Hanum, Sri Handayani
Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi, STKIP PGRI Padang

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

NILAI-NILAI LOKAL MASYARAKAT PESISIR DALAM UPAYA PELESTARIAN SUMBERDAYA PESISIR DI KOTA BENGKULU Nopianti, Heni; Hanum, Sri Handayani; Widiono, Sumarto
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Sosiologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.19 KB) | DOI: 10.33369/jsn.1.1.38-47

Abstract

This study aims to identify and describe the local values of the coastal community of Bengkulu city in managing coastal resources. The data and information were collected from a number of informants who were selected based on purposive sampling technique. The required data were collected through interviews, observation, and documentation. Data analysis was done simultaneously in conjunction with the data collection process by using conventional analytical techniques applicable in qualitative research. The result of this study shows that there are a number of local values in the coastal community of Bengkulu city, either they are still alive or have been ignored. The values had been continuously maintained for the preservation of coastal resources are: using boats (canoes) and traditional equipments in fishing instead of using trawls; avoid using explosives and poison potassium in making the catch; making restrictions on the catchment area; managing household waste; doing reforestation; and not catching the sharks.Keywords : Local Value, Management, Coastal Resource
Analisis Pemenuhan Hak Dasar Anak Pada Program “Kota Layak Anak” Di Kecamatan Gading Cempaka, Bengkulu Himawati, Ika Pasca; Nopianti, Heni; Hartati, Sri; Hanum, Sri Handayani
Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi, STKIP PGRI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1175.652 KB) | DOI: 10.22202/mamangan.1928

Abstract

The purpose of this research is to find and to analyzes the fulfillment of the basic rights on child based on the regulation of the state minister for women empowerment and child protection of the republic of Indonesia No. 12 of 2011 on indicators district of a city worthy of child. The research was done in 2 areas which is located in Gading Cempaka Subdistrict, they are in Cempaka Permai and Lingkar Baratvillage. Research conducted with qualitative approach and data was collected  throughout observation, interview , FGD and study document . The result is a). In the both of areas have not had children forum which can directly accommodate the aspirations of children and do not involve children (age category of teenagers) on the activities and deliberations or work programs that exist in the environment RT or RW. b). In the both of areas has not been in the region of the unavailability of two consulting agencies for parents/family and child welfare agencies. c). In the both of areas has not been in an optimum manner use of leisure time and cultural activities it was found problems yet the number of program activity level of RT and RW aimed at maximizing the potential of children, as well as the unavailability of Green Open Space (RTH) as playing area that is safe and comfortable for children. Tujuan penelitian ini ialah menemukenali serta menganalisis pemenuhan hak dasar pada anak yang didasarkan pada Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuandan Perlindungan Anak Republik Indonesia No. 12 Tahun 2011 tentang Indikator Kabupaten Kota Layak Anak. Penelitian dilakukan di 2 kawasan yang berada di Kecamatan Gading Cempaka, yakni Kelurahan Cempaka Permai dan Kelurahan Lingkar Barat. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan informan melalui purposive dan snowball sampling. Adapun teknik pengambilan data dilakukan  melalui observasi, wawancara, FGD dan studi dokumen. Temua penelitian menunjukkan bahwa a). Kedua wilayah penelitian belum memiliki forum anak yang dapat mengakomodir aspirasi anak secara langsung serta belum melibatkan anak khususnya anak kategori usia remaja pada kegiatan dan musyawarah ataupun program kerja yang ada di lingkungan RT/RW maupun kelurahan, b). Di dua kawasan tersebut belum tersedia lembaga konsultasi bagi orang tua/keluarga dan lembaga kesejahteraan anak. c). Belum banyaknya program kegiatan di tingkat RT dan RW yang ditujukan untuk memaksimalkan potensi anak serta belum tersedianya kawasan Ruang terbuka Hijau (RTH) sebagai kawasan bermain yang amandan nyaman bagi anak.
PERAN DUKUN DALAM PERAWATAN BAYI PERIODE PERINATAL Studi Kasus di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musirawas, Provinsi Sumatera Selatan Suratmini, Suratmini; Pramudyasmono, Hajar G; Hanum, Sri Handayani
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Sosiologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.097 KB) | DOI: 10.33369/jsn.2.1.9-18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kedudukan sosial dukun dalam masyarakatnya, (2) mendeskripsikan peranan yang dilakukan oleh dukun bayi dalam perawatan bayi periode perinatal, (3) menggali informasi tentang rincian perawatan bayiyang dilakukan oleh dukun bayi pada periode perinatal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan paradigma fakta sosial dengan teori struktural fungsional sebagai alat analisisnya. Informan diperoleh dengan teknik purposive sampling yaitu ibu-ibu yang memiliki bayi yang berumur 0-12 bulan serta dukun bayi yang melakukan perawatan bayi selama periode perinatal. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dari reduksi data, penyajian data serta penarikan simpulan untuk mendapatkan konsep-konsep sebagai hasil penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedudukan sosial dukun bayi dalam masyarakat yakni sebagai pemimpin ritual-ritual dalam masyarakat seperti pemimpin ritual mitoni, menguburkan ari-ari, pemimpin ritus brokohan, pemimpin ritus sepasaran, dan mitra bidan saat proses persalinan, sertapemberi nasehat. Peran yang dilakukan oleh dukun bayi dalam melakukan perawatan bayi pada periode perinatal yakni memijat bayi, memandikan bayi, serta merawat tali pusat bayi. Dukun bayi menjadi mitra bidan karena adanya peraturan dari Departemen Kesehatan yang mengharuskan pertolongan persalinan dilakukan oleh tenaga medis terlatih. Kepercayaan warga masyarakat terhadap dukun bayi dilatarbelakangi oleh kesamaan budaya, lingkungan sosial yang sama serta adanya kedekatan secara emosional yang terjalin antara dukun bayi dengan warga masyarakat desa Sidoharjo. Kata Kunci : Dukun, Perawatan Perinatal.
PENGEMBANGAN WISATA BERBASIS KOMUNITAS : PANTAI TAPAK PADERI KELURAHAN KEBUN KELING, KECAMATAN TELUK SEGARA, KOTA BENGKULU Tuljana, Viva; Hanum, Sri Handayani; Nopianti, Heni
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.26 KB) | DOI: 10.33369/jsn.4.1.29-38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan pesisir menjadi objek wisata. Penelitian ini dilakukan di Pantai Tapak Paderi Kelurahan Kebun Keling Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu. Karena masyarakat yang bertempat tinggal di kawasan pesisir pantai Tapak Paderi ini memiliki kreatifitas untuk mengelola sampah-sampah yang dijadikan ornamen di spot selfie, dan dijadikan tempat objek wisata Pondok Sandal Jodoh di Pantai Tapak Paderi. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi, informan ditentukan dengan teknik snowball sampling terhadap yang mengelola objek wisata Pondok Sandal Jodoh. Untuk menganalisis hasil penelitian ini menggunakan teori aksi dari paradigma definisi sosial. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan pesisir menjadi objek wisata, karena para nelayan setempat yang merasa prihatin dengan banyaknya sampah botol dan sandal yang hanyut di pantai,sehingga para nelayan mengumpulkan sampah-sampah tersebut sesuai dengan jenisnya masing-masing. Sehingga masyarakat pesisir pantai melakukan kegiatan gotong royong untuk membersihkan kawasan pesisir pantai dan masyarakat pun memanfaatkan sampah-sampah yang ada di kawasan pesisir untuk dikelola menjadi suatu kreasi yang unik dan menarik sehingga satu titik kawasan pantai dijadikan tempat berphoto atau berselfie. Sampah tersebut berupa sandal bekas, botol plastik dan sampah-sampah yang lainnya. Karena adanya konflik kepentingan itu maka akhirnya objek wisata Pondok Sandal Jodoh ditutup pada bulan September 2017. Tetapi dengan tutupnya objek wisata Pondok Sandal Jodoh, maka muncul objek wisata yang lain menggantikan onjek wisata yang baru dan letaknya pun bersebelahan. Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat, Pengembangan, Wisata, Komunitas
MAKNA SIMBOLIK TARI KEJEI SUKU REJANG Apindis, Gennes Arlin Mela C.; Hanum, Sri Handayani; Hartati, Sri
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.221 KB) | DOI: 10.33369/jsn.4.2.64-75

Abstract

Tari Kejeimerupakan salah satu tarian sakral yang berasal dari Suku Rejang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbolik yang terkandung dalam setiap rangkaian Tari Kejei. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriftip kualitatif dengan menggunakan Teori Interaksionisme Simbolik. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data menggunakan reduksi data, analisis data dan penarikan kesimpulan. Kejeiadalah tarian yang memiliki makna rasa syukur kepada sang pencipta dan kepada sang leluhur karena telah diberikan rezeki yang melimpah, bisa hidup rukun berdampingan antar sesama masyarakat. Tarian ini juga sekaligus sebagai ajang pertemuan bujang dan gadis masyarakat Rejang untuk bermain bersama dan sebagai sarana untuk mencari jodoh. Tari Kejeidimulai dengan ritual Temu’un gongyaitu ritual sebelum penggunaan alat musik pengiring. Kemudian Jampi limauuntuk keselamatan para penari yang disebut juga anak sangei. Selanjutnya yaitu tari penyambutan, tarian ini untuk menyambut tamu yang hadir dan mempersilahkan duduk ditempat yang telah disediakan. Setelah tari penyambutan, lalu inti dari Tari Kejei yang terdiri dari 6 gerakan. Pertama, gerak sembah menari yang bermakna sebagai penghormatan kepada roh leluhur, kepada tamu agung dan kepada para penonton yang hadir pada saat acara Kejeiberlangsung. Kedua, gerak bederap salah pinggang yaitu gerak yang bermakna sebagai kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Ketiga, gerak metik jari sebagai bentuk penerimaanterhadap keluarga atau teman baru. Keempat, gerak mateak dayung sebagai makna penyerahan hidup kepada yang Maha Esa. Kelima, gerak sembah penyudo sebagai makna ucapan terimakasih atas kelancaran dalam melaksankan Tari Kejei. Keenam, gerakan yang terakhir yaitu gerak mendayung sebagai makna perpisahan. Baik perpisahan kepada leluhur, kepada penonton, kepada sesama penari. Tari Kejei tak luput dari unsur-unsur yang mendukung diantaranya penari, pemusik, sesaji sebagai simbol kemakmuran, kostum dan Tuwei batin(pawang). Kata Kunci: Makna Simbol, Tari Kejei. 
PERAN DUKUN DALAM PERAWATAN BAYI PERIODE PERINATAL (Studi Kasus di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan) Suratmini, Suratmini; Pramudyasmono, Hajar G; Hanum, Sri Handayani
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.909 KB) | DOI: 10.33369/jsn.2.1.9-17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1). mengetahui kedudukan sosial dukun dalam masyarakatnya, (2). mendeskripsikan peranan yang dilakukan oleh dukun bayi dalam perawatan bayi periode perinatal, (3). menggali informasi tentang rincian perawatan bayiyang dilakukan oleh dukun bayi pada periode perinatal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan paradigma fakta sosial dengan teori struktural fungsional sebagai alat analisisnya. Informan diperoleh dengan teknik purposive sampling yaitu ibu-ibu yang memiliki bayi yang berumur 0-12 bulan serta dukun bayi yang melakukan perawatan bayi selama periode perinatal. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dari reduksi data, penyajian data serta penarikan simpulan untuk mendapatkan konsep-konsep sebagai hasil penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedudukan sosial dukun bayi dalam masyarakat yakni sebagai pemimpin ritual-ritual dalam masyarakat seperti pemimpin ritual mitoni, menguburkan ari-ari, pemimpin ritus brokohan, pemimpin ritus sepasaran, dan mitra bidan saat proses persalinan, sertapemberi nasehat. Peran yang dilakukan oleh dukun bayi dalam melakukan perawatan bayi pada periode perinatal yakni memijat bayi, memandikan bayi, serta merawat tali pusat bayi. Dukun bayi menjadi mitra bidan karena adanya peraturan dari Departemen Kesehatan yang mengharuskan pertolongan persalinan dilakukan oleh tenaga medis terlatih. Kepercayaan warga masyarakat terhadap dukun bayi dilatarbelakangi oleh kesamaan budaya, lingkungan sosial yang sama serta adanya kedekatan secara emosional yang terjalin antara dukun bayi dengan warga masyarakat desa Sidoharjo. Kata Kunci : Dukun, Perawatan Perinatal. 
MENENGGAK MINUMAN KERAS DALAM ACARA ENJOY: (Studi Kasus di Desa Sungai Jernih Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang) Pernando, Pernando; Hanum, Sri Handayani; Nopianti, Heni
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.625 KB) | DOI: 10.33369/jsn.3.2.53-63

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Sungai Jernih, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengapa acara enjoy menjadi tradisi baru dalam masyarakat, dimana dalam acara tersebut terdapat kebiasaan masyarakat mengkonsumsi minuman keras pada saat ada hajatan pernikahan. Secara spesifikasi penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejak kapan acara enjoy tersebut menjadi tradisi, dan apa fungsi acara enjoy tersebut diadakan ketika hajatan, serta untuk mengetahui bagaimana peredaran minuman keras ketika acara enjoy. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penentuan informan dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik Snowball Sampling, mulai dari informan kunci yaitu masyarakat yang mengetahui banyak tentang acara enjoy, informan biasa yaitu masyarakat yang terlibat langsung dalam acara enjoy dan informan tambahan. Adapun analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif berdasarkan hasil data yang diperoleh dari informan. Hasil dari penelitian di lapangan menunjukan bahwa, acara enjoy menjadi tradisi baru dalam masyarakat ketika hajatan sejak tahun 2005, dimana setiap diadakannya hajatan selalu diiringi dengan acara enjoy. Alasan adanya minuman keras pada saat pesta hajatan karena daerah Desa Sungai Jernih wilayah yang marginal. Ada beberapa fungsi acara enjoy diadakan ketika hajatan, yaitu: pertama acara enjoy menjadi hiburan dalam masyarakat, kedua adanya acara enjoy untuk meramaikan hajatan dan ketiga acara enjoy sebagai prestise dalam masyarakat. selain itu, dalam acara enjoy terdapat kebiasaan masyarakat dalam mengkonsusmsi minuman keras, kebiasaan ini muncul di masyarakat dikarenakan peredaran minuman keras di Desa Sungai Jernih bebas di perjual belikan, dan ketika enjoy tidak ada larangan dari masyarakat sekitar dan dari pihak keamanan bahkan dibiarkan untuk mengkonsusmsi minuman keras, sehingga acara enjoy pada saat hajatan pernikahan sama halnya dengan acara konsumsi minuman keras yang dibiarkan oleh masyarakat dan telah menjadi tradisi ketika ada hajatan pernikahan. Kata Kunci: Tradisi Acara Enjoy, Pesta Minuman Keras 
RELASI KERJA MANDOR DENGAN BURUH PEMETIK TEH (Kasus di PT. Perkebunan Sarana Mandiri Mukti, Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang) Sanjaya, Budiman; Arwani, Muhammad Marwan; Hanum, Sri Handayani
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.264 KB) | DOI: 10.33369/jsn.2.2.58-69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana relasi kerja antara mandor dengan buruh pemetik teh yang asimetris di PT Perkebunan Sarana Mandiri Mukti di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Dengan menggunakan teknik penentuan informan Snowball Sampling yaitu cara penentuan informan dengan jumlah sampel tidak ditentukan, ketika data yang diberikan informan inti maupun informan tambahan sudah dianggap lengkap maka proses pencarian data dihentikan.Informan inti adalah mandor dan buruh pemetik teh serta informan tambahan yaitu mandor besar. Teori yang dipergunakan adalah teori kesadaran kelas semu yang memunculkan hubungan kerja yang asimetris, penulis menggunakan teori kesadaran kelas semu untuk menganalisis lebih mendalam mengenai relasi kerja yang terjalin antara mandor dengan buruh pemetik teh. Subjek dalam penelitian ini adalah para mandor dan buruh pemetik teh. Informan dalam penelitian ini adalah orang-orang yang juga bekerja di perkebunan teh Kabawetan yang memiliki informasi pendukung untuk menguatkan data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Hubungan kerja yang terjalin antara mandor dan buruh pemetik teh merupakan hubungan kerja yang asimetris atau hubungan yang tidak seimbang. Hubungan kerja yang asimetris (tidak seimbang) itu dapat dilihat dari pola kerja mandor yang lebih ringan dibandingkan dengan pola kerja buruh, akan tetapi upah yang diperoleh mandor justru lebihbesar dibandingkan dengan upah yang diterima oleh buruh pemetik teh, selain itu hubungan asimetris antara mandor dan buruh pemetik teh dapat dilihat dariperlakuan mandor dari perjanjian kerja, pengawasan kerja hingga aktivitas kerja yang membeda-bedakan atau bersikap tidak adil terhadap buruhyang sudah tua dengan buruh pemetik yang masih muda, (2) Hubungan kerja yangasimetris antara mandor dan buruh pemetik teh menimbulkan suatu ketidakadilanbagi buruh pemetik teh, ketidakadilan yang diterima buruh pemetik menciptakansebuah kesadaran kelas semu pada buruh pemetik teh, artinya buruh pemetikmenyadari bahwa keadaan ekonomi yang sulit dan keterbatasan keahlian hidupyang dimiliki, membuat buruh pemetik teh tetap bertahan menjadi seorang buruhpemetik teh yang berada dalam suatu relasi kerja yang asimetris yang terjalindengan mandor. Kata Kunci: Relasi Kerja Asimetris, Mandor, dan Buruh Pemetik Teh
BURUKNYA GIZI IBU HAMIL PADA KELUARGA MISKIN (Studi Kasus di Desa Sri Kuncoro Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah) Rentiani, Eci; Sunaryanto, Heri; Hanum, Sri Handayani
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.213 KB) | DOI: 10.33369/jsn.3.2.64-70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor-faktor buruknya gizi ibu hamil pada keluarga miskin. Penelitian didekati secara kualitatif deskriptif. Subyek penelitian adalah ibu hamil dari keluarga miskin. Ibu hamil ini hamil pada kehamilan ketiga. Informan ditentukan berdasarkan purposive sampling. Teknik observasi dan wawancara menjadi alat utama dalam menjaring data. Analisis data dimulai dari mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian menghasilkan informasi bahwa faktor-faktor penyebab buruknya gizi ibu hamil pada keluarga miskin yaitu: (1) Ibu hamil menganggap bahwa kehamilan bukan merupakan peristiwa khusus yang memerlukan perhatian ekstra melainkan sebagai hal yang biasa sehingga pemenuhan gizipun tidak berbeda saat hamil dan sebelum hamil. Adapun variasi makanan yang mereka konsumsi hanya memenuhi kebutuhan karbohidrat dan sayuran saja (2) Pola makan ibu hamil tidak teratur, mereka makan sehari hanya satu kali terkadang dua kali sehari (3) Pengolahan makanan seringkali tidak mempertimbangkan proses yang benar dimana persoalan nilai gizi kurang diperhatikan (4) Ibu hamil diberi tablet penambah darah oleh bidan sejak kehamilan lima bulan tetapi mereka kurang taat dalam mengkonsumsi tablet penambah darah dengan alasan tidak menyukai rasa dan bau dari tablet penambah darah tersebut (5) Ibu hamil tidak rutin melakukan pemeriksaan kehamilan karena menganggap jika sedang hamil trisemester pertama tidak perlu memeriksakan kandungan secara rutin kecuali kehamilan sudah memasuki trisemester 3 (6) Dukungan suami dalam hal pemenuhan gizi untuk istrinya ini cenderung kurang, ditunjukkan dengan besarnya belanja rokok setiap bulannya yang tidak berkurang, sehingga besarnya uang rokok setiap bulannya membuat kebutuhan akan panganlah yang ditekan. Kata Kunci: Ibu hamil, Pemenuhan Gizi dan Miskin
PROBLEMA KEHIDUPAN BERKELUARGA PASANGAN SUAMI ISTRI KAWIN MUDA (Studi Kasus: Desa Sri Kuncoro Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah) Lestari, Reka Meilda; Hanum, Sri Handayani; Nopianti, Heni
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.994 KB) | DOI: 10.33369/jsn.2.2.82-93

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang problema kehidupan pasangan suami istri yang menikah karena perempuan telah hamil sebelum menikah yang perempuan masih berusia dibawah 20 tahun. Untuk mencapai tujuan penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif, kemudian menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi, informan ditentukan dengan teknik snowball sampling terhadap pasangan yang menikah usia muda dan mempunyai problema didalam kehidupan rumah tangga. Untuk menganalisis hasil penelitian menggunakan teori sosiologi yaitu behavioral sociology (prilaku sosial). Penelitian menghasilkan informasi bahwa didalam kehidupan berkeluarga pasangan usia muda sering kali terjadi problema seperti latar belakang ekonomi dilihat dari pengahasilan suami yang tidak cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari yang membuat Pasangan ini masih meminta bantuan kepada orangtua mereka, kemudian keberfungsian peran suami dan istri dalam menjadi orangtua untuk pengasuhan anak pertamanya masih meminta bantuan terus-menerus kepada orangtuanya, kemudian dalam partisipasi dalam kegiatan desa, pasangan yang menikah usia muda ini masih ada yang belum aktif karena remaja tingkah lakunya masih ingin bermain bersama teman-temannya, dan masih merasa malu bergabung dengan bapak-bapak serta ibu-ibu yang ada di desa tersebut seprti ronda malam dan gotong royong masih jarang untuk dihadiri. Lalu kematangan emosi pasangan yang masih usia muda ini masih belum sangat siap dalam berumah tangga karena ego dalm setiap masing-masing masih sangat tinggi seperti dalam bertukar pendapat, mengambil keputusan dan sering kali terjadi percekcokan didalam rumah tangga akibat tidak ada pengertian satu sama lain Kata Kunci : Perkawinan Usia Muda, Problema Kehidupan Keluarga