p-Index From 2014 - 2019
2.919
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pattingalloang
Patahuddin, Patahuddin
Universitas Negeri Makassar

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

Peristiwa Teppo di Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidrap Tahun 2013 Gustiawan, Eri; Patahuddin, Patahuddin; Ahmadin, Ahmadin
Jurnal Pattingalloang Vol. 5 No. 2 April - Juni 2018
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.41 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v5i2.8465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang terjadinya peristiwa Teppo dan proses terjadinya serta dampak yang ditimbulkan dari peristwa Teppo di Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidrap.Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan menggunakan metode historis melalui tahapaan-tahapan meliputi Heuristik yaitu mengumpulkan sumber atau data sebanyak mungkin, kritik sumber yaitu untuk menentukan otentitas dan rehabilitas sumber-sumber yang telah dikumpulkan untuk mngetahui asli atau tidaknya sumber tersebut, Interpretasi yaitu menentukan kedudukan fakta sejarah secara profesional, serta Historiografi atau penyajian yang merupakan pengungkapan secara tertulis.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadinya Peristiwa Teppo yakni konflik yang terjadi antara kelompok masyarakat Teppo dan kelompok masyarakat Amparita yang dilatarbelakangi oleh adanya faktor sosial, faktor agama, dan factor kenakalan remaja. Peristiwa tersebut hanya berlansung selama satu hari pada tanggal 23 Mei 2013, dimulai dari aksi penikaman yang dilakukan oleh salah satu masyarakat Amparita hingga berlanjut pada malam hari. Adapun dampak yang ditimbulkan antara lain, dalam bidang sosial, dalam bidang ekonomi dan bidang pendidikan. Dalam bidang sosial, munculnya rasa takut dan perasaan benci antara kedua kelompok masyarakat. Dalam bidang ekonomi, terhentinya proses berjualan di Pasar Amparita serta ladang milik masyarakat tidak kelola untuk sementara waktu karena perasaan takut dan was-was. Dalam bidang pendidikan, proses belajar mengajar menjadi terganggu sehingga banyak siswa maupun guru yang memilih tidak masuk sekolah atau mengajar.Kata Kunci : Masyarakat Teppo , Proses Terjadinya Peristiwa Teppo dan Kecamatan Tellu Limpoe Kab Sidrap           AbstractThis is study aims to determine the background of Teppo events and the process of occurrence and impact of Teppo's event in Tellu Limpoe Sub-district of Sidrap Regency. This research is descriptive analysis by using the historical method through stages include Heuristik that collects the source or data as much as possible, source criticism is to determine the authenticity and rehabilitation of sources that have been collected to mngetahui original or not the source, Interpretation is determining the position of fact history professionally, and Historiography or presentation which is a written expression.The results of this study indicate that the occurrence of the Teppo event is the conflict between Teppo community group and Amparita society group which is motivated by social factors, religious factors and juvenile delinquency factor. The incident only lasted for one day on May 23, 2013, starting from the stabbing action conducted by one of the Amparita community to continue at night. As for the impact, among others, in the social field, in the field of economy and education. In the social field, the emergence of fear and hatred between the two groups of people. In the economic field, the cessation of the selling process at Amparita Market and the community owned fields did not manage for a while due to fear and anxiety. In the field of education, the learning process becomes disrupted so that many students and teachers who choose not to go to school or teaching. Keyword : Society Teppo , Teppo Event and District of Tellu Limpoe Sidrap Regency
Pasar Tradisional Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kabupaten Luwu 2002-2017 Aripin, Nilla; Ridha, Muh. Rasyid; Patahuddin, Patahuddin
Jurnal Pattingalloang Vol. 5 No. 4 Oktober - Desember 2018
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.158 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v5i4.9009

Abstract

Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui latar belakang berdirinya Pasar Padang Sappa, mengetahui perkembangan Pasar Padang Sappa serta dampak keberadaan Pasar Padang Sappa bagi masyarakat. Metode yang digunakan untuk mengkaji  permasalahan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yang meliputi beberapa tahapan yaitu, heuristik (mencari dan mengumpulkan sumber), kritik sumber (kritik ekstern dan intern, interpretasi atau penafsiran sumber, dan hisoriografi (penulisan sejarah). Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan penelitian lapangan (wawancara) dan mengumpulkan sumber arsip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang berdirinya Pasar Padang Sappa karena adanya konflik sosial yang terjadi tahun 2000, sehingga pasar tersebut dipindahkan sementara di Lapangan Sepak Bola Padang Sappa. Karena lokasi lapangan yang memang tidak memadai untuk berjualan, pemerintah akhirnya menemukan lokasi pasar baru di Padang Sappa samping Kantor Polres Ponrang dan memindahkan pasar tersebut pada tahun 2002. Dalam perkembangan Pasar Padang Sappa kondisi fisik pasar yang awalnya menggunakan tenda-tenda darurat, saat ini telah menggunakan tempat yang layak untuk melakukan transaksi jual-beli untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Keberadaan Pasar Padang Sappa ini dapat memberikan dampak ekonomi, sosial dan budaya yaitu sebagai sumber pendapatan daerah, sebagai penyedia lapangan pekerjaan dan sumber penghasilan bagi masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa Pasar Tradisional Padang Sappa resmi dipindahkan pada tahun 2002 dan mulai dijadikan tempat jual-beli. Pasar Tradisional Padang Sappa muncul sebagai pasar kecamatan yang menyediakan berbagai kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya.  This research and writing aims to find out the background of the establishment of Padang Sappa Market, to know the development of Padang Sappa Market and the impact of the existence of Padang Sappa Market for the community. The method used to study the problems in this study is the historical method, which includes several stages, namely, heuristics (searching and collecting resources), source criticism (external and internal criticism, interpretation or interpretation of sources, and hisoriography (historical writing). done by conducting field research (interviews) and collecting archival sources. The results showed that the background of the establishment of Padang Sappa Market was due to the social conflict that occurred in 2000, so that the market was temporarily moved at the Padang Sappa Football Field. Due to the inadequate location of the field to sell, the government finally found a new market location in Padang Sappa next to the Ponrang Police Station and moved the market in 2002. In the development of Padang Sappa Market the physical condition of the market which initially used emergency tents has now use a decent place to make buying and selling transactions to meet the daily needs of the community. The existence of the Padang Sappa Market can provide economic, social and cultural impacts as a source of regional income, as a provider of employment and income sources for the community. Based on the results of the study, it can be concluded that the Padang Sappa Traditional Market was officially transferred in 2002 and began to be used as a place to buy and sell. Padang Sappa Traditional Market emerges as a sub-district market that provides various needs to meet the needs of the community
Jejak Aroma Kopi Arabika di Massenrempulu 1970-2016 Muslimin, Ismail; Ahmadin, Ahmadin; Patahuddin, Patahuddin
Jurnal Pattingalloang Vol. 5 No. 1 Januari - Maret 2018
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.785 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v5i1.8520

Abstract

Penelitian ini membahas tentang latar belakang keberadaan pertanian kopi arabika, perkembangan pertanian kopi hingga dampak pertanian Kopi Arabika di Desa Benteng Alla Utara Kecamatan Baroko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan pertanian Kopi Arabika di Desa Benteng Alla Utara berawal pada tahun1750 setelah Belanda berhasil menjajah Desa Benteng Alla Utara. Perkembangan perkebunan kopi mulai digencarkan kembali ketika kedatangan Ir. Sugiyo yang berasal dari Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ir. Sugiyo adalah pegawai pertanian dari Jawa. Ir. Sugiyo memperkenalkan jenis Kopi Arabika yang memiliki kualitas yang baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Pertanian Kopi Arabika memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat di Desa Benteng Alla Utara yaitu penyediaan lapangan pekerjaan seperti adanya buruh musim dan buruh harian, adanya kepemilikan properti bagi petani Kopi Arabika, dan memberikan dampak bagi pendapatan daerah. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif.  Penelitian ini dilakukan melalui wawancara dan kajian pustaka dengan menggunakan metode sejarah melalui beberapa tahapan: heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi.Kata Kunci : Petani, Kopi Arabika, Desa Benteng Alla Utara                                                                
Baraka : Basis Pertahanan DI/TII di Sulawesi Selatan (1953-1965) Aisyah, Nur; Patahuddin, Patahuddin; Ridha, Muh. Rasyid
Jurnal Pattingalloang Vol. 5 No. 2 April - Juni 2018
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.115 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v5i2.8469

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang  Baraka sebagai Basis Pertahanan DI/TII di Sulawesi Selatan. Pada tahun 1953 Kahar Muzakkar menjadikan daerah Baraka, Kabupaten Enrekang sebagai basis pertahanan pertama DI/TII di Sulawesi Selatan. Letak yang strategis dan keterbukaan masyarakat yang menjadi potensi daerah Baraka dijadikan sebagai basis pertahanan DI/TII oleh Kahar Muzakkar. Selain itu, karena Baraka merupakan daerah operasi dari komandan bawahan Kahar Muzakkar yaitu Andi Sose. Banyaknya simpatik yang diperoleh Kahar Muzakkar dari masyarakat Baraka bahkan masyarakat Sulawesi  Selatan memaksa pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan operasi penumpasan kepada Pemberontakan Kahar Muzakkar yang telah mengancam keutuhan NKRI. Kemudian  pada tanggal 3 Februari 1965 pimpinan tertinggi Darul Islam/Tentara Islam Indonesia di Sulawesi Selatan tertembak mata oleh Kopral Sadeli di pinggir sungai Lasolo, Sulawesi Tenggara. Tulisan ini menggunakan metode penelitian sejarah yakni, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Kata kunci : Baraka, DI/TII, Sulawesi Selatan AbstractThis paper examines Baraka as the DI / TII Defense Base in South Sulawesi. In 1953 Kahar Muzakkar made Baraka, Enrekang District the first DI / TII defense base in South Sulawesi. The strategic location and openness of the community which is the potential of the Baraka area is used as a defense base for DI / TII by Kahar Muzakkar. In addition, because Baraka was the operating area of Kahar Muzakkar's subordinate commander, Andi Sose. The amount of sympathy gained by Kahar Muzakkar from the Baraka community and even the people of South Sulawesi forced the Indonesian government to carry out a crackdown on the Kahar Muzakkar Rebellion which had threatened the integrity of the Republic of Indonesia. Then on February 3, 1965 the highest leader of the Darul Islam / Indonesian Islamic Army in South Sulawesi was shot by Corporal Sadeli on the edge of the Lasolo river, Southeast Sulawesi. This paper uses historical research methods namely, heuristics, criticism, interpretation and historiography. Keywords: Baraka, DI / TII, South Sulawesi
MUHAMMADIYAH DI KABUPATEN SOPPENG 1930-1985 Asfitah Arif, Ummy; Patahuddin, Patahuddin; Bosra, Mustari
Jurnal Pattingalloang Vol. 3 No. 4 Oktober - Desember 2016
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.767 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v3i4.7143

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang didirikannya Muhammadiyah di Kabupaten Soppeng yaitu untuk melakukan perubahan di dalam diri umat Islam itu sendiri untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan nenek moyang yang telah lama dianutnya. Dan menyakinkan masyarakat bahwa ajaran Islam adalah satu-satunya landasan kepribadian dan ketertiban bersama untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Perkembangan Muhammadiyah di Kabupaten Soppeng juga dapat dilihat dari kegiatan-kegiatan yang dilakukannya mulai 1930-1985. Mulai dari sekolah yang didirikan, Konferensi Muhammadiyah Sulawesi Selatan Tenggara yang diadakan di Kabupaten Soppeng maupun kegiatan-kegiatan lainnya. Peran Muhammadiyah di Kabupaten Soppeng ini pun mulai dari bidang Dakwah dan Pemurnian Islam, bidang pendidikan dan sosial, dan juga bidang politik. Hal ini memberikan pengaruh besar terhadap masyarakat Soppeng, dimana dalam setiap kegiatannya bertujuan untuk membimbing dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang arti penting pengajaran Islam.
PETANI KELAPA SAWIT DI TOPOYO KABUPATEN MAMUJU TENGAH (2005-2013) Arianty, Resky; Patahuddin, Patahuddin; Ahmadin, Ahmadin
Jurnal Pattingalloang Vol. 2 No. 2 April - Juni 2015
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.761 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v2i2.8424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang petani Kelapa Sawit di Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah, dinamika petani kelapa sawit, dan keadaan social ekonomi petani kelapa sawit di Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah. Penelitian ini memuat metode sejarah dengan tahapan yaitu heuristik, dalam bentuk mengumpulkan sumber data sebanyak-banyaknya, kritik sumber yang bertujuan untuk menentukan atau menilai sumber, interpretasi yaitu menentukan kedudukan suatu fakta sejarah secara professional dan historiografi, atau penyajian yang merupakan pengungkapan kisah sejarah secara tertulis.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Topoyo khususnya Desa Waeputeh menggantungkan hidupnya dengan bertani kelapa sawit karena lebih menguntungkan, pemeliharaannya juga yang lebih mudah dibandingkan dengan bertani ladang dan sawah serta semakin tingginya kebutuhan hidup dan berkurangnya pendapatan sebagai petani ladang dan sawah. Seperti kita ketahui, kelapa sawit merupakan komoditas pertanian yang berproduktifitas tinggi. Apalagi, di Kabupaten Mamuju Tengah telah berdiri perusahaan kelapa sawit Surya Raya Lestari 2 yang mengolah hasil sawit. Alasan petani lebih memilih berkebun kelapa sawit karena menghasilkan uang yang cepat, harga kebun sawit selalu naik, dapat diselingi dengan pekerjaan lain serta dengan berkebun kelapa sawit daerah tersebut mengalami peningkatan dan perkembangan yang cukup memuaskan. kesimpulannya bahwa keadaan social ekonomi masyarakat di Desa Waeputeh mengalami pertumbuhan dan perkembangan di berbagai bidang seperti pendidikan serta berdampak pada peningkatan kesejahteraan hidup.Kata Kunci : Petani Kelapa Sawit di Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah
KABUPATEN SOPPENG PADA MASA PEMERINTAHAN A. SOETOMO (2005-2010) Yani, Ahmad; Patahuddin, Patahuddin; madjid, Muh. Saleh
Jurnal Pattingalloang Vol. 2 No. 3 Juli - September 2015
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.761 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v2i3.8457

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama lima tahun pemerintahan A. Soetomo (2005-2010) berhasil dilakukan peningkatan produktivitas pertanian di Tahun 2010 dibandingkan dengan Tahun 2005 khususnya pada tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, peternakan, dan kehutanan; peningkatan di bidang pendidikan yang dapat dilihat dari meningkatnya APS (Angka Partisipasi Sekolah) masyarakat Kabupaten Soppeng, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan; serta pengadaan fasilitas dan pelayanan kesehatan yang memudahkan akses oleh masyarakat Kabupaten Soppeng. Akhir penelitian menyimpulkan bahwa Kabupaten Soppeng pada masa pemerintahan A. Soetomo mengalami peningkatan dalam berbagai bidang, yakni bidang ekonomi dengan peningkatan ketahanan pangan, pengembangan agribisnis, dan pembangunan pada sumber daya tanaman pangan dan pertanian, di bidang pendidikan terjadi pemerataan dan perluasan kesempatan pendidikan bagi masyarakat, peningkatan mutu dan relevansi pendidikan, penataan sistem management pendidikan, dan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, serta di bidang sosial budaya dengan adanya peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Kata Kunci: Kabupaten Soppeng, Masa Pemerintahan A. Soetomo
PERANG KOREA (1950-1953) Fitriyawati, Fitriyawati; Patahuddin, Patahuddin; Ridha, M. Rasyid
Jurnal Pattingalloang Vol. 2 No. 2 April - Juni 2015
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.761 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v2i2.8433

Abstract

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa latar belakang Perang Korea (1950-1953) didasarkan pada faktor adanya perbedaan ideologi antara komunis bagi Korea Utara dan kapitalis bagi Korea Selatan sehingga terjadi pemisahan wilayah yang dibatasi oleh garis paralel ke 380 meskipun masing-masing pemimpin Korea ingin melakukan reunifikasi secara paksa/kekerasan demi memperluas pengaruhnya. Adapun proses jalannya perang Korea (1950-1953) di mulai dari penyerbuan Korea Utara terhadap Korea Selatan sehingga terdapat intervensi dari berbagai negara yang akhirnya terjadi (gencatan senjata). Dampak yang ditimbulkan dari Perang Korea bagi masyarakat Korea dan dunia internasional yaitu terbentuknya dua negara Korea dimana Korea Selatan muncul sebagai negara ekonomi industri kapitalis sedangkan Korea Utara muncul sebagai negara militer komunis, serta adanya ancaman keamanan bagi dunia internasional oleh program nuklir Korea Utara sehingga negara Asia Timur memperkuat kekuatan militer mereka yang disebabkan gencatan senjata belum permanen sehingga konflik dapat saja terjadi hingga saat ini, yang dapat melibatkan banyak Negara.Kata Kunci: Perang, Korea (1950-1953)
Kertas Minor dari Timur: Koran Tribun Timur 2004-2016 Sucipto, Adi; Patahuddin, Patahuddin; Ridha, Muh. Rasyid
Jurnal Pattingalloang Vol. 5 No. 1 Januari - Maret 2018
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.499 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v5i1.8521

Abstract

Kertas Minor dari Timur adalah sebuah judul yang membahas tentang sebuah Koran harian yang ada di Makassar. Maksud dari kata Kertas dalam judul tersebut adalah penyebutan untuk Koran Tribun Timur. Sedangkan Minor, dikarenakan Koran Tribun Timur adalah Koran yang terbilang masih muda atau baru, namun dapat menyaingi bahkan mengungguli Koran yang telah terbit sebelumnya. Untuk Timur sendiri, karena Koran Tribun Timur berada di wilayah Indonesia Timur, yaitu Makassar. Penelitian ini membahas tentang proses lahirnya dan perkembangan Koran Tribun Timur sejak tahun 2004-2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koran Tribun Timur  mulai digagas pada tahun 2003, dan mulai terbit untuk pertama kali pada 9 Februari 2004. Koran Tribun Timur berada di bawah naungan PT. Bosowa Media Grafika. Hal menarik dari latar belakang berdirinya Koran Tribun Timur ini adalah keterlibatan Jusuf Kalla. Dalam proses perkembangannya Koran Tribun Timur mengalami dua kali pergantian pemimpin redaksi yaitu Uki M Kurdi dan Dahlan Dahi. Oplah dan readership mengalami perkembangan, rubrik pun mengalami penambahan guna memenuhi kebutuhan informasi masyarakat khususnya Kota Makassar. Koran Tribun Timur memiliki keunikan dibandingkan Koran lain, yaitu dengan adanya rubrik Citizen Report. Dengan adanya rubrik tersebut, maka masyarakat dapat mengirim berita ke Tribun Timur dan setelah diseleksi akan diterbitkan. Sehingga berita dari Koran Tribun Timur bervariasi karena masyarakat yang mengirimkan berita berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yaitu heuristik (mencari dan mengumpulkan sumber), kritik sumber (kritik ekstern dan kritik intern), interpretasi (penafsiran sumber) dan historiografi (penulisan sejarah). Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan penelitian pustaka, penelitian lapangan (wawancara) dan dokumentasi. Akhir dari penelitian, ditarik kesimpulan bahwa proses lahirnya Koran Tribun Timur disebabkan oleh  tingginya populasi penduduk Makassar, tingginya daya beli, permintaan Jusuf Kalla untuk menerbitkan Koran di Makassar, sera kurangnya koran harian yang terbit di Makassar.Kata Kunci : Tribun Timur, Media, Makassar
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH MELALUI PENERAPAN TEKNIK COURSE REVIEW HORAY (CRH) PADA KELAS XI IPS2 SMA NEGERI 5 MAKASSAR Utami, Ni Putu Asri; Patahuddin, Patahuddin
Jurnal Pattingalloang Vol. 2 No. 1 Januari - Maret 2015
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.761 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v2i1.8411

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah melalui penerapan model pembelajaran Course Review Horay di Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 5 Makassar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) prosedur penelitian meliputi yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket motivasi belajar dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif.  Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 5 Makassar pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2013/2014 dengan 30 siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran Course Review Horay menunjukkan adanya peningkatan dalam motivasi belajar sejarah, baik pada aktivitas guru dan siswa. Peningkatan itu dapat dilihat dari siklus I ke siklus II, yaitu persentase rata-rata hasil angket motivasi belajar Sejarah siswa dari 73,04% menjadi 82,59% atau berada dalam kategori tinggiKata Kunci: Peningkatan Motivasi Belajar, Penerapan Teknik Course Review Horay