Articles

Found 4 Documents
Search

PENURUNAN KUAT TARIK BAJA TULANGAN POLOS PADA MUTU BETON K-175 TEBAL SELIMUT 3 CM TERBAKAR DENGAN WAKTU YANG BERBEDA Ukiman, Ukiman; Utomo, Setio; Hartono, Hartono; Nurhadi, Imam; Rahardjo, Pentardi
Orbith Vol 13, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan material bangunan yang murah dan mudah dipadatkan atau dibuat, dapat memenuhi kebutuhan baik dari segi kekuatan maupun dari segi dimensi panjang bentang yang dibutuhkan. Kemajuan teknologi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat mendorong pembangunan rumah tinggal menjadi gedung bertingkat banyak ( rumah susun) dengan bahan beton bertulang. Pesatnya perkembangan rumah took atau disebut Ruko baik berlantai 2 (dua) atau (tiga) tidak diikuti kelengkapan alat penangulangan bahaya kebakaran. Sehingga kadang bila terjadi kebakaran dan selain kerugian materi juga ada korban jiwa.Beton yang dikenal material yang tahan terhadap api bila terbakar dalam waktu yang lama dan suhu yang tinggi akan mengalami kerusakan (kuat tekan akan turun), tentunya dalam beton bertulang yuga akan terjadi hal yang demikian, selain betonnya rusak tentunya baja tulangannya juga mengalami kerusakan/penurunan kuat tariknya. Apalagi bahan baja tulangan merupakan bahan penghantar panas dan bila pada suhu tinggi tertentu akan meleleh dan dapat melebur jadi cair. Sehingga pada stuktur bertulang bertulang sebagai komponen bangunan bila terkena panas api dengan suhu tinggi dan durasi yang lama akan menurunkan kuat tarik baja tulangan yang akan bepengaruh pada kestabilan struktur bangunan konstruksi. Akibat struktur beton bertulang dengan selimut beton tebal 3 cm jika terbakar dengan panas bara api akan mengalami penurunan kekuatan pada mutu beton K 175 jika terbakar hingga 4 jam lebih akan kehilangan kuat tekan sampai 52% dan kehilangan nilai kuat tarik pada baja tulangan sampai 22%. Pengakajian ini pada kondisi pasca bakar (benda uji kondisi dingin).Pada durasi bakar sampai 8 jam maka kuat tekan beton K 175 , hilangnya kekuatan sebesar 67 % dan kehilangan nilai kuat tarik baja tulangan sebesar 24,16 % (benda uji kondisi dingin atau pasca bakar pengujiannya).Kata kunci : Beton, Baja tulangan, Rusak, Durasi bakar.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PONDOK PESANTREN UNTUK MENINGKATKAN MINAT MASYARAKAT: Studi Kasus Pemberdayaan Santri Pondok Pesantren Nurul Ulum Munjungan Nurhadi, Imam
AL-IDARAH: JURNAL KEPENDIDIKAN ISLAM Vol 8, No 1 (2018): AL-IDARAH: JURNAL KEPENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.911 KB) | DOI: 10.24042/alidarah.v8i1.3085

Abstract

Pondok Pesantren memiliki basis sosial yang jelas, karena keberadaannya menyatu dengan masyarakat. Pada umumnya, pesantren hidup dari, oleh, dan untuk masyarakat. Hal ini menuntut adanya peran dan fungsi pondok pesantren yang sejalan dengan situasi dan kondisi masyarakat, bangsa, dan negara yang terus berkembang. Dan sebagian yang lain sebagai suatu komunitas, pesantren dapat berperan menjadi penggerak bagi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penggumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisifasif, dan dokumentasi. Teknik analisisdata meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, pengecekkan ke absahan temuan dilakukan dengan derajat kepercayaan (crebelity), keteralihan (transferabily), keberngantungan (dependability) dan kepastian (confirmability). Informan peneliti yaitu Pengasuh, pengurus/ustadz, santri, alumni dan beberapa masyarakat.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Pemberdayaan Masyrakat Dalam Bidang dalam bidang Keagamaan Pondok Pesantren Nurul Ulum mempunyai beberapa kegitan yaitu: Asosiasi Santri  At-Taufiq. (2) Pemberdayaan Dalam Bidang Pendidikan.Dalam bidang pendidikan ini, Pondok Pesantren Nurul Ulum Munjungan telah mewujutkan peranya pada masyarakat sekitar yaitu membangun sekolah formal berupa TK dan SD (3) Pemberdayaan Dalam Bidang sosial. Sebagimana yang telah dipaparkan dalam bab sebelumnya bahwa pemberdayaan sosial ini telah melakukan: Membagun masjid 3 Masjid, pemberian modal dan lapangan pekerjaan kepada orang yang membutuhkan, penghijauan lingkungan yaitu penanaman pohon.
Kualitas Bata Beton Dari Bahan Pasir Kalijali Dengan Campuran Semen Pada Berbagai Variasi Campuran Lebih Dari 28 Hari Ukiman, Ukiman; Utomo, Setio; Supardjo, Supardjo; Nurhadi, Imam; Rahardjo, Pentardi
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 3, No 1, April (2017): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.551 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v3i1, April.761

Abstract

Bahan bangunan yang berupa pasir dapat diperoleh dari penambangan seperti pasir gunung, pasir dari letusan gunung berapi, dan juga pasir dari aliran sungai yang mengendap di tempat tertentu. Salah satu bahan pasir tersebut dapat diperoleh dari aliran air kali Jaliyang berada di kabupaten Purworejo, tepatnya yang melintas di Kutoarjo dan bermuara di pantai Selatan (Samudra Indonesia). Bahan pasir tersebut telah lama digunakan oleh masyarakat sekitar aliran sungai, untuk membangun rumah, bahkan di area sekarang bahan pasir digunakan sebagai bahan pembuat bata beton (batako), sebagai pengganti batu bata merah untuk dinding rumah. Banyak kerajinan bata beton tetapi mutu (kualitas) tidak diketahui, dan melalui produk UD. Jaya Abadi Kutoarjo, dilakukan berbagai variasi campuran bata beton dengan bahan pasir kali jali, diperoleh nilai kuat tekan campuran (1pc:5ps) = 107,64 kg/cm², campuran (1pc:7ps) = 85,90kg/cm², campuran (1pc:9ps) = 71,51 kg/cm² dan campuran (1pc:11ps) = 63,82 kg/ cm². Dari hasil kuat tekan tersebut, maka diperoleh hubungan antara perbandingan campuran dengan kuat tekan dengan persamaan : y = - 0,10501 x +579,1 dengan R² = 0,955, dengan y = nilai kuat tekan, x = jenis campuran.Kata kunci: Pasir Kali Jali, Semen, Kuat Teka
Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Pengukuran Bagi Pekerja Bangunan Nurhadi, Imam; Yusetyowati, Yusetyowati; Ukiman, Ukiman; Pawiro, Dadiyono Amat
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 4, No 1, April (2018): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.057 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v4i1, April.1119

Abstract

Dampak dari pertumbuhan penduduk adalah semakin meluasnya areal pemukiman dan semakin menyusutnya areal kebun, ladang dan persawahan. Akibat dari hal ini, sebagian besar masyarakat yang tadinya bermata pencaharian bercocok tanam berubah profesi menjadi buruh pabrik, buruh bangunan, pekerja bangunan, berjualan sembako atau yang lainnya. Hal ini sangat dirasakan oleh masyarakat Desa Pundensari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo dan sekitarnya, dimana sebagian besar pada saat dahulu bekerja di sawah dan ladang sebagai petani berubah profesi sebagai pekerja bangunan yang sesuai dengan pendidikan dan keterampilannya. Pekerja bangunan mengalami kesulitan terutama dalan hal antara lain pengukuran jarak, ketinggian dan sudut horizontal maupun miring. membaca gambar kerja ditransfer ke lapangan tentang letak bangunan dan pengukuran batas lahan dan luas bidang tanah sawah atau pekarangan, batas jalan, saluran air dan sebagainya. Politeknik Negeri Semarang sangat berkepentingan untuk ikut ambil bagian dalam peningkatan kualitas tenaga kerja yang ada di wilayah Jawa Tengah. Hal ini sebagai salah satu dari Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Permasalahan mitra yang dihadapi mengalami kendala terutama dalam pengukuran berkaitan tenaga kerja bangunan, mengingat pengukuran harus mengunakan alat ukur yang sederhana dan handal untuk menunjang hasil yang maksimal. Sehingga tim pengabdian kepada masyarakat dan mitra (bas-bas borong pekerja bangunan) memandang perlu ada kesepakatan kerja sama yang berkaitan pelatihan dalam bidang pengukuran. Solusi yang ditawarkan tim pengabdian dengan mitra adalah pelatihan pengunakan alat ukur untuk meningkatkan sumber daya dan pelatihan membuat garis lurus, sudut sembarang, menentukan titik ketinggian.Kata Kunci: Pengukuran, garis, sudut.