Arifuddin, M
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar IPA Fisika Siswa Kelas VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin Dengan Model Pembelajaran 5E Arifuddin, M; Miriam, Sarah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i2.4933

Abstract

Hasil belajar IPA fisika siswa kelas VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin rendah. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar IPA fisika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan RPP model pembelajaran 5E, (2) hasil belajar sikap spiritual, (3) sikap sosial, (4) keterampilan, dan (5) pengetahuan. Jenis penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari 2 siklus. Subjek penelitian adalah 29 siswa kelas VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin. Data diperoleh melalui observasi, angket, dan tes. Temuan penelitian dari siklus I ke siklus II yaitu: (1) Keterlaksanaan RPP secara keseluruhan meningkat dari 69,5% menjadi 84,1%, (2) Sikap spiritual meningkat dari 66,8% menjadi 72,0%, (3) Sikap sosial siswa meningkat dari 53,75% menjadi 86,25%, (4) kompetensi keterampilan meningkat dari 63,25% menjadi 92,75%, dan (5) hasil belajar pengetahuan meningkat dari 44,4% menjadi 78,6%. Kesimpulan yang diperoleh adalah model pembelajaran 5E dapat meningkatkan hasil belajar IPA fisika siswa kelas VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin. The learning outcomes of physics subject in students grade VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin on the competence of attitudes, skills, and knowledge are low. Therefore, the researcher conducted the study to improve the learning outcomes of natural sciences physics subject to students toward those three competencies. This study aimed to describe : (1) the implementation of the lesson plan (RPP) for learning model 5E, (2) students learning outcomes. The type of research used Classroom Action Research (PTK) of Kemmis and Mc. Taggart which consist of two cycles. The data obtained from observation, questionnaires, and test. The result of the study from cycle I to cycle II, namely: (1) the implementation of the lesson plan (RPP) overall increases from 69,5% to 84,1%, (2) spiritual attitudes increase from 66,8% to 72,0%, (3) social attitudes of the students increase from 53,75% to 86,25%, (3) skills competence increases from 63,25% to 92,75%, and the knowledge of learning outcomes increase from 44,4% to 78,6%. The conclusion is the learning model of 5E can improve the learning outcomes of physics subject in students grade VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin.
Menyiapkan Siswa Dalam Menyelesaikan Berbagai Permasalahan Fisika Guna Mencapai Generasi Emas Indonesia Melalui Physics Competition (PHYSTON) Hartini, Sri; Misbah, Misbah; Zainuddin, Zainuddin; Arifuddin, M; Miriam, Sarah; Mahtari, Saiyidah; Dewantara, Dewi
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i1.2889

Abstract

Jika dimulai saat ini, siswa yang sedang menempuh pendidikan pada 2016/2017 yang pada saat nanti tahun 2045 berusia 30 hingga 40 tahun yang disebut mencapai usia produktif, generasi emas. Pada tahun 2045, dari berbagai sumber dikatakan memiliki “bonus” demografi yang terus berlanjut dan akan berkontribusi atau sebaliknya berbencana pada berbagai sektor. Momen mengubah bangsa ini menjadi kaya, produktif dan daya saing besar, kuat, serta indah potensi dan prospeknya dapat dilakukan melalui pendidikan. Salah satu cara untuk membentuk siswa yang kreatif, kompetitif, sprotif dan bertangggung jawab adalah melalui perlombaan. Physics Competition (Physton) merupakan perlombaan di bidang Fisika dengan sasaran pelajar sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Lambung Mangkurat. Tujuan dari kegiatan physton ini meningkatkan semangat belajar fisika siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, serta mengukur sejauh mana tingkat pemahaman siswa terhadap permasalahan dan konsep fisika yang tertuang dalam bentuk soal-soal hitungan, konsep, dan praktikum/percobaan. Melalui kegiatan ini diharapkan terbentuknya  siswa yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan fisika guna mencapai generasi emas Indonesia.
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Melalui Pendekatan Somatis Auditori Visual Intelektual (SAVI) dengan Model Pengajaran Langsung Thersia, Vita; Arifuddin, M; Misbah, Misbah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 7, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.411 KB) | DOI: 10.20527/bipf.v7i1.5638

Abstract

Abstrak: Kurangnya kemampuan siswa untuk menyelesaikan permasalahan dalam persoalan fisika berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui pendekatan SAVI dengan model pengajaran langsung. Tujuan khusus penelitian ini untuk mendeskripsikan: 1) keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); 2) peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Banjarmasin yang berjumlah 34 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian siklus I dan siklus II yaitu:  1) Keterlaksanaan RPP dengan pendekatan SAVI dalam model pengajaran langsung dengan kategori sangat baik; 2) Kemampuan pemecahan masalah siswa meningkat dari skor 48 yang berkategori cukup baik menjadi 73 yang berkategori baik, serta telah mencapai ketuntasan klasikal yaitu 85,29 %. Diperoleh simpulan bahwa melalui pendekatan SAVI dengan model pengajaran langsung dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Abstract: The low of students' ability to solve problems in physics affects the low learning outcomes of students. Therefore, research aimed to improve students problem-solving skills through SAVI approach with direct instruction model. The specific purpose of this research is to describe: (1) the implementation of lesson plan; (2) student problem-solving abilities. This type of research uses a classroom action research model Kemmis and Mc Taggart. This study consists of 2 cycles. The subjects of the study were the students of X grade IPA SMA Negeri 1 Banjarmasin, amounting to 34 students. Data collection is done through observation, test, and documentation. The data obtained were analyzed descriptively qualitative and quantitative. The results of research cycle I and cycle II are: (1) The implementation of lesson plan with SAVI approach in direct learning model increased; (2) problem-solving ability students increased from a score of 48 that categorized well enough to 73 who categorized well and has achieved classical completeness of 85,29 %. It is concluded that through the SAVI approach with the direct teaching model can improve students problem-solving abilities.