Branching 2,10 %, Massive 33,60 % dan Abiotik 18,70 %. Kondisi tutupan terumbu karang menujukkan bahwa pada garis transek I (kategori sedang) dengan persentase tutupan terumbu karang 47,52 % garis transek II (kategori baik) 53,96 % dan garis transek III (kategori sedang) 37,50 %.
PEMANFAATAN GULMA AIR PERUPUK (Phragmites karka Trin) SEBAGAI TUMBUHAN PEREDUKSI LIMBAH CAIR INDUSTRI KARET Dharmaji, Deddy; Mahreda, Emmy Sri; Biyatmoko, Danang; Asmawi, Suhaili
EnviroScienteae Vol 11, No 2 (2015): EnviroScienteae Volume 11 Nomor 2, Agustus 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was aimed analyze the ability of perupuk (Phragmites karka Trin) in reducing of rubber industrial liquid waste polluters on the scale of the laboratory. The method used was the method of survey. The data laboratory test were tabulated and analyzed descriptively and the level of efficiency was calculated. Referring to South Kalimantan Governor Regulation Number 36/2008, the results showed that, TSS parameters started to be effectively reduced on day 10 with close to 84,33 mg/l (32.53%), BOD5 started to be effectively reduced on day 20 with close to 24.00 mg/l (99,29%), and COD started to be effectively reduced on day 20 with close to 44,65 mg/l (98,90%). Referring to the decision of the Minister of Environment No. KEP-78/MENLH/10/1995, the parameters of the Sulfide started to be effectively reduced on day 10 with close to 0.001 mg/l (93,75%) and Manganese start to be effectively reduced on day 20 with close to 0,70 mg/l (-134,00 %). Ph levels and temperature still normal condition.  Time retention was best accomplished on day 30 in reducing liquid waste rubber industry.
PENGARUH PEMBAKARAN GAMBUT TERHADAP GUGUS FUNGSIONAL ORGANIK YANG DIHUBUNGKAN DENGAN KADAR AIR GAMBUT Ramadhan, Said; Yusran, Fadly H.; Haris, Abdul; Asmawi, Suhaili
EnviroScienteae Vol 9, No 2 (2013): EnviroScienteae Volume 9 Nomor 2, Agustus 2013
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penurunan yang akan terjadi terhadap gugus fungsional organik melalui proses pembakaran gambut. Selain itu, penelitian ini juga mempelajari hubungan antara kadar air dengan penurunan gugus fungsional organik setelah terjadinya pembakaran. Pengeringan tanah gambut dilakukan dalam oven pada suhu 75oC dengan interval waktu yang berbeda-beda, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 jam. Tiap-tiap interval waktu terdiri dari tiga ulangan dan terdiri dari dua set percobaan, setelah itu didekomposit berdasarkan interval waktu yang berbeda-beda sehingga jumlah sampel percobaan menjadi 14 sampel percobaan. Kegiatan ini diulang sebanyak tiga kali sehingga sampel percobaan menjadi 42 sampel. Peubah yang diamati adalah kadar air, kemasaman total, gugus COOH dan OH-phenolat. Hubungan antara kadar air gambut dengan kemasaman total, gugus COOH, dan OH-phenolat ditentukan dengan persamaan Y = a + bx. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola hubungan antara kadar air gambut dengan gugus fungsional organik setelah terjadinya pengeringan gambut berbentuk linear. Sedangkan pola hubungan antara kadar air gambut dengan gugus fungsional organik setelah terjadinya pembakaran gambut tidak terbentuk pola hubungan, walaupun kadar air gambut yang melalui proses pembakaran sudah sangat jauh berkurang.
PERSEPSI DAN ASPIRASI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN BUNTOK SEBERANG KECAMATAN DUSUN SELATAN KABUPATEN BARITO SELATAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Leliana, Leliana; Mahyudin, Idiannor; Asmawi, Suhaili; Aryadi, Mahrus
EnviroScienteae Vol 9, No 3 (2013): EnviroScienteae Volume 9 Nomor 3, November 2013
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to 1) know the public perception of the development area minapolitan Buntok Seberang, 2) explore the factors that influence peoples perception of regional development minapolitan Buntok Seberang such as education, employment, income, length of residence, counseling, and the death of goldfish; 3) explore the communitys aspirations for regional development activities minapolitan Buntok Seberang. This research uses survey methods, focused on the heads of households (families) who has cages (karamba)  in Barito River, where the carp are maintained by experienced mass death, are 4 (four) villages/rural, that is Hilir Sper, Buntok Kota, Baru and Teluk Telaga which is part of the plan minapolitan. Proportionate number of respondents who were sampled as many as 65 the heads of households with 37 families in the data distribution of Hilir Sper, 19 households in the Buntok Kota, 6 families in Baru and 3 households in Teluk Telaga. The results showed that the public perception of the development of the region is positive minapolitan Buntok Seberang or beneficial to society. Peoples perceptions are influenced by factors of education, employment, income, length of residence / attempt and death of a goldfish. Aspirations of the people against the development of the area minapolitan Buntok Seberang the need for help production facilities (saprodi) fishery, handling marketing, capital assistance, guidance / counseling on a regular basis as well as the support from the local fishery cooperatives / agencies.
KAJIAN INDEKS PENCEMARAN AIR PADA AREAL PERTAMBANGAN RAKYAT INTAN DAN EMAS DI KECAMATAN CEMPAKA KOTA BANJARBARU Maulidah, Maulidah; Priatmadi, Bambang Joko; Asmawi, Suhaili; Sofarini, Dini
EnviroScienteae Vol 11, No 2 (2015): EnviroScienteae Volume 11 Nomor 2, Agustus 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to determine waters condition based on several water indicators of physical-chemical parameters (TSS, pH, DO, temperature, turbidity, Hg and Fe), mercury’s content of sediment (Hg), and biological parameters of water that is mercury’s content (Hg) of gondang (Pila scutata) the level of water pollution and and analyze in the diamond and gold traditional mining activities at district of Cempaka. The results showed that the water conditions at the station I which is close to the mine site are still fulfill standard of water quality that are temperature, DO and COD according to the results of calculations using the Storet method and included in the category of heavily contaminated. Based of the Pollution Index method categorized low polluted. At the second station which is a mining area, the temperature still fulfill water quality standards, while for the other parameters based on calculations using the Storet method included in the category of heavily polluted. Based on the Pollution Index Method, stations II included in the category of medium polluted. At the third station, which is far from the mine site the parameters of temperature, pH, DO, COD and Fe still water quality standards, but the results of calculations using the Storet method included in the category of heavily polluted. Based on the Pollution Index Method according to Regulation No.82 of 2001, the station III was included in category good condition, while according to the Minister of Health Indonesia No.416/Menkes/Per/IX/90 included in the medium category. So the results of this research for the parameters pH, DO, COD, turbidity, TSS, Fe, Hg water, sediment Hg and Hg gondang not fulfill the quality standards of Government Regulation No.82 of 2001 on Water Quality Management and Pollution Control for the class II and hygienic water requirements in accordance with the requirements of RI Permenkes No.416/Menkes/Per/IX/90. 
KONDISI TUTUPAN TERUMBU KARANG KIMA DI KAWASAN PERAIRAN DESA BUNATI KECAMATAN ANGSANA KABUPATEN TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Jainuddin, Jainuddin; Asmawi, Suhaili; Rahman, Abdur
Fish Scientiae Vol 5, No 10 (2015): Volume 5 Nomor 10, Desember 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem perairan laut yang memiliki produktivitas primer yang sangat tinggi dan merupakan habitat berbagai biota laut. Penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pertumbuhan dan kondisi terumbu karang. Metode yang digunakan adalah metode transek garis (Life Form Transect) Dalam metode ini tidak mengharuskan, tetapi hanya disarankan untuk menghafal 27 kriteria pertumbuhan karang yang dinyatakan sebagai koloni di bawah garis transek, yang diamati dan dicatat, diukur dalam skala sentimeter (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terumbu karang yang ditemukan pada garis transek I bentuk pertumbuhannya yaitu Acropora Branching 2,20 % , Acropora Tabulate 29,44 %, Massive 15,88 %, dan Abiotik 7,74 %. Pada garis transek II ditemukan bentuk pertumbuhannya yaitu Non Acropora Branching 4,68 %., Massive 49,26 %, dan Abiotik 18,34 %. Pada garis transek III ditemukan bentuk pertumbuhannya yaitu Acropora Digitate 1,80 %, Non Acropora Branching 2,10 %, Massive 33,60 % dan Abiotik 18,70 %. Kondisi tutupan terumbu karang menujukkan bahwa pada garis transek I (kategori sedang) dengan persentase tutupan terumbu karang 47,52 % garis transek II (kategori baik) 53,96 % dan garis transek III (kategori sedang) 37,50 %.