Thalib, Mansyur
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi

Published : 33 Documents
Articles

Found 33 Documents
Search

UPAYA MEREDUKSI PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK MELALUI KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT (Studi Kasus di Kelas XI SMA Negeri 2 Palu) Abdullah, Abdullah; Thalib, Mansyur; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.87 KB)

Abstract

This researh aims to reduce academic procrastination behavior of the student using group sounseling with self management technique. This was an action researh of guidance and counseling using Kemmis and Mc Taggart model. The researh was carried out in two cycle with four stage in each cycle, namely: planning, action, observation, and reflection. Subjects of the research were 6 student who have academic procrastination problem. The action conducted was group counseling with self management technique. Data collection method was observation and interview. The research results reveal that after conducting cycle I, the behavior of procrastination of the student decreased to 19.62%. While in cycle II it decreased to 13.59%. It indicates that self management technique in cycle II is improved based of reflection outcomes in cycle I. Therefore, it can be concluded that academic procrastination behavior of the student can be decreased using group counseling with self management technique. 
EFEKTIFITAS KONSELING KELOMPOK STRATEGI SELF MONITORING UNTUK MENGURANGI PERILAKU MENYIMPANG (OFF TASK BEHAVIOR) SISWA (STUDI KASUS DI SMA NEGERI 2 PALU) Dewi, Irma; Thalib, Mansyur; Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 1, June 2017
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.918 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah tingkat perilaku menyimpang  siswa sesudah diberikan konseling kelompok strategi self monitoring lebih rendah dibandingkan sebelum diberikan konseling kelompok strategi self monitoring. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan keefektifan konseling kelompok strategi self monitoring dalam mengurangi perilaku menyimpang siswa. Subjek penelitian ini berjumlah 6 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket. Data diolah dan di analisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan rumus wilcoxon sign rank test. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebelum diberikan konseling kelompok strategi self monitoring, siswa MH dan HY memiliki perilaku menyimpang yang sangat tinggi dan siswa SW, TS, SY dan RD memiliki perilaku menyimpang yang tinggi. Sesudah diberikan konseling kelompok strategi self monitoring, terjadi pengurangan perilaku menyimpang yaitu siswa MH memiliki perilaku menyimpang yang sangat tinggi, siswa RD memiliki perilaku menyimpang yang tinggi, dan siswa SW, TS,SY dan HY memiliki perilaku menyimpang yang sedang. Hasil analisis inferensial menunjukan bahwa perilaku menyimpang siswa SMA Negeri 2 Palu sesudah diberikan  konseling kelompok strategi self monitoring lebih rendah dibandingkan sebelum diberikan konseling kelompok strategi self monitoring.
EFEKTIFITAS LAYANAN INFROMASI DAMPAK NEGATIF PELANGGARAN DISIPLIN DISERTAI MEDIA SPANDUK TERGADAP PENGEMBANGAN DISIPLIN SISWA SMP NEGERI 15 PALU Nurhazanah, Baiq; Thalib, Mansyur; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Jurnal Konseling dan Psikoedukasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.905 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan siswa yang sering kali melakukan pelanggaran disiplin. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mendeskripsikan bagaimana perkembangan disiplin siswa di SMP Negeri 15 Palu sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi dampak negatif pelanggaran disiplin disertai media spanduk serta menjelaskan efektifitas layanan informasi dampak negatif pelanggaran disiplin disertai media spanduk terhadap pengembangan perilaku disiplin siswa. Subjek penelitian ini berjumlah 30 siswa yang memiliki perilaku disiplin rendah. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pedoman wawancara perilaku disiplin. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukan  bahwa sebelum pemberian layanan informasi dampak negatif pelanggaran disiplin disertai media spanduk yaitu siswa yang memiliki perilaku disiplin sedang yaitu 26,67% dan siswa yang memiliki perilaku disiplin rendah yaitu 73,33%. Sedangkan sesudah diberikan layanan informasi dampak negatif pelanggaran disiplin disertai media spanduk maka terjadi pengembangan perilaku disiplin yaitu 66,67 % siswa yang memiliki perilaku disiplin sedang, dan 33,33% siswa yang memiliki perilaku disiplin rendah. Dari hasil analisis inferensial menunjukan bahwa layanan informasi dampak negatif pelanggaran disiplin disertai media spanduk efektif dalam pengembangan perilaku disiplin siswa SMPN 15 Palu.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP ORANG TUA DENGAN ASIMILASI BUDAYA ETNIS CINA DI SMP DAN SMA KARUNADIPA PALU Jaelani, Farid; Thalib, Mansyur; Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.795 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana sikap orang tua, asimilasi budaya, dan apakah ada hubungan positif antara sikap orang tua dengan asimilasi budaya di SMP dan SMA Karunadipa Palu. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sikap orang tua dan asimilasi budaya serta untuk menjelaskan ada tidaknya hubungan positif sikap orang tua dan asimilasi budaya. Subjek penelitian ini adalah siswa dengan jumlah 164 orang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket untuk memperoleh data tentang frekuensi sikap orang tua dan asimilasi budaya. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan teknik persentase, dan teknik korelasi Product moment pada taraf signifikansi 95%. Berdasarkan hasil persentase secara deskripsi telah diperoleh 4,88% orang tua yang memiliki sikap sangat positif, 71,95% orang tua yang memiliki sikap positif, 23,17% orang tua yang memiliki sikap negatif, dan 0% orang tua yang memiliki sikap sangat negatif. Selanjutnya 5,49% siswa yang memiliki asimilasi sangat baik, 67,07% siswa yang memiliki asimilasi baik 27,44% siswa yang memiliki asimilasi tidak baik dan 0% siswa yang memiliki asimilasi sangat tidak baik. Berdasarkan hasil korelasi Product moment dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara sikap orang tua dengan asimilasi budaya etnis cina di SMP dan SMA karunadipa palu
PENGARUH LAYANAN INFORMASI CARA BELAJAR EFISIEN TERHADAP PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 2 BANAWA SELATAN Ukhra, Ukhra; Thalib, Mansyur; Ratu, Bau
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 1, June 2017
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.709 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana minat belajar siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi cara belajar efisien dan apakah layanan informasi cara belajar efisien berpengaruh positif terhadap peningkatan minat belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana  minat belajar siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi cara belajar efisien serta untuk menjelaskan pengaruh pemberian layanan informasi cara belajar efisien terhadap peningkatan minat belajar siswa. Subjek penelitian ini berjumlah 20 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket minat belajar siswa. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa minat belajar siswa sebelum diberikan layanan informasi cara belajar efisien yaitu 35% siswa yang memiliki minat belajar tinggi, 50% siswa yang memiliki minat belajar rendah dan 15% siswa yang memiliki minat belajar sangat rendah. Sedangkan sesudah diberikan layanan informasi cara belajar efisien maka terjadi peningkatan minat belajar yaitu 15% siswa yang memiliki minat belajar sangat tinggi, 70% siswa yang memiliki minat belajar tinggi dan 10% siswa yang memiliki minat belajar rendah dan 5% siswa yang memiliki minat belajar sangat rendah. Berdasarkan hasil analisis inferensial diperoleh kesimpulan bahwa pemberian layanan informasi cara belajar efisien berpengaruh terhadap peningkatan minat belajar siswa.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN MINAT BERKONSULTASI SISWA SMA NEGERI 1 BALAESANG Fatma, Fatma; Thalib, Mansyur; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.213 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan yang positif antara persepsi siswa tentang layanan bimbingan dan konseling dengan minat siswa berkonsultasi dengan guru pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling, untuk mengetahui minat siswa berkonsultasi dengan guru pembimbing, serta untuk menjelaskan hubungan antara persepsi siswa tentang layanan bimbingan dan konseling dengan minat siswa berkonsultasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 481 orang siswa, sampel yang diambil sebanyak 175 orang siswa yang diambil secara random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah angket persepsi tentang layanan bimbingan dan konseling dan minat berkonsultasi. Pengujian hipotesis penelitian dilakukan menggunakan teknik korelasi product moment pada signifikan 95% (α = 0,05). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa 12,57% siswa memiliki persepsi yang sangat positif tentang layanan bimbingan dan konseling, 84% siswa memiliki persepsi yang positif tentang layanan bimbingan dan konseling. 3,42% siswa memiliki persepsi yang negatif tentang layanan bimbingan dan konseling. Selanjutnya 11,42% siswa memiliki minat berkonsultasi yang sangat tinggi, 62,28% siswa memiliki minat berkonsultasi yang tinggi, dan 26,28% siswa memiliki minat berkonsultasi yang rendah. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara persepsi siswa tentang layanan bimbingan dan konseling dengan minat siswa berkonsultasi.
PENGARUH LAYANAN INFORMASI PEMANFAATAN WAKTU LUANG TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 1 SINDUE TOBATA Yusna, Yusna; Thalib, Mansyur; Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 1, June 2017
Publisher : Jurnal Konseling dan Psikoedukasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.649 KB)

Abstract

The problem in this research is how learning independence of students before and after implementation of information service utilization of leisure time, also is there learning independence of students after implementation of information service utilization of leisure time higher than before given the information services utilization of leisure time. This research intented to describe and explain the improvement of learning independence students before and after implementation of information service utilization of leisure time. The subjects in this research were 20 students. The instrument was collected by having learning independence questionnaire.  The data was processed and analyzed in descriptive and inferentially using the formula t-test (one-tailed) in 95% significance level. The result of descriptive analysis showed that before implementation of information service there were 20% of students had high learning independence, 70% of students had low learning independence, and 10% of students had very low learning independence. On the other side after implementation of information service there were 55% of students had high learning independence and 45% of students had low learning independence.  The result of inferential analysis showed the learning independence of students after implementation of information service utilization of leisure time higher than before given the information services utilization of leisure time.
Efektivitas Layanan Konseling Kelompok Behavioral Dalam Meningkatkan Perilaku Empati Teman Sebaya (Studi kasus di SMA Negeri 2 PALU) Ika Sartika, Dewi; Thalib, Mansyur; Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.857 KB)

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah apakah perilaku empati teman sebaya setelah mengikuti konseling kelompok behavioral lebih tinggi jika dibandingkan dengan sebelum mengikuti konseling kelompok behavioral. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku empati teman sebaya sebelum dan sesudah mengikuti konseling kelompok behavioral serta untuk menjelaskan keefektivan pelaksanaan konseling kelompok behavioral dalam meningkatkan perilaku empati teman sebaya. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket perilaku empati teman sebaya. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan rumus wilcoxon sign rank test. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebelum mengikuti konseling kelompok behavioral dari 6 siswa yang menjadi subjek penelitian, terdapat 1 siswa dengan inisial MR memiliki perilaku empati teman sebaya yang sangat rendah dan 5 siswa dengan inisial RF, AD, RA FP, dan RFV memiliki perilaku empati teman sebaya yang rendah. Setelah mengikuti konseling kelompok behavioral mengalami peningkatan perilaku empati teman sebaya  yaitu 1 siswa dengan inisial RA memiliki perilaku empati teman sebaya yang tinggi, kemuadian 3 siswa dengan inisial AD, MR, dan RFV memiliki perilaku empati teman sebaya yang sedang. Namun terdapat 2 siswa dengan inisial RF dan FP yang tidak mengalami perubahan perilaku empati teman sebaya yang signifikan, yaitu memiliki perilaku empati teman sebaya yang masih redah. Hasil analisis inferensial menunjukan bahwa perilaku empati teman sebaya dari 6 siswa yang menjadi subjek penelitian sesudah mengikuti konseling kelompok behavioral lebih tinggi dibandingkan sebelum mengikuti konseling kelompok behavioral.
PENGARUH KONSELING KELOMPOK TEKNIK SELF INSTRUCTION DALAMA MENINGKATKAN PERILAKU PERCAYA DIRI SISWA (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 11 PALU) Norrahma, Hayati; Thalib, Mansyur; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.488 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah tingkat perilakupercaya diri siswa sesudah mengikuti layanan konseling kelompok teknik self instructionlebih tinggijika dibandingkan dengan sebelum mengikuti layanan konseling kelompok teknik self instruction. Tujuan penelitian ini adalahmenjelaskan keefektifan layanan konseling kelompok teknik self instruction dalam meningkatkanperilaku percaya diri siswa. Subjek penelitian ini berjumlah 6 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pedoman observasi perilaku percaya diri siswa. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan rumus wilcoxon sign rank test. Hasil analisis desktiptif diperoleh data perilaku percaya diri siswa sesudah pelaksanaan konseling kelompok self instructionbahwa 17% siswa yang mempunyai perilaku percaya diri sangat rendah, 33% siswa mempunyai perilaku percaya diri yang rendah, dan 50% siswa mempunyai perilaku percaya diri yang tinggi. Hasil analisis inferensial diperoleh nilai T wilcoxon = 0,N=6 dengan taraf kepercayaan 95% (0,05), diperoleh nilai T wilcoxon = 2, sehingga 0 < 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku percaya diri siswa sesudah mengikuti layanan konseling kelompok teknik self instruction lebih tinggi jika dibandingkan sebelum mengikuti layanan konseling kelompok teknik self instruction.
EFEKTIVITAS LAYANAN INFORMASI PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MEREDUKSI PERSEPSI NEGATIF SISWA TERHADAP GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMP NEGERI 7 DONGGALA Risky, Risky; Thalib, Mansyur; Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 2, December 2017
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1473.553 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi negatif siswasebelum dan sesudah diberikan layanan informasi peran guru bimbingan dan konseling, apakah layanan informasi peran guru bimbingan dan konseling efektif dalam mereduksi persepsi negatif siswa terhadap guru bimbingan dan konseling.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persepsi negatif siswa terhadap guru bimbingan dan konseling.Subjek penelitian ini adalah 20 siswa.Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah angket persepsi negatif siswa. Hasil analisis data menunjukan bahwa persepsi negatif siswa sebelum diberikan layanan informasi peran guru bimbingan dan konselingyaitu 20% siswa dengan klasifikasi sangat tinggi, 45% siswa dengan klasifikasi tinggi, 35% siswa dengan klasifikasi rendah, 35%. Sedangkan sesudah diberikan layanan informasi peran guru bimbingan dan konseling terjadi penurunan persepsi negatif siswa terhadap guru bimbingan dan konseling yaitu 30% siswa dengan klasifikasi tinggi, 65% siswa dengan klasifikasi rendah, dan 10% siswa dengan klasifikasi sangat rendah. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa persepsi negatif siswa terhadap guru bimbingan dan konseling mengalami pengurangan 55%.Hasil analisis inferensial menunjukan bahwa ada pengaruh pemberian layanan informasi peran guru bimbingan dan konseling dalam mereduksi persepsi negatif siswa bterhadap guru bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Banawa Selatan.