Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS SISTEM AGROFORESTRY DI DESA TOMPO’BULU RESORT BALOCCI KECAMATAN BALOCCI KABUPATEN PANGKEP Nirwana, Nirwana
MATOA : JURNAL ILMU KEHUTANAN Vol 4, No 7 (2016): JURNAL ILMU KEHUTANAN MATOA
Publisher : MATOA : JURNAL ILMU KEHUTANAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tompo’bulu terletak dilereng Gunung Bulusaraung pada ketinggian kurang lebih  900 m dpl, dengan kelerengan sampai 35 %., Desa Tompo’bulu berbatasan langsung dengan Kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Sesuai dengan peraturan pengelolaan taman nasional diantaranya adalah masyarakat boleh melakukan penanaman tanaman semusim pada areal yang sudah “dienklaf”, akan tetapi tidak boleh menebang pohon dan tanaman kayu-kayuan lainnya. Dengan demikian maka  penerapan sistem agroforestry diharapkan menjadi  solusi yang tepat. Meskipun sistem agroforestry telah lama di terapkan oleh masyarakat, akan tetapi hasilnya belum optimalKomoditi unggulan masyarakat Desa Tompo’bulu dari tanaman pertanian adalah padi dan kacang tanah, sedangkan tanaman kehutanan didominasi oleh Mahoni yang dipadukan dengan kemiri, dijumpai pula Gmelina tapi tidak dalam jumlah banyak. Terdapat juga bambu yang menurut petani tumbuh secara alami.Pada komponen peternakan, jenis yang banyak di pelihara oleh petani adalah sapi, ayam dan beternak lebah madu serta terdapat kolam ikan.Analisis White Box dibuat untuk melihat bagaimana interkonektifitas antar komponen penyusun sistem agroforestry pola agosylvopastory di Desa Tompo’bulu
Peningkatan Kemampuan Membaca Cepat Melalui Pendekatan Whole Language pada Siswa Kelas VI SD Negeri 246 Bulu-Bulu Kecamatan Tonra Kabupaten Bone Nirwana, Nirwana
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.794 KB)

Abstract

language dalam pembelajaran membaca cepat pada siswa kelas VI SD Negeri 246 Bulu-Bulu Kecamatan Tonra Kabupaten Bone (2) peningkatan kemampuan membaca cepat melalui pendekatan whole language pada siswa kelas VI SD Negeri 246 Bulu-Bulu Kecamatan Tonra Kabupaten Bone. Fokus penelitian aktivitas guru dan siswa, serta hasil Pembelajaran membaca cepat dengan pendekatan whole language dengan subjek penelitian siswa Kelas VI SD yang berjumlah 26 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan di kelas dengan menggunakan empat penilaian yaitu observasi, tes dan dokumentasi. Analisis data dikaji dengan menggunakan data proses yang dianalisis secara deskriptif kualitatif sedangkan data hasil membaca cepat dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan pendekatan whole language dalam pembelajaran membaca cepat pada siswa kelas VI SD Negeri 246 Bulu-bulu Kecamatan Tonra Kabupaten Bone mengalami peningkatan. Hal ini dilihat dari aktivitas guru dan siswa yang mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pelaksanaan siklus I siswa sudah termotivasi mengikuti kegiatan pembelajaran walaupun masih terdapat sebagian siswa yang kurang aktif dan tidak aktif. Pada siklus II siswa aktif mengikuti pembelajaran, memperhatikan penjelasan guru, membaca teks dengan benar, memahami teks bacaan, menemukan ide pokok, dan menyimpulkan isi bacaan. Hasil pengamatan aktivitas guru pada saat mengajar meningkatkan keterlaksanaan aktivitas mengajar guru dalam kegiatan membaca cepat siswa. (2) Siklus I terdapat 15 orang siswa (57,69%) yang memiliki kemampuan membaca cepat dan masuk dalam kategori tercapai dan meningkat pada siklus II sebanyak 23 orang siswa (88,46%). Aspek menentukan ide pokok pada siklus I yaitu 52,38 meningkat pada siklus II yaitu 79,88, dan peningkatan ketuntasan pada siklus I yaitu 30,77% meningkat pada siklus II yaitu 92,31%. Aspek menyimpulkan isi bacaan pada siklus I yaitu 53,62 meningkat pada siklus II yaitu 79,69, dan peningkatan ketuntasan menyimpulkan isi bacaan pada siklus I yaitu 38,46% meningkat pada siklus II yaitu 92,31%. Aspek menjawab pertanyaan ≤ 65% pada siklus I yaitu 63,81 meningkat pada siklus II yaitu 80,77, dan peningkatan ketuntasan pada siklus I yaitu 38,46% meningkat pada siklus II yaitu 92,31%. Secara kumulatif nilai kemampuan siswa menemukan ide pokok, menyimpulkan isi bacaan, dan menjawab pertanyaan dengan benar pada siklus I yaitu 57 meningkat pada siklus II yaitu 80.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa dengan Menerapkan Video Identifikasi Campuran Kopi Menggunakan Metode Spektroskopi UV-Visible Aiman, Ummu; Nirwana, Nirwana; Firdaus, M Lutfi
PendIPA Journal of Science Education Vol 3, No 1 (2019): FEBRUARY
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.591 KB)

Abstract

Abstract[Improvement of students learning outcomes by applying the video of coffee-mixture identification using UV-Visible Spectroscopy]. The purpose of this study was to evaluate the differences of student learning outcomes on electromagnetic wave materials and how students respond to the learning videos. This research was an experimental research which applies video coffee-mixture identification. The study was conducted in grade X islamic high school consisting of experimental class and control class. Based on the data analysis, the average post-test grade of the experimental class was 82.11 and the mean post-test control grade was 72.88 with tcount = 0,038 which is lower than the value of significance (0,05). The N-gain values of both classes indicate that the experimental class (0.72) is better than the control class (0.61). This suggests the adoption of a coffee-mixture identification video on electromagnetic wave material able to improve greater learning outcomes than control class that did not apply the video to the learning process. The result of questionnaire analysis shows that the student response to video implementation is good, as seen from the average score of responses of students who answered strongly agree at 40% level, while the answer agree at 53.83% level, not agree at 5.43% level and who answered very disagreeing 0.74% of all students. Keywords: Coffee-mixture; UV-Visible spectroscopy; electromagnetic waves; learning video.(Received August 15 2018; Accepted January 25, 2019; Published February 25, 2019) AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menjelaskan perbedaan peningkatan hasil belajar siswa pada materi gelombang elektromagnetik dan bagaimana respon siswa terhadap video pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menerapkan video identifikasi campuran kopi. Penelitian dilaksanakan di Madrasah Aliyah kelas X yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis data, rata-rata nilai post-test kelas eksperimen adalah 82,11 dan rata-rata nilai post-test kelas kontrol 72,88 dengan nilai thitung = 0,038 < nilai signifikansi (0,05). Adapun nilai N-gain dari kedua kelas menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen  (0,72) lebih baik dari  pada kelas kontrol (0,61). Hal ini menunjukkan bahwa penerapan video identifikasi campuran kopi pada materi gelombang elektromagnetik dapat meningkatkan hasil belajar yang lebih besar dibandingkan kelas kontrol yang tidak menerapkan video pada proses pembelajarannya. Sedangkan hasil analisis angket diketahui bahwa respon siswa terhadap penerapan video adalah baik, terlihat dari nilai rata-rata respon siswa yang menjawab sangat setuju sebesar 40%, sedangkan yang menjawab setuju sebesar 53,83%, tidak setuju sebesar 5,43% dan  yang menjawab sangat tidak setuju sebesar 0,74% dari keseluruhan siswa. Kata kunci: Campuran kopi; spektroskopi UV-Vis; gelombang elekromagnetik; video pembelajaran
The Effect of Gadget Toward Early Childhood Speaking Ability Nirwana, Nirwana; Mappapoleonro, A Musda; Chairunnisa, Chairunnisa
Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies Vol 7 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.754 KB)

Abstract

This study examines the effect of gadget toward early childhood speaking ability especially those in the age range of 3-4 years. The 3-4 years old children generally have enthusiasm in speaking, their curiosity tend to be greater, such as telling something that happened around them to the closest person. However, the presence of gadget in this digital era has negative influences on their speaking ability. The majority of children in Indonesia spend time playing gadget. The study seeks to explain the use of gadget toward early childhood speaking ability. The methodological approach taken in this study is literature review by connecting this study with existing literature and previous researches which have limited investigations. The result obtained in this study indicates that the use of gadget can delay the children speaking ability, especially children aged 3-4 years.
Implementasi Model Discovery Learning Pada Materi Aplikasi Gelombang Elektromagnetik Analisis Pengotor Berbagai Minyak Goreng Sawit dengan Spektrofotometri UV-Vis Wulandari, Tria; Nirwana, Nirwana; Firdaus, M. Lutfi
PendIPA Journal of Science Education Vol 3, No 2 (2019): JUNE
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT[Implementation of Discovery Learning Model on Electromagnetic Wave Application Material of Various Palm Oil Impurity Analysis With Spectrophotometry UV-Vis].The aims of this study was to describe the differences between the learning outcomes of students who learn to use the learning model of Discovery Learning with students studying physics learning conventionally onwaves electromagnetic material.  The method used quasi experimental research with Pretest-Posttest Control GroupDesign research conducted at SMA Negeri 8 Lubuklinggau. Sample research used 2 classes i.e. class X.3 as a experimental class and class X.2 as a control class. Based on the results of data analysis it can be concluded that there was a difference between learning outcomes of students who learn to use the learning model of Discovery Learningwith students studying in conventional method. The data views from the average final value obtained after being given the treatment. The average value of experimental classes after being given the treatment model of learning by Discovery Learning was 76.27, while the average value of control class after being given treatment to conventional learning was 67.00.Keywords: Discovery; Learning;Electromagnetic Waves; Spectrophotometry UV-Vis.(Received August 23, 2018; Accepted March 2, 2019; Published June 18, 2019)ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Discovery Learning (DL) dengan siswa yang belajar secara konvensional pada pembelajaran fisika dengan materi gelombang elektromagnetik.  Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan desain penelitian Pretest-Posttest Control GroupDesign, yang dilakukan di SMA Negeri 8 Lubuklinggau. Sampel penelitian yang digunakan berjumlah 2 kelas yakni kelas X.3 sebagai kelas eksperimen dan kelas X.2 sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Discovery Learning (DL) dengan siswa yang belajar secara konvensional. Data tersebut dilihat dari nilai rata-rata akhir yang diperoleh setelah diberi perlakuan. Nilai rata-rata kelas eksperimen setelah diberi perlakuan dengan model pembelajaran Discovery Learning sebesar 76,27, sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol setelah diberi perlakuan pembelajaran konvensional sebesar 67,00.Kata Kunci:Discovery; Learning; GelombangElektromagnetik; Spektrofotometri UV-Vis.
PEMBUATAN DAN PEMANFAATAN SILIKA DARI PASIR PANTAI SEBAGAI BAHAN PEMUCAT UNTUK MENURUNKAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS PADA CPO (CRUDE PALM OIL) Nirwana, Nirwana; Alimuddin, Alimuddin; Erwin, Erwin
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2018
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.401 KB)

Abstract

A study on the manufacture and utilization of silica from coastal sand as a pale ingredient to lower free fatty acid levels has been conducted. The present invention includes sample preparation, sodium silicate (Na2SiO3), silica gel formation, silica gelation and Crude Palm Oil (CPO) test result of bleaching. The results showed that the silica of coastal sand was potential as a crude palm oil (CPO) ingredient with the ability to decrease the free fatty acid and color brightness, on the addition of 1 gram of silica obtained result of free fatty acid content analysis is 24,35 % with decreased color brightness of 0,27% and on the addition of 2 gram of silica obtained result of free fatty acid content analysis is 42,49 % with decreased color brightness of 2,8%.&nbsp; Keywords: Sand Beach Sebatik Island, Silica, Bleaching, Crude Palm Oil (CPO), Free Fatty Acid Levels.
PELATIHAN KREATIVITAS CLAY BAGI GURU PAUD KECAMATAN TAMBORA, JAKARTA PUSAT Nirwana, Nirwana; Widyaningsih, Octaviany; Sapaile, Nursiah
Bahasa Indonesia Vol 15 No 01 (2018): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.496 KB)

Abstract

ABSTRACT: The low competence of early childhood teachers in the creativity of making simple teaching media becomes a problem in the process of playing and learning early childhood in the playground. PAUD teachers should ideally have high creativity in order to improve the basic skills of early childhood without burdening the psychology of learners. Based on the background of the problem, one of the Community Service Program (PKM) conducted by lecturers as a form of awareness of the increasing competence of PAUD teachers is to provide knowledge and skills about clay creativity as a simple media to play and learn early childhood. This activity is made in the form of training with the aim to provide benefits so that participants have the competence of making clay media appropriately, and can apply in the learning process in their own playground. STKIP Kusuma Negara Jakarta in collaboration with the Education and Early Childhood Education Association (HIMPAUDI) Tambora Sub-district, Central Jakarta organizes appropriate PKM activities and targets especially for PAUD teachers in Tambora Sub-district, Central Jakarta. The training results show that the participants' interest is very high and in a short time have the competence in clay making, proven the participants are able to show the results and able to develop their creativity in the formation of clay themes. Evaluation for this training result that participants have high enthusiasm and demanded to be held a similar training with the development of clay theme variation and how to market clay in order to have high economic value.&nbsp; ABSTRAK: Rendahnya kompetensi guru PAUD dalam kreativitas pembuatan media ajar sederhana menjadi masalah dalam proses bermain dan belajar anak usia dini di taman bermain. Guru PAUD idealnya harus memiliki kreativitas tinggi agar dapat meningkatkan kemampuan-kemampuan dasar anak usia dini tanpa membebani psikologi peserta didik. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, salah satu program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan dosen sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kompetensi yang dimiliki oleh para guru PAUD adalah dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang kreativitas clay sebagai media sederhana untuk bermain dan belajar anak usia dini. Kegiatan ini dibuat dalam bentuk pelatihan dengan tujuan dapat memberikan manfaat agar peserta memiliki kompetensi pembuatan media clay dengan tepat, dan dapat menerapkan dalam proses pembelajaran di taman bermain masing-masing. STKIP Kusuma Negara Jakarta bekerja sama dengan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kecamatan Tambora, Jakarta Pusat menyelenggarakan kegiatan PKM yang tepat guna dan sasaran khususnya bagi guru PAUD di Kecamatan Tambora, Jakarta Pusat. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa minat peserta sangat tinggi dan dalam waktu singkat memiliki kompetensi dalam pembuatan clay, terbukti peserta mampu menunjukkan hasil dan mampu mengembangkan kreativitasnya dalam pembentukan tema-tema clay. Evaluasi untuk hasil pelatihan ini bahwa peserta memiliki antusiasme tinggi dan menuntut untuk diadakan pelatihan yang serupa dengan pengembangan variasi bentuk tema clay dan cara memasarkan clay agar memiliki nilai ekonomi tinggi. Kata Kunci: Pelatihan, Kreativitas, Clay, Guru, PAUD, Anak Usia Dini
Estimasi Parameter Model Moving Average Orde 1 Menggunakan Metode Momen dan Maximum Likelihood Nirwana, Nirwana; Hadijati, Mustika; Fitriyani, Nurul
Eigen Mathematics Journal Vol 1 No 1 Juni 2018
Publisher : Program Studi Matematika, Universitas Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.181 KB)

Abstract

Autoregressive Integrated Moving Average is a model that commonly used to model time series data. One model that can be modeled is Moving Average (MA). In this study, the estimation of parameters was performed to produce the model estimator parameter, where if the order component of the MA model is known, then the methods that can be used are the Ordinary Least Square (OLS) method, Moment method, and Maximum Likelihood method. But in fact, there are often assumption deviations when using the OLS method, one of which occurs heteroscedasticity (variant is not constant) which is produce a poor estimator. This study used both Moment and Maximum Likelihood method in estimating the parameter of the 1st Moving Average model, denoted by MA (1). The result showed that MA (1) parameter model using Moment method gave better result than Maximum Likelihood method. This can be seen from the value of Schwartz Bayesian Criterion (SBC) of both Moment and Maximum Likelihood method parameter estimator with magnified amount of data and various parameters values generated.
UNFOLDING THE INDEPENDENCE DILEMMA OF THE INTERNAL SUPERVISION UNIT AUDITORS: PHENOMENOLOGY STUDY Malle, Syarif Syahrir; Alimuddin, Alimuddin; Nirwana, Nirwana
Patria Artha Journal of Accounting & Financial Reporting Vol 3, No 1 (2019): Patria Artha Journal of Accounting and Financial Reporting
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to comprehend and unfolding the reality of the independence dilemma faced by auditors of the Internal Control Unit at the Alauddin Makassar Islamic University. In achieveing the objective of the study, the reasercher conducted observation and interviews in collecting the data, while the exploration of the understanding and awareness of the informant is done in depth using epoche. Data were analyzed by qualitative method interpretively with phenomenology as a research design. The results of the study revealed that the reality experienced by the auditors of SPI UIN Alauddin Makassar showed an ethical gap. There was a "distance" between the expectations and reality of the auditor's self to the relationship with the chancellor, as well as the auditor's relationship with the auditee. This study also revealed the meaning of independence from the perspective of the auditor's spiritual awareness.
ANALISIS EVALUASI PENCAPAIAN LABA BERDASARKAN METODE BIAYA-VOLUME-LABA PADA HOTEL ANEKA DI TALISAYAN KABUPATEN BERAU Asmawati, Asmawati; NIRWANA, NIRWANA
AKUNTIA JURNAL Jurnal Akuntansi, Terpercaya, Menginspirasi dan Asli Vol 2 No 01 (2018): Accountia Journal -Accounting,Trusted,Inspiring and Authentic Journal,Volume 2,
Publisher : ACCOUNTING STUDY PROGRAM, STIE MUHAMMADIYAH TANJUNG REDEB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.333 KB)

Abstract

ABSTRACT The purpose of this research is to find out and analyze the target of achieving profit at Aneka Hotel at Talisayan. The analysis tools in question are: Contribution Margin, Contribution Margin Ratio, Break Event Point (BEP) and Sales with Profit Target.Based on the results of the analysis, it can be seen that the large sales of Hotel Aneka services that must be obtained in order to obtain the desired profit target for 2016 is Rp. 450,802,521. The large contribution margin at Aneka Hotel is Rp. 318,901,843 or 70.74%. Large sales of Aneka Hotel services that must be achieved so that the hotel reaches break even point in 2016 is Rp. 394,422,215. The operating leverage level at Aneka Hotel in 2013 was 8,00 times. The large margin of safety (MOS) for Aneka Hotels that must be achieved so as not to experience losses in 2016 is Rp. 56,380,305 or 12.51%. So by applying this cost-volume-profit analysis the company knows the minimum level so that the company does not experience losses. &nbsp; ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisi target pencapaian laba pada Hotel Aneka di Talisayan. Adapun alat analisis yang dimaksud adalah: Margin Kontribusi, Rasio Margin Kontribusi, Break Event Point (BEP) dan Penjualan dengan Target Laba. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa Besar penjualan jasa Hotel Aneka yang harus diperoleh agar memperoleh target laba yang diinginkan Tahun 2016 adalah sebesar Rp. 450.802.521. Besar margin kontribusi pada Hotel Aneka adalah sebesar Rp. 318.901.843&nbsp; atau sebesar 70,74%. Besar penjualan jasa Hotel Aneka yang harus dicapai agar hotel mencapai titik impas/break even point pada Tahun 2016 adalah sebesar Rp. 394.422.215. Tingkat operating leverage pada Hotel Aneka Tahun 2013 adalah sebesar 8,00 kali. Besar margin of safety (MOS) bagi Hotel Aneka yang harus dicapai agar tidak mengalami kerugian pada Tahun 2016 adalah sebesar Rp. 56.380.305 atau sebesar 12,51%. Sehingga dengan menerapkan&nbsp;&nbsp; analisis biaya-volume-profit ini perusahaan mengetahui tingkat minimum sehingga perusahaan tidak mengalami kerugian. &nbsp;