Saputra, Dede Irawan
Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBASIS LOGIKA FUZZY Saputra, Dede Irawan; Abdullah, Ade Gafar; Hakim, Dadang Lukman
Innovation of Vocational Technology Education Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v9i1.5089

Abstract

Makalah ini memaparkan hasil pengembangan model evaluasi pembelajaran dari serangkaian dimensi penilaian portofolio, proyek, presentasi proyek dan tes tulis. Penelitian dilaksanakan pada kegiatan praktikum teknik analog melalui model pembelajaran project based learning (PjBL). Logika fuzzy merupakan suatu alternatif alat pengambil keputusan yang dapat diaplikasikan untuk mengevaluasi hasil pembelajaran. Keputusan akhir dalam evaluasi PjBL menghasilkan proses evaluasi yang tidak kaku dan objektif karena keputusan akhir dapat ditentukan melalui proses defuzzifikasi yang sepenuhnya dilakukan menggunakan fuzzy logic toolbox.  Model evaluasi berbasis logika fuzzy diharapkan mendapat trend yang baik dan bisa menjadi petunjuk untuk mengembangkan model evaluasi yang diadopsi di sekolah.
Desain Sistem Kontrol Traffic Light Adaptif pada Empat Persimpangan Berbasis PLC Omron CP1E Nurhidayat, Eka; Septiana, Alfin Indra; Putra, Andhy Nursyah; Syaripudin, Ady; Saputra, Dede Irawan
Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Otomasi Kontrol & Instrumentasi
Publisher : Masyarakat Otomasi Kontrol dan Instrumentasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.145 KB) | DOI: 10.5614/joki.2018.10.1.1

Abstract

Abstrak—Lampu lalu lintas yang ada saat ini masih menggunakan waktu tetap sebagai pengendali nyala lampunya. Namun sistem ini memiliki kekurangan, salah satunya pada jam sibuk kendaraan harus menunggu lama disalah satu jalur. Sehingga diperlukan suatu sistem kontrol traffic light yang dapat memprioritaskan jalur yang lebih padat kendaraan. Kontrol traffic light adaptif bekerja dengan mendeteksi jumlah antrian kendaraan pada suatu jalur. Sistem ini bekerja dengan sensor yang mendeteksi panjang antrian kendaraan. Terdapat tiga sensor yang akan mendeteksi panjang antrian kendaraan pada setiap jalur. Jika antrian kendaraan mencapai sensor pertama maka waktu yang diberikan pada lampu hijau adalah 5 detik lebih lama dari waktu normal pada jalur tersebut. Jika antrian kendaraan mencapai sensor kedua maka waktu yang diberikan pada lampu hijau adalah 10 detik lebih lama dari waktu normal dan jika antrian kedaraan telah mencapai sensor ketiga sistem akan memberikan waktu nyala lampu hijau sangat lama yaitu 15 detik lebih lama dari waktu normal. Pada sistem kontrol traffic light adaptif ini terdapat dua buah sensor kemacetan yang diletakkan pada pertengahan jalur persimpang empat yang akan menghidupkan seluruh lampu merah jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti saat terjadinya kecelakaan di tengah persimpangan. Dengan sistem kontrol lampu lalu lintas adaptif ini waktu terlama antrian kendaraan adalah 81 detik, jika seluruh sensor pada setiap jalur bekerja dan waktu tercepat adalah 45 detik yaitu waktu pada saat normal.  
PEMANCAR PADA TRANSMISI ENERGI LISTRIK TANPA KABEL Charisma, Atik; Taryana, Een; Saputra, Dede Irawan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik menjadi sebuah kebutuhan penting untuk menunjang kehidupan dan aktifitas manusia. Seiring dengan pemenuhan kebutuhan energi listrik maka penelitian yang terkait dengan sistem transmisi juga semakin berkembang. Salah satu metode yang saat ini telah digunakan yakni pada pengisian baterai HP tanpa menggunakan kabel (Wireless Power Transfer WTP). Sistem tersebut tentunya didukung oleh berbagai komponen. Pemancar merupakan salah satu bagian dari sistem transmisi energi listrik tanpa kabel. Pada penelitian dibahas tentang pemancar pada frekuensi 13,7 MHz untuk transmisi energi listrik tanpa kabel. Perancangan menggunakan metode Wien Bridge yang dapat menghasilkan tegangan sebesar 17,2 Volt dengan efisiensi 90,6% pada frekuensi 13,7 MHz.