Indah, Pawana Nur
Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

NALISIS EFISIENSI FAKTOR – FAKTOR PRODUKSI USAHATANI PADI ORGANIK DENGAN PADI ANORGANIK DI DESA SUMBER NGEPOH KECAMATAN LAWANG KABUPATEN MALANG Saragih, Febrina Lestari; Indah, Pawana Nur; Widayanti, Sri
Berkala Ilmiah AGRIDEVINA Vol 6, No 1 (2017): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina
Publisher : Berkala Ilmiah AGRIDEVINA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.901 KB)

Abstract

Research place selection was determined purposively (purposive sampling) byconsideration that Sumber Ngepoh Village is one of the organic rice production centre inLawang Subdistrict Malang Regency. This research was aimed to analyze the activity oforganic and anorganic rice farming, to compare organic and anorganic farmingproduction, also to compare cost and income on organic and anorganic rice farming inSumber Ngepoh Village. The variables on organic rice farming which was affectedsignificantly were land area, labour, seeds, fertilizer, and pesticide. Whereas, Thevariables on anorganic rice farming which was affected significantly were land area,labour, seedes, and pesticide. While fertilizer affected unsignificant. The total cost oforganic rice farming production per hectare was Rp. 460.525.000 by the average amountwas Rp. 12.446.621 per hectare. The total income of an organic rice farming per hectarewas Rp 29.519.189 by the average amount was Rp 17.072.567 and total value of B/Cratio was 70,27 by the average amount was 1,89 per hectare. The total cost of anorganicrice farming production per hectare was Rp. 263.537.500 by the average amount was Rp12.494.630 per hectare. The total income of anorganic rice farming per hectare wasRp182.292.500 by the average amount was Rp 7.925.760 and total value of B/C ratio was21.00 by the average amount was 0,91 per hectare.
MODEL STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN KABUPATEN PONOROGO INDAH, PAWANA NUR; ABIDIN, ZAINAL; DAMAIJATI, EFFI
Berkala Ilmiah AGRIDEVINA Vol 3, No 2 (2014): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina
Publisher : Berkala Ilmiah AGRIDEVINA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep pengembangan agropolitan muncul dari adanya ketimpangan pembangunan wilayah kota sebagai pusat kegiatan dan pertumbuhan ekonomi dengan wilayah perdesaan sebagai pusat kegiatan pertanian yang tertinggal. Wilayah perdesaan dengan kegiatan pertanian, mengalami produktivitas yang selalu menurun, di sisi lain wilayah perkotaan sebagai tujuan pasar dan pusat pertumbuhan menerima beban berlebih sehingga memunculkan ketidaknyamanan akibat konflik, kriminal, penyakit, pencemaran dan buruknya sanitasi lingkungan permukiman. Tujuan khusus penelitian ini adalah Merakit rencana induk pengembangan agribisnis dengan cakupan rencana struktur tata ruang, pemanfaatan tata guna lahan, kebutuhan infrastruktur, kelembagaan terkait dengan agribisnis, pemberdayaan stakeholder, serta kebijakan pengembangan kawasan agropolitan. Memperoleh  plat form daya saing agribisnis melalui kawasan agropolita, sedangkan metode analisanya menggunakana analisa SWOT. Tahapan dalam penelitian sebagai berikut: Pengumpulan data guna mengidentifikasi potensi pengembangan kawasan agropolitan, mengidentifikasi lokasi agropolitan, mengidentifikasi potensi masalah kawasan agropolitan terpilih, penyusunan indikasi program kawasan agropolitan terpilih. Tahap survey dan wawancara, Tahap resume, survey institusional, Analisa perencanaan. (1) Pengumpulan data Sekunder,(2) Tahap survey dan wawancara,(3) Tahap resume ,(4) Survey institusional (5) Analisa Perencanaan dan Perancangan (6)penyusunan indikasi program kawasan. Pengembangan Kawasan Agropolitan menjadi sangat penting dalam pengembangan wilayah khususnya Kabupaten Ponorogo. Mengingat kawasan dan sektor yang dikembangkan sesuai dengan keunikan lokal khususnya kecamatan Pulung dan Pudak, dengan Agribisnis terutama Jeruk Keprok, Kakao, Kelapa, Cabe Rawit, Bawang Merah, Salak, Sapi Perah dan Pedaging. Hasil analisis LQ yaitu Kecamatan Pulung dan Pudak adalah daerah pengembangan kawasan Agropolitan di Kabupaten Ponorogo yang dapat memeratakan pembangunan yang mengacu pada penilaian LQ mengingat sektor yang dipilih merupakan basis masyarakat.