Articles

Found 5 Documents
Search

OPTIMALISASI KEBERSIHAN PERSEORANGAN/PERSONAL HYGIENE BAGI MASYARAKAT PEDESAAN DI DESA CIPACING KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Amrullah, Afif Amir; Setiawan, -; Setyorini, Dyah
Dharmakarya Vol 6, No 4 (2017): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.101 KB)

Abstract

ABSTRAK  Kebersihan rumah dan lingkungan berpengaruh  terhadap kesehatan individu, keluarga dan masyarakat. Berdasarkan data Puskesmas setempat, penyakit akibat masalah lingkungan di desa Cipacing masih cukup tinggi. Salah satu upaya untuk menurunkannya adalah  dengan meningkatkan kesadaran individu dan masyarakat akan manfaat kebersihan lingkungan melalui  pendidikan kesehatan (khususnya tentang kebersihan perseorangan/personal hygiene) bagi keluarga. Pengabdian kepada masyarakat  ini bertujuan memberikan pendidikan tentang kebersihan perseorangan pada anggota keluarga yang dinilai kurang dalam hal kebersihan rumah dan lingkungan. Metode pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perubahan perilaku untuk menjadi warga yang mampu menjaga kebersihan diri baik secara perorangan, keluarga maupun lingkungan. Implementasi pendidikan kesehatan dirancang untuk tujuan jangka pendek, sedangkan untuk jangka menengah dan panjang, terutama untuk mempertahankan perilaku positif untuk tetap mempertahankan kebersihan diri melalui proses sosialisasi dan pelatihan yang berkesinambungan.Yang menjadi sasaran adalah warga Desa Cipacing – Kecamatan Jatinangor – Kabupaten Sumedang dengan tingkat sosial-ekonomi dan tingkat pendidikannya yang rendah karena  merupakan pelaku terbanyak dengan masalah kebersihan  dan desa Cipacing merupakan tempat ideal untuk mengembangkan dan untuk mengevaluasi secara berkesinambungan Program intervensi untuk kebersihan perseorangan nasyarakat.Kata Kunci : Desa Cipacing ,Kebersihan lingkungan, Personal Higiene, PHBS
TUBERCULOSIS PATIENTS KNOWLEDGE, ATTITUDE AND PRACTICE OF COUGH ETIQUETTEA IN PRIMARY HEALTH CARE DISTRICT OF BANDUNG Yani, Desy Indra; Hidayat, Yayat Fajar; Amrullah, Afif Amir
Belitung Nursing Journal Vol 4, No 5 (2018): September-October 2018
Publisher : Belitung Nursing Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.972 KB) | DOI: 10.33546/bnj.509

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is the major global health problem. A high number of TB cases are as a result of the disease spreads through droplet nuclei which mainly through a cough. TB transmission prevention is really important to lower the rate of new infection. Since TB transmission is through a cough, therefore, one of the preventions behaviour is implementing the good and right cough etiquette. In 2016 there were 425 TB patients in Sub-District Rancaekek and was the higher number in District of Bandung. The aim of this study was to find out the overview of knowledge, attitude and practice of cough etiquette in tuberculosis patients.Objectives: The aim of this study was to find out the overview of knowledge, attitude and practice of cough etiquette in tuberculosis patients.Methods: This study was descriptive quantitative with the cross sectional approach, the population were all Acid-Fast Bacillus (AFB) + TB patients that were registered in the primary health care Rancaekek, Linggar and Nanjung Mekar amount of 52 people and used total sampling. The data collection technique used a questionnaire to measure knowledge and attitude, and observation sheet to measure practice that was valid and reliable. The used data analysis was frequency distribution, mean and median.Results: The results of this study indicated that from 52 respondents, more than half of them had good knowledge about cough etiquette (65.4%, median value 83.33 and IQR 20), more than half of them had negative cough etiquette attitude (51.9%, mean value 47.87 and SD 5.885) and more than half of them had bad practice in cough etiquette (63.5%, median value 5 and IQR 2).Conclusions: The result of this study is expected to become an overview for primary health care in doing improvement in delivering education to TB patients and their families about the good and right cough etiquette which is focused on the affective and psychomotor aspects, such as lectures, leaflet distribution, and live right and good cough etiquette simulation, so that it can prevent the spread of TB and decrease the rate of TB infection.
TUMBUH KEMBANG ANAK USIA BALITA DI PUSAT PERAWATAN ANAK PUSPA SEHAT UNPAD Aprilia, Dinny; Mardiah, Wiwi; Amrullah, Afif Amir
Media Informasi Vol 13, No 2 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.882 KB)

Abstract

Puspa Sehat UNPAD adalah tempat penitipan anak yang memberikan stimulasi sekaligus deteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Namun deteksi dini belum dilakukan secara optimal, masih ada anak yang mengalami perkembangan meragukan, kemungkinan ada penyimpangan dan kurang gizi serta pemeriksaan perkembangan yang belum terjadwal. Oleh karena itu perlu diteliti tentang tumbuh kembang balita di Puspa Sehat UNPAD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripstif kuantitatif, menggunakan metode teknik total sampling (n=50). Data dikumpulkan meliputi pengukuran berat badan (BB), tinggi badan (TB), dan lingkar kepala serta instrumen kuesioner pra-skrining perkembangan (KPSP) yang dikembangkan oleh Depkes RI. Data dianalisis menggunakan univariat dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi responden yang memiliki pertumbuhan dan perkembangan, hampir seluruh responden termasuk dalam kategori BB/U gizi baik, TB/U normal, lingkar kepala normal dan perkembangan yang sesuai 76,0%. meragukan 12,0% kemungkinan ada penyimpangan 12,0%. Pemeriksaan tumbuh kembang harus terus dipertahankan dan dilakukan dalam frekuensi yang lebih sering. Saran yang harus dilakukan untuk orangtua harus lebih ditingkatkan stimulasi yang sesuai usia anak, agar anak tumbuh dan berkembang se-optimal mungkin.
Tingkat Kecemasan Orangtua dengan Anak yang akan Dioperasi Lubis, Putri Yani; Widianti, Efri; Amrullah, Afif Amir
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.164 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v2i3.85

Abstract

Orangtua dengan anak yang akan dioperasi sering mengalami kecemasan karena sebagian besar orangtua masih berpikir bahwa operasi adalah prosedur invasif yang berisiko tinggi terhadap anak. Kecemasan ini dapat memengaruhi perawatan praoperasi pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan state(sesaat) dan kecemasan trait (bawaan) pada orangtua dengan anak yang akan dioperasi di ruang bedah anak Kemuning lantai 2 RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan sampel 31 responden, menggunakan teknik purposive sampling.Penelitian ini menggunakan kuesioner STAI for adults form Y dan dianalisis dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian gambaran tingkat kecemasan statemenunjukkan bahwa hampir setengah responden (48,38%) mengalami kecemasan berat. Untuk gambaran tingkat kecemasan traitmenunjukkan bahwa sebagian besar (51,61%) responden mengalami kecemasan ringan. Disarankan bagi perawat untuk meningkatkan asuhan keperawatan pada orangtua pasien dengan mengembangkan intervensi kecemasan sebelum operasi seperti melakukan pengkajian dan memberikan dukungan psikologis terhadap orangtua serta pemberian informasi mengenai prosedur operasi yang lebih jelas sehingga dapat mengurangi state anxietypada orangtua.Kata kunci:Operasi, orangtua, state anxiety, tingkat kecemasan, trait anxiety AbstractParents with children who will undergoing surgical procedures frequently experienced anxiety because most parents still thought that surgery is invasive procedures, high risk to children, and anxiety could affect preoperative treatment of children. The purpose of this study was to describe the state and trait’s anxiety levels of parents with children who will undergoing surgical procedures in the pediatric surgery ward, kemuning 2nd floor RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung. This study used a descriptive quantitative research methods, with 31 respondents were taken using purposive sampling. This study used STAI for Adults Form Y questionnaire and the data were analyzed by frequency distribution. The research about state anxiety’s level showed that nearly half of the respondents (48.38%) experienced severe anxiety. For trait anxiety’s level showed that the majority (51.61%) of respondents experienced mild anxiety. So it’s suggested the nurses to improve nursing care to parents with develop pre operative anxiety interventions such as conduct psychological assessments, and provide support to parents as well as providing information on surgery procedures more clearly so could reduce parent’s state anxiety.Key words:Surgery, parents, state anxiety, anxiety’s level, trait anxiety
Hubungan Lama Penggunaan Komputer dan Intensitas Pencahayaan dengan Keluhan Kelelahan Mata pada Pekerja di Hotel KC Antartika, Bianca Arcasiatectura; Amrullah, Afif Amir; Buntara, Arga; Permatasari, Putri
Kes Mas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 2 (2019): Kes Mas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.638 KB) | DOI: 10.12928/kesmas.v13i2.13864

Abstract

1) Background: Interactions between workers and computers create a variety of risks, one of which is complaints of eye fatigue. Lighting intensity is considered a risk factor that can cause complaints of eye fatigue as well. The preliminary study suggests that several workers experienced discomfort in the eye area, neck and back pain, and mild eye irritation. The purpose of this research was to determine the relationship between the duration of computer use and lighting intensity with complaints of eye fatigue. 2) Method: This research is analytical quantitative with a cross-sectional design. In this study, the researcher used a total sampling technique. A total of 43 operators were recruited as samples. The instruments used were questionnaires and a lux meter. A chi-square test was used to analyze the data at 95% confidence level. 3) Result and Conclusion: The results show that the duration of computer use variable was significantly assotciated with complaints of eye fatigue (p 0.004 < α), while lighting intensity variable was not associated with complaints of eye fatigue (p 0.275 > α). 4) Suggestion: Managing the duration of computer use by resting according to the 20-20-20 rule is recommended. The hotel should add, replace, or suistain all existing lights and provide information and education to all operators as well.