Mahata, M. E.
Universitas Andalas

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Aplikasi Probiotik Untuk Ternak Itik Zurmiati, Zurmiati; Mahata, M. E.; Abbas, M. H.; Wizna, Wizna
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.2.134-144.2014

Abstract

Salah satu usaha untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pakan atau menurunkan Feed Convertion Ratio (FCR) dan memperbaiki penampilan produksi ternak unggas antara lain dengan menambahkan berbagai imbuhan pakan seperti enzim dan antibiotik. Saat ini penggunaan antibiotik dalam ransum ternak telah dibatasi karena residunya memberikan efek samping terhadap konsumen, sehingga dicari feed additif lain yang aman seperti probiotik. Probiotik dapat merubah ekosistem mikroba pencernaan selain itu juga menghasilkan antibiotik alami, sehingga berpengaruh terhadap kesehatan dan kinerja inang. Penggunaan probiotik sudah banyak diterapkan untuk ayam, namun pada ternak itik masih sedikit. Penelitian dan penggunaan probiotik sebagai pakan imbuhan masih perlu ditingkatkan agar diperoleh teknik produksi yang efisien dan praktis dan dapat diaplikasikan sehingga mampu memberikan dampak ekonomis terhadap industri peternakan. Probiotik memberikan pengaruh yang baik terhadap itik diantaranya meningkatkan kesehatan dan menurunkan rasio konversi ransum.
Review: Potensi, Faktor Pembatas dan Pengolahan Rumput Laut Coklat (Phaeophyceae) sebagai Pakan Ayam Petelur Dewi, Y. L.; Yuniza, A.; Nuraini, Nuraini; Sayuti, K.; Mahata, M. E.
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.20.2.53-69.2018

Abstract

Tulisan ini dibuat untuk mengetahui potensi, faktor pembatas, dan pengolahan rumput laut coklat (Phaeophyceae) sebagai pakan ayam petelur. Rumput laut coklat (Phaeophyceae) adalah rumput laut yang mengandung pigmen klorofil a, karotin, xanthofil dan fukosantin, pigmen yang dominan adalah fukosantin yang menutupi warna lainnya dan menyebabkan rumput laut ini kelihatan berwarna coklat. Rumput laut coklat memiliki potensi sebagai bahan pakan ayam petelur karena ketersediaan yang melimpah, tidak bersaing dengan kebutuhan manusia, mengandung zat-zat nutrisi, tidak bersifat toksik, kaya asam lemak omega 3, mengandung pigmen fukosantin, alginat dan fukoidan. Faktor pembatas penggunaan rumput laut ini, yaitu 1) Kandungan nutrisi dan kualitas: alginat tinggi, protein rendah, dan energi rendah; 2) Kandungan anti nutrisi: kadar garam tinggi dan phlorotannin; 3) Penanganan dan pengolahan: membutuhkan berbagai pengolahan khusus sebelum digunakan sebagai pakan ternak. Faktor-faktor pembatas tersebut dapat diatasi dengan perlakuan fisik (pencucian, pengeringan, autoklaf, perebusan dan freezing), fermentasi dan penambahan enzim dalam pakan sebagai upaya untuk meningkatkan ketersediaan zat nutrisi dan mendetoksifikasi senyawa antinutrisi. Rumput laut coklat (Phaeophyceae) memiliki potensi sebagai bahan pakan penyusun ransum ayam petelur.
Pengaruh Imbangan Energi dan Protein Ransum Terhadap Pertumbuhan Itik Pitalah Yang Diberi Probiotik Bacillus amyloliquefaciens Zurmiati, Zurmiati; Wizna, Wizna; Abbas, M. H.; Mahata, M. E.
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.2.85-92.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keseimbangan energi dan protein dalam ransum yang disuplementasi dengan probiotik Bacillus amyloliquefaciens terhadap performa itik Pitalah. Pernelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 3 dengan 3 kelompok bobot badan sebagai  ulangan. Faktor A adalah level energi yaitu : 2800, 2700, dan 2600 kkal/kg dan faktor B adalah level protein yaitu: 18, 17, dan 16%. Peubah yang diamati adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang berbeda sangat nyata (P<0.01) antara level energi dan level protein terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah dengan pemberian probitik Bacillus amyloliquefaciens dapat menurunkan kebutuhan energi ransum itik sebesar 3.57% dan menurunkan kebutuhan protein sebesar 5.56%  dengan imbangan energi 2700 kkal dan protein 17% dalam ransum.