This Author published in this journals
All Journal Jurnal Tomalebbi
OCTAVIA, LESTARI
Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

PELAKSANAAN TRADISI UPACARA ADAT PATTAUNGENG DI TINCO KELURAHAN OMPO KECAMATAN LALABATA KABUPATEN SOPPENG OCTAVIA, LESTARI; ILHAM, LUKMAN
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.724 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan upacara adat pattaungeng dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan upacara Adat Pattaungeng di Tinco. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dan jenis penelitian kualitatif. Berdasarkan sumbernya, jenis data dalam penelitian ini yaitu data kualitatif. Data kualitatif diperoleh langsung dari 20 informan. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Persepsi masyarakat dalam pelaksanaan upacara adat pattaungeng di Kelurahan Tinco Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng, beranggapan bahwa tradisi tersebut sah-sah saja dilaksanakan sebagai sikap untuk menghargai dan menghormati peninggalan nenek moyang dan leluhur. Selain itu, masyarakat beranggapan upacara adat pattaungeng memberikan manfaat bagi mereka yang melaksanakannya seperti mereka akan terhindar dari malapetaka atau bahaya. 2) Faktor pendukung yang menyebabkan pelaksanaan upacara adat pettaungeng masih tetap dilaksanakan oleh masyarakat di daerah Tinco kelurahan Ompo yaitu adanya niat dari dalam diri untuk membudayakan dan melestarikan upacara adat pattaungeng, adanya kecintaan terhadap budaya itu sendiri, adanya penerus atau pergantian generasi yang akan melaksanakan sehingga budaya tersebut tetap terlaksana dan bertahan didalam masyarakat. Sedangkan yang dianggap sebagai penghambat pelaksanaan upacara adat pattaungeng seperti ketidakmampuan masyarakat untuk mempertahankan budaya lokal sendiri, masih adanya masyarakat yang beranggapan bahwa kebudayaan tersebut merupakan kebudayaan kuno, banyaknya budaya asing yang masuk di kabupaten Soppeng dan masih adanya masyarakat yang kurang peduli terhadap upacara adat pattaungeng tersebut.Kata Kunci : Pelaksanaan, Adat Pattaungeng  ABSTRACT: This study aims to determine the public perception of the implementation of traditional ceremonies and factors that support and hamper the implementation of traditional ceremonies Pattaungeng in Tinco. To achieve these objectives, the researchers used data collection techniques through observation, interviews, and documentation. This research uses phenomenological approach and qualitative research type. Based on the source, the type of data in this study is qualitative data. Qualitative data were obtained directly from 20 informants. The data have been obtained from the results of the study processed by using descriptive qualitative analysis. The results showed that: 1) Public perception in the implementation of traditional ceremony of pattaungeng in Tinco Village, Lalabata Sub-district, Soppeng Regency, assumed that the tradition was legitimately implemented as an attitude to appreciate and respect the relics of ancestors and ancestors. In addition, the community thinks the traditional ceremony of pattaungeng provides benefits to those who carry it out as they will be spared from calamity or danger. 2) Supporting factors that cause the implementation of traditional ceremony pettaungeng still held by the community in the Tinco Ompo urban area that is the intention of the inside to cultivate and preserve the traditional ceremony of pattaungeng, the love of the culture itself, the successor or succession of the generation that will carry out so the culture remains in place and survives in society. While those considered as obstacles to the implementation of traditional ceremonies such as pattaungeng inability of the community to maintain their own local culture, there are still people who think that the culture is an ancient culture, the many foreign cultures that enter in Soppeng district and still the people who are less concerned about the ceremony pattaungeng. Keywords: Implementation, Adat Pattaungeng