Suwandi, Dedi
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Published : 4 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimasi UV-Photolithography Aligner dan Photomask Menggunakan Produk Komersial untuk Microfabrication Canra, Delffika; Suwandi, Dedi
Jurnal Teknologi Terapan Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high price of a UV-photolithography aligner on the market is the reason for designing and characterize low cost UV-photolithography aligner. Photolithography process is simple but it needs patience, enable to modify photolithography aligner by using commercial components and certainly low price. The objective of this study is analyzing the ability of a commercial product in UV-photolithography process, search optimum exposure time and resolution. The method of photolithography process to be used is the method of contact alignment. Commercial UV lamps and cheap photomask are main component in this study. With a light intensity of 0.2 mW/cm2 require the exposure time at least 50 seconds. The smallest achievable resolution depends on the resolution photomask. The Results of smallest resolution is 165 m with a percentage error 10% of the original design.
Mikrofabrikasi Jalur PCB Menggunakan Metode Visible Ligth Maskless Photolitography Suwandi, Dedi; Badruzzaman, Badruzzaman; Istiyanto, Jos
Jurnal Teknologi Terapan Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tulisan ini akan dibahas metode modifikasi dari Photolitography yaitu Visible Ligth Maskless Photolitography, perbedaannya menggunakan sinar tampak (visible light) dan tanpa mask (cetakan) selanjutnya diaplikasikan pada fabrikasi jalur listrik PCB (printed circuit board). [DI1]Kelebihan metode adalah mudah, murah tetapi mampu membuat profil rumit dan aman. Cara kerjanya model/ profil dibuat di komputer/ laptop kemudian dipancarkan melalui DLP projector. Pada bagian bawah projector dipasang PCB yang sudah dilapisi Negative Photoresist sehingga terjadi proses exposure. Selanjutnya dilakukan proses developing dan eching sehingga terbentuk profil sesuai desain. Pada jenis projector Infocus IN114A ditemukan parameter terbaik: posisi lensa pemfokus pembesaran 3X berjarak 3 cm dibawah DLP projektor dan 14 cm diatas material uji PCB, menggunakan kombinasi warna hitam (R:0 G:0 B:0) dan biru terang (R=0, G=176, B=240) dengan waktu prebake 2 menit, spin 2.000 rpm, exposure 3 menit, developing 5 menit, Postbake 5 menit dan Eching 5 menit. Profil jalur listrik yang berhasil dibuat diantaranya: garis, huruf, alur listrik, dan bentuk microcontroller. Hasil pengukuran Scanning Electron Microscope (SEM) profil garis terkecil yang dapat dibuat yaitu m132 m dan memiliki kekasaran tepi (deviasi) 6,6 m.
ANALISIS SAFETTY FACTOR RODA GIGI PAYUNG UNTUK ALAT PENGERIK GARAM Rahmi, Meri; Suwandi, Dedi; Badruzzaman, Badruzzaman
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 10, No 1 (2019): JURNAL SIMETRIS VOLUME 10 NO 1 TAHUN 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.779 KB)

Abstract

Garam merupakan salah satu komoditas yang strategis karena sangat dibutuhkan oleh orang banyak. Peningkatan kebutuhan terhadap garam di Indonesia semakin meningkat berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah penduduk dan jumlah industri besar pengolahan garam di Indonesia. Terjadinya impor garam karena peningkatan kebutuhan dan kegunaan garam pada industri dan rumah tangga. Salah satu kota/kabupaten yang  menjadi sentra penghasil garam kedua setelah Cirebon adalah Kabupaten Indramayu. Kabupaten ini mampu mensuplai kebutuhan garam nasional. Perancangan alat bantu pengerik garam   yang   diperuntukkan   untuk   petani   garam   di   Kabupaten   Indramayu   diharapkan   mampu menggantikan alat konvensional yang saat ini sering digunakan digunakan petani garam. Sistem kerja alat ini adalah dengan menggunakan mekanisme roda gigi payung dan lurus sehingga mampu secara axial memutar alat pengerik yang dirancang seperti sikat. Berdasarkan hasil perhitungan, roda gigi yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan alat bantu ini adalah roda gigi dengan modul 2, jumlah roda gigi 20 dengan ketebalan roda gigi adalah 40 mm. Tenaga dan beban yang dikeluarkan oleh petani bisa berkurang hingga 50% dari alat konvensional yang biasa digunakan saat ini. Analisis kekuatan dan safety factor terhadap alat  ini  telah  dilakukan  menggunakan  FEA  (Finite  Element  Analysis)  dengan  bantuan  software solidworks. Hasil analisis menunjukkan bahwa roda gigi payung yang digunakan cukup kuat untuk mengerik garam untuk kedalaman 50 mm.