Arnim, Arnim
Universitas Andalas

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Lama Stimulasi Listrik Dan Jenis Otot Terhadap Kandungan Air, pH Dan Cooking Loss Daging Sapi Pesisir Susanti, Hilda; Arnim, Arnim
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 12, No 1 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.813 KB) | DOI: 10.25077/jpi.12.1.18-24.2007

Abstract

The aims of the present research were to study the effect of time periods of electrics stimulation and muscle type on water content, pH and cooking loss of meat of pesisir cattle. This research was designed according to factorial attempt pattern 3 x 3 based on Randomized Block Design (RBD). The treatments were 3 levels of electric stimulated time, i.e. A1 = 1 minute, A2 = 2 minutes and A3 = 3 minutes as A factor, for the B factor is the muscle they are B1 = Longisimus dorsi, B2 = Supra spinatus and B3 = Biceps femoris. Results showed that water content of meat pesisir cattle ranged from 78.17 - 77.41 %, pH 6.03- 5.70 and cooking loss ranged from 42.31 - 37.96. The electric stimulated didnt give significant effect (P>0.05) on water content and pH, but cooking loss percentage decreased signtficantly (P<0.05) by increasing the time periods of electric stimulation time. Muscle type gave significant effect (P<0.05) on cooking loss.
Potensi Antibakterial Bakteri Asam Laktat Proteolitik dari Bekasam Sebagai Biopreservatif Daging Sapi Afriani, Afriani; Arnim, Arnim; Marlida, Y.; Yuherman, Yuherman
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.738 KB) | DOI: 10.25077/jpi.19.3.161-169.2017

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi antibacterial bakteri asam laktat proteolitik dari bekasam sebagai biopreservatif daging sapi. Penelitian ini menggunakan 3 isolat bakteri asam laktat proteolitik dengan cara merendam daging dalam substrat antibakterial dari isolat BAL tersebut kemudian disimpan pada suhu dingin. Pengamatan utama pada penelitian ini adalah : (1) kualitas fisik daging, (2) kualitas mikrobiologi. Penelitian  ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor A adalah jenis BAL proteolitik yaitu a1 =  Lactobacillus pentosus BS15, a2 = Lactobacillus plantarum 1 BS22 dan a3 = Lactobacillus plantarum 1 BL12 dan faktor B adalah  penyimpanan daging pada suhu dingin selama 2, 4 dan 6 hari. Kualitas fisik daging menunjukkan bahwa nilai pH daging yang diberi substrat antibakterial Lactobacillus pentosus BS15 lebih rendah dibandingkan  dengan Lactobacillus plantarum 1 BS22 dan Lactobacillus plantarum 1 BL12 sedangkan lama penyimpanan tidak berbeda. Daya ikat air daging yang diberi substrat antibakterial  ketiga jenis bakteri tidak berbeda sedangkan lama penyimpanan 2 hari dan 4 hari lebih tinggi dibandingkan dengan 6 hari. Susut masak daging yang diberi substrat antibakterial  Lactobacillus pentosus BS15 lebih kecil dari pada  Lactobacillus plantarum 1 BS22 dan Lactobacillus plantarum 1 BL12, penyimpanan 2 hari dan 4 hari lebih besar susut masaknya dibandingkan 6 hari. Kualitas mikrobiologi menunjukkan bahwa total mikroba daging yang diberi substrat antibakterial  Lactobacillus pentosus BS15 lebih tinggi dibandingkan dengan Lactobacillus plantarum 1 BS22 dan Lactobacillus plantarum 1 BL12 dan penyimpanan 2 hari lebih tinggi dibandingkan dengan 4 hari dan 6 hari. Total E. coli dan total S. aureus menunjukkan tidak ada perbedaan sedangkan lama penyimpanan 2 hari lebih tinggi dibandingkan dengan 4 hari dan 6 hari. Kesimpulan dari hasil penelitian ini penggunaan substrat antibakterial dari BAL proteolitik dan penyimpanan pada suhu dingin dapat mempengaruhi kualitas fisik dan mikrobiologis daging yang lebih baik.
Keragaman Baru pada Daerah Ujung Gen Hormon Pertumbuhan Sapi Pesisir Ternak Lokal Sumatera Barat Yurnalis, Yurnalis; Arnim, Arnim; Sarbaini, Sarbaini; Jamsari, Jamsari
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.38 KB) | DOI: 10.25077/jpi.19.3.103-109.2017

Abstract

Dari 210 sampel sapi pesisisir umur 1,5 tahun, dipilih 60 sample berdasarkan berat badan yaitu 30 sampel dengan berat tinggi (125±9,02 kg) dan 30 sampel dengan berat badan rendah (65±6,09 kg). Sampel darah 60 ekor sapi diisolasi dan produk PCR dari fragmen gen GH (455 bp)  disekuensing forward dan reserve.  Dua dilesi ditemukan pada posisi 2731 dan 2732 dengan fekuensi allel 0.06, dan 0.19. Delapan mutasi ditemukan pada posisi  2537, 2567, 2639, 2647, 2706, 2713, 2732, dan 2813 dengan genotipe  G → T,  G → T, C → G, T → C, A → G, C → T, C → T, C → A dengan frekuensi allel berturut-turut 0,66; 0,97; 1,00; 0,54; 0,37; 0,62; 0,77 dan 1,00. Hasil penelitian ini menunjukkan gen GH pada sapi pesisir mempunyai keragaman yang tinggi, sehingga perlu dilakukan penelitian lanjut untuk mengetahui apakah keragaman ini berhubungan dengaan sifat-sifat produksi.
Aplikasi Pakan Konsentrat Berbasis Bahan Lokal untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Kualitas Karkas Sapi Khasrad, Khasrad; Arnim, Arnim; Ningrat, R.W.S.; Rusdimansyah, Rusdimansyah
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.782 KB) | DOI: 10.25077/jpi.13.1.36-42.2011

Abstract

The Pesisir cattle are indigenous West Sumatera cattle. Their quality needs to be improved since they can live in local environment with sufficiently available feed resources. A research has been done to study the effects of feeding level and fattening period to the growth and the carcass characteristics of the Pesisir cattle. This research was designed by using block design with three blocks. The first factor was two levels of feeding, i.e: A1 = 50 % concentrate + 50 % ammoniated rice straw, A2 = 75 % concentrate + 25 % ammoniated rice straw. The second was time period of fattening, i.e: B1 = 3 months and B2 = 4 months. The results showed that there was no interaction between the level of feeding and fattening period to the growth, percentage of carcass, the back fat thickness and the rib eye area of the Pesisir cattle (P> 0.05). The higher of concentrate percentage, the higher the growth of the cattle, the thicker the back fat and the wider the rib eye area will be (P<0.05). Similarly, the longer the fattening, the higher the percentage of carcass, the thicker the back fat and the wider rib eye area will be.