Fachruddin, Liestiaty
LP2M Universitas Hasanuddin

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN STOK KERANG HIJAU DENGAN SISTEM LONGLINE DI PERAIRAN PANTAI DESA MANDALLE KABUPATEN PANGKAJENE KEPULAUAN Yaqin, Khusnul; Fachruddin, Liestiaty; Rahim, Sri Wahyuni
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.404 KB)

Abstract

Perairan desa Mandalle Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkajene Kepulauan adalah salah satu tempat pembudidayaan rumput laut dari jenis Kappaphycus alvarezii, di Sulawesi Selatan.  Dalam proses pembudidayaan itu nelayan menemui kendala hama rumput laut berupa kerang hijau.  Program studi Manajemen Sumberdaya Periaran (MSP) Jurusan Perikanan telah melakukan pengabdian masyarakat bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin dengan membangun instalasi budidaya kerang hijau dan memasarkan hasil budidayanya dalam bentuk olahan sate kerang.  Animo masyarakat di sekitar Desa mandalle terhadap sate kerang hijau cukup tinggi, sehingga perlu dibangun instalasi budidaya kerang hijau dalam model bagan longline, agar dapat mengasilkan volume produk budidaya yang lebih besar.  Dalam program kali ini telah diestabliskan instalasi budidaya kerang hijau dengan sistem longline. Bagan longline yang dibangun mampu memproduksi kerang hijau.  Kerang hijau yang diproduksi baru berumur 2-3 bulan sehingga belum layak panen.  Masih perlu waktu sekitar tiga bulan untuk bisa memanen kerang hijau yang berukuran pasar yang diproduksi bagan online.
Identification of wild stock and the first generation (F1) of domesticated snakehead fish, Channa spp. (Scopoli 1777) using partial Cytochrome C Oxidase Subunit I (COI) gene Irmawati, Irmawati; Tresnati, Joeharnani; Fachruddin, Liestiaty; Arma, Nur Rahmawaty; Haerul, Andi
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 17, No 2 (2017): June 2017
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (MII )

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.921 KB)

Abstract

The snakehead fish (Channidae) is widely distributed in inland water of Indonesia. This fish is native species in Suma-tera, Java and Kalimantan, but non-native species in Sulawesi and Papua. Study on molecular identification and phylo-geny of this fish using cytochrome c oxidase subunit I (COI) gene has only been conducted on snakehead fish origin from Tasikmalaya, Ambarawa, Bali, Aceh, Pontianak, and Banjarmasin waters, but none is available in South Sulawesi waters. The objectives of this research are to identify species of snakehead fish from Towuti Lake Sorowako and the first generation (F1) of domesticated snakehead fish from Bantaeng waters of South Sulawesi using COI gene for DNA barcoding, and to analyze the phylogenetic resolution of the fish. Partial sequences of the COI gene of the snakehead fish were aligned with sequences of snakehead fish deposited in GenBank. The phylogenetic tree was constructed using MEGA 7.0.20 program. The result indicated that COI gene nucleotides of snakehead fish from Towuti Lake Sorowako showed 99% homology with Channa striata acc no. KU692418 and KU692421, and showed 98% homology with those of acc no. KU852443. Therefore it can be conclude that Channa striata exist in Towuti Lake Sorowako. Nucleotide sequences of the first generation (F1) of domesticated snakehead fish from Bantaeng waters showed 65% homology with Channa pleurophthalma (acc no. KJ937390) origins from Banjarmasin waters and Channa gachua (acc no. KX389277). Based on this result, it assumed that snakehead fish from Towuti Lake Sorowako are distantly in gene to those from Bantaeng waters, and further analyses are required to identify the population of snakehead fish from Bantaeng waters. Abstrak Populasi ikan gabus (famili Channidae) tersebar luas di wilayah perairan tawar Indonesia. Ikan gabus merupakan ikan asli di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan) tetapi merupakan ikan introduksi di Sulawesi dan Papua. Identifikasi berdasar-kan gen cytochrome c oxidase subunit I (COI) telah dilakukan terhadap ikan gabus dari perairan di Tasikmalaya, Amba-rawa, Bali, Aceh, Pontianak dan Banjarmasin, tetapi ikan gabus dari perairan Sulawesi Selatan belum dilakukan. Tuju-an penelitian adalah untuk mengidentifikasi species ikan gabus dari Danau Towuti Sorowako dan ikan gabus generasi I (F1) hasil domestikasi dari induk yang berasal dari perairan tawar Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan menggunakan gen COI untuk DNA barcoding, dan untuk menganalisis filogeni ikan gabus tersebut. Sekuen gen COI ikan gabus terse-but disejajarkan dengan sekuen nukleotida ikan gabus yang terdeposit di GenBank. Pohon filogenetik dikonstruksi de-ngan menggunakan program MEGA 7.0.20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nukleotida gen COI sampel ikan gabus dari Danau Towuti Sorowako memiliki kemiripan 99% dengan Channa striata nomor aksesi KU692418 dan KU692421 dan 98% dengan Channa striata nomor aksesi KU852443 sehingga dapat disimpulkan bahwa di Danau To-wuti terdapat ikan gabus jenis Channa striata. Tingkat kemiripan sekuen nukleotida ikan gabus F1dari perairan Kabu-paten Bantaeng adalah 65% dengan ikan gabus Channa pleurophthalma (KJ937390) asal perairan Banjarmasin dan ikan gabus Channa gachua (KX389277). Berdasarkan hasil tersebut maka diduga bahwa ikan gabus dari Danau Towu-ti Sorowako berkerabat jauh dengan ikan gabus dari perairan Bantaeng, dan diperlukan analisis yang lebih lanjut untuk menentukan jenis populasi ikan gabus F1 asal perairan tawar Kabupaten Bantaeng tersebut.
TRANSFORMASI HAMA RUMPUT LAUT MENJADI PRODUK PERIKANAN Yaqin, Khusnul; Fachruddin, Liestiaty; Yanuarita, Dewi; Suwarni, Suwarni; Rahim, Sri Wahyuni; Tresnaty, Joeharnani; Umar, Muh. Tauhid; Kudsiah, Hadiratul
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.736 KB)

Abstract

Desa Mandalle adalah salah satu desa di Sulawesi Selatan yang memproduksi rumput laut. Salah satu hama budidaya rumut laut di perairan Desa Mandalle adalah kerang hijau.  Program pengabdian masyarakat yang didanai BOPTN Universitas Hasanuddin bertujuan untuk memanfaatkan hama rumput menjadi barang yang bernilai ekonmis penting. Di samping itu program ini juga bertujuan untuk memanfaatkan sumberdaya kerang yang lainnya seperti kerang simping, Placuna placenta.  Hasil yang dicapai pada program pengabdian ini adalah bagan tancap kerang hijau, keterampiran masyarakat dalam pengolah sumberdaya kerang menjadi bahan olahan seperti sate kerang dan grinting (kripik) simping dan mobile outlet (gerobak) sebagai wahana penjualan sate kerang, grinting simping dan jus rumput laut. Mobile outlet dimaksudkan untuk menciptakan pasar lokal produk olahan hasil laut Desa Mandalle dan menstimulasi masyarakat lokal untuk berbisnis hasil-hasil laut dari wilayah pesisir. Diharapkan program pengabdian ini menjadi inisiasi terbentuknya marine eco-techno-park. Hal ini didasarkan pada keeksotikan perairan Desa Mandalle dan banyaknya bahan aktif atau bioaktif hasil-hasil laut perairan Mandalle yang dapat diproses melalui pendekatan bioteknologi.
Kajian pendahuluan pendugaan cepat densitas Spirulina sp dengan turbiditimeter untuk studi ekotoksikologi di era revolusi industri 4.0 (Preliminary study of quick assessment of Spirulina sp density using turbiditymeter for ecotoxicological studies in 4.0 industrial revolution era) Yaqin, Khusnul; Rahim, Nur Fadhilah; Fachruddin, Liestiaty; Tambaru, Rahmadi
Jurnal Pengelolaan Perairan Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.08 KB)

Abstract

Estimating the number of phytoplankton is something important in the field of aquatic science, including the field of aquatic ecotoxicology. Turbiditimeter is a device that can determine the level of turbidity of the water both caused by non-organic and organic matter, such as phytoplankton. Preliminary research has been conducted to estimate the number of phytoplankton, Spirulina, using turbiditymeter. The results showed that the correlation between the number of Spirulina which was directly estimated using the haemocytometer and the turbidity level detected by the turbiditimeter was statistically very strong and significant statistically (R = 0.9762 and S = 0.012). The linear equations of the correlation can be used to estimate the number of Spirulina with an error of 4.17-20.99% indirectly.  The conclusion of this study is that turbiditimeter can be used to predict the number of phytoplankton indirectly.Keywords : Quick assesment, ecotoxicology, Spirulina sp, turbidimetry, revolution, industry 4.0