Pranoto, Agus
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

ETIKA PERGAULAN DALAM ALQURAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN PAI DI SEKOLAH Pranoto, Agus; Abdussalam, Aam; Fahrudin, Fahrudin
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 3, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.278 KB)

Abstract

Penelitian ini tentang etika pergaulan dalam Alquran dan implikasinya terhadap pembelajaran PAI di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan etika pergaulan dalam Alquran kemudian dicari implikasinya terhadap pembelajaran PAI di sekolah. Pendekatan yang digunakan yakni pendekatan kualitatif metode tafsir muqaran dengan menelusuri ayat-ayat yang berhubungan dengan etika pergaulan kemudian menganalisa dengan studi pustaka dan analisis deskriptif. Sumber data primer berasal dari Alquran, sedangkan sumber data sekunder dari literatur tafsir, buku, jurnal dan literatur lain yang menunjang. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa; etika pergaulan sesama muslim dalam Alquran yaitu, 1) mengadakan perdamaian, 2) menciptakan persaudaraan, 3) tidak menghina sesama muslim, 4) menjauhi prasangka buruk, mencari-cari kesalahan orang lain, dan menggunjing, 5) saling mengenal satu sama lain, dan terakhir 6) berkasih sayang terhadap sesama muslim. Adapun etika pergaulan muslim dengan non-muslim menurut Alquran yaitu; 1) saling bekerja sama, 2) bersikap tegas dalam hal prinsip terhadap non-muslim, 3) berdamai dengan non-muslim, 4) berbuat baik dan adil terhadap non-muslim, 5) tidak menjadikan teman orang yang memerangi karena agama, dan terakhir 6) tidak berbuat aniaya kepada non-muslim. Implikasi yang dapat diperoleh adalah hendaknya pembelajaran mengarahkan peserta didik untuk dapat hidup damai, rukun dan saling toleran terhadap perbedaan yang ada baik di internal maupun eksternal muslim.
Analisa Sistem Pentanahan Gardu Induk Teling Dengan Konstruksi Grid (Kisi-kisi) Pranoto, Agus; Tumaliang, Hans; Mangindaan, Glanny M.Ch.
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Jurnal Teknik Elektro dan Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.224 KB)

Abstract

Abstract--- The grounding system of the Teling substation is one of the most important parts in the delivery of electrical quality and continuously. Due to the Teling substation must work well together by using a large disturbance that result in the computer equipment that is the main cause of damage to the substation equipment. This is due to the ineffectiveness of the grounding system, which is due to the earth resistance greater than the standard IEEE Std 2000-80 limit of 0-1 ohm. Therefore it is necessary to do an analysis of whether the grounding system of substation Teling still meet the above favorable standards.In this final project, the system analysis is done by using the grid construction method by considering the mesh voltage, voltage, maximum grid, GPR, and soil resistivity. From the research result, it is found that the grounding system of the grounding system resistance of substation equipment that meets the standard is 0.10 Ω to 0.8 Ω, compared with the calculation of the grid of groundless grid of ground resistance grid (Rg = 0.47 Ω) and earthing grid with grounding rod (Rg = 0.18Ω). The maximum grid current of the ground substation is capable of delivering power to the ground up to 9307.8 A, with a grid size of conductor 38.72 mm2Keywords: GPR, Ground, Grid, Substation, Step Voltage, Touch Voltage Abstrak---- Sistem pentanahan pada gardu induk Teling adalah salah satu dari bagian penting dalam penyaluran kualitas listrik dan secara kontinyu. Dikarenakan gardu induk Teling harus bekerja sama dengan baik dengan menggunakan gangguan yang besar yang berakibat pada peralatan komputer yang menjadi penyebab utama kerusakan pada peralatan gardu induk. Hal ini diakibatkan oleh tidak bekerjanya sistem pentanahan dengan baik, yaitu akibat resistansi pentanahan lebih besar dari batasan standar yaitu 0-1 ohm. Oleh karena itu perlu dilakukan satu analisis apakah sistem pentanahan gardu induk teling masih memenuhi standar yang menguntungkan diatas.Dalam tugas akhir ini, dilakukan analisis sistem secara khusus gardu induk Teling menggunakan metode konstruksi grid dengan mempertimbangkan tegangan mesh, tegangan, grid maksimum, GPR, dan resistivitas tanah. Dari hasil penelitian yang diperoleh adalah sistem pentanahan nilai resistansi sistem pentanahan peralatan gardu induk yang memenuhi standar yaitu 0,10 Ω sampai 0,8 Ω, dibandingkan dengan hasil perhitungan yaitu grid pentanahan tanpa batang pentanahan grid resistansi (Rg = 0,47 Ω) dan pentanahan grid dengan batang pentanahan (Rg = 0,18Ω). Arus grid maksimum pentanahan gardu induk teling yang mampu mengalirkan tenaga ke tanah hingga 9307,8 A, dengan ukuran grid konduktor 38,72 mm2Kata Kunci: GPR, Pentanahan, Grid, Gardu Induk, Tegangan langkah, Tegangan sentuh